Kaskus

Story

natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
I Am (NOT) Your Sister
Dear Warga SFTH.

Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.


I Am (NOT) Your Sister

Big thanks to quatzlcoatlfor cover emoticon-Smilie

Quote:
Diubah oleh natashyaa 20-01-2018 23:32
imamarbaiAvatar border
pulaukapokAvatar border
itkgidAvatar border
itkgid dan 8 lainnya memberi reputasi
9
465K
3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
#861
A Part 32
Asyik hari ini ayah pulang. Ayah sudah lama pulang dan aku kangen. Ya, walaupun sebelum ayah pergi aku marah-marahan sama ayah, tapi aku merindukannya. Hehehe.

Menyambut kedatangan ayah, seperti biasa aku dan ibu akan masak yang enak-enak.

Setelah membeli bahan-bahanya bareng kak Fe aku langsung menghampiri ibu di dapur, kak Fe? Jangan tanya dia, dia jarang sekali membantu kami memasak. Dia kembali ke kamarnya.

***

Ayah tiba di rumah pas magrib, beruntung sekali buat ayah, pulang-pulang langsung disambut makanan yang lezat. Aku pun memeluk ayah ketika ayah pulang, ayah membelikan oleh-oleh kepada kami semuanya.

Pas makan malam, ayah tak henti-hentinya menceritakan kota yang ayah kunjungi, kata dia kita harus kesana buat berlibur. Wah aku sih sangat antusias sekali menceritakan pengalaman-pengalaman ayah disana. Ibu juga, sepertinya dia menyukainya. Kak Fe? Cuek dan orang yang pertama kali meninggalkan meja makan.

“Kenapa Felisha?” Tanya ayah kepada ibu sesuah kak Fe meninggalkan kita semua.
“Tidak enak badan mungkin, akhir-akhir ini dia kecapean.” Kata ibu.
“Aku heran kepadanya, dia sepertinya belum bisa menerima diriku ya?” Kata ayah lagi.
“Sudahlah, dia hanya kecapean.” Jawab ibu kepada ayah.
“Iya yah, kak Fe baik kok kepadaku.” Tambah diriku kepada ayah.

***

“Ani…” Kata ayah yang sedang bersantai menonton tv.
“Iya yah,?” Aku buru-buru membasuh tanganku yang dipenuhi busa, karena aku sedang mencuci piring. Setelah tanganku bersih aku mendatangi ayah dan duduk disamping ayah.
“Ani. Maafin ayah ya sebelumnya yang sudah kasar kepadamu. Ayah tidak bermaksud seperti itu, apalagi sampai menamparmu, ayah cuman khilaf dan emosi. Ayah benar-benar minta maaf.” Kata Ayah.
“Oh ayah, gak usah minta maaf. Sebelum ayah meminta maaf juga aku sudah maafin ayah kok. aku juga salah, maaf aku sudah nakal.”
“Ayah janji gak bakal kasar lagi kepadamu.”
Ayah mengacungkan jari kelingkingnya, tanda ayah ingin berjanji, aku pun sama mengacungkan jari kelingkingku untuk membalas acungan jari kelingkingannya .
“Janji.” Ucapakan kita berdua.
Terimakasih ayah, ayah adalah orang yang paling berjasa dalam hidupku selama ini, yang mengurusku, menjagaku, dan membesarkanku. You’re my hero.
0
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.