- Beranda
- Stories from the Heart
I SWEAR THIS TIME I MEAN IT
...
TS
bukanpemainbaru
I SWEAR THIS TIME I MEAN IT

Oke, sebelum gue mulai, gue mau minta izin kepada Moderator dan para pembaca setia forum SFTH untuk menceritakan kisah gue
Berbekal pengalaman dari membaca banyak novel novel terkenal dan kisah kisah yang sangat inspiratif dari para kaskuser seperti "Have I Told You Lately That I Love You" karya bang Nanda, "Sepasang Kaos Kaki Hitam" milik om Ari, "You Are My Happiness" cerita mas Baskoro, serta cerita lainya yang melecut nyali gue untuk membagi kisah gue.
Gue ingin mengutarakan sebuah kisah yang ada di ingatan gue, sebuah cerita cinta masa lalu gue yang membuat gue bisa berada disini dan selalu membuat gue bersyukur karena Tuhan telah memilih gue untuk mengalaminya
Nama tokoh disini gue samarkan dengan alasan menjaga privasi masing masing. Jika ada kesamaan alur cerita, nama tokoh, dan tempat gue minta maaf. Selamat membaca 

Quote:
Diubah oleh bukanpemainbaru 11-08-2015 21:00
junti27 dan anasabila memberi reputasi
3
86.4K
488
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
bukanpemainbaru
#52
PART 10
Pipi gue dicubit, sakit sih, tapi sepertinya dia merespon dengan positif, karena gue melihat Ara tersenyum gemas sambil mencubit gue. Senyum yang membuat gue diabetes ditempat.
Gue kaget, dia mengamini doa gue, apa Ara bener suka sama gue, ah gak mungkin, kemungkinan besar dia hanya menganggap gue bercanda. Gara gara Ara, gue sejenak bisa ngelupain Mutia. Dalam satu hari 2 cewek cantik berinteraksi dengan gue, gue bahagia
Selama pelajaran gue bercanda dengan Ara, membicarakan hal hal yang nggak penting-penting amat seperti “Ada nggak ya ikan yang phobia sama air” sampai kita berdua mengangkat hal yang tabu sehingga layak untuk diperbincangkan. Lho kok malah silet(?)
Tapi Ara gak semalas gue, ketika guru menerangkan Ara selalu mendengarkan apa yang guru terangkan, sedangkan gue memilih untuk tidur atau ngelamun jorok. Kadang juga gue ngelihatin Ara dari samping, cewek ini punya hidung yang gak terlalu mancung tapi sangat manis. Wajah putih dan bibirnya yang sedikit kemerahan membuat dia makin cantik. Ara memiliki bentuk wajah yang tirus, kalo dilihat lihat dia memang seperti gadis Padang.
Ara keturunan Padang asli, saking aslinya dia bau kuah rendang, dekat dengan dia bikin gue laper dan pengen ngegigit (?) Ara memiliki penampilan fisik yang berbeda dengan Mutia. Ara lebih tinggi dan lebih langsing daripada Mutia, tapi dari wajah, menurut gue Mutia sedikit lebih cantik.
Gue selalu memperhatikan Ara di saat pelajaran, dan saat dia menoleh ke gue, gue memalingkan muka. Tapi kadang juga saat gue tiduran, gue ngerasa Ara sedang memperhatikan gue, ah mungkin perasaan gue saja. Mana mungkin cewek idola seperti Ara memperhatikan gue.
Gue pun melanjutkan tidur lagi
Quote:
Gue kaget, dia mengamini doa gue, apa Ara bener suka sama gue, ah gak mungkin, kemungkinan besar dia hanya menganggap gue bercanda. Gara gara Ara, gue sejenak bisa ngelupain Mutia. Dalam satu hari 2 cewek cantik berinteraksi dengan gue, gue bahagia
Selama pelajaran gue bercanda dengan Ara, membicarakan hal hal yang nggak penting-penting amat seperti “Ada nggak ya ikan yang phobia sama air” sampai kita berdua mengangkat hal yang tabu sehingga layak untuk diperbincangkan. Lho kok malah silet(?)
Tapi Ara gak semalas gue, ketika guru menerangkan Ara selalu mendengarkan apa yang guru terangkan, sedangkan gue memilih untuk tidur atau ngelamun jorok. Kadang juga gue ngelihatin Ara dari samping, cewek ini punya hidung yang gak terlalu mancung tapi sangat manis. Wajah putih dan bibirnya yang sedikit kemerahan membuat dia makin cantik. Ara memiliki bentuk wajah yang tirus, kalo dilihat lihat dia memang seperti gadis Padang.
Ara keturunan Padang asli, saking aslinya dia bau kuah rendang, dekat dengan dia bikin gue laper dan pengen ngegigit (?) Ara memiliki penampilan fisik yang berbeda dengan Mutia. Ara lebih tinggi dan lebih langsing daripada Mutia, tapi dari wajah, menurut gue Mutia sedikit lebih cantik.
Gue selalu memperhatikan Ara di saat pelajaran, dan saat dia menoleh ke gue, gue memalingkan muka. Tapi kadang juga saat gue tiduran, gue ngerasa Ara sedang memperhatikan gue, ah mungkin perasaan gue saja. Mana mungkin cewek idola seperti Ara memperhatikan gue.
Gue pun melanjutkan tidur lagi
0
: “Aduh, sakit atuh Raa” jerit gue
: “Habis baru bangun tidur langsung main gombal ajaa” kata dia gemes
: “Siapa suruh kamu cantik. Weeek” disini gue semakin bisa mengontrol diri gue sendiri, dan gombalan gue semakin menjadi
: “Ih dasar haha, jangan gitu lagi ah, cewek digombalin terus jadi bosen lhoo” kata dia
: “Lagipula kayanya enak ya, bangun tidur trus yang dilihat langsung wajahmu, jadi seger lagi nih” gombal gue lagi
: “Semoga gede nanti tiap bangun tidur yang aku lihat wajahmu terus ya Raa, biar seger terus tiap hari hehe” gombal gue lagi