Kaskus

Story

Kategori

Pengaturan

Mode Malambeta
Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Syarat & Ketentuan

Kebijakan Privasi

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

guemahselowAvatar border
TS
guemahselow
Laki-Laki Mah Kudu Finish
Halooo semuanya emoticon-Blue Guy Peace
Setelah thread ane sebelumnya sempet terbengkalai karena ketauan sama temen di RL
ane putusin buat ga ngelanjutin aja
Maapin Aim ya emoticon-Frown
Sekarang mau cerita lagi, Insya Allah tamat lah ini mah
Lanjutan atau bukan ya di simpulkan sendiri saja


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



Laki-Laki Mah Kudu Finish


Ini bukan cerita mengharu biru, bukan pula kisah cinta romantis nan puitis.
Apalagi komedi yang bisa membuat anda sekalian tertawa.
Ini cuma cerita perjalanan anak laki-laki biasa sebut saja Darso biar kayak penyanyi paporit saya.


Tapi da bukan itu nama aslinya mah anjir, ciyus :'(
Pokonya kalo berkenan mah di baca ajalah ya gaeeees.



----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Prolo-gue

Saya anak laki-laki yang telat 2 tahun masuk kuliah. Bukan telat yang lainnya. Suka sekali dengan hal-hal yang berbau mistis, suka juga bawa misting sebagai wadah sangu (tempat nasi) biar ngirit, biar ga jajan di luar. Kata ibu jajan di luar itu bahaya. Apalagi kalo ga pake pengaman. Ah ngomong opoooo toh leeee.

Sangking sukanya sama acara mistis, saya pernah nge-tweet ke acara di tipi yang ada uji nyalinya, pake #TanyaMDL. Wajib. Pertanyaan saya mah gampang sih sebenrnya, tapi gatau kenapa admin akun itu ga pernah bales sampe sekarang. Padahal cuma nanya, "Kang Arif (nama ustadznya) kenapa suka keluar malem ga pake jaket? Kasian ih sampe kedinganan gitu, jadi aja suka kayang embeeem embeeem man :'( "

Dan sampe detik ini juga masih ga di bales sama adminnya. Siyalan.
.
.
.
Menurut MAW Brouwer (Tahunnya saya gatau) "Tuhan menciptakan tanah Priangan tatkala sedang tersenyum". Sedangkan menurut PidiBaiq (sama, gatau tahunnya) "Dan Bandung bagiku bukan cuma masalah Wilayah belaka, lebih jauh dari itu melibatkan Perasaan, yang bersamaku ketika sunyi". Dan menurut saya, Bandung selalu punya cerita. Selalu menyajikan tempat yang hangat untuk kembali pulang. Setiap orang yang pernah tinggal disini selalu merindukan Bandung tatkala telah kembali ke kampung halamannya. Tapi saya mah engga, da rumah saya disini, di Bandung.
Itu mah kalian we para perantau.
Oke maap canda atuh ah.
Atulaaaaaaaahhh.
Halah Apa ini.

Tumbuh dan besar disini menjadikan saya pemuda pribumi sejati. Atau singkat aja P2S, atau PS2, atau PS3, serah kalian aja. Asal jangan PS4, masih mahal. Nge-rental di Dipatiukur aja masih ceban sejam. Seperti mahasiswa lainnya, saya di wajibkan melewati tahap ospek. Tapi tenang aja, cerita ga dimulai disitu, soalnya saya kabur ga ikutan ospek. Sekilas info aja, kampus saya itu kampus kedinasan. Jadi harus pake seragam kalo kuliah. Harus rapih. Pake asrama segala. Rambut ga boleh gondrong. Cepak abri lah harusnya mah. Makanya saya ga ikutan ospek, males potong rambut. Sayang udah mirip Oliver sykes jaman gondrong dulu emoticon-Malu (S)

Sebagai pribumi sejati, saya ga tinggal di asrama. Masih bulak-balik Metro-Dago setiap hari. Jaraknya sekitar 45 menit kalo pake motor. Itu juga kalo ga macet. Kalo macet ya saya markirin, lumayan buat tambahan uang jajan. Iya iya bohong yang itu mah. Waktu pertama baru masuk kelas, semua mata tertuju pada saya. Mungkin mereka ngira saya orang nyasar yang masuk kampus itu.

"Bro.. lo ko gondrong?"
"Kakak tingkat ya bang?"
"Mas...salah masuk kelas apa gimana?"
"Ini anak kamu! Tanggung jawab!!" yang ini mah boong.

Pertanyaan pertama setelah masuk kelas ya kira-kira begitu. Tapi saya selalu inget sama kata-kata Ahmad Dhani, "hadapai dengan senyuman". Jadi semua yang nanya saya jawab dengan senyum. Itung-itung ibadah. Kata bapak saya, ibadah itu wajib. Biar masuk sorga, biar ga nyimpang dulu ke neraka buat di siksa. Yakali pak saya mau nyimpang cuman buat di siksa.


Dan dari sinilah cerita berkelanjutan saya dimulai....



Spoiler for Index:


Diubah oleh guemahselow 16-03-2016 14:17
0
48.1K
261
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33KThread54.6KAnggota
Tampilkan semua post
guemahselowAvatar border
TS
guemahselow
#81
That Awkward Moment
Di pos satpam sudah ada satu orang yang menanti kedatangan saya. Badan nya gede, pake jaket kulit KW Zuper Garut, dan bawa motor gede. Sambil tetep ngerokok saya jalan dari arah lapangan diikutin beberapa orang di belakang. Mampus nih belum beres di skors masa udah nambah urusan lagi.

