Kaskus

Story

twinrosesAvatar border
TS
twinroses
Cerita Suami Galau & Istri Kepo
Assalamualaikum Wr Wb


Penghuni forum SFTH, Sr,, Para Ts, dan tentu saja Momod tercinta, setelah beberapa bulan ikutan galau, termehek mehek, ketawa guling guling akibat baca thread SFTH, saya memutuskan untuk ikutan berbagi kisah hidup saya. Boleh kan? emm boleh donk, kalau gak di bolehin saya tetep nulis kok emoticon-Hammer

WELL,,, Ini adalah kisah nyata yang saya permak sedemikian rupa sehingga menjadi cerita fiksi (bagian saya ganteng, tetep nyata kok emoticon-Coolsaya berperan sebagai seorang suami (ganteng) yang galau karena belum tuntasnya kisah masa lalu, yang berjuang keras untuk membuktikan keputusan saya menikah bukan lah hal yang salah.

Tidak ada peraturan khusus dalam thread ini, Grand rules KASKUS dan SFTH tetep berlaku loh ya.... Kalo kalian mau kepo? kepoin sepuas kalian, karena di sini, di tempat saya tinggal hanya ada dua orang yang mengenal KASKUS ( Saya dan temen saya; orang yang mengenalkan Kaskus pada saya)

Lets Roll..... Cerita Suami Galau & Istri Kepo

Spoiler for Indeks:
Diubah oleh twinroses 21-01-2016 12:57
anasabilaAvatar border
tien212700Avatar border
tien212700 dan anasabila memberi reputasi
2
123K
480
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
twinrosesAvatar border
TS
twinroses
#282
Piknik, ATM dan Bayangan Nayla
Bisa piknik di depan rumah adalah satu dari sekian banyak keuntungan tinggal di desa. Kalian tidak perlu pusing2 memikirkan jalanan yang macet, atau biaya yang mahal untuk menyewa sebuah villa, well pikniknya di depan rumah kok.

Hari yang cerah, sangat cerah. Cahaya matahari yang seharusnya bisa bikin kulit saya jadi gosong mendadak itu tidak sanggup menembus rindangnya pohon sawo di samping rumah saya. Udara sejuk yang berasal dari hutan bambu dan kebun pisang di sekeliling rumah juga menjadi nilai plus tersendiri. Mengesampingkan efek serem di malam hari tentunya emoticon-Takut (S)

Saya sedang piknik, emmm... Depan rumah. Cuman modal tiker doank udah kelar. Awsem!!!
Riska sedang tiduran di atas paha saya, adegan kentut gak perlu saya hitung atau bahkan saya ceritakan bukan?

Jujur beberepa hari ini termasuk hari2 yang tenang. Dan rasa2nya saya juga sudah menyadari betapa beruntungnya saya mendapatkan pabrik amonia yang sedang tidur pulas di paha saya ini. I love her, I know it

Dia tidur pulas banget, ngorok sedikit dan beberapa kali mengeluarkan emisi. Saya yakin dia capek banget gara2 berantem lagi dengan ATM di rengel sejam yang lalu. Yeah, ATM yang sama tapi dengan kasus yang berbeda.

*****

"Pa" Riska menggoyang2 pundak saya yang sedang asik ngoprek tivi di rumah

"Hemm" masih konsen pada komponen tv

"Ayuk ke Rengel" naik ke punggung saya ala koala

"Ngapain?"

"Shoping" emoticon-Belo

"Males Ma, lagian tuh panci di dapur masih utuh kan? Apa jangan2 pancinya mama lubangin biar bisa beli baru?"

"Ah Papa ah... Mama mau beli daleman Pa, yang lucu2 kayak yang mama pake kemaren itu loh"

"Yang berenda rada2 transparan bin semriwing itu ma?"

"Huum" emoticon-Malu (S)

"Okeeeh" emoticon-Genit

"Yah.... Semangatnya giliran urusan ranjang" dia turun dari punggung saya dan menepuk pantat saya, gemes. Aw..emoticon-Malu

"Salahkan jiwa lelaki perkasa dalam diri suami ganten* gagah perkasamu ini" emoticon-Metal

"Pret, tar baru masuk crut lagi" emoticon-No Hope

"Asem"

"Ahahahaha... Papa payah... Papa payah..." Dia berlari2 kecil memutari perabotan rumah, berharap saya mengejarnya tapi saya cuekin. Muehehehhe

"Serah Mama dah"

Dengan semangat empat lima saya mengantar istri saya ke Rengel, ke ATM dulu tepatnya. Saya memarkirkan motor saya di depan ATM, menunggu istri saya ngambil duit.

"Brak bruk brak bruak" terdengar suara mesin ATM di gedor2 istri saya emoticon-Nohope saya membuat putung rokok saya yang baru nyala dan masuk ke ATM

"Mama ngapain?" Ucapan ini langsung keluar ketika melihat istri saya yang sedang memegangi mulut ATM dengan kedua tanganya dan kaki kananya menginjak bagian atas tempat sampah. Yaelah

"Ini ATM mama ketelen Pa" emoticon-EEK!

"Lah kok bisa?" emoticon-Bingung (S)

"Mana mama tau masalah ginian! Kalo masalah nelen Papa mama tau! Mau mama telen Papa di sini" emoticon-Mad (S)

"Eh jangan Ma, papa mau tapi jangan!" emoticon-Malu

"Yaudah sini bantuin" emoticon-Mad

"Lah kok gitu Ma?" Sekarang posisi tanganya berada di pinggir mesin, memberikan gestur mau membalik mesin tersebut. Astaga

"Mangnya gimana? Mau pake doa? Atau bicara sama mesin?"

"Bentar2 sini biar Papa yang urus deh" saya menekan semua tombol yang ada di papan. Terektektek. Voila, Kartunya keluar, jangan tanya kenapa bisa keluar. Saya cuman menekan dengan asal dan.... Berdoa emoticon-Hammer

"Loh kok bisa keluar Pa?"

"Siapa dulu" emoticon-Cool

"Ish"

"Kita ke ATM yang depan BRI ajah dah Ma"

"Yang Accept?" emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)

"Iyah, yang Accept bukan Enter, ayuk keburu panas"

Saya memarkir motor tepat di depan ATM, jaga2 kalo misalnya Riska berbuat anarkis lagi emoticon-Takut (S)

"Bruak"

"Lah ngapain lagi tuh anak" saya langsung lompat dari motor dan masuk ke dalam

"Ngapain Ma?"

"Hahaha.. Cuman bilang makasih Pa"

"...." Saya harus jawab apaan?

Menemani istri saya belanja pakaian itu gak seburuk ketika dia belanja peralatan dapur. Dia tinggal dateng ke tempat tujuan, tanya harga, ukuran dan selesai. Dia gak perlu repot2 pilih2 warna, simply said "mejikuhibiniu" dapatlah daleman berenda binti semriwing dengan warna pelangi. Mudah kan?

*****

Saya masih melamun menikmati hembusan angin yang menyapa saya. Benar2 segar dan menenangkan. Suara kendaraan bermotor dari arah jalan sempit menuju rumah yang membawa saya kembali dari lamunan. Membangunkan istri saya yang sedang terlelap

"Itu.... Nayla kan Pa?" Istri saya bangun sambil ngucek2 kedua matanya

"...."

"Iya itu Nayla, sama Gogon, Papa mau menemui mereka?"

"...."

"Kalo Papa belum siap, biar mama yang menemui mereke berdua" dia memegang kedua tangan saya.

"Biar papa saja Ma, semua harus papa selesaikan, maaf kan papa ya" saya melepaskan genggamanya kemudian berdiri, dia mengikuti

"Gpp kok Pa, toh pada akhirnya mama adalah istri Papa, bukan Nayla dengan segala kelebihanya. Meskipun dia berkali2 menyelamatkan hidup Papa. Tapi mama lah yang akan menjaga hidup yang dia selamatkan ini. Dengan segenap hati mama"

"Sekarang temui mereka, saya yakin Gogon juga merasakan hal yang sama dengan yang Mama rasakan"

"Selesaikan apa yang memang seharusnya selesai, mama akan menunggu dengan Gogon" dia memeluk saya dengan erat, kemudian melepasnya.

Yah... Saya memang tidak salah pilih
Diubah oleh twinroses 08-07-2015 15:19
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.