Kaskus

News

plonardAvatar border
TS
plonard
Khalid ibn Al-Walid, the Sword of God
Semua yang saya tulis pada posting #1 sampai posting #10 adalah terjemahan bebas dari artikel Khalid ibn Al-Walid di en.wikipedia.org Oktober 2012. Saya tambahkan juga sedikit daftar istilah untuk membantu Agan-agan yang belum terlalu memahami istilah militer dan geografis di zaman bersangkutan hidup. Jika ada ketikan saya dengan format "[angka]", kode ini adalah nomor footnote atau catatan kaki. Contoh: [1] dan [25].
Semoga bermanfaat.

Khalid ibn Al-Walid


Indeks
Posting #1 sampai Posting #10 akan berisi garis besar kehidupan Khalid. Berikut ini adalah indeks yang bisa langsung diklik untuk memudahkan Agan-agan mengakses posting-posting tentang kehidupan Khalid yang lebih detail.

Posting #32 Pertempuran Walaja tahun 633 M (Detail Gambar dan Kronologi)
Posting #45 Pengepungan Damaskus tahun 635 M (Detail Gambar dan Kronologi)
Posting #69 Pertempuran Yarmuk tahun 636 M (Detail Gambar dan Kronologi)
Posting #95 Ucapan-ucapan tentang Khalid ibn Al-Walid
Posting #97 Bibliografi Buku The Sword of Allah: Khalid bin Al-Waleedkarya A.I. Akram
Posting #97 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 1: Sang Anak Lelaki
Posting #100 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 2: Agama Baru (Bagian I)
Posting #103 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 2: Agama Baru (Bagian II)
Posting #105 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 3: Pertempuran Uhud (Bagian I)
Posting #107 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 3: Pertempuran Uhud (Bagian II)
Posting #109 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 3: Pertempuran Uhud (Bagian III)
Posting #120 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 3: Pertempuran Uhud (Bagian IV)
Posting #123 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 3: Pertempuran Uhud (Bagian V)
Posting #146 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 3: Pertempuran Uhud (Bagian VI)
Posting #147 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 3: Pertempuran Uhud (Bagian VII)
Posting #161 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 4: Pertempuran Parit (Bagian I)
Posting #162 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 4: Pertempuran Parit (Bagian II)
Posting #165 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 4: Pertempuran Parit (Bagian III)
Posting #174 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 4: Pertempuran Parit (Bagian IV)
Posting #175 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 5: Masuk Islamnya Khalid
Posting #187 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 6: Mu’tah dan Pedang Allah
Posting #191 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 7: Penaklukan Makkah (Bagian I)
Posting #193 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 7: Penaklukan Makkah (Bagian II)
Posting #194 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 8: Pertempuran Hunayn (Bagian I)
Posting #195 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 8: Pertempuran Hunayn (Bagian II)
Posting #198 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 9: Pengepungan Tha'if
Posting #201 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 10: Petualangan di Dawmatul Jandal
Posting #204 Bagian II: Perang Riddah - Bab 11: Badai yang Berkumpul (Bagian I)
Posting #208 Bagian II: Perang Riddah - Bab 11: Badai yang Berkumpul (Bagian II)
Posting #213 Bagian II: Perang Riddah - Bab 12: Abu Bakr Menyerang (Bagian I)
Posting #214 Bagian II: Perang Riddah - Bab 12: Abu Bakr Menyerang (Bagian II)
Posting #215 Bagian II: Perang Riddah - Bab 13: Thulayhah Si Nabi Palsu (Bagian I)
Posting #218 Bagian II: Perang Riddah - Bab 13: Thulayhah Si Nabi Palsu (Bagian II)
Posting #220 Bagian II: Perang Riddah - Bab 13: Thulayhah Si Nabi Palsu (Bagian III)
Posting #222 Bagian II: Perang Riddah - Bab 14: Pemimpin-pemimpin Pendusta (Bagian I)
Posting #224 Bagian II: Perang Riddah - Bab 14: Pemimpin-pemimpin Pendusta (Bagian II)
Posting #226 Bagian II: Perang Riddah - Bab 15: Akhir Hayat Malik bin Nuwayrah
Posting #229 Bagian II: Perang Riddah - Bab 16: Pertempuran Yamamah (Bagian I)
Posting #235 Bagian II: Perang Riddah - Bab 16: Pertempuran Yamamah (Bagian II)
Posting #239 Bagian II: Perang Riddah - Bab 16: Pertempuran Yamamah (Bagian III)
Posting #242 Bagian II: Perang Riddah - Bab 16: Pertempuran Yamamah (Bagian IV)
Posting Nomor Depan > Bagian II: Perang Riddah - Bab 17: Tumbangnya Gerakan Murtad (Bagian I)


