- Beranda
- Stories from the Heart
I Am (NOT) Your Sister
...
TS
natashyaa
I Am (NOT) Your Sister
Dear Warga SFTH.
Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.
Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.
Quote:
Diubah oleh natashyaa 20-01-2018 23:32
itkgid dan 8 lainnya memberi reputasi
9
465K
3K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
natashyaa
#860
A Part 31
Loh, apa ini, aku membulak-balik kertas yang merupakan isi dari amplop yang diberikan Reza. Apa maksudnya Reza memberikan kertas ukuran A4 kosong kepadaku. Tidak ada isinya sama sekali. Sumpah makin gak jelas aja itu anak.
“Ani….” 3 x 4 x entahlah, kak Fe memanggilku sambil menggedor-gedor kamarku. Aku biarinkan, pura-pura gak denger. Aku masih sibuk meneliti kertas apa ini, takutnya ada pesan tersembunyi dari dibalik kertas ini.
Aku masih sebal sama kak Fe yang nyata-nyata mengatakan kebohongan ke ibu dan membuat aku tesudut di hadapan ibu. Kali ini saja aku tidak akan meneruti perintah kak Fe, janji ku dalam hati.
“Ani…?”
Wah ada ibu juga di depan pintu, aku buru-buru simpan kertas bewarna putih itu di lemariku. Aku harus menemui ibu sepertinya ada apa-apa. Aku berjalan segera membukakan pintu dan BOOM!!! Aku di maki-maki kak Fe.
Sedih banget ya, aku kira ada kejadian apa, rupanya nanyain obat yang aku buang ke tempat sampah. Aku bahkan sampai nangis dikata-katain kak Fe, untung saja ibu ada disana, kalau tidak aku mungkin sudah dihajar.
***
Keesokan harinya aku sudah melupakan kejadian kemarin, toh mereka cuma bercanda, akunya aja mungkin yang terlalu serius menanggapinya. Tapi soal kelakuan Reza? Aku sepertinya harus serius memperhatikannya.
Di kelas aku tidak mau bertegur sapa apalagi memandang dirinya, aneh sekali kelakuan anak ini kepadaku. Di kelas seolah-olah seperti tidak terjadi apa-apa, dia bahkan tidak menyinggung apa yang sudah dilakukannya. Aku mau cerita ke Rahmi, tapi aku urungkan, aku tahu pasti reaksinya bakal heboh dan pasti menebak kalau Reza suka padaku.
***
Hari ini pelajaran bahasa Indonesia dan kita belajar tentang puisi. Ama Bu Nia, guru bahasa Indonesiaku, kita disuruh untuk buat puisi satu persatu. Aku bingung lah ya soalnya aku orangnya gak bisa merangkai kata-kata. Yasudah aku sukanya yang gampang-gampang, aku bikin puisi tentang alam saja.
Yah, begitu saja cukup, aku buat draft puisiku seperti itu, cukup pendek tapi syarat makna menurutku. Hehehe.
***
“Ayo anak-anak siapa yang mau maju duluan untuk membacakan puisi kalian.” Kata Bu Nia.
“Saya, bu!” Kulihat Reza mengacungkan tangannya.
“Baik, Reza silahkan maju ke depan.”
Reza kemudian maju ke depan berdiri di depan kelas, tapi sebelum membacakan puisinya Reza menuliskan sesuatu di papan tulis. Dia menulis huruf “AN”.
“Ini judul puisi saya, tapi dibaca “EN”. Kata dia yang sok-sokan ngebahasain Inggris.
Reza kemudian membuka secarik kertas yang dibawanya dan mulai membacanya.
“An…Aku mungkin bukan pujangga
Aku mungkin tak selalu ada… An..
Ini diriku apa adanya..An..”
“Mungkin aku bukan pujangga..An.”
Yang pandai merangkai kata ..An.”
An… mungkin ku tak selalu mengirimkan bunga..An
Tuk menggapai hatimu..An…”
STOPP!! Sepertinya aku tahu kata-kata dan kalimat yang Reza ucapkan..
“Satu yang ku pinta… yakini dirimu..”
“Hati.. ini milikmu..”
………………….
“Berhenti Reza!” Bu Nia menyela Reza saat membaca puisi.
“Itu kan lagunya “Bukan Pujangga” – Base Jam.” Kata Bu Nia lagi.
“Hehehe…” Reza hanya nyengir kuda.
Tuh kan, bener pantes saja aku pernah denger kata-katanya, rupanya itu diambil dari lirik lagu. Gak kreatiff…
“Bikin yang bener Reza, jangan nyontek dari lagu.” Kata bu Nia dibarengi suraha riuahan “Huuu” dari anak sekelas.
Dasar anak bandel kerjaannya asal-asalan, huh. Masih mending aku walaupun pemalas tapi karyanya orsinil. Tapi aku heran kenapa nama judul puisi dia itu hanya dua huruf tadi kenapa gak sekalian aja judulnya “Bukan Pujangga” seperti lagunya. Ah sudahlah emang sudah eror otak tuh anak.
“Ani….” 3 x 4 x entahlah, kak Fe memanggilku sambil menggedor-gedor kamarku. Aku biarinkan, pura-pura gak denger. Aku masih sibuk meneliti kertas apa ini, takutnya ada pesan tersembunyi dari dibalik kertas ini.
Aku masih sebal sama kak Fe yang nyata-nyata mengatakan kebohongan ke ibu dan membuat aku tesudut di hadapan ibu. Kali ini saja aku tidak akan meneruti perintah kak Fe, janji ku dalam hati.
“Ani…?”
Wah ada ibu juga di depan pintu, aku buru-buru simpan kertas bewarna putih itu di lemariku. Aku harus menemui ibu sepertinya ada apa-apa. Aku berjalan segera membukakan pintu dan BOOM!!! Aku di maki-maki kak Fe.
Sedih banget ya, aku kira ada kejadian apa, rupanya nanyain obat yang aku buang ke tempat sampah. Aku bahkan sampai nangis dikata-katain kak Fe, untung saja ibu ada disana, kalau tidak aku mungkin sudah dihajar.
***
Keesokan harinya aku sudah melupakan kejadian kemarin, toh mereka cuma bercanda, akunya aja mungkin yang terlalu serius menanggapinya. Tapi soal kelakuan Reza? Aku sepertinya harus serius memperhatikannya.
Di kelas aku tidak mau bertegur sapa apalagi memandang dirinya, aneh sekali kelakuan anak ini kepadaku. Di kelas seolah-olah seperti tidak terjadi apa-apa, dia bahkan tidak menyinggung apa yang sudah dilakukannya. Aku mau cerita ke Rahmi, tapi aku urungkan, aku tahu pasti reaksinya bakal heboh dan pasti menebak kalau Reza suka padaku.
***
Hari ini pelajaran bahasa Indonesia dan kita belajar tentang puisi. Ama Bu Nia, guru bahasa Indonesiaku, kita disuruh untuk buat puisi satu persatu. Aku bingung lah ya soalnya aku orangnya gak bisa merangkai kata-kata. Yasudah aku sukanya yang gampang-gampang, aku bikin puisi tentang alam saja.
Quote:
Yah, begitu saja cukup, aku buat draft puisiku seperti itu, cukup pendek tapi syarat makna menurutku. Hehehe.
***
“Ayo anak-anak siapa yang mau maju duluan untuk membacakan puisi kalian.” Kata Bu Nia.
“Saya, bu!” Kulihat Reza mengacungkan tangannya.
“Baik, Reza silahkan maju ke depan.”
Reza kemudian maju ke depan berdiri di depan kelas, tapi sebelum membacakan puisinya Reza menuliskan sesuatu di papan tulis. Dia menulis huruf “AN”.
“Ini judul puisi saya, tapi dibaca “EN”. Kata dia yang sok-sokan ngebahasain Inggris.
Reza kemudian membuka secarik kertas yang dibawanya dan mulai membacanya.
“An…Aku mungkin bukan pujangga
Aku mungkin tak selalu ada… An..
Ini diriku apa adanya..An..”
“Mungkin aku bukan pujangga..An.”
Yang pandai merangkai kata ..An.”
An… mungkin ku tak selalu mengirimkan bunga..An
Tuk menggapai hatimu..An…”
STOPP!! Sepertinya aku tahu kata-kata dan kalimat yang Reza ucapkan..
“Satu yang ku pinta… yakini dirimu..”
“Hati.. ini milikmu..”
………………….
“Berhenti Reza!” Bu Nia menyela Reza saat membaca puisi.
“Itu kan lagunya “Bukan Pujangga” – Base Jam.” Kata Bu Nia lagi.
“Hehehe…” Reza hanya nyengir kuda.
Tuh kan, bener pantes saja aku pernah denger kata-katanya, rupanya itu diambil dari lirik lagu. Gak kreatiff…
“Bikin yang bener Reza, jangan nyontek dari lagu.” Kata bu Nia dibarengi suraha riuahan “Huuu” dari anak sekelas.
Dasar anak bandel kerjaannya asal-asalan, huh. Masih mending aku walaupun pemalas tapi karyanya orsinil. Tapi aku heran kenapa nama judul puisi dia itu hanya dua huruf tadi kenapa gak sekalian aja judulnya “Bukan Pujangga” seperti lagunya. Ah sudahlah emang sudah eror otak tuh anak.
0
