- Beranda
- Sejarah & Xenology
Khalid ibn Al-Walid, the Sword of God
...
TS
plonard
Khalid ibn Al-Walid, the Sword of God
Semua yang saya tulis pada posting #1 sampai posting #10 adalah terjemahan bebas dari artikel Khalid ibn Al-Walid di en.wikipedia.org Oktober 2012. Saya tambahkan juga sedikit daftar istilah untuk membantu Agan-agan yang belum terlalu memahami istilah militer dan geografis di zaman bersangkutan hidup. Jika ada ketikan saya dengan format "[angka]", kode ini adalah nomor footnote atau catatan kaki. Contoh: [1] dan [25].
Semoga bermanfaat.
Khalid ibn Al-Walid
Indeks
Posting #1 sampai Posting #10 akan berisi garis besar kehidupan Khalid. Berikut ini adalah indeks yang bisa langsung diklik untuk memudahkan Agan-agan mengakses posting-posting tentang kehidupan Khalid yang lebih detail.
Posting #32 Pertempuran Walaja tahun 633 M (Detail Gambar dan Kronologi)
Posting #45 Pengepungan Damaskus tahun 635 M (Detail Gambar dan Kronologi)
Posting #69 Pertempuran Yarmuk tahun 636 M (Detail Gambar dan Kronologi)
Posting #95 Ucapan-ucapan tentang Khalid ibn Al-Walid
Posting #97 Bibliografi Buku The Sword of Allah: Khalid bin Al-Waleedkarya A.I. Akram
Posting #97 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 1: Sang Anak Lelaki
Posting #100 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 2: Agama Baru (Bagian I)
Posting #103 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 2: Agama Baru (Bagian II)
Posting #105 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 3: Pertempuran Uhud (Bagian I)
Posting #107 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 3: Pertempuran Uhud (Bagian II)
Posting #109 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 3: Pertempuran Uhud (Bagian III)
Posting #120 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 3: Pertempuran Uhud (Bagian IV)
Posting #123 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 3: Pertempuran Uhud (Bagian V)
Posting #146 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 3: Pertempuran Uhud (Bagian VI)
Posting #147 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 3: Pertempuran Uhud (Bagian VII)
Posting #161 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 4: Pertempuran Parit (Bagian I)
Posting #162 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 4: Pertempuran Parit (Bagian II)
Posting #165 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 4: Pertempuran Parit (Bagian III)
Posting #174 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 4: Pertempuran Parit (Bagian IV)
Posting #175 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 5: Masuk Islamnya Khalid
Posting #187 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 6: Mu’tah dan Pedang Allah
Posting #191 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 7: Penaklukan Makkah (Bagian I)
Posting #193 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 7: Penaklukan Makkah (Bagian II)
Posting #194 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 8: Pertempuran Hunayn (Bagian I)
Posting #195 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 8: Pertempuran Hunayn (Bagian II)
Posting #198 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 9: Pengepungan Tha'if
Posting #201 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 10: Petualangan di Dawmatul Jandal
Posting #204 Bagian II: Perang Riddah - Bab 11: Badai yang Berkumpul (Bagian I)
Posting #208 Bagian II: Perang Riddah - Bab 11: Badai yang Berkumpul (Bagian II)
Posting #213 Bagian II: Perang Riddah - Bab 12: Abu Bakr Menyerang (Bagian I)
