- Beranda
- Stories from the Heart
I Am (NOT) Your Sister
...
TS
natashyaa
I Am (NOT) Your Sister
Dear Warga SFTH.
Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.
Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.
Quote:
Diubah oleh natashyaa 20-01-2018 23:32
itkgid dan 8 lainnya memberi reputasi
9
465.4K
3K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
natashyaa
#726
F Part 29
Pulang sekolah gue langsung pergi ke Apotek. Gue menuruti intruksi Andrea untuk beli obat tidur supaya bisa tidur terlelap nanti malam. Tidak lupa juga gue menuruti intruksi Andrea yang lainnya untuk membeli kangkung, katanya kangkung bisa bikin ngantuk dan cepet tidur. Gue seharian ini harus kuat menahan badan yang meriang dan keringat dingin yang keluar dari badan gue.
“Heh, Bisa bikin masakan kangkung kan?” Tanya gue ke Ani yang sedang menonton tv sore hari.
“Bisa, kenapa emang kak?”
“Gue tadi beli kangkung, bikin yak buat makan malam.”
“Baik kak.”
Sementara Ani memasak, gue tiduran di sofa.
“Sayang, kenapa wajahmu pucat? Kamu sakit?” Tanya ibu menghampiri gue.
“Ngak kok bu, cuman belum tidur aja.”
“Jangan tidur jam segini, nanti gila.” Kata ibu setengah bercanda.
Ibu kemudian menemani Ani di dapur buat masak nanti malam. Sore itu gue hanya tiduran aja di sofa sampai tertidur beneran.
***
“Kak.. bangun.. kak..”
“mmm….?”
“Apa… sih…..?” kata gue risih. Gue gak suka kalau ada orang yang ngebangunin paksa gue dari tidur.
“Bangun kak.. Makan dulu.” Si Ani terus mencoba menggoyang-goyang badan gue.
“APA SIIH?” Gue langsung bangun dan melototi Ani.
“Kata ibu makan dulu..” Jawab dia.
“Ahhh…. Gue pengen tidurrr.. jangan ganggu..” Gue kembali tiduran di sofa.
“Hey… bangun dong.”
Baru aja dibilangin si Ani kembali mengusik gue. Gue pun bersiap untuk memarahinya lagi.
“UDAH GUE BILAN….”
“Eh.. Ibu..” Gue gak jadi membentak setelah melihat wajah ibu.
“Sayangg, bangun. Itu makanannya keburu dingin.”
“Aduh.. ibu lagi enak-enaknya tidur.”
“Kamu makan dulu, kamu kan tadi minta pengen di masakin kangkung.”
“Iya..iyaaa deh. Bu, tunggu.”
Gue duduk dulu sebentar lalu berjalan menuju meja makan. Disana sudah tersedia menu makan malam hari ini, yaitu tumis kangkung dan gorengan tempe. Ani dan Ibu sudah lebih dahulu makan.
Gue mengambil nasi sedikit tapi kangkungnya banyak.
“Fe..” Kata ibu
“mmmm…?” Gue males berkata-kata.
“tadi tante Yohana ke sini?”
“…”
“Ada Stella juga.”
“mmm…?”
“Stella katanya mau pindah lagi ke sini.”
“Udah tau…” Kata gue ketus
“Oh iya, kamu udah ketemu ya kemarin.”
“Iya, kemarin aku ke makam Ayu bareng dia terus ngajak Stella main.”
“Oh begitu ya, Eh ibu baru inget, kemarin Ani nonton ama siapa Fe?” Tanya ibu ke gue.
“Pacarnya tuh bu..”
“Tuh kan bener, kata ibu juga, kamu pacaran kan ya Ani?” Ujar Ibu kepada Ani.
“Ih, ibu apaan, kak Fe mah bohong ih.” Ani mengelak.
“Kakakmu ini mah jarang bohong, kamu mah kemarin juga bohong katanya mau belajar kelompok eh taunya malah pacaran, nonton.” Kata ibu.
“Wahaha serius Bu? Ani bilang mau kerja kelompok? Bohong banget itu mah Bu wong aku liat kemarin dia di bioskop gandengan tangan.”
“Wah segitunya kah sayang? Ani hebat ya udah beranjak dewasa.” Kata ibu.
“Ih.. kalian..kok gitu sih..” Ani diserang.
“Udah mah gitu mereka panggil papih-mamih pas makan.”
“KAK FE REZA BUKAN PACAR AKU TAUU!!!!” Ani meneriaki gue. Sementara gue dan ibu cengengesan puas ngebully Ani.
“Oh.. namanya Reza Ni? Sini dong kenalin ke ibu.”
“Ih.. ibu dia itu bukan pacar aku.”
“Tadi aku ketemu orangnya di sekolah Bu, nanyain Ani kenapa gak sekolah.”
“Oyah? Ani kapan-kapan ajak kesini lah ya...”
“Kok kalian jahat sih..” Kata Ani mulai berkaca-kaca, sepertinya mau mewek dia.
