- Beranda
- Stories from the Heart
Cerita Suami Galau & Istri Kepo
...
TS
twinroses
Cerita Suami Galau & Istri Kepo
Assalamualaikum Wr Wb
Penghuni forum SFTH, Sr,, Para Ts, dan tentu saja Momod tercinta, setelah beberapa bulan ikutan galau, termehek mehek, ketawa guling guling akibat baca thread SFTH, saya memutuskan untuk ikutan berbagi kisah hidup saya. Boleh kan? emm boleh donk, kalau gak di bolehin saya tetep nulis kok

WELL,,, Ini adalah kisah nyata yang saya permak sedemikian rupa sehingga menjadi cerita fiksi (bagian saya ganteng, tetep nyata kok
saya berperan sebagai seorang suami (ganteng) yang galau karena belum tuntasnya kisah masa lalu, yang berjuang keras untuk membuktikan keputusan saya menikah bukan lah hal yang salah. Tidak ada peraturan khusus dalam thread ini, Grand rules KASKUS dan SFTH tetep berlaku loh ya.... Kalo kalian mau kepo? kepoin sepuas kalian, karena di sini, di tempat saya tinggal hanya ada dua orang yang mengenal KASKUS ( Saya dan temen saya; orang yang mengenalkan Kaskus pada saya)
Lets Roll.....
Spoiler for Indeks:
Diubah oleh twinroses 21-01-2016 12:57
tien212700 dan anasabila memberi reputasi
2
123.1K
480
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
twinroses
#314
Kami Lagi Liburan
"Papa awas kalo main peluk anak orang lagi! Bangsaaaat! Aaaaaaa! Awas! Mama potong2 trus mama jadiin sop buntut itu punya Papa! Aaaaaa"
"Aaaaa! Mama kalo maen kentut sembarangan lagi bakalan Papa sumpal itu lubang mama semua! Meledak sekalian! Aaaaasem"
Oh, sorry... Kami lagi liburan di Malang, di tempat sialan bernama BNS dan naik wahana super sialan yang emm... Itu loh yang kayak piring terbang trus diputer dan dibalik2 jangan tanya bagaimana saya bisa sampai di sini, jujur saya lupa jalanya
dan satu lagi, saya juga lupa di mana letak villa yang saya sewa,villa temen saya sih, numpang 
Saya menguras tabungan saya, untuk 'menenangkan' suasana paska berpeluk ria dengan Nayla. Harga yang gak terlalu mahal sih, yah daripada harus tidur beralaskan tikar setiap hari.
Setelah vala vusing di puter di piring terbang, Riska mengajak saya ke rumah hantu. Untuk yang satu ini saya agak keberatan, tau sendiri kalo jantung saya gak bisa di ajak kompromi dengan yang model beginian. Tapi ah.... Riska sudah memasang wajah memelasnya. Hajar!
"Aaaaaa! Setan baik!" Saya lompat dan refleks memeluk istri saya
"Ahahahah, Papa cemen ih!" Cengengesan sambil melepas pelukan saya. Jahat ih!
"Lah itu muncul gak pake permisi!"
"Hahahaha... Huaacok" giliran dia yang kaget.
"Lah?"
"Itu... kaget mama pa" ngos2an, bisa takut juga ni anak
"Ahahahahaaduh" dia mencubit pinggang saya
"Diem ih, mama tinggal ya.."
"Eh jangaaan"
"Mama tunggu di luar ya"
"Great!" Tinggalah saya sendiri di dalam rumah hantu ini, tanpa kaca mata pula. Perfect!
Saya berjalan dengan pelan, berharap rombongan di belakang saya menyusul. Selang beberapa menit masih belu juga ada yang datang. Perasaan saya sudah gak karuan. Sebuah bayangan putih melintas di depan saya, something-not right-sensor saya menunjukan tanda bahaya. Bayangan putih tadi semakin jelas dan semakin jelas.
Pingsan
"Papa bangun"
"Loh di mana ini Ma?"
"Di villa Pa, Papa pingsan tadi di dalem rumah hantu"
"Lah"
"Maafin Mama Pa"
"....."
"Tidur dulu yuk, besok kita lanjut ke Jatim Park" saya menenangkan istri saya yang masih mewek. Kacau nih acara malam romantis di taman lampion, padahal rencananya saya mau berfoto ria di sana.
Tapi kabar baiknya, saya bisa sampai di villa dengan mudah. Gak perlu nyasar!
****
Pagi2 sekali saya berangkat ke Jatim Park, pengen liat kebun binatang, maklum saya baru sekali lihat kebun binatang, itu pun pas masih SD, pas Bapak ngrayu saya buat di sunat
Secret zoo!
"Pa?" Riska menarik tangan saya, kemudian menunjuk ke aquarium. Ke arah monyet kecil, itu loh yang gedhenya cuman se tikus "Itu Apaan?"
"Monyet"
"Itu?" Dia mengganti arah jarinya
"Monyet juga"
"Trus yang kecil itu?" Ganti lagi, asli serasa jadi guru teka saya
"Monyet juga"
"Yang ini?" Sambil menaruh telunjuknya ke hidung saya.
"Monyet ganteng"
