Kaskus

Story

twinrosesAvatar border
TS
twinroses
Cerita Suami Galau & Istri Kepo
Assalamualaikum Wr Wb


Penghuni forum SFTH, Sr,, Para Ts, dan tentu saja Momod tercinta, setelah beberapa bulan ikutan galau, termehek mehek, ketawa guling guling akibat baca thread SFTH, saya memutuskan untuk ikutan berbagi kisah hidup saya. Boleh kan? emm boleh donk, kalau gak di bolehin saya tetep nulis kok emoticon-Hammer

WELL,,, Ini adalah kisah nyata yang saya permak sedemikian rupa sehingga menjadi cerita fiksi (bagian saya ganteng, tetep nyata kok emoticon-Coolsaya berperan sebagai seorang suami (ganteng) yang galau karena belum tuntasnya kisah masa lalu, yang berjuang keras untuk membuktikan keputusan saya menikah bukan lah hal yang salah.

Tidak ada peraturan khusus dalam thread ini, Grand rules KASKUS dan SFTH tetep berlaku loh ya.... Kalo kalian mau kepo? kepoin sepuas kalian, karena di sini, di tempat saya tinggal hanya ada dua orang yang mengenal KASKUS ( Saya dan temen saya; orang yang mengenalkan Kaskus pada saya)

Lets Roll..... Cerita Suami Galau & Istri Kepo

Spoiler for Indeks:
Diubah oleh twinroses 21-01-2016 12:57
anasabilaAvatar border
tien212700Avatar border
tien212700 dan anasabila memberi reputasi
2
123.1K
480
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.8KAnggota
Tampilkan semua post
twinrosesAvatar border
TS
twinroses
#238
Main tusuk
"Thanks telah membbiarkanku untuk nikah lebih dulu..." Saya menarik tangan Nayla dan mengajaknya duduk di teras rumah

"Kenapa harus berterima kasih?" Nayla menjawab dengan datar, tanpa menoleh

"Entahlah... Seandainya kamu yang menikah lebih dulu... Aku benar2 tidak bisa membayangkan rasa sakit kehilanganmu"

"Bukankah menurutmu... Itu egois?" Kali ini Nayla menoleh

"Maksudmu?"

"Hal yang kamu takutkan itu... Tidak kah kamu berfikir bahwa aku juga bakalan merasakan hal yang sama?"

"......"

"Aku sayang kamu... Aku rasa kamu tau, kita sama2 tau.... Tapi entahlah...." Dia menunduk, saya yakin dia mencoba menyembunyikan ekspresinya

"....."

"Dan maafkan aku untuk yang satu ini" Dia menaruh tangan kananya di pipi saya kemudian menggunakan jari2nya untuk menusuk lubang hidung saya.

Loh emoticon-Bingung (S)

"Ngaku!" emoticon-Mad

"Heh?"

"Hayo Papa ngaku mimpi apaan?" emoticon-EEK!

"Hoh...eh... Nganu Ma.... Nayla" hem, saya kapok ketahuan bohong. Biarlah...

"Mimpi apaan kok Papa sampek mewek gitu?" emoticon-EEK!

"Aku... Mewek?" Oh... Pipi saya basah ternyata. "Gak tau Ma, agak kabur. Yang jelas Nayla menusuk hidung saya saat akhir adegan" okeh... Saya bohong. Tau dah bakalan di tusuk pake pisau nie kalo saya ngaku mimpi tentang duduk berduaan dengan Nayla.

"Trus kok Mama tau kalo Papa sedang mimpi?"

"Emm... Sebenere gak tau sih Pa, cuman tadi pas mama tidur, tiba2 ajah Papa pegang2 dada mama. Mama kira Papa mau minta jatah emoticon-Malu (S) eh malah nyebut Nay Nay gitu! emoticon-Mad (S) trus mama tusuk aja hidung Papa...."

"Lah..."