Posting #214 Bagian II: Perang Riddah - Bab 12: Abu Bakr Menyerang (Bagian II)
Posting #215 Bagian II: Perang Riddah - Bab 13: Thulayhah Si Nabi Palsu (Bagian I)
Posting #218 Bagian II: Perang Riddah - Bab 13: Thulayhah Si Nabi Palsu (Bagian II)
Posting #220 Bagian II: Perang Riddah - Bab 13: Thulayhah Si Nabi Palsu (Bagian III)
Posting #222 Bagian II: Perang Riddah - Bab 14: Pemimpin-pemimpin Pendusta (Bagian I)
Posting #224 Bagian II: Perang Riddah - Bab 14: Pemimpin-pemimpin Pendusta (Bagian II)
Posting #226 Bagian II: Perang Riddah - Bab 15: Akhir Hayat Malik bin Nuwayrah
Posting #229 Bagian II: Perang Riddah - Bab 16: Pertempuran Yamamah (Bagian I)
Posting #235 Bagian II: Perang Riddah - Bab 16: Pertempuran Yamamah (Bagian II)
Posting #239 Bagian II: Perang Riddah - Bab 16: Pertempuran Yamamah (Bagian III)
Posting #242 Bagian II: Perang Riddah - Bab 16: Pertempuran Yamamah (Bagian IV)
Posting Nomor Depan > Bagian II: Perang Riddah - Bab 17: Tumbangnya Gerakan Murtad (Bagian I)
Daftar Istilah Penting
Al-Hirah
Arabia
Bizantin
Double Envelopment
Garda Gerak Cepat (Mobile Guard)
Garnisun
Ghassan
Imperium
Kavaleri
Kekhalifahan
Khalifah
Levant
Mesopotamia
Negara Vasal
Persia-Sassanid
Romawi
Syam
Garis Besar Biografi
Khālid ibn al-Walīd (Bahasa Arab: خالد بن الوليد; 592–642) juga dikenal sebagai Sayfullāh Al-Maslūl(Pedang Allah yang Terhunus), adalah seorang sahabat Muhammad, Nabi Islam. Ia terkenal karena kecakapan dan taktik militernya, menjadi komandan pasukan Madinah di bawah kepemimpinan Muhammad dan pasukan-pasukan penerusnya, Kekhalifahan Ar-Rasyidun; Abu Bakr dan Umar ibn Khattab.[1] Di bawah kepemimpinan militernya, Arab bersatu di bawah sebuah entitas politik untuk pertama kali dalam sejarah, Kekhalifahan. Ia memenangkan lebih dari seratus pertempuran, melawan pasukan-pasukan Imperium (Kekaisaran) Romawi-Bizantin, Imperium (Kekisraan) Persia-Sassanid, dan sekutu-sekutu mereka, ditambah lagi beberapa suku Arab lainnya. Prestasi strategisnya antara lain penaklukan Arab, Mesopotamia milik Persia, dan Syam milik Romawi, dalam beberapa tahun sejak 632 sampai 636. Ia juga dikenang karena kemenangan pentingnya di Yamamah, Ullays, dan Firaz, serta kesuksesan taktisnya di Walaja dan Yarmuk.[2]
Khalid ibn Al-Walid (Khalid anak Al-Walid, secara harfiah berarti Khalid anak Si yang Baru Lahir) berasal dari Suku Quraysh dari Makkah, dari sebuah klan yang pada awalnya menentang Muhammad. Ia memainkan peran vital dalam kemenangan Makkah saat Pertempuran Uhud. Ia masuk Islam dan bergabung dengan Muhammad setelah Perjanjian Hudaybiyyah, serta berpartisipasi dalam sejumlah ekspedisi militer dengannya, seperti Pertempuran Mu’tah. Setelah wafatnya Muhammad, ia memainkan peran kunci dalam komando Pasukan Madinah pimpinan Abu Bakr pada Perang Ridda, menaklukkan Arab tengah dan menundukkan suku-suku Arab. Ia merebut Kerajaan Al-Hirah yang merupakan negara vasal Persia-Sassanid, dan mengalahkan pasukan-pasukan Persia-Sassanid selama proses penaklukan Iraq (Mesopotamia). Ia lalu ditransfer ke front pertempuran di barat untuk merebut Syam milik Romawi dan Kerajaan Ghassan, negara vasal Romawi. Meskipun Umar kemudian melepas jabatan Khalid dari komando tertinggi, ia tetaplah pimpinan sebenarnya dari kesatuan tempur melawan Bizantin selama fase-fase awal Perang Bizantin-Arab.[1] Di bawah komandonya, Damaskus direbut tahun 634 dan kemenangan kunci Arab atas Bizantin diraih dalam Pertempuran Yarmuk (636),[1] yang membuka jalan dalam proses penaklukan Syam (Levant). Tahun 638, pada puncak karirnya, ia diberhentikan dari ketentaraan.