Daftar Istilah Penting

Al-Hirah
Kerajaan yang berlokasi di Iraq Modern (Mesopotamia), negara vasal Imperium Persia-Sassanid, dengan mayoritas warga adalah orang Arab dari suku Bani Lakhm.

Arabia
Wilayah yang terbentang dari Syam dan Mesopotamia sampai Jazirah Arab, dihuni oleh mayoritas orang Arab serta minoritas orang Israel, Eropa (Romawi), Persia, dan Ethiopia.

Bizantin
Imperium superpowerlanjutan dari Romawi, sering juga dikenal sebagai Imperium Romawi Timur. Bizantin beribukota di Konstantinopel (Istanbul Modern) dan menjadi satu-satunya penerus Romawi sejak dihancurkannya Imperium Romawi Barat (beribukota di Roma) pada Abad ke-4. Warga negaranya menganggap mereka adalah warga Romawi dan warga negara lain di masa itu pun memanggil mereka sebagai orang-orang Romawi. Di masa Khalid, wilayah kekuasaan mereka membentang dari daerah Balkan di Eropa, sebagian Libya dan Mesir di Eropa, serta Jazirah Turki, Armenia, dan Levant (Syam) di Asia.

Double Envelopment
Sebuah manuver lapangan dalam pertempuran di mana sebuah pasukan berupaya untuk melingkupi musuh sehingga dapat menyerangnya dari segala arah. Biasanya, pertempuran akan dimulai dalam garis pembeda yang jelas antara dua pasukan yang bertempur. Dengan memanfaatkan kondisi maupun penggunaan taktik tertentu, pasukan musuh dapat diserang dari samping dan belakang. Contoh penggunaan taktik ini ada pada Pertempuran Cannae dan Pertempuran Walaja.

Garda Gerak Cepat (Mobile Guard)
Kavaleri ringan pasukan Muslim awal, dibangun oleh Khalid ibn Al-Walid dengan tujuan menjadi penyeimbang kelemahan infantri Muslim yang berbaju baja ringan. Gerakannya cepat, menerapkan taktik hit and run, efektif melawan kavaleri berat, dan sering menjadi garda depan pendahulu pasukan utama. Khalid dipecat saat menjabat sebagai komandan garda khusus ini. Penggantinya adalah Dhirar ibn Azwar.

Garnisun
Pasukan yang berkedudukan atau memiliki tempat pertahanan yang tetap, misalnya dalam benteng atau sebuah kota.

Ghassan
Kerajaan yang berlokasi di Syam Selatan, negara vasal Imperium Bizantin. Mayoritas warga negaranya adalah orang Arab beragama Kristen dari suku Bani Ghassan.

Imperium
Sebuah negara yang terdiri atas sekelompok bangsa, memiliki sebuah wilayah geografi yang luas, dipimpin oleh seorang kaisar atau sekelompok elit.

Kavaleri
Secara harfiah berarti pasukan berkuda, namun dalam prakteknya di masa kuno, unta dan gajah juga digunakan. Dalam peperangan modern, pasukan berkendara lapis baja maupun bukan juga termasuk dalam kavaleri. Di masa Khalid, kavaleri Bizantin dan Persia merupakan kavaleri berat, memakai baju besi tebal (termasuk kudanya) dan menutupi hampir seluruh tubuh. Kavaleri Muslim awal merupakan kavaleri ringan, berbaju baja dan bersenjata ringan.

Kekhalifahan
Sebuah sistem pemerintahan berbasis Islam yang menunjukkan kesatuan politik ummat Islam. Sistem ini dapat berupa sistem musyawarah perwakilan ataupun monarki konstitusional, dengan konstitusinya berupa Syariah. Karena dalam kekhalifahan ada kesatuan ummat, kekhalifahan selalu melingkupi banyak bangsa sehingga bisa dikategorikan sebagai bentuk Imperium.