"Bruakakakka"
"Sssst"
"Foto2 dulu Pa" dia berfose ke kanan dan ke kiri, berlari ke semua penjuru ruangan. Di depan monyet gedhe, yang sedang, yang kecil dan emm di depan monyet ganteng juga. Saya mengikutinya sambil jeprat-jempret. Yang bikin saya heran fosenya itu loh, manyun semua! Itu tuh fose yang manyunin bibir yang berlagak sok imut tuh, kalian tau kan? Tau kan ya? Anggep tau ajah deh!
Lanjut
"Pa? Hemmm itu di bawah air mancur buaya beneran?"
"Iya"
"Trus kenapa itu ada koin?"
"Gak tau ma buayanya logam-vora mungkin" saya menjawab sekenanya, lagian kenapa ada koin di sebelah buaya saya juga gak begitu ngerti, atau mungkin itu semacam koin penggalangan dana seperti yang baru ngetren sekarang ini? Entahlah. Yang jelas saya tidak melempar satu rupiah pun
"Hah?"
"Iya, buayanya makan logam"
"Flaminggooooo" dia berlari ke arah pagar pembatas area burung flaminggo, langsung berfose!
"Foto?"
"Iyaaa, cepet!" Jeprat2 beberapa kali. Kelar! Masih (tetep) manyun
"Istirahat dulu yuk Ma, papa beli es krim sama keentang" dan kami pun istirahat, menikmati kentang goreng dan es krim. Tepat di depan area flaminggo barusan. Duh indahnya.....
Setelah cukup beristirahat kami Melanjutkan keliling jatim park. Menuju area wahana bermain
"Pa?"
"Hemm?"
"Coba yang itu yuk?" Dia menunjuk wahana- itu yang kayak porosengkol-yang muter2 horisontal tuh, tau dah namanya apaan"
"Ampun Mak" dengan berat hati saya pun naik, mampus2 dah, demi istri! Mati sahid kan ya?
"Aaaaaaaaaaaaasssuuuuu"
"......." Dia tidur!
"Aaaaaaammpuuuuun"
"....." Ngiler
"Huek cuih" okeh, saya muntah. Keluar semua tuh kentang goreng barusan, sayang banget deh, padahal muahal tadi kentangnya
"Ahahahaha, Papa payah ih!"
"Papa normal Ma, yang gak bener tuh Mama, masak naik model begituan malah tidur"
"Lah enak kok Pa, kayak di ayunan kan rasanya? Tidur deh, haha"
"...."
"Kita makan dulu trus balik ke villa ya Ma" saya mengajak istri saya ke salah satu puja sera di area jatim park, makan kemudian pulang. Remuk luar dalam ini kayaknya
Villa yang saya sewa (pinjem) ini letaknya... Yang jelas di pinggir jalan deh. Bangunan dua lantai yang cukub besar sebenarnya. Di lantai dua ada balkon yang tepat menghadap ke arah kaki gunung. Keren pokoknya. Dengan ruang full ac, kamar mandi yang tersedia air hangat ah, enaknya.... Gratisan
"Lah kumat ngelamunya" istri saya menyapa saya, membawa dua cangkir tea hangat. Wait... Dia cuma memakai kimono tipis berbahan sutra berwarna merah muda, rambutnya masih batshahhh..... Ups bakalan hangat luar dalam nih...
"Siapa lagi Pa?"
"Eh.. Mama, gak kok, bukan siapa2... Hanya saja...."
"Hemm?" Dia terlihat jelas meragukan jawaban saya. Tapi menahan untuk bertanya lebih lanjut, biar gak mengganggu mood IYKWIM keknya
Saya menarik nafas dalam2 "Kangen saja sama villa ini" saya kemudia merangkulnya, meninggalkan dua cangkir tea hangat tadi dalam keadaan utuh.
Ah ih uh eh oh crot...... Udah
"Aaaaa! Mama kalo maen kentut sembarangan lagi bakalan Papa sumpal itu lubang mama semua! Meledak sekalian! Aaaaasem"
Oh, sorry... Kami lagi liburan di Malang, di tempat sialan bernama BNS dan naik wahana super sialan yang emm... Itu loh yang kayak piring terbang trus diputer dan dibalik2 jangan tanya bagaimana saya bisa sampai di sini, jujur saya lupa jalanya
dan satu lagi, saya juga lupa di mana letak villa yang saya sewa,villa temen saya sih, numpang 
Saya menguras tabungan saya, untuk 'menenangkan' suasana paska berpeluk ria dengan Nayla. Harga yang gak terlalu mahal sih, yah daripada harus tidur beralaskan tikar setiap hari.
Setelah vala vusing di puter di piring terbang, Riska mengajak saya ke rumah hantu. Untuk yang satu ini saya agak keberatan, tau sendiri kalo jantung saya gak bisa di ajak kompromi dengan yang model beginian. Tapi ah.... Riska sudah memasang wajah memelasnya. Hajar!
"Aaaaaa! Setan baik!" Saya lompat dan refleks memeluk istri saya
"Ahahahah, Papa cemen ih!" Cengengesan sambil melepas pelukan saya. Jahat ih!
"Lah itu muncul gak pake permisi!"
"Hahahaha... Huaacok" giliran dia yang kaget.
"Lah?"

"Itu... kaget mama pa" ngos2an, bisa takut juga ni anak
"Ahahahahaaduh" dia mencubit pinggang saya
"Diem ih, mama tinggal ya.."
"Eh jangaaan"

"Mama tunggu di luar ya"

"Great!" Tinggalah saya sendiri di dalam rumah hantu ini, tanpa kaca mata pula. Perfect!
Saya berjalan dengan pelan, berharap rombongan di belakang saya menyusul. Selang beberapa menit masih belu juga ada yang datang. Perasaan saya sudah gak karuan. Sebuah bayangan putih melintas di depan saya, something-not right-sensor saya menunjukan tanda bahaya. Bayangan putih tadi semakin jelas dan semakin jelas.
Pingsan
"Papa bangun"

"Loh di mana ini Ma?"
"Di villa Pa, Papa pingsan tadi di dalem rumah hantu"
"Lah"
"Maafin Mama Pa"

"....."
"Tidur dulu yuk, besok kita lanjut ke Jatim Park" saya menenangkan istri saya yang masih mewek. Kacau nih acara malam romantis di taman lampion, padahal rencananya saya mau berfoto ria di sana.
Tapi kabar baiknya, saya bisa sampai di villa dengan mudah. Gak perlu nyasar!
****
Pagi2 sekali saya berangkat ke Jatim Park, pengen liat kebun binatang, maklum saya baru sekali lihat kebun binatang, itu pun pas masih SD, pas Bapak ngrayu saya buat di sunat
Secret zoo!
"Pa?" Riska menarik tangan saya, kemudian menunjuk ke aquarium. Ke arah monyet kecil, itu loh yang gedhenya cuman se tikus "Itu Apaan?"
"Monyet"
"Itu?" Dia mengganti arah jarinya
"Monyet juga"
"Trus yang kecil itu?" Ganti lagi, asli serasa jadi guru teka saya