(bersambung)...
Semoga bermanfaat.
Khalid ibn Al-Walid
Indeks
Posting #1 sampai Posting #10 akan berisi garis besar kehidupan Khalid. Berikut ini adalah indeks yang bisa langsung diklik untuk memudahkan Agan-agan mengakses posting-posting tentang kehidupan Khalid yang lebih detail.
Posting #32 Pertempuran Walaja tahun 633 M (Detail Gambar dan Kronologi)
Posting #45 Pengepungan Damaskus tahun 635 M (Detail Gambar dan Kronologi)
Posting #69 Pertempuran Yarmuk tahun 636 M (Detail Gambar dan Kronologi)
Posting #95 Ucapan-ucapan tentang Khalid ibn Al-Walid
Posting #97 Bibliografi Buku The Sword of Allah: Khalid bin Al-Waleedkarya A.I. Akram
Posting #97 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 1: Sang Anak Lelaki
Posting #100 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 2: Agama Baru (Bagian I)
Posting #103 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 2: Agama Baru (Bagian II)
Posting #105 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 3: Pertempuran Uhud (Bagian I)
Posting #107 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 3: Pertempuran Uhud (Bagian II)
Posting #109 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 3: Pertempuran Uhud (Bagian III)
Posting #120 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 3: Pertempuran Uhud (Bagian IV)
Posting #123 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 3: Pertempuran Uhud (Bagian V)
Posting #146 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 3: Pertempuran Uhud (Bagian VI)
Posting #147 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 3: Pertempuran Uhud (Bagian VII)
Posting #161 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 4: Pertempuran Parit (Bagian I)
Posting #162 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 4: Pertempuran Parit (Bagian II)
Posting #165 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 4: Pertempuran Parit (Bagian III)
Posting #174 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 4: Pertempuran Parit (Bagian IV)
Posting #175 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 5: Masuk Islamnya Khalid
Posting #187 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 6: Mu’tah dan Pedang Allah
Posting #191 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 7: Penaklukan Makkah (Bagian I)
Posting #193 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 7: Penaklukan Makkah (Bagian II)
Posting #194 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 8: Pertempuran Hunayn (Bagian I)
Posting #195 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 8: Pertempuran Hunayn (Bagian II)
Posting #198 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 9: Pengepungan Tha'if
Posting #201 Bagian I: Di Masa Kehidupan Nabi - Bab 10: Petualangan di Dawmatul Jandal
Posting #204 Bagian II: Perang Riddah - Bab 11: Badai yang Berkumpul (Bagian I)
Posting #208 Bagian II: Perang Riddah - Bab 11: Badai yang Berkumpul (Bagian II)
Posting #213 Bagian II: Perang Riddah - Bab 12: Abu Bakr Menyerang (Bagian I)
Posting #214 Bagian II: Perang Riddah - Bab 12: Abu Bakr Menyerang (Bagian II)
Posting #215 Bagian II: Perang Riddah - Bab 13: Thulayhah Si Nabi Palsu (Bagian I)
Posting #218 Bagian II: Perang Riddah - Bab 13: Thulayhah Si Nabi Palsu (Bagian II)
Posting #220 Bagian II: Perang Riddah - Bab 13: Thulayhah Si Nabi Palsu (Bagian III)
Posting #222 Bagian II: Perang Riddah - Bab 14: Pemimpin-pemimpin Pendusta (Bagian I)
Posting #224 Bagian II: Perang Riddah - Bab 14: Pemimpin-pemimpin Pendusta (Bagian II)
Posting #226 Bagian II: Perang Riddah - Bab 15: Akhir Hayat Malik bin Nuwayrah
Posting #229 Bagian II: Perang Riddah - Bab 16: Pertempuran Yamamah (Bagian I)
Posting #235 Bagian II: Perang Riddah - Bab 16: Pertempuran Yamamah (Bagian II)
Posting #239 Bagian II: Perang Riddah - Bab 16: Pertempuran Yamamah (Bagian III)
Posting #242 Bagian II: Perang Riddah - Bab 16: Pertempuran Yamamah (Bagian IV)
Posting Nomor Depan > Bagian II: Perang Riddah - Bab 17: Tumbangnya Gerakan Murtad (Bagian I)
Daftar Istilah Penting
Al-Hirah
Kerajaan yang berlokasi di Iraq Modern (Mesopotamia), negara vasal Imperium Persia-Sassanid, dengan mayoritas warga adalah orang Arab dari suku Bani Lakhm.
