- Beranda
- Stories from the Heart
Kelakuan Anak Kuliah
...
TS
pujangga1000
Kelakuan Anak Kuliah
Quote:
Quote:
Quote:
----------------------------------------------------------------------------------
========================================
pujangga1000
Diubah oleh pujangga1000 19-09-2016 03:37
yusrillllll dan 23 lainnya memberi reputasi
22
3.9M
7.4K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
pujangga1000
#4997
Stay close 4
Esok paginya gue terbangun karena kaget. Kaget karena dalam imajinasi gue kalau ponsel gue berdering. Seketika itu juga gue melihat ponsel gue. Tapi dilayar tidak tertulis ada pesan baru yang masuk atau missed call sama sekali.
Hampir jam 6 pagi.
Gue melihat Wawan barusan mandi karena rambutnya basah. Dia menyuruh gue untuk mandi juga. Gue berjalan lesu karena kurang tidur ke arah kamar mandi. Setelahnya, gue setengah berlari ke kamar, ponsel lah yang pertama gue tuju. Tapi tetap tidak ada sms atau panggilan yang baru..
Jam 11 kurang 20 menit.
Ponsel gue tiba-tiba berdering. Tapi gue tidak mengenali nomor yang melakukan panggilan ke nomor gue. Gue angkat
"Halo" sapa gue
"Ayaaaaam!" suara diujung sana
"
"
Iren.. Suara Iren.. Gue hapal suaranya..
Gue yakin ini suara dia..
"Halo??" tanya Iren karena gue diam
"Suara aku gak jelas ya?" Kata Iren lagi

Tiba-tiba gue tersenyum sendiri..
Gue mau membalas sapaan Iren, tapi suara gue tercekat ditenggorokan.
Aneh..
Iya aneh memang..
Daritadi gue panik menunggu dia memberi kabar.
Sekarang..
Gue mendengar lagi suara dia, walau hanya lewat telepon.
Tapi suara itu begitu jelas serasa Iren ada didekat gue..
Sapaan dia yang khas buat gue..
Panggilan itu..
"Hallooooo?" Suara Iren mengeras
"Iya halo" kata gue pelan
"Suara aku gak jelas ya?" Kata Iren
"Jelas kok.." jawab gue
"Entar aku telpon lagi ya, aku lagi cobain hape baru nih hihi" Iren terdengar sedang nyengir
"
"
Tuuuuuuut...
Teleponnya baru saja dimatikan Iren..
Hape baru? Cobain hape haru?
Maksudnya?
Mata gue terpaku pada layar ponsel gue.
Gue bengong sejenak.
Memikirkan...
Entah apa yang gue pikirkan..
Gue tidak mengerti..
Kalau gue diminta untuk menjelaskannya, gue gak ngerti.
Rasanya tidak logis saja.
Gue bisa begitu senang hanya dengan mendengar suaranya..
Apa gue sudah gila?
Harusnya gue marah-marah barusan.
Normalnya begitu..
Iren..
Dia hilang tanpa kabar seharian kemarin.
Harusnya emosi yang gue pendam dari kemarin.
Segala akumulasi panik yang menumpuk tiap detik.
Harusnya gue luapkan barusan.
Tapi gak bisa..
Lucu ya..
Kriiing...
Ponsel gue berbunyi lagi. Masih nomor yang tadi menelpon gue. Masih nomor yang mengaku kalau dia adalah Iren
"Halo" Sapa gue
"Ayam.."

Ayam..
Masih ayam..