"Monyet juga"
"Yang ini?" Sambil menaruh telunjuknya ke hidung saya.
"Monyet ganteng"

"Bruakakakka"

"Sssst"
"Foto2 dulu Pa" dia berfose ke kanan dan ke kiri, berlari ke semua penjuru ruangan. Di depan monyet gedhe, yang sedang, yang kecil dan emm di depan monyet ganteng juga. Saya mengikutinya sambil jeprat-jempret. Yang bikin saya heran fosenya itu loh, manyun semua! Itu tuh fose yang manyunin bibir yang berlagak sok imut tuh, kalian tau kan? Tau kan ya? Anggep tau ajah deh!
Lanjut
"Pa? Hemmm itu di bawah air mancur buaya beneran?"
"Iya"
"Trus kenapa itu ada koin?"
"Gak tau ma buayanya logam-vora mungkin" saya menjawab sekenanya, lagian kenapa ada koin di sebelah buaya saya juga gak begitu ngerti, atau mungkin itu semacam koin penggalangan dana seperti yang baru ngetren sekarang ini? Entahlah. Yang jelas saya tidak melempar satu rupiah pun

"Hah?"
"Iya, buayanya makan logam"
"Flaminggooooo" dia berlari ke arah pagar pembatas area burung flaminggo, langsung berfose!
"Foto?"
"Iyaaa, cepet!" Jeprat2 beberapa kali. Kelar! Masih (tetep) manyun
"Istirahat dulu yuk Ma, papa beli es krim sama keentang" dan kami pun istirahat, menikmati kentang goreng dan es krim. Tepat di depan area flaminggo barusan. Duh indahnya.....
Setelah cukup beristirahat kami Melanjutkan keliling jatim park. Menuju area wahana bermain
"Pa?"
"Hemm?"
"Coba yang itu yuk?" Dia menunjuk wahana- itu yang kayak porosengkol-yang muter2 horisontal tuh, tau dah namanya apaan"
"Ampun Mak" dengan berat hati saya pun naik, mampus2 dah, demi istri! Mati sahid kan ya?

"Aaaaaaaaaaaaasssuuuuu"
"......." Dia tidur!

"Aaaaaaammpuuuuun"
"....." Ngiler

"Huek cuih" okeh, saya muntah. Keluar semua tuh kentang goreng barusan, sayang banget deh, padahal muahal tadi kentangnya
"Ahahahaha, Papa payah ih!"

"Papa normal Ma, yang gak bener tuh Mama, masak naik model begituan malah tidur"
"Lah enak kok Pa, kayak di ayunan kan rasanya? Tidur deh, haha"
"...."
"Kita makan dulu trus balik ke villa ya Ma" saya mengajak istri saya ke salah satu puja sera di area jatim park, makan kemudian pulang. Remuk luar dalam ini kayaknya

Villa yang saya sewa (pinjem) ini letaknya... Yang jelas di pinggir jalan deh. Bangunan dua lantai yang cukub besar sebenarnya. Di lantai dua ada balkon yang tepat menghadap ke arah kaki gunung. Keren pokoknya. Dengan ruang full ac, kamar mandi yang tersedia air hangat ah, enaknya.... Gratisan

"Lah kumat ngelamunya" istri saya menyapa saya, membawa dua cangkir tea hangat. Wait... Dia cuma memakai kimono tipis berbahan sutra berwarna merah muda, rambutnya masih batshahhh..... Ups bakalan hangat luar dalam nih...

"Siapa lagi Pa?"
"Eh.. Mama, gak kok, bukan siapa2... Hanya saja...."
"Hemm?" Dia terlihat jelas meragukan jawaban saya. Tapi menahan untuk bertanya lebih lanjut, biar gak mengganggu mood IYKWIM keknya

Saya menarik nafas dalam2 "Kangen saja sama villa ini" saya kemudia merangkulnya, meninggalkan dua cangkir tea hangat tadi dalam keadaan utuh.
Ah ih uh eh oh crot...... Udah
Diubah oleh twinroses 16-07-2015 13:02
0