Arabia
Wilayah yang terbentang dari Syam dan Mesopotamia sampai Jazirah Arab, dihuni oleh mayoritas orang Arab serta minoritas orang Israel, Eropa (Romawi), Persia, dan Ethiopia.
Bizantin
Imperium superpowerlanjutan dari Romawi, sering juga dikenal sebagai Imperium Romawi Timur. Bizantin beribukota di Konstantinopel (Istanbul Modern) dan menjadi satu-satunya penerus Romawi sejak dihancurkannya Imperium Romawi Barat (beribukota di Roma) pada Abad ke-4. Warga negaranya menganggap mereka adalah warga Romawi dan warga negara lain di masa itu pun memanggil mereka sebagai orang-orang Romawi. Di masa Khalid, wilayah kekuasaan mereka membentang dari daerah Balkan di Eropa, sebagian Libya dan Mesir di Eropa, serta Jazirah Turki, Armenia, dan Levant (Syam) di Asia.
Double Envelopment
Sebuah manuver lapangan dalam pertempuran di mana sebuah pasukan berupaya untuk melingkupi musuh sehingga dapat menyerangnya dari segala arah. Biasanya, pertempuran akan dimulai dalam garis pembeda yang jelas antara dua pasukan yang bertempur. Dengan memanfaatkan kondisi maupun penggunaan taktik tertentu, pasukan musuh dapat diserang dari samping dan belakang. Contoh penggunaan taktik ini ada pada Pertempuran Cannae dan Pertempuran Walaja.
Garda Gerak Cepat (Mobile Guard)
Kavaleri ringan pasukan Muslim awal, dibangun oleh Khalid ibn Al-Walid dengan tujuan menjadi penyeimbang kelemahan infantri Muslim yang berbaju baja ringan. Gerakannya cepat, menerapkan taktik hit and run, efektif melawan kavaleri berat, dan sering menjadi garda depan pendahulu pasukan utama. Khalid dipecat saat menjabat sebagai komandan garda khusus ini. Penggantinya adalah Dhirar ibn Azwar.
Garnisun
Pasukan yang berkedudukan atau memiliki tempat pertahanan yang tetap, misalnya dalam benteng atau sebuah kota.
Ghassan
Kerajaan yang berlokasi di Syam Selatan, negara vasal Imperium Bizantin. Mayoritas warga negaranya adalah orang Arab beragama Kristen dari suku Bani Ghassan.
Imperium
Sebuah negara yang terdiri atas sekelompok bangsa, memiliki sebuah wilayah geografi yang luas, dipimpin oleh seorang kaisar atau sekelompok elit.
Kavaleri
Secara harfiah berarti pasukan berkuda, namun dalam prakteknya di masa kuno, unta dan gajah juga digunakan. Dalam peperangan modern, pasukan berkendara lapis baja maupun bukan juga termasuk dalam kavaleri. Di masa Khalid, kavaleri Bizantin dan Persia merupakan kavaleri berat, memakai baju besi tebal (termasuk kudanya) dan menutupi hampir seluruh tubuh. Kavaleri Muslim awal merupakan kavaleri ringan, berbaju baja dan bersenjata ringan.
