Kaskus

Story

natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
I Am (NOT) Your Sister
Dear Warga SFTH.

Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.


I Am (NOT) Your Sister

Big thanks to quatzlcoatlfor cover emoticon-Smilie

Quote:
Diubah oleh natashyaa 20-01-2018 23:32
imamarbaiAvatar border
pulaukapokAvatar border
itkgidAvatar border
itkgid dan 8 lainnya memberi reputasi
9
465.8K
3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.7KAnggota
Tampilkan semua post
natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
#720
A Part 29
Kami segera kembali ke ruangan tamu. Stella duduk di samping ibunya dan aku kembali ke belakang membawakan minuman untuk mereka. Setelah itu aku lebih memilih untuk pergi ke kamar daripada ikut berkumpul bersama ibu, mama Stella, dan Stella.

***

“Ibu tadi itu siapa?” Tanyaku kepada ibu setelah mama Stella dan Stella selesai bertamu ke rumah.
“Oh.. tadi itu teman ibu namanya Yohana, dia itu teman ibu pas sekolah dulu. Anak perempuan tadi itu putrinya, namanya Stella. Dia juga teman sekelas Felisha dari SD sampai SMP.”
“OOH…”
“Kemarin aku ketemu dia juga bareng kak Fe”
“Dimana?” Tanya ibu.
“Pas lagi nonton.”
“Katanya kemarin mau pergi kerja kelompok?”
“Hehehe… “ Aku nyengirrr..
“Jangan biasaiin bohong Aniii. Jujur aja sama ibu kalau mau kemana-mana, ibu gak akan marah kok.”
“Iya, ibuu.” Aku merasa bersalah.
“Terus kamu nonton sama siapa? Kamu pacaran yah?” Goda ibu.
“Ih ngak, sama temen kok bu.”
“Jangan bohong Aniii..”
“Iya ini mah gak bohong ih ibu.”
“Ah, nanti nanya Felisha aja deh ya..”
“Ih ibu mah gak percayaan.”
“……”

***


Aku menghabiskan waktu di rumah dengan nyoba baca buku-buku. Aku sih orangnya jarang baca buku karena gak ada kerjaan aja ini pengen baca. Hmm.. tapi aku bingung mau baca apa, semua koleksinya gak ada yang bikin aku tertarik. Pada akhirnya aku malah baca buku dongeng bergambar berbahasa inggris, buku buat anak SD sih, tapi ya gakapa-apalah aku mah sukanya yang ringan-ringan.
Keasikan baca bikin aku tidur di kursi.

Di saat sedang asik tidur, terdengar suara motor cempreng dari luar. Aku bangun karena berisik, aku kesal karena suara motor tersebut belum berhenti jadi aku putuskan untuk mengecek suara motor siapa itu. Aku mengintip dari jendela ruang tamu dan ternyata benar seseorang menaiki motor berada di depan rumah. Ada apa ya.

“Aniiiiiii..” “Aniiiii….” “Aniiiiii….”

Teriak tiga kali seseorang tersebut. Aku kaget loh kenapa dia memanggil namaku. Suaranya terdengar tidak asing tapi untuk memastikan aku putuskan untuk membuka pintu dan menghampirinya.

“Cari siapa ya?” Tanyaku kepada seseorang bercelana jeans, memakai jaket jeans, dan mengenakan helm full face bewarna hitam.
“Cari Anita Maharani alias Ani.” Kata dia sedikit tidak jelas karena bicara pakai helm full face.
“Maaf ya, sepertinya salah alamat.” Aku takut dia itu penculik.
“Oh begitu ya, padahal ada paket untuk dia, ada titipan.”
“Oh.. paket apa?” Tanyaku.
“Maaf ya, sepertinya salah orang. Ini buat Anita Maharani.”
“Eh.. nggak kok, aku ini Ani, ini rumahnya. Hehehe.”
“Buktinya?”
Aku kebingungan buktiinya harus bagaimana ya, jelas-jelas aku ini Ani, masa perlu dibuktikan sih.
“Coba perlihatkan KTP kamu.” Ujar seseorang misterius tersebut.
“Aku belum punya ktp.” Kataku
“Kartu pelajar, ijasah, akta lahir, NISN, atau apapun yang bisa membuktikan kalau kamu itu Anita Maharani.” Kata dia.
“Wew…”
“Aku lahir tanggal 10 Maret.” Kataku.
“Oh ya masa?” Kata dia.
-____-
“Iyaa, kamu siapa sih?”
“Oke akhirnya aku tahu kapan hari ulang tahunmu.” Kata orang itu yang kemudian membuka helmnya.
Dan orang itu adalah Reza. Astagaaaa ada apa lagi ini.
“REZA? APA-APAAN ihhh” Aku ingin sekali menjitak kepalanya tapi tidak bisa karena kita dipisahkan pagar. Sumpah aku kesal, kirain tadi itu penculik atau maling.
“Hehehe.” Dia cuman tertawa.
“Ada apa sih?”
“Kenapa tadi gak sekolah?”
“Telat bangun.”
“Dasar kebo.”
“Ih..” Aku ingin menjewernya.
“Nih…” Reza memberikan sebuah amplop kepadaku.
“Ini apa?” Tanyaku kepada dia.
“Surat tagihan.”
“Serius Za ih.”
“Surat Cinta.”
“REZA!!”
“Jangan teriak begitu dong berisik.”
“Ini apa?” Tanyaku lagi.
“Uang.”

Aku lihat dan cek dengan mataku ini, tidak ada bayangan-bayangan kalau isi amplop ini uang. Aku mau nyoba buka amplopnya.

“Eh…eh jangan dibuka.”
“Kenapa? Ini apa sih sebenarnya?”
“Itu soal dan kunci jawaban ulangan tadi.”
“Hah?”
“Udah ya aku buru-buru nih, dadah. Good luck” Kata Reza yang langsung menyalakan motornya dan pergi dari pandanganku.

Aku masih berdiri di depan pagar memegangi sebuah amplop. Tak lama setelah Reza pergi, kak Fe baru saja datang pulang dari sekolah.

“Barusan siapa Ni?” Kata kak Fe.
“Tukang pos.” Kataku.
“Kok tukang pos pakaianya begitu. Itu surat untuk siapa?” Tanya dia lagi.
“Buat aku kak.”
“Ohhh…” Kak Fe langsung berjalan masuk ke rumah. Sementara aku masih di luar memegangi amplop yang katanya isinya kunci jawaban ulangan. Hadeh.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.