"Lagian Papa sih... Kan mama udah harap2 cemas mau di tusuk emoticon-Malu (S) Eh malah nyebut nama orang lain! Masih untung yang Papa sebut bukan Vanny. Bisa mama tusuk pake jempol kaki nih" sambil ngangkat kaki kirinya emoticon-Takut (S)

"Syukurlah..." Untung bukan pisau

"Kok?" Bingungs

"Papa baru saja berfikir mama bakalan nusuk papa make pisau"

"Saran yang bagus tuh"

"Heeeeh" emoticon-Kagets

"Emm... Mama bener2 mau di tusuk nih?" emoticon-Malu

"Hayu... Bismillah....." Harus pake doa nie... Ibadah emoticon-Ngakak (S)

Ah eh uh oh crot

Ganti posisi

Ah ih uh eh crot

Ganti lagi

Ah eh ... Lemes emoticon-Hammer

Udah gitu ajah. Hubungan suami istri mah gak perlu di dramatisir emoticon-Ngakak (S)

****

Saya bangun pagi2 sekali. Siap2 buat pergi ke kebun. Mau ngolah lahan buat tanan cabe rawit. Kebun saya cuman berjarak sikitar dua ratus meter dari rumah. Pas di pinggir jalan raya. Males banget sebenernya. Bukanya males kerja sih, cuman letaknya itu loh...pas di pinggir jalan utama desa saya. Saya membawa sebilah sabit (tau sabit gak?) Gancu lets roll.

"Loh... Mas Iwan.... Mau ngapain Mas?" Satu, Susi adik sepupu istri saya.

"Bruakakaka..... Tobat Mas? Udah ngaku kalo tua?" Dua, Itta suami Samsul, temen saya

"Kasian deh loooo" Tiga, Zeny anak dari sepupunya Susi. Emm keponakan dari sepupunya sepupu istri saya emoticon-Bingung (S)

"Boss!" Enoght of this fcking shit. Saya melempar gancu saya. "Eh elu tong...."

"Nganu.. nganu Bos" Si Jono jawab sambil masih gemeteran

"Udeh, gapapa. Ada apa lu maen ke sini?"

"......"

"Temen lu bikin ulah lagi?" Saya menyalakan rokok kemudian menghisapnya dalam2 emoticon-Cool

"I...iya.. Boss"

"Ah lu pake Bas Bos... macem ban kempes gw, ngoBoss. Biasa ajah"

"Oh... jadi gini Mbot (mbot kependekan dari jem-bot, baik)"

"Gw bilang biasa Tol bukan gitu juga keles (tol kependekan dari ko*tol, astaga)"

"Oh.. sepurane nek gitu Des (des kependekan dari Bedes aka Monyet, asem nia anak)"

"Ngomong yang bener apa gw tancepin gancu ini ke pantat lu"

"Ampun Boss"

"Jadi..... siapa yang bikin ulah?"

"Si Cemon kayaknya mau tawuran sama desa sebelah"

"Masalahnya?"

"Gw kurang tau Boss, kayaknya sih gara2 adiknya"
Was wes wos... si Jono cerita panjang lebar. Cerita yang sumses membuat saya ketawa ngakak sampek keselek hampir mampus.

Jadi gini, anak2 mau tawuran lantaran sebagai wujud solidaritas kepada si Cemon. Si Cemon ini sempat berantem dengan Agus, anak desa sebelah. Cemon babak belur kemudian temen2 yang melihat itu langsung ngamuk dan memutuskan buat bales dendam. Dasar labil!!

Ternyata masalahnya itu ada pada adik Cemon dan Agus. Sebut saja upil sama ipul, mereka lagi main bareng, setau saya mereka memang akrab. Nah ketika mereka sedang asik bercanda di dalam pos ronda salah satu dari mereka ada yang kentut. Gak ada yang mau ngaku. emoticon-Hammer mereka berdua cekcok, saling ejek, pukul dan di akhiri adegan saling lempar batu. Kepala si Ipul bocor. End babak pertama

Melihat adiknya bocor si Agus tidak terima, akhirnya di bikin bocor pula kepala si Upil. End babak ke dua

Fase yang sama di alami si Cemon, kemudian dia hendak menghajar si Agus. Namun sayang Cemon malang. Alih2 balas dendam, justru dia yang babak belur. End

Nah.... masalahnya sudah ketemu. Kentut

Trus kenapa si Jono susah payah datang ke rumah saya? Ternyata dia lah "akar" dari masalah tersebut. Dia yang kentut emoticon-Ngakak (S)

Jadi sore itu si Jono lagi galo emoticon-Hammer pas lagi asik nglamun di depan rumah. Si Jono merasa terganggu dengan keceriaan si Upil sama Ipul. Kesempatan datang pas si Upil dan Ipul lagi asik bercanda di dalam Pos. Si Jono yang menahan kentut kemudian mendatangi mereka. Kentut.... kemudian bilang "bau banget ni, siapa yang kentut?" Trus pergi.... dari situlah tragedi berdarah dimulai emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S)


Diubah oleh twinroses 01-07-2015 16:03
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.