Kekhalifahan
Sebuah sistem pemerintahan berbasis Islam yang menunjukkan kesatuan politik ummat Islam. Sistem ini dapat berupa sistem musyawarah perwakilan ataupun monarki konstitusional, dengan konstitusinya berupa Syariah. Karena dalam kekhalifahan ada kesatuan ummat, kekhalifahan selalu melingkupi banyak bangsa sehingga bisa dikategorikan sebagai bentuk Imperium.
Khalifah
Kepala negara dan pemerintahan sistem negara kekhalifahan, dapat dipilih oleh khalifah sebelumnya, ditunjuk oleh komite terpilih, dipilih langsung oleh rakyat, atau diturunkan pada keluarga khalifah sebelumnya.
Levant
Disebut juga Syam, daerah yang meliputi pantai timur Laut Mediterania, antara Anatolia (Jazirah Turki Modern) dan Mesir. Daerah ini meliputi wilayah-wilayah negara modern: Suriah, Lebanon, Yordania, Palestina (Otoritas maupun yang dijajah oleh Israel), Siprus, Provinsi Hatay (Turki Tenggara) dan sebagian wilayah Iraq-Jazirah Sinai.
Mesopotamia
Daerah yang meliputi daerah aliran Sungai Tigris dan Eufrat, yaitu wilayah-wilayah modern: Iraq, sedikit daerah timur laut Suriah, sebagian Turki Tenggara, dan sebagian kecil barat daya Iran.
Negara Vasal
Negara yang tunduk kepada entitas politik lain yang lebih besar dan biasanya lebih kuat, tetapi diberi otoritas untuk mengurus negaranya sendiri.
Persia-Sassanid
Imperium superpowerdi Asia Barat pada Abad ke-4 sampai Abad ke-7, juga disebut oleh warga negaranya sendiri sebagai Ērānshahr atau Ērān, berdiri tahun 224 dan diruntuhkan oleh Kekhalifahan Islam pada tahun 651. Saat Khalid hidup, imperium ini menguasai wilayah modern Iran, sebagian Asia Tengah dan barat laut India, serta sebagian pantai timur dan selatan Jazirah Arab.
Romawi
Lihat Bizantin.
Syam
Lihat Levant.
Garis Besar Biografi
Khālid ibn al-Walīd (Bahasa Arab: خالد بن الوليد; 592–642) juga dikenal sebagai Sayfullāh Al-Maslūl(Pedang Allah yang Terhunus), adalah seorang sahabat Muhammad, Nabi Islam. Ia terkenal karena kecakapan dan taktik militernya, menjadi komandan pasukan Madinah di bawah kepemimpinan Muhammad dan pasukan-pasukan penerusnya, Kekhalifahan Ar-Rasyidun; Abu Bakr dan Umar ibn Khattab.[1] Di bawah kepemimpinan militernya, Arab bersatu di bawah sebuah entitas politik untuk pertama kali dalam sejarah, Kekhalifahan. Ia memenangkan lebih dari seratus pertempuran, melawan pasukan-pasukan Imperium (Kekaisaran) Romawi-Bizantin, Imperium (Kekisraan) Persia-Sassanid, dan sekutu-sekutu mereka, ditambah lagi beberapa suku Arab lainnya. Prestasi strategisnya antara lain penaklukan Arab, Mesopotamia milik Persia, dan Syam milik Romawi, dalam beberapa tahun sejak 632 sampai 636. Ia juga dikenang karena kemenangan pentingnya di Yamamah, Ullays, dan Firaz, serta kesuksesan taktisnya di Walaja dan Yarmuk.[2]