“Hahahahaha…” Tawa gue dan ibu.
Muka Ani nampak bete dan cemberut, dia langsung beranjak dari kursi meninggalkan piring makannya yang masih tersisa. Ani ngambek sepertinya.
***
“Tuh lihat adikmu ngambek, hahaha..” Bisik Ibu.
“Bukan adik juga kali bu,..”
“HUSSS!! Dia itu adik kamu.”
***
“Heh, Bisa bikin masakan kangkung kan?” Tanya gue ke Ani yang sedang menonton tv sore hari.
“Bisa, kenapa emang kak?”
“Gue tadi beli kangkung, bikin yak buat makan malam.”
“Baik kak.”
***
Sementara Ani memasak, gue tiduran di sofa.
“Sayang, kenapa wajahmu pucat? Kamu sakit?” Tanya ibu menghampiri gue.
“Ngak kok bu, cuman belum tidur aja.”
“Jangan tidur jam segini, nanti gila.” Kata ibu setengah bercanda.
Ibu kemudian menemani Ani di dapur buat masak nanti malam. Sore itu gue hanya tiduran aja di sofa sampai tertidur beneran.
***
“Kak.. bangun.. kak..”
“mmm….?”
“Apa… sih…..?” kata gue risih. Gue gak suka kalau ada orang yang ngebangunin paksa gue dari tidur.
“Bangun kak.. Makan dulu.” Si Ani terus mencoba menggoyang-goyang badan gue.
“APA SIIH?” Gue langsung bangun dan melototi Ani.
“Kata ibu makan dulu..” Jawab dia.
“Ahhh…. Gue pengen tidurrr.. jangan ganggu..” Gue kembali tiduran di sofa.
***
“Hey… bangun dong.”
Baru aja dibilangin si Ani kembali mengusik gue. Gue pun bersiap untuk memarahinya lagi.
“UDAH GUE BILAN….”
“Eh.. Ibu..” Gue gak jadi membentak setelah melihat wajah ibu.
“Sayangg, bangun. Itu makanannya keburu dingin.”
“Aduh.. ibu lagi enak-enaknya tidur.”
“Kamu makan dulu, kamu kan tadi minta pengen di masakin kangkung.”
“Iya..iyaaa deh. Bu, tunggu.”
Gue duduk dulu sebentar lalu berjalan menuju meja makan. Disana sudah tersedia menu makan malam hari ini, yaitu tumis kangkung dan gorengan tempe. Ani dan Ibu sudah lebih dahulu makan.
Gue mengambil nasi sedikit tapi kangkungnya banyak.
“Fe..” Kata ibu
“mmmm…?” Gue males berkata-kata.
“tadi tante Yohana ke sini?”
“…”
“Ada Stella juga.”
“mmm…?”
“Stella katanya mau pindah lagi ke sini.”
“Udah tau…” Kata gue ketus
“Oh iya, kamu udah ketemu ya kemarin.”
“Iya, kemarin aku ke makam Ayu bareng dia terus ngajak Stella main.”
“Oh begitu ya, Eh ibu baru inget, kemarin Ani nonton ama siapa Fe?” Tanya ibu ke gue.
“Pacarnya tuh bu..”
“Tuh kan bener, kata ibu juga, kamu pacaran kan ya Ani?” Ujar Ibu kepada Ani.
“Ih, ibu apaan, kak Fe mah bohong ih.” Ani mengelak.
“Kakakmu ini mah jarang bohong, kamu mah kemarin juga bohong katanya mau belajar kelompok eh taunya malah pacaran, nonton.” Kata ibu.
“Wahaha serius Bu? Ani bilang mau kerja kelompok? Bohong banget itu mah Bu wong aku liat kemarin dia di bioskop gandengan tangan.”
“Wah segitunya kah sayang? Ani hebat ya udah beranjak dewasa.” Kata ibu.
“Ih.. kalian..kok gitu sih..” Ani diserang.
“Udah mah gitu mereka panggil papih-mamih pas makan.”
“KAK FE REZA BUKAN PACAR AKU TAUU!!!!” Ani meneriaki gue. Sementara gue dan ibu cengengesan puas ngebully Ani.
“Oh.. namanya Reza Ni? Sini dong kenalin ke ibu.”
“Ih.. ibu dia itu bukan pacar aku.”
“Tadi aku ketemu orangnya di sekolah Bu, nanyain Ani kenapa gak sekolah.”
“Oyah? Ani kapan-kapan ajak kesini lah ya...”
“Kok kalian jahat sih..” Kata Ani mulai berkaca-kaca, sepertinya mau mewek dia.
“Hahahahaha…” Tawa gue dan ibu.
Muka Ani nampak bete dan cemberut, dia langsung beranjak dari kursi meninggalkan piring makannya yang masih tersisa. Ani ngambek sepertinya.
***
“Tuh lihat adikmu ngambek, hahaha..” Bisik Ibu.
“Bukan adik juga kali bu,..”
“HUSSS!! Dia itu adik kamu.”
itkgid memberi reputasi
1