"Ayam, kemarin hp aku hilang, jadi gak bisa ngabarin kamu, sori ya" Kata Iren
"Kok bisa?" balas gue
Hilang? Diambil orang?
Tapi nomornya masih bisa dihubungi
"Iya, hilang ditoko, sori ya kemarin aku gak ada kabar seharian" Kata Iren lagi
"Gpp kok" Jawab gue
"Kamu marah ya? Kok jawabnya singkat gitu?" Tanya Iren
"Ohhh, lagi sibuk ya? Yauda nanti telpon aku lagi ya pas senggang.." Kata Iren
"Yauda entar aku sms ya" jawab gue..
Andai diruangan itu cuman ada gue sendiri, telepon itu pasti tidak akan terputus.
Tapi gue gak enak kalo orang sekitar gue ngeliatin gue lagi nelepon.
Secara gue masih anak kerja praktek..
Saat jam makan siang..
Gue mencoba untuk menelpon nomor Iren yang tadi..
"Halo" sapa Iren
"Halo.."
"Lagi jam makan siang ya?" Tanya Iren
"Iya, kamu gak ke toko?" Tanya gue
"Ngak, aku males hari ini hehe" Kata Iren
"Dasar.. Kok bisa hilang hp nya?" Tanya gue
"Kemarin itu hilang ditoko yam.. Aku lupa letakin dimana" Kata Iren
"Tuh kan, gak hati-hati.." Kata gue
"Maaf ya aku gak ngabarin kemarin. Kemarin mau telpon kamu dari nomor rumah, tapi lupa nomor kamu yam" jelas Iren
"Kok sekarang bisa ingat?"
"Aku baru ingat kalo nulis di diari hehehe" Lanjut Iren

Gue gak bisa ngomong apa-apa lagi.
Iren..
Kadang lucu..
Kadang polos..
Kadang ceria..
Kadang teledor..
"Terus kamu uda makan belum?" Tanya Iren
"Ini lagi mau nyari, kamu?"
"Aku uda donk.. hehe eh iya, aku sedih deh hp itu hilang" Kata Iren
"Kamu teledor sih.. Makanya dijaga baik-baik donk" Kata gue
"ihhh, kamu kok kayak orang tua gitu sih ngomongnya.. sebel" Iren merajuk
"Yauda, hp yang sekarang dijaga baik-baik" Kata gue
"Kamu kok gak nanya kenapa aku sedih karena hp nya hilang..." Kata Iren
"Emang kenapa?"
"Karena kenangan dari kamu, semua ada disitu.."
...
"Sms dari yang kamu pura-pura jadi orang lain.."
"..terus sms waktu kamu nganterin bunga.."
"..terus sms kita yang pagi-pagi.."
"..foto-foto bunganya juga.."
"..dari yang kamu kirimin pertama kali, sampe yang terakhir.."
"..foto-foto kita dialun-alun kidul.."
Hampir jam 6 pagi.
Gue melihat Wawan barusan mandi karena rambutnya basah. Dia menyuruh gue untuk mandi juga. Gue berjalan lesu karena kurang tidur ke arah kamar mandi. Setelahnya, gue setengah berlari ke kamar, ponsel lah yang pertama gue tuju. Tapi tetap tidak ada sms atau panggilan yang baru..
Jam 11 kurang 20 menit.
Ponsel gue tiba-tiba berdering. Tapi gue tidak mengenali nomor yang melakukan panggilan ke nomor gue. Gue angkat
"Halo" sapa gue
"Ayaaaaam!" suara diujung sana
"
"Iren.. Suara Iren.. Gue hapal suaranya..
Gue yakin ini suara dia..
"Halo??" tanya Iren karena gue diam
"Suara aku gak jelas ya?" Kata Iren lagi

