- Beranda
- Stories from the Heart
I SWEAR THIS TIME I MEAN IT
...
TS
bukanpemainbaru
I SWEAR THIS TIME I MEAN IT

Oke, sebelum gue mulai, gue mau minta izin kepada Moderator dan para pembaca setia forum SFTH untuk menceritakan kisah gue
Berbekal pengalaman dari membaca banyak novel novel terkenal dan kisah kisah yang sangat inspiratif dari para kaskuser seperti "Have I Told You Lately That I Love You" karya bang Nanda, "Sepasang Kaos Kaki Hitam" milik om Ari, "You Are My Happiness" cerita mas Baskoro, serta cerita lainya yang melecut nyali gue untuk membagi kisah gue.
Gue ingin mengutarakan sebuah kisah yang ada di ingatan gue, sebuah cerita cinta masa lalu gue yang membuat gue bisa berada disini dan selalu membuat gue bersyukur karena Tuhan telah memilih gue untuk mengalaminya
Nama tokoh disini gue samarkan dengan alasan menjaga privasi masing masing. Jika ada kesamaan alur cerita, nama tokoh, dan tempat gue minta maaf. Selamat membaca 

Quote:
Diubah oleh bukanpemainbaru 11-08-2015 21:00
junti27 dan anasabila memberi reputasi
3
86.5K
488
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
bukanpemainbaru
#12
PART 3
Quote:
Gue masih memandangi cewek itu selama 10 menit, dan akhirnya gue tersadar dari lamunan gue ketika pemimpin upacara memberi aba aba hormat pada pembina yang memasuki lapangan upacara. Saat itu gue langsung memakai topi gue, ya konyolnya yang gue bawa adalah topi SMA gue, alhasil pakaian gue SMP tapi topi SMA. Gue pun pasrah jika akan mendapat first impression sebagai cowok konyol dan dungu oleh cewek itu.

Tapi kekhawatiran gue hilang seketika saat gue melirik lagi ke siswi tadi, dia sedang mengikat rambut belakangnya dengan ikat rambut berbulu berwarna merah muda. Setelah beberapa ikatan, dan beberapa kali menggulung rambutnya, kini rambutnya tersanggul rapi, dia membiarkan rambut di sisi bagian kiri dan kanan terjuntai, lalu dia memasang topi di kepalanya. Pada saat itu dia jauh bertambah cantik.

Gue mencoba melihat bagian kiri dada dia. Bukan, gue gak mesum, gue cuma ingin tahu namanya lewat badge nama yg ada di dada bagian kiri, tapi sebelum gue melihat, gue mengurungkan niat, karena menurut gue, sebagai cowok yang jantan, jika ingin mengetahui namanya, gue harus berkenalan dengan dia, bukan dengan melihat badgenya. Jantan kan gue hehe

Gue pun mencoba mengajak dia mengobrol
Quote:
Dan tak ada jawaban dari cewek itu, sepertinya senyuman termanis dari gue malah nampak seperti wajah seekor kuda yang sedang birahi
Quote:
Berasa di tusuk pake bambu runcing, harapan gue untuk berkenalan dengan cewek yang membuat gue jatuh cinta pada pandangan pertama, gagal total. Namun siksaan hari itu masih berlanjut, upacara belum selesai dan gue harus berdiri di samping cewek yang menolak gue mentah mentah. Situasi awkward pun terjadi selama upacara berlangsung. Gue panik
Gue menenangkan diri dan mencoba memulai topik pembicaraan baru
Quote:
Gue tau gombal bukan solusi yang baik saat ketemu cewek pertama kali. Tapi otak gue yang perlu ditambal ini tiba tiba menyuruh gue melakukan itu. Gue pasrah terhadap respon dari si cewek itu. Hancur harapan gue.Tapi hal yang benar benar tak disangka terjadi.
Dia tersenyum. Senyum termanis yang pernah gue lihat. Dan senyum itu makin membuat gue kikuk
Akhirnya gue memutuskan untuk diam lagi, gue takut untuk mengajak dia mengobrol lagi, tapi mungkin lebih tepatnya gue takut dia merespon gue lagi dengan dingin. Gue memilih diam karena jika memang itu saat terakhir gue bertemu dia, hal yang terakhir dia berikan ke gue adalah senyuman dia.
1
: “Iya kamu yang disebelahku, kamu anak baru ya?” jelas gue lagi sambil menunjuk dia
: “Enggak, maksudku, kamu murid baru ya?” jelas gue yang mulai gondok
: “Habis sebelum ketemu kamu, dunia seakan gelap”