Khalifah
Kepala negara dan pemerintahan sistem negara kekhalifahan, dapat dipilih oleh khalifah sebelumnya, ditunjuk oleh komite terpilih, dipilih langsung oleh rakyat, atau diturunkan pada keluarga khalifah sebelumnya.

Levant
Disebut juga Syam, daerah yang meliputi pantai timur Laut Mediterania, antara Anatolia (Jazirah Turki Modern) dan Mesir. Daerah ini meliputi wilayah-wilayah negara modern: Suriah, Lebanon, Yordania, Palestina (Otoritas maupun yang dijajah oleh Israel), Siprus, Provinsi Hatay (Turki Tenggara) dan sebagian wilayah Iraq-Jazirah Sinai.

Mesopotamia
Daerah yang meliputi daerah aliran Sungai Tigris dan Eufrat, yaitu wilayah-wilayah modern: Iraq, sedikit daerah timur laut Suriah, sebagian Turki Tenggara, dan sebagian kecil barat daya Iran.

Negara Vasal
Negara yang tunduk kepada entitas politik lain yang lebih besar dan biasanya lebih kuat, tetapi diberi otoritas untuk mengurus negaranya sendiri.

Persia-Sassanid
Imperium superpowerdi Asia Barat pada Abad ke-4 sampai Abad ke-7, juga disebut oleh warga negaranya sendiri sebagai Ērānshahr atau Ērān, berdiri tahun 224 dan diruntuhkan oleh Kekhalifahan Islam pada tahun 651. Saat Khalid hidup, imperium ini menguasai wilayah modern Iran, sebagian Asia Tengah dan barat laut India, serta sebagian pantai timur dan selatan Jazirah Arab.

Romawi
Lihat Bizantin.

Syam
Lihat Levant.


Garis Besar Biografi

Khālid ibn al-Walīd (Bahasa Arab: خالد بن الوليد‎; 592–642) juga dikenal sebagai Sayfullāh Al-Maslūl(Pedang Allah yang Terhunus), adalah seorang sahabat Muhammad, Nabi Islam. Ia terkenal karena kecakapan dan taktik militernya, menjadi komandan pasukan Madinah di bawah kepemimpinan Muhammad dan pasukan-pasukan penerusnya, Kekhalifahan Ar-Rasyidun; Abu Bakr dan Umar ibn Khattab.[1] Di bawah kepemimpinan militernya, Arab bersatu di bawah sebuah entitas politik untuk pertama kali dalam sejarah, Kekhalifahan. Ia memenangkan lebih dari seratus pertempuran, melawan pasukan-pasukan Imperium (Kekaisaran) Romawi-Bizantin, Imperium (Kekisraan) Persia-Sassanid, dan sekutu-sekutu mereka, ditambah lagi beberapa suku Arab lainnya. Prestasi strategisnya antara lain penaklukan Arab, Mesopotamia milik Persia, dan Syam milik Romawi, dalam beberapa tahun sejak 632 sampai 636. Ia juga dikenang karena kemenangan pentingnya di Yamamah, Ullays, dan Firaz, serta kesuksesan taktisnya di Walaja dan Yarmuk.[2]

Khalid ibn Al-Walid (Khalid anak Al-Walid, secara harfiah berarti Khalid anak Si yang Baru Lahir) berasal dari Suku Quraysh dari Makkah, dari sebuah klan yang pada awalnya menentang Muhammad. Ia memainkan peran vital dalam kemenangan Makkah saat Pertempuran Uhud. Ia masuk Islam dan bergabung dengan Muhammad setelah Perjanjian Hudaybiyyah, serta berpartisipasi dalam sejumlah ekspedisi militer dengannya, seperti Pertempuran Mu’tah. Setelah wafatnya Muhammad, ia memainkan peran kunci dalam komando Pasukan Madinah pimpinan Abu Bakr pada Perang Ridda, menaklukkan Arab tengah dan menundukkan suku-suku Arab. Ia merebut Kerajaan Al-Hirah yang merupakan negara vasal Persia-Sassanid, dan mengalahkan pasukan-pasukan Persia-Sassanid selama proses penaklukan Iraq (Mesopotamia). Ia lalu ditransfer ke front pertempuran di barat untuk merebut Syam milik Romawi dan Kerajaan Ghassan, negara vasal Romawi. Meskipun Umar kemudian melepas jabatan Khalid dari komando tertinggi, ia tetaplah pimpinan sebenarnya dari kesatuan tempur melawan Bizantin selama fase-fase awal Perang Bizantin-Arab.[1] Di bawah komandonya, Damaskus direbut tahun 634 dan kemenangan kunci Arab atas Bizantin diraih dalam Pertempuran Yarmuk (636),[1] yang membuka jalan dalam proses penaklukan Syam (Levant). Tahun 638, pada puncak karirnya, ia diberhentikan dari ketentaraan.