"Ini orang nya yang bikin ribut..?" kata orang yang badan nya gede. kita panggil aja dia si polisi.

"Punteun, ada urusan apa ya..?" tetep setia dengan rokok jarum pentul di tangan.

"Liat nih sodara saya kepalanya kamu bikin bocor, tanggung jawab kamu..!!" abang polisi mulai ngambek.

"Hmm...mana coba saya liat kepalanya.." saya tarik kepala orang yang berdarah dan ngeliatin sambil ngangguk-ngangguk macem orang betul.

"We tailasso ko!!" abang polisi ngomong pake bahasa daerah. dan saya paham kalo ini cuma settingan anak hima sebelah. sontak saja saya mulai tertawa di depan semua orang. Anjir bahasanya sontak sajalah, g4uL kitu :'(

Abang polisi menaikkan sedikit bajunya dan terlihat sebuah beceng di parkir disitu. Dia ngancem bakal nembak saya kalo gamau tanggung jawab. Tapi setau saya, polisi juga ga bakal maen asal tembak. Bisa-bisa dia yang kena hukuman sendiri. Emang udah bawaan lahir ngeyel, saya makin seneng ngeladeninnya.

Berbekal oleh-oleh dari jogja berupa pistol korek yang mirip banget sama aslinya, saya juga mulai sok berani. Beceng korek sekarang tepat di depan muka abang polisi. Tangan satu masih megang rokok, tangan satulagi megang beceng (korek). Udah keren bangetlah aing :')

"Situ gausah sok ngancem saya, mau maen tembak? ayo, kita liat siapa yang paling cepet narik pelatuknya. Keluarin beceng situ.."
"Eh maneh semua mau ikutan? masih mau perpanjang urusan..?" tanya saya ke anak hima sebelah yang daritadi cuma ngeliatin aja.

"Hahahaha punya nyali juga lo anak kecil.." dia ngeluarin beceng dari tempat parkirnya.

Situasi udah makin kacau. Cuma ga ada yang berani deketin saya sama abang pokis. Bapak satpam juga cuma bisa diem sambil terus nlp, kayaknya dia mau ngadu lagi. Saya kasih kode ke Ipeng yang drtd ada disitu untuk ambil hp bapak satpam biar dia gabisa ngadu lagi.

Lalu tangan saya mengarahkan beceng (korek) ke anak yang kepalanya berdarah. Semua orang mulai panik takut saya kelepasan. Mereka gatau kalo ini bukan pistol beneran. "Silakan kalo urusan ini masih mau lanjut, yang penting kepala anak ini saya bikin bolong. Kalo sampe hitungan ketiga masih pada disini, siapin kuburan buat ini bocah. SATU..!!!..DUA...!!!" cklek. bunyi kokang beceng korek terdengar ngeri. Kalo sampe di teken terus sih, keluar api pasti. tapi buat ngidupin rokok doang. Cepetan sih pada kabur. Hadeuuuuh saya udah keabisan ide :'(

Tiba-tiba dan ga diduga-duga, anak yg kepalanya saya todong nangis sambil meluk-meluk kaki saya.

"Ampuuun kanda, jangan ko bunuh saya huaaaaaaaa blablablabla...." dia nangis kejer trus ngomong apa lah saya ga ngerti.

Anak hima sebelah kabur serentak. Si anak cengeng juga di bawa sama abang polisi karena di suruh satpam. Ternyata bapak satpam galak nya ampun. Saya masih ngeri sendiri kalo ngebanyangin haha.

"ARINDIT SIA ANJ*NG!! TONG MACEM-MACEM DI DAERAH BATUR!! IEU BANDUNG, TEMPAT AING!!!.." perasaan saya lega banget setelah ngomong gitu. aing berasa orang paling keren untuk 2 detik.

Setelah semuanya bubar, saya di bonceng pulang sama Ipeng ke kosan dia. Sepanjang jalan badan saya gemeteran. Tangan, kaki, si jagur, pokonya semua gemeteran. "Peng... aing mau minum lah, mampir dulu toko jamu.." Ipeng cuma bisa nurut dan beliin saya 2 botol minuman alkohol bebas gula. DI PIKIR SIROP MARJAN -_-
.
.
.

Nyampe kosan, saya langsung murungkut. Apa ya bahasa indonesianya, pokonya kayak orang lg ketakutan gitu. Tangan dilipet di kaki sambil terus ngisep rokok. Baru sekarang di todong beceng beneran, bikin saya menggigil. Ga lama 2 botol udah abis saya tenggak sendirian. Badan saya udah mulai sedikit tenang.

Tiba-tiba hp saya bunyi, ada panggilan masuk. Screen hp menunjukkan nama Halida.

"Kamu kenapaaaaa...? lama ga ada kabarnya, sekalinya denger malah ribut.." saya cuma bisa diem. ga ada sedikitpun ucapan yang keluar dari mulut. Halida terdengar menangis disana, mungkin dia khawatir. atau mungkin.. ah seterah, hp saya matiin dan merebahkan diri dikasur. Belum genap sebulan jadi anak kuliahan, udah gini amat banget idup. Kuatkan aim ya awooooh :')
.
.
.

Begitu saya bangun di siang harinya, terlihat Weni, Agung, Halida ada di kamar Ipeng. Mereka menginterogasi saya dengan beberapa pertanyaan. Kecuali Ipeng, soalnya dia udah liat sendiri kejadiannya. Ngeliat saya yang cuma diem aja, Halida nangis lagi. Dia terus berusaha buat meluk tapi saya hindari. Ga enak sama Agung. Kata Ipeng kan mereka udah jadian.

Pokonya awkward moment banget di siang itu.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.