Tiba-tiba gue tersenyum sendiri..
Gue mau membalas sapaan Iren, tapi suara gue tercekat ditenggorokan.
Aneh..
Iya aneh memang..
Daritadi gue panik menunggu dia memberi kabar.
Sekarang..
Gue mendengar lagi suara dia, walau hanya lewat telepon.
Tapi suara itu begitu jelas serasa Iren ada didekat gue..
Sapaan dia yang khas buat gue..
Panggilan itu..
"Hallooooo?" Suara Iren mengeras
"Iya halo" kata gue pelan
"Suara aku gak jelas ya?" Kata Iren
"Jelas kok.." jawab gue
"Entar aku telpon lagi ya, aku lagi cobain hape baru nih hihi" Iren terdengar sedang nyengir
"
"Tuuuuuuut...
Teleponnya baru saja dimatikan Iren..
Hape baru? Cobain hape haru?
Maksudnya?
Mata gue terpaku pada layar ponsel gue.
Gue bengong sejenak.
Memikirkan...
Entah apa yang gue pikirkan..
Gue tidak mengerti..
Kalau gue diminta untuk menjelaskannya, gue gak ngerti.
Rasanya tidak logis saja.
Gue bisa begitu senang hanya dengan mendengar suaranya..
Apa gue sudah gila?
Harusnya gue marah-marah barusan.
Normalnya begitu..
Iren..
Dia hilang tanpa kabar seharian kemarin.
Harusnya emosi yang gue pendam dari kemarin.
Segala akumulasi panik yang menumpuk tiap detik.
Harusnya gue luapkan barusan.
Tapi gak bisa..
Lucu ya..
Kriiing...
Ponsel gue berbunyi lagi. Masih nomor yang tadi menelpon gue. Masih nomor yang mengaku kalau dia adalah Iren
"Halo" Sapa gue
"Ayam.."

Ayam..
Masih ayam..

"Ayam, kemarin hp aku hilang, jadi gak bisa ngabarin kamu, sori ya" Kata Iren
"Kok bisa?" balas gue
Hilang? Diambil orang?
Tapi nomornya masih bisa dihubungi
"Iya, hilang ditoko, sori ya kemarin aku gak ada kabar seharian" Kata Iren lagi
"Gpp kok" Jawab gue
"Kamu marah ya? Kok jawabnya singkat gitu?" Tanya Iren
"Ohhh, lagi sibuk ya? Yauda nanti telpon aku lagi ya pas senggang.." Kata Iren
"Yauda entar aku sms ya" jawab gue..
Andai diruangan itu cuman ada gue sendiri, telepon itu pasti tidak akan terputus.
Tapi gue gak enak kalo orang sekitar gue ngeliatin gue lagi nelepon.
Secara gue masih anak kerja praktek..
Saat jam makan siang..
Gue mencoba untuk menelpon nomor Iren yang tadi..
"Halo" sapa Iren
"Halo.."
"Lagi jam makan siang ya?" Tanya Iren
"Iya, kamu gak ke toko?" Tanya gue
"Ngak, aku males hari ini hehe" Kata Iren
"Dasar.. Kok bisa hilang hp nya?" Tanya gue
"Kemarin itu hilang ditoko yam.. Aku lupa letakin dimana" Kata Iren
"Tuh kan, gak hati-hati.." Kata gue
"Maaf ya aku gak ngabarin kemarin. Kemarin mau telpon kamu dari nomor rumah, tapi lupa nomor kamu yam" jelas Iren
"Kok sekarang bisa ingat?"
"Aku baru ingat kalo nulis di diari hehehe" Lanjut Iren

Gue gak bisa ngomong apa-apa lagi.
Iren..
Kadang lucu..
Kadang polos..
Kadang ceria..
Kadang teledor..
"Terus kamu uda makan belum?" Tanya Iren
"Ini lagi mau nyari, kamu?"
"Aku uda donk.. hehe eh iya, aku sedih deh hp itu hilang" Kata Iren
"Kamu teledor sih.. Makanya dijaga baik-baik donk" Kata gue
"ihhh, kamu kok kayak orang tua gitu sih ngomongnya.. sebel" Iren merajuk
"Yauda, hp yang sekarang dijaga baik-baik" Kata gue
"Kamu kok gak nanya kenapa aku sedih karena hp nya hilang..." Kata Iren
"Emang kenapa?"
"Karena kenangan dari kamu, semua ada disitu.."
...
"Sms dari yang kamu pura-pura jadi orang lain.."
"..terus sms waktu kamu nganterin bunga.."
"..terus sms kita yang pagi-pagi.."
"..foto-foto bunganya juga.."
"..dari yang kamu kirimin pertama kali, sampe yang terakhir.."
"..foto-foto kita dialun-alun kidul.."
Spoiler for :
jenggalasunyi dan 5 lainnya memberi reputasi
6

: Kaaaak...
: ya?