(bersambung)...
Diubah oleh plonard 16-08-2016 13:52
0
76.5K
287
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sejarah & Xenology
Sejarah & Xenology
KASKUS Official
6.5KThread11.6KAnggota
Tampilkan semua post
plonardAvatar border
TS
plonard
#111
Terjemahan dari bahasa asli, Bahasa Inggris. Ebook dapat diakses di:
The Sword of Allah: Khalid bin Al-Waleed


Bab 3: Pertempuran Uhud (Bagian III)
(Halaman 5)

Hari itu adalah hari Sabtu, 22 Maret 625 (7 Syawwal 3 H), tepat satu tahun satu pekan setelah Pertempuran Badr.[1] Kedua pasukan saling berhadapan, 700 pasukan Muslim melawan 3.000 pasukan kafir. Ini adalah untuk pertama kalinya Abu Sufyan memimpin pasukan melawan nabi, tetapi ia memiliki letnan-letnan yang dapat diandalkan dan ia merasa kemenangan akan mereka raih. Pasukan Muslim terus mengingat ayat Al-Qur'an, "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung." [Al-Qur'an, 3: 173] Dan mereka menunggu ketetapan Allah.

Peristiwa pertama setelah kedua pasukan berhadapan adalah upaya dari Si Licik untuk menghasut Bani 'Aws. Laki-laki ini maju ke dapan barisan Quraysy bersama 50 pengikutnya dan sejumlah besar budak Quraysy. Ia memanggil Bani 'Aws, "Wahai Bani 'Aws! Aku Abu Amir. Kalian mengenalku!" Jawaban dari Bani 'Aws seragam, "Tidak ada sambutan bagimu, hai Licik!" Jawaban ini diikuti lemparan batu Bani 'Aws kepada Si Licik dan kelompoknya. Abu Amir dan kelompoknya pun mundur kembali ke barisan pasukan Quraysy. Melihat cercaan yang ia terima di depan pasukan Quraysy, Si Licik bergaya seolah memprediksi dan berkata, "Mereka akan menderita tanpaku."[2] Tetapi pasukan Quraysy tidak terkesan!


kaskus-image

Setelah kejadian tersebut, pemanah dari kedua pasukan saling menembak, 100 orang pemanah pasukan Quraysy dan pemanah Muslim, baik yang berada di Bukit 'Aynayn maupun yang tersebar di garis depan pasukan Muslim. Banyak sekali salvo yang ditembakkan. Di bawah perlindungan serangan pemanah Quraysy, Khalid memimpin kavalerinya untuk menyerang sayap kiri Muslim, tetapi dipukul mundur oleh tembakan akurat pemanah Muslim. Segera setelah adu panah selesai, nyanyian perempuan-perempuan Quraysy terdengar lagi di medan pertempuran, "Kami adalah anak-anak perempuan sang malam; …."

Fase berikutnya adalah fase duel antara petarung-petarung terbaik antar kedua pasukan. Thalhah, pemegang bendera pasukan Quraysy, maju dari garis depan dan menantang, "Aku Thalhah, anak dari Abu Thalhah. Siapa yang berani berduel?"[3] Menjawab tantangan ini, Ali maju dengan cepat dan sebelum Thalhah belum sempat menyerang, Ali menyabetkan pedangnya dan Thalhah terjatuh. Thalhah hanya terluka dan ketika Ali hendak melakukan serangan keduanya, Thalhah meminta belas kasihan. Ali dengan segera berhenti dan berbalik. Namun dalam duel berikutnya, Thalhah terbunuh oleh pasukan Muslim yang lain. Dengan jatuhnya Thalhah, seorang kafir lainnya maju dan mengangkat bendera Quraysy. Orang ini dibunuh oleh Hamzah. Ketika Hamzah membunuhnya, Si Barbar mengenalinya dari barisan pasukan Quraysy. Dengan diam-diam, Si Barbar bergerak maju mendekati Hamzah dari samping. Hamzah dengan sangat mudah dikenali karena bulu burung merak yang dipakai olehnya pada sorban.

Duel semakin meluas. Satu per satu anggota keluarga Thalhah mengambil bendera dan satu per satu pula mereka dibunuh oleh Muslim, kebanyakan oleh pedang Ali. Abu Sufyan juga maju berduel dengan kudanya melawan Handzalah bin Abu 'Amir yang berjalan kaki. Sebelum Abu Sufyan bisa menggunakan tombak atau mengeluarkan pedang dari sarungnya, Handzalah menyayat paha kuda dan menjatuhkannya. Abu Sufyan menjerit meminta pertolongan dan dibantu oleh salah seorang temannya, yang kemudian bertarung dan membunuh Handzalah. Abu Sufyan mundur dengan terburu-buru kembali ke bagian aman barisan pasukan Quraysy.

Seorang prajurit Quraysy lainnya maju. Ia adalah Abdur-Rahman, anak Abu Bakr. Ia keluar dari barisan dan seperti biasa memberikan tantangan. Tantangan ini disambut oleh ayahnya, Abu Bakr. Abu Bakr mengeluarkan pedang dari sarungnya dan bersiap maju. Tetapi Abu Bakr ditahan oleh nabi yang mulia, "Sarungkan pedangmu."[4] Abdur-Rahman kelak akan menjadi salah satu prajurit Islam yang paling pemberani dan memperoleh ketenaran dalam peperangan Muslim di Syams.

Catatan Kaki Halaman 4
[1] Beberapa sejarawan berpendapat bahwa Pertempuran Uhud berlangsung sepekan setelah tanggal tersebut, tetapi tanggal tersebut memiliki kemungkinan lebih kuat.
[2] Ibnu Hisyam: Vol. 2, hlm. 67; Ibnu Sa'ad: hlm. 543.
[3] Waqidi: Maghazi, hlm. 176.
[4] Ibid: hlm. 2002


__________________________________________________________________________
(Halaman 6)

Segera setelah duel-duel selesai, pertempuran mulai dan kedua pasukan terlibat dalam pertarungan sengit. Pasukan Muslim lebih unggul dalam keahlian berpedang dan keberanian, tetapi keunggulan ini ditutupi oleh keunggulan jumlah pasukan Quraysy. Ketika kedua badan utama pasukan terlibat dalam pertarungan ini, Khalid mencoba kembali menyerang sayap kiri Muslim di mana sang nabi mengambil posisi, tetapi lagi-lagi dipukul mundur oleh pemanah Muslim dari Bukit 'Aynayn.

Nabi sendiri berpartisipasi dalam memanah ke badan utama pasukan Quraysy. Di sampingnya, berdiri Sa'ad bin Abi Waqqas, seorang yang berprofesi sebagai pembuat anak panah dan termasuk salah satu pemanah terbaik di zamannya. Nabi menunjukkan target kepada Sa'ad dan kemudian, Sa'ad menembaknya dengan akurat.

Hamzah bertarung di dekat ujung kiri pasukan Muslim. Ia telah membunuh dua orang dan orang ketiga datang mendekatinya. Ia adalah Saba bin Abdul 'Uzza yang kenal baik dengan Hamzah. "Kemarilah!" Teriak Hamzah, "Wahai anak pemotong kulit!"[1] (Ibu Saba dulunya adalah ahli sunat di Makkah!) Wajah Saba memerah sambil mengeluarkan pedangnya dan berlari menyerang Hamzah.

