Kaskus

Story

bukanpemainbaruAvatar border
TS
bukanpemainbaru
I SWEAR THIS TIME I MEAN IT
I SWEAR THIS TIME I MEAN IT

Oke, sebelum gue mulai, gue mau minta izin kepada Moderator dan para pembaca setia forum SFTH untuk menceritakan kisah gue

Berbekal pengalaman dari membaca banyak novel novel terkenal dan kisah kisah yang sangat inspiratif dari para kaskuser seperti "Have I Told You Lately That I Love You" karya bang Nanda, "Sepasang Kaos Kaki Hitam" milik om Ari, "You Are My Happiness" cerita mas Baskoro, serta cerita lainya yang melecut nyali gue untuk membagi kisah gue.

Gue ingin mengutarakan sebuah kisah yang ada di ingatan gue, sebuah cerita cinta masa lalu gue yang membuat gue bisa berada disini dan selalu membuat gue bersyukur karena Tuhan telah memilih gue untuk mengalaminya

Nama tokoh disini gue samarkan dengan alasan menjaga privasi masing masing. Jika ada kesamaan alur cerita, nama tokoh, dan tempat gue minta maaf. Selamat membaca emoticon-Smilie


Quote:
Diubah oleh bukanpemainbaru 11-08-2015 21:00
anasabilaAvatar border
junti27Avatar border
junti27 dan anasabila memberi reputasi
3
86.6K
488
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.8KAnggota
Tampilkan semua post
bukanpemainbaruAvatar border
TS
bukanpemainbaru
#148
PART 17
Entah kenapa kata-kata tadi ngebuat gue semangat. Disuruh ngelihat notif facebook, ini sudah jelas dia bener bener si Clarissa Mutia Nasution itu, kan gak mungkin gue disuruh ngecek notif dan tiba tiba isinya undangan buat main mafia wars (game facebook yang tenar awal awal dulu) Tentu hal ini menjadi pemicu kecepatan mengetik tugas dari Bu Dinda, gue mempercepat ketikan gue karena gue gak sabar ingin pulang ke rumah, buka facebook dan tutup facebook lagi emoticon-Hammer

Gue hampir menyelesaikan ketikan gue, dan Bu Dinda nampaknya sudah selesai dengan tea time nya. Selama gue mengetik, sesekali gue ngobrol ngalor ngidul dengan Bu Dinda, sesekali dia membicarakan soal anaknya yang masih 6 tahun. Gue sempet mikir, kalo gue jadi anaknya rasanya gue pengen naik jabatan jadi suaminya (?)

Bu Dinda membuka percakapan lagi dengan gue

Quote:


Bu Dinda menatap gue tajam, dia melihat ke kiri dan kanan. Ruang guru sepi, dia mengikat rambutnya, membuka dua kancing kemeja yang paling atas. Kedua kakinya dia angkat keatas meja, sehingga ia berdiri diatas meja dengan lututnya. Dia menggigit jarinya, lalu kepalanya didekatkan ke gue. Dan begitulah... lamunan jorok gue saudara saudara emoticon-Hammer (S)

Bu Dinda menatap gue tajam, dia sepertinya serius dengan ucapanya. Bahkan gombalan gue tadi pun gak digubris sama sekali. Entah kenapa Bu Dinda yang cantik ini jadi seperti pembunuh berdarah dingin seketika.

Quote:


Bu Dinda sangat peduli dan perhatian terhadap anak kakaknya itu, dan sepertinya ia mempercayakan Mutia ke gue. Ia pun mengambil laptop yang sedang gue pegang dan memasukanya ke dalam tas. Dia mengenakan jaket kulit coklat dan menutupi seragamnya. Dia berterima kasih dengan gue karena udah gue bantuin menulis absensi dan dia berpamitan pulang.

Quote:


Gue di chidori Bu Dinda

Setelah gue berpisah dengan Bu Dinda cantik, gue ambil sepeda gue dan langsung pulang ke rumah. Sebelum gue pulang gue ke temu temen temen gue di parkiran. Seperti biasa, tampilan mereka 180 derajat berbeda dengan Ara dan Mutia. Gembel hilang arah. Gue heran kenapa mereka masih di sekolah padahal jam pulang sudah daritadi

Quote:


Mereka yang tadinya sedang ngobrolin sesuatu diatas motor mereka masing masing, seketika berhenti ngobrol dan ngeliatin gue yang berjalan ke arah mereka. Setelah menyadari bahwa gue yang dateng, mereka langsung menyalakan motor dan ngegas pergi ninggalin gue

Gue bingung, ini kenapa sama temen temen gue, apa ada yang salah sama gue. Atau mungkin mereka ninggalin gue karena 2 hari ini gue sering ngilang dan jarang main gara gara Ara dan Mutia. Tapi masa gitu amat, harusnya mereka klarifikasi dulu ke gue. Gue pun mencari sepeda kesayangan gue.

Walaupun SMA gue membolehkan muridnya membawa sepeda motor, dan banyak murid SMA termasuk Ara dan geng cecurut yang bawa motor ke sekolah, gue lebih suka menggunakan sepeda. Lebih sehat dan seru. Gue juga hobi biking dan touring dengan sepeda gue, touring terjauh gue adalah keliling Semarang sejauh 15 km. Hobi gue ini nurun dari kakek gue, yang pernah touring dengan sepeda onthel dari Jawa hingga Kalimantan. Gue yakin kakek gue ini Harry Potter

Gue cari sepeda di tempat gue biasa menaruh sepeda, tempatnya teduh di bawah pohon. Tapi setelah gue lihat, sepeda gue gak ada disana. Cuma ada secarik kertas di pohon. Gue mendekat dan membaca kertas itu

Quote:


Asu.
Sepeda gue bergantung dipohon. Gue dikerjain. Tapi hal ini mengingatkan gue, kalo kita punya gebetan, temen kita yang lain juga harus punya . Karena gue tau mereka pasti iri haqhaqhaq

Setelah gue turunkan sepeda gue, gue kayuh sepeda gue ke rumah. Tanpa melepas seragam sekolah gue langsung menyalakan komputer gue dan login facebook. Gue terbiasa mencari alamat facebook lewat google pencarian, tapi karena tampilan awal di komputer gue itu yahoo, gue search google dulu lewat yahoo. Baru deh search facebook

Setelah gue login, gue lihat notif

Quote:


Gue jingkrak jingkrak,ternyata ini beneran Mutia. Tapi gue sedikit kecewa karena saat ini Mutia offline. Gue ngeliat profil Mutia dan beberapa status mutia, ternyata Mutia jarang update status. Foto pun dia sangat jarang, jauh dari perkiran gue, gue pikir Mutia yang sangat cantik dan stylish ini suka update foto, ternyata enggak

Gue menunggu berjam jam, Mutia belum juga nampak di daftar obrolan gue. Gue yang sebenernya ingin nungu lebih lama lagi tapi gue juga sayang kuota, akhirnya hanya memberikan message “Hai Mut”.

Padahal gue berharap, Mutia online hari ini emoticon-Berduka (S)

0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.