Khalid ibn Al-Walid (Khalid anak Al-Walid, secara harfiah berarti Khalid anak Si yang Baru Lahir) berasal dari Suku Quraysh dari Makkah, dari sebuah klan yang pada awalnya menentang Muhammad. Ia memainkan peran vital dalam kemenangan Makkah saat Pertempuran Uhud. Ia masuk Islam dan bergabung dengan Muhammad setelah Perjanjian Hudaybiyyah, serta berpartisipasi dalam sejumlah ekspedisi militer dengannya, seperti Pertempuran Mu’tah. Setelah wafatnya Muhammad, ia memainkan peran kunci dalam komando Pasukan Madinah pimpinan Abu Bakr pada Perang Ridda, menaklukkan Arab tengah dan menundukkan suku-suku Arab. Ia merebut Kerajaan Al-Hirah yang merupakan negara vasal Persia-Sassanid, dan mengalahkan pasukan-pasukan Persia-Sassanid selama proses penaklukan Iraq (Mesopotamia). Ia lalu ditransfer ke front pertempuran di barat untuk merebut Syam milik Romawi dan Kerajaan Ghassan, negara vasal Romawi. Meskipun Umar kemudian melepas jabatan Khalid dari komando tertinggi, ia tetaplah pimpinan sebenarnya dari kesatuan tempur melawan Bizantin selama fase-fase awal Perang Bizantin-Arab.[1] Di bawah komandonya, Damaskus direbut tahun 634 dan kemenangan kunci Arab atas Bizantin diraih dalam Pertempuran Yarmuk (636),[1] yang membuka jalan dalam proses penaklukan Syam (Levant). Tahun 638, pada puncak karirnya, ia diberhentikan dari ketentaraan.
(bersambung)...
Diubah oleh plonard 16-08-2016 13:52
0
76.5K
287
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sejarah & Xenology
6.5KThread•11.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
plonard
#107
Bab 3: Pertempuran Uhud (Bagian I)
(Halaman 1)
"Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu dan mendurhakai perintah (Rasul) sesudah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai. Di antaramu ada orang yang menghendaki dunia dan diantara kamu ada orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk menguji kamu, dan sesunguhnya Allah telah memaafkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas orang orang yang beriman.
[Al-Qur'an, 3:152]
[Al-Qur'an, 3:152]
Semua penduduk Makkah bergembira atas pulangnya kafilah mereka dari Palestina. Kafilah tersebut telah melewati bahaya dalam beberapa hari perjalanannya di jalur pantai dekat Madinah dan hampir saja mereka jatuh ke tangan Muslim. Dengan kecerdasan dan kepemimpinan Abu Sufyan yang memimpin kafilah, mereka selamat dari kejaran. Kafilah ini membawa 1.000 unta (sekitar Rp 13 milyar berdasarkan kisaran harga unta termurah di Arab Saudi saat tulisan ini diterjemahkan–pent)dan membawa barang dagangan seharga 50.000 dinar (sekitar Rp 514 juta berdasarkan harga emas saat tulisan ini diterjemahkan–pent) yang merupakan keuntungan dari perdagangannya. Karena semua keluarga di Makkah mempunyai saham dalam kafilah ini, kedatangannya dengan keuntungan yang begitu besar merupakan sebuah kegembiraan. Saat itu musim semi di Arab, bulan Maret tahun 624.
Meskipun penduduk Makkah telah bernyanyi, berdansa, dan para pedagang menggosok tangan mereka sembari menunggu keuntungan yang segera datang, pasukan Quraysy juga kembali ke Makkah setelah terpukul dan dikalahkan. Pasukan ini dengan buru-buru dikirim ketika Abu Sufyan meminta pertolongan beberapa hari sebelumnya. Sebelum pasukan ini melancarkan aksinya, Abu Sufyan memberi kabar kepada mereka untuk kembali karena bahaya telah lewat. Namun Abu Jahl yang mengomando pasukan ini tidak menghiraukan. Ia telah menghabiskan 15 tahun hidupnya dalam permusuhan yang pahit dengan sang nabi dan ia tidak ingin kesempatan ini berlalu begitu saja. Ia melanjutkan perjalanan pasukannya untuk bertempur dengan Muslim.
Pasukan ini kemudian kembali ke negeri mereka dalam keadaan terguncang dan menanggung malu.
Ketika pasukan Quraysy ini masih di jalan menuju Makkah, seorang penyampai pesan mendahului mereka dengan untanya. Ketika ia memasuki kota, ia merobek baju dan meratap keras, mengumumkan tragedi yang telah terjadi. Penduduk Makkah dengan tergopoh-gopoh berkumpul di sekitarnya untuk mendapat informasi langsung tentang pertempuran. Mereka menanyakan anggota keluarga mereka dan lelaki penyampai pesan ini menjawab. Di antara penduduk Makkah yang hadir adalah Abu Sufyan dan istrinya yang bernama Hindun.
Dari penyampai pesan ini, Hindun menerima sejumlah kabar duka: kematian ayahnya, Uthbah di tangan Ali dan Hamzah, paman sang nabi; kematian pamannya, Syaibah, di tangan Hamzah; kematian saudaranya, Walid, di tangan Ali; dan kematian anaknya, Handzalah, juga di tangan Ali. Ia mengutuk Hamzah dan Ali serta bersumpah untuk membalas dendam.
Pertempuran Badr ini merupakan bentrok fisik penting yang pertama antara Muslim dan musuh-musuhnya. Sebuah pasukan kecil berjumlah 313 Muslim berdiri kokoh bagaikan batu menghadapi 1.000 orang kafir. Setelah satu sampai dua jam pertempuran sengit, Muslim menghancurkan pasukan Quraysy dan pasukan Quraysy mundur tidak beraturan dari medan pertempuran. Sejumlah petinggi Quraysy tewas dalam pertempuran atau ditawan.
Total ada 70 kafir yang terbunuh dan 70 lainnya ditawan Muslim, dengan bayaran 14 Muslim gugur. Di antara mereka yang terbunuh adalah 17 anggota klan Bani Makhzum, kebanyakan dari mereka adalah sepupu atau keponakan dari Khalid. Abu Jahl terbunuh. Saudara Khalid, yaitu Walid, ditawan.
Sang penyampai pesan meneruskan pengumumannya tentang siapa saja yang tewas dan siapa yang membunuh mereka. Kaum Quraysy mencatat dua nama dengan frekuensi paling tinggi, yaitu Ali dan Hamzah. Ali membunuh 18 orang dengan tangannya sendiri dan berbagi dengan yang lain dalam membunuh empat orang. Hamzah membunuh empat orang dan berbagi dengan Ali dalam membunuh empat lagi yang lain. Nama Ali mendominasi dalam majelis kesedihan ini.
Dua hari setelah itu, Abu Sufyan memimpin rapat pimpinan Quraysy. Tidak ada seorang pun di antara mereka yang tidak kehilangan anggota keluarga yang mereka cintai dalam Pertempuran Badr. Sebagian kehilangan bapaknya, sebagian kehilangan anaknya, yang lain kehilangan saudaranya. Orang yang paling vokal dalam rapat ini adalah Shafwan bin Umayyah dan Ikrimah bin Abu Jahl.
Ikrimah adalah orang yang paling sukar ditahan. Ayahnya telah memimpin pasukan Quraysy di Badr dan tewas di sana. Sang anak setidaknya bisa berbangga dengan fakta bahwa ayahnya berhasil membunuh seorang Muslim dan ia sendiri membunuh satu orang. Tambahan lagi, ia berhasil memotong lengan Muslim yang melukai ayahnya dengan fatal. Namun, itu semua belum cukup untuk menghilangkan dahaganya akan dendam. Ia menekankan bahwa sebagai bangsawan Quraisy, mereka harus menjaga harga diri mereka dengan cara membalas dendam.
__________________________________________________________________________
(Halaman 2)
"Dan aku telah kehilangan anakku, Handzalah," kata Abu Sufyan. "Rasa hausku untuk membalas tidak kurang dari apa yang kau rasakan. Aku akan menjadi orang yang pertama untuk bersiap dan melancarkan sebuah pasