Kaskus

Story

natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
I Am (NOT) Your Sister
Dear Warga SFTH.

Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.


I Am (NOT) Your Sister

Big thanks to quatzlcoatlfor cover emoticon-Smilie

Quote:
Diubah oleh natashyaa 20-01-2018 23:32
imamarbaiAvatar border
pulaukapokAvatar border
itkgidAvatar border
itkgid dan 8 lainnya memberi reputasi
9
465.4K
3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.4KAnggota
Tampilkan semua post
natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
#862
A Part 33
Akhir-akhir ini aku sering mendengar suara harmonika di kamar kak Fe. Sepertinya kak Fe menyukai kado ulang tahun dariku. Setiap pagi-pagi sebelum berangkat sekolah dan sore hari aku selalu mendengar dia memainkannya. Hehe, kado dariku ternyata tidak sia-sia.

***

“Ni.. bikinin minum, ada tamu..” Kata Kak Fe seusai pulang dari sekolah.

Untuk kesekian kalinya aku yang sedang menonton tv terpaksa harus membuatkan minum untuk tamu kak Fe tersebut.
Ketika aku membawakan air minum ke ruang tamu betapa kagetnya aku ternyata disana ada Reza.

“Loh.. mana tamunya?” Kataku heran.
“Tamu?”Kata Reza juga heran.
“Kamu ngapain kesini?”
“Aku diajak kak Fe.”
……..
Sialan ternyata kak Fe menipuku. Dia sengaja mengajak Reza ke rumah untuk bertemu denganku.

“Eh…eh kamu mau kemana lagi, Ni?” Tanya Reza kepadaku. Aku mau balik lagi ke dalam.
“Aku mau naruh gelas..”
“Eh..buat aku aja itu..” Pinta Reza.
“Ini buat tamu..”
“Kan aku tamunya..”
“Yasudah.”

Aku memberikan Reza satu gelas air tersebut, Reza langsung meminumnya. Aku duduk di sofa dan menyimpan nampan dipangkuanku.

“Kamu ngapain kesini?” Tanyaku lagi.
“Kenapa? Gak boleh ya?” Jawab dia.
“Bukan begitu… ada perlu apa?”
“Silaturahmi aja, gpp kan?”
“Oh….”

Terjadi keheningan diantara kita berdua. Hampir dua menit mungkin kita tak bersuara, Reza nampak bingung sambil melihat-lihat apa yang ada di ruang tamu. Sementara aku enggan memulai pembicaraan.

“Oh ya Ni..”
“Ya…?”
“Nanti mau ke ipa atau ips?”
“Ipa.”
“Oh..”

Hening lagi diantara kita berdua..

“Oh.. ya aku baru inget Ni, pas kemarin kamu gak masuk ada PR?”
“Oyah? Yang mana?”
“PR Matematika tentang pertidaksamaan..”
“Oalah, materi baru lagi ya, yang persamaan linearnya juga aku gak ngerti.:’(“
“Wew gampang itu mah, sini aku ajarin sambil kerjain PR juga disini..”
“Iya sok atuh ajarin…”

Nyatanya Reza malah mengeluarkan buku dari tas nya dan kita malah belajar matematika di ruang tamu.

“Gimana, mudah kan?” Kata Reza.
“Iya juga ya, tapi kok aku di kelas oon banget deh.”
“Makanya perhatiin guru kalau ngajar..”
“Kayak kamu suka merhatiin aja Za.”
“Iya lah, aku suka MTK.”

Harus kuakui Reza matematikanya jago banget, dia pinter sebenarnya. Aku lebih mengerti diajarin matematika ama Reza barusan daripada diajari Pak Budi di kelas. Sore itu pada akhirnya aku dan Reza malah belajar matematika dan mengerjakan PR matematika yang tidak ku ketahui.

….
“Ani….?” Ibu memanggilku ke ruang tamu.
“Sedang apa?” Tanya ibu.
“Oh.. aku sedang belajar bu,.”
“Oh.. itu siapa?”
“Oh..Ini..Re..” Aku ragu untuk menyebutkan namanya.
“Selamat sore, bu. Saya Reza.” Reza yang memberitahu sendiri namanya.
“Reza? Reza pacarnya Ani.” Ceplos ibu..
“Ibuuuuuuu….” Teriaku kepada ibu. Ibu mulai lagi deh..
“Eh.. bukan.. bukan bu, saya teman sekelasnya Ani.” Kata Reza.
“Betuuull.. Reza teman sekelasku bu..”
“Oh.. kirain Reza pacar kamu it lho.. Yasudah, semangat ya belajarnya ya..” Kata ibu meninggalkan kami berdua di ruang tamu.
Aduh aku malu banget jadinya sekarang dihadapan Reza, ibu sih ngomongnya ceplas-ceplos gak disaring dulu -_-.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.