Ketika kedua laki-laki ini bertarung, Si Barbar yang mengendap-endap di balik bebatuan dan tanaman kering, mendekati Hamzah. Ketika Hamzah sudah masuk di area jangkauan lembingnya, ia mulai mengira-ngira sasarannya. Ia mulai pasang kuda-kuda dan mengangkat lembingnya. Hamzah melepaskan sabetan pedang mematikan di kepala Saba dan Saba jatuh di salah satu kaki Hamzah. Saat itu juga, Si Barbar melempar lembingnya, menusuk Hamzah di bagian perut dan tembus sampai keluar dari tubuhnya. Hamzah berbalik dan melihat ke arah Si Barbar. Sambil berteriak penuh kemarahan, Hamzah berjalan ke arahnya. Si Barbar gemetaran di belakang sebuah batu besar, tetapi Hamzah hanya bisa berjalan beberapa langkah sebelum ia jatuh.

Si Barbar menunggu sampai Hamzah tidak bergerak lagi dan kemudian ia mendekati mayatnya dan mencabut lembingnya. Ia kemudian berjalan menjauhi lokasi tersebut. Ia telah menyelesaikan tugasnya. Si Barbar kelak akan ikut dalam sejumlah pertempuran, tetapi tidak demikian dengan Hamzah yang mulia, Singa Allah dan Singa Rasul-Nya.[2]

Segera setelah terbunuhnya Hamzah, pasukan Quraysy mulai goyah dan pasukan Muslim menekan lebih kuat. Ketika sejumlah pemegang bendera Quraysy tewas atau terluka, bendera mereka diangkat oleh seorang budak yang terus bertarung sampai tewas dan bendera itu kembali jatuh. Setelah bendera itu jatuh, pasukan Quraysy mulai lari tanpa arah.

Rasa panik memenuhi pikiran barisan pasukan Quraysy. Pasukan Muslim mengejar mereka, tapj Quraysy berlari lebih cepat.

Perempuan-perempuan Quraysy meratap ketika mereka melihat pasukan mereka mundur. Mereka juga melepas alas kaki mereka; dan mengangkat baju mereka agar bisa berlari lebih cepat. Akibatnya, terlihatlah pemandangan kaki-kaki mereka pada pasukan Muslim. Semua perempuan lari kecuali Amra yang tetap tinggal di tempatnya, tepat di belakang garis pasukan Quraysy.

Pasukan Muslim mencapai kemah Quraysy dan mulai mengambil harta rampasan perang. Kekacauan menjadi-jadi di kemah, perempuan-perempuan dan budak-budak berlarian ke sana kemari, mencari perlindungan dari kematian. Sementara pasukan Muslim mengambil apa saja yang bisa diambil sambil berteriak riang. Tidak ada lagi keteraturan, disiplin, kontrol, karena pasukan Muslim merasa sudah memenangkan pertempuran. Fase pertama pertempuran memang telah selesai. Jumlah korban memang kecil, tetapi pasukan Quraysy dengan jelas telah kalah dan seharusnya menjadi tanda selesainya Pertempuran Uhud. Jumlah korban memang ringan dan kekalahan Quraysy ini seharusnya mengakhiri Pertempuran Uhud. Pada kenyataannya tidak demikian.

Ketika Pasukan Quraysy melarikan diri dan Pasukan Muslim mengejar mereka dan memasuki kemah-kemah mereka, dua sayap pasukan Quraysy tetap berada di posisinya. Khalid dan Ikrimah mundur sedikit dari lokasi awal mereka, tetapi mereka tetap memiliki control penuh pada anggota pasukannya, tidak mengizinkan satu orang pun mundur. Dan Khalid menyaksikan kondisi penuh kekacauan ini, melihat pasukan Quraysy yang mundur, pasukan Muslim yang merebut harta rampasan perang, dan pemanah di Bukit ‘Aynayn. Ia tidak mengetahui pasti apa yang harus ia lakukan; tetapi ia mampu mempertahankan tingkatan kesabaran yang tinggi dan menunggu celah yang akan memberikannya kesempatan untuk beraksi. Dengan segera, kesabarannya mendapat ganjaran.

Catatan Kaki Halaman 6
[1] Ibnu Hisyam: Vol. 2, hlm. 70
[3] Waqidi: Maghazi, hlm. 225.

Diubah oleh plonard 14-06-2016 07:29
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.