Kaskus

Story

twinrosesAvatar border
TS
twinroses
Cerita Suami Galau & Istri Kepo
Assalamualaikum Wr Wb


Penghuni forum SFTH, Sr,, Para Ts, dan tentu saja Momod tercinta, setelah beberapa bulan ikutan galau, termehek mehek, ketawa guling guling akibat baca thread SFTH, saya memutuskan untuk ikutan berbagi kisah hidup saya. Boleh kan? emm boleh donk, kalau gak di bolehin saya tetep nulis kok emoticon-Hammer

WELL,,, Ini adalah kisah nyata yang saya permak sedemikian rupa sehingga menjadi cerita fiksi (bagian saya ganteng, tetep nyata kok emoticon-Coolsaya berperan sebagai seorang suami (ganteng) yang galau karena belum tuntasnya kisah masa lalu, yang berjuang keras untuk membuktikan keputusan saya menikah bukan lah hal yang salah.

Tidak ada peraturan khusus dalam thread ini, Grand rules KASKUS dan SFTH tetep berlaku loh ya.... Kalo kalian mau kepo? kepoin sepuas kalian, karena di sini, di tempat saya tinggal hanya ada dua orang yang mengenal KASKUS ( Saya dan temen saya; orang yang mengenalkan Kaskus pada saya)

Lets Roll..... Cerita Suami Galau & Istri Kepo

Spoiler for Indeks:
Diubah oleh twinroses 21-01-2016 12:57
anasabilaAvatar border
tien212700Avatar border
tien212700 dan anasabila memberi reputasi
2
123.1K
480
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.7KAnggota
Tampilkan semua post
twinrosesAvatar border
TS
twinroses
#270
Antara Oma, Saya dan Sapu Lidi
Sekitar jam delapan pagi saya mengajak Riska untuk mampir ke rumah nenek buyut saya. Rumahnya hanya berjarak seratus meter kalo dari rumah bapak. Tepat di depan masjid

"Lah..." Terlihat Oma agak terkejut dengan kedatangan saya "Masih hidup nak?" Sembil mengunyah sirih emoticon-Berbusa (S)

"Ck.... Liat cucu maen, dipeluk kek"

"Ogah" kenalkan, Nenek buyut saya. Usianya emm... Yang jelas seratus tahun lebih, saya lupa tepatnya. Wong dia ajah lupa emoticon-Hammer

"Nak Riska sini masuk" dia memegang tangan Riska. Tangan satunya menahan saya didepan pintu. Saya punya perasaan gak enak, sumpah emoticon-Takut (S)

"Kamu diem!" Kan bener.... emoticon-Frown

"Sini ikut Oma" dia menarik tangan saya. Menuju ke belakang rumah, tepat di depan kandang sapi emoticon-Takut (S) dia mengambil sapu lidi dari kandang. Mampus emoticon-Frown

"Aaaaa" satu pukulan

"Dasar bocah bandel" emoticon-Mad (S)

"Auch, sakit Oma" dua pukulan

"Bocah geblek" emoticon-Mad (S)

"Aduh.." Tiga pukulan

"Kenapa sih?"

"Masih blom sadar juga!" emoticon-Mad (S)

"Lagian sadar apaan, baru dateng langsung dipukul, pake sapu lidi pula" saya memasang kedua tangan saya tepat di depan muka. Bisa gaswat kalo nih muka ganten* kena tai sapi yang di sapu lidi kan?

"Itu istrimu blom hamil?" emoticon-Mad

"Eh?" emoticon-Kagets

"Kamu dulu pamit buru2 nikah gara2 calonmu hamil kan?"

"...." Saya baru inget, dulu pas mau nikah kan ortu saya gak setuju, masih terlalu muda katanya. Mangkanya saya bilang kalo calon saya hamil. Muehehehehe emoticon-Stick Out Tongueeace:

"Lah kok istrimu masih kurus kering kerontang gitu?" Tanganya menunjuk ke dalam rumah

"...." Dia emang bener, kan kenyataanya Riska emang blom hamil.

"Bilang ajah dulu kebelet pengen kimpoi... Gak usah pake bilang hamil segala!" Cuih, dia meludahkan sirih yang dia kunyah. Ambil kuda2 buat mukul lagi "Mau bikin ini nenek2 mati jantungan, hah!" emoticon-Mad (S)

"Lah oma udah umur se abad lebih juga masih betah hidup aja Ma" sumpah saya jawab gitu sambil nyengir gak jelas emoticon-Big Grin

"Yaelah ini bocah geblek!" emoticon-Mad (S)

"Lah emang bener kan? Malu sama kalender Oma" dia mukul saya tepat di pantat, Fanas

" Aaa" emoticon-Frown periiiih

"Rasain nih" dah brapa kali kena pukul nih? emoticon-Frown

"Auh... Atit" emoticon-Berduka (S)

"Trus kalo dari awal gak hamil.. Normalnya hari ini harusnya juga udah hamil kan? Ngapain ajah lu tiap malem selama beberapa bulan ini?" Dia ngos2an sodara2 "Dasar laki2 payah! Hamilin anak orang ajah gak becus! Tinggal ah ih uh eh oh... ajah apa susahnya sih?" Dia berhenti ngomong sebentar, cari nafas mungkin, maklum udah senioooor banget dia "Lagian istri mu juga kecil gitu... Masak iya kamu kalah terus?" emoticon-Hammer

"Aduh" satu

"Cuih" bersihin sisa sirih

"Aduh" dua

"Jangan kesini lagi kalo istrimu blum hamil"

"Aaa..." Triple kill!!! Grandma is owning emoticon-Berduka (S)

"Butuh berapa?" Kayaknya marahnya udah kelar. Penyakit lamanya kambuh

"Hoh?" :kagets

"Sejak kamu nikah, duit Oma utuh nih. Punggung Oma sampek sakit kantongin ini duit" liat kan? Nih penyakit nya

"Udah nikah Oma, masak iya masih minta duit"

"Halah gayamu" dia membuka kain gendonganya (kalo di desa namanya 'sayut') dan mengambil beberapa lembar kertas warna merah.

"Serius" saya dengan berat hati berkata demikian, takut kena php lagi

"Tunggu disini" dia melemparkan sapu lidinya kemudian masuk ke rumah. Syukurlah

"Aduh.. Apaan nih?" Kepala saya di lempar sesuatu dari arah rumah.

"Itu surat tanah begoook. Mau kamu kasih makan apa tuh anak orang kalo kamu cuman modal otong doank?" Dia meramu kapur sirih baru.

"...."

"Liat tuh istrimu... Udah nikah beberapa bulan, bukanya gemuk malah makin kurus.... Ck..malu2in Oma kamu!" Mulai mengunyah sirih lagi.

"Pa hubunganya?" emoticon-Bingung (S)

"Itu tanah bekasnya nenek mu dulu, kamu pake ajah... Jangan di jual!" Great, di cuekin mulu saya

"Sama ajah boong donk Oma"

"Masih aja bandel!" Dia mencubit pinggang saya. Banyak banget ilmunya ini nenek sihir

"Aaaa" emoticon-Frown

"Gak salah ini?" emoticon-Kagets

"Apanya?" emoticon-EEK!

"Ini kalo dijual bisa buat naik haji lima kali ini"

"Masih mikir ngejual??!" emoticon-Mad (S)

"Eh enggak Oma, peace" selesai urusan saya dengan nenek sihir penjaga kegelapan #apabae... Saya masuk ke dalam rumah dan memanggil istri saya

"Mama ayuk pulang" saya memanggil Riska yang lagi menggendong Rendi, anak nya Mas Tono yang nikah denga Tante Widi, cucu Oma

"Loh kok buru2 banget Pa?"

"Gak betah ma, hayuk pulang"

"Oma, Riska pulang dulu"

"Eh Riska sini Oma bisikin"

"Was wes wos" tau dah bahas apaan

"Ngomong apaan Ma? Kok kayaknya Mama jadi malu2 horny gitu?" emoticon-EEK!

"Gak Pa, gak ngomong apa2 kok" emoticon-Malu (S)

"Ngaku ajah..." emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)

"Kata Oma di suruh sering2 ngangkang Pa, jangan nungging" Riska ngomong gini sambil senyum malu2 mesum. Mukanya merah. Ih gemes

"Oma baik ya Pa?"

"Baik ma, baiiiiiiiik banget" baik dari kuburan keles, ini punggung merah merona gara2 si nenek lampir emoticon-Frown

"Pulang yuk Pa" ekhem... Meluk makin kenceng dia. Saya tau, pengen buru2 masuk kamar emoticon-Genit

"Iya, kita mampir rumah Bapak dulu, trus langsung pulang"

"Pak, Buk Riska pulang dulu ya" sambil sungkem bergantian. Sumpah beraaaat banget sungkem ke Bapak, beraaaat

"Iya nak, hati2"

"Assalamu alaikum"

"Waalaikumsalam"

"Iwan tunggu!" Ayah saya berteriak dari dalam, mengejar saya kemudian melemparkan sesuatu, tepat kena kepala saya emoticon-Frown

"Aduh... Paan lagi ini" emoticon-Kagets

"Itu kunci rumah yang di Waleran"

"Lah emang perlu?" Rumah yang di Waleran (peninggalan mendiang Ibu) memang gak pernah di kunci alias gak ada kuncinya. Boro2 kunci, wong gagang pintunya saja gak ada. Maklum, saudara2 saya semuanya radak anarkis. Rusak kena dobrak emoticon-Frown

"Kagak, biar Bapak keliatan keren ajah. Semacem serah terima jabatan gitu" emoticon-Metal:

"Ampun deh." emoticon-Hammer

"Yaudah sana" emoticon-Cool

"Apa lagi?"

"Sana pulang"

"Ck... Seneng amat liat anak pamit"

"Sana pulang ah... Bikin sumpek rumah ajah..." Dia ngomong gini sambil senyum mesum ke istrinya emoticon-Cape d... (S)

"Oh... Oke"

****

Di dalam kamar, istri saya lagi sibuk muter2 di depan kaca. Nyoba baju baru dan kalung pemberian Oma barusan.

"Seneng banget Ma kayaknya?"

"Hehe... Tiap hari yuk main ke rumah Oma"

"Males"

"Ih Papa emangnya kenapa sih? Kayaknya gak betah banget di sana?"

"Justru Papa yang harusnya nanya, kenapa Mama seneng banget di sana?"

"Nih liat nih" dia menunjukan kalung, gelang, cincin serta baju barunya. Ebuseeet

"Oh... Pantes, dasar nenek2 sialan, main belakang dia" nie nenek lampir memang juara kalo ambil hati orang. Yaiyalah... Wong pengalamanya seabad lebih.

"Apaan Pa?"

"Lupakan"

"Btw... Mama gak masak?" emoticon-EEK!

"Emm ... Itu ada Mie Sed*p goreng Pa" dia menjawab tanpa menoleh ke arah saya. Sibuk ngaca!!

"Lah" emoticon-Berduka (S)
Diubah oleh twinroses 06-07-2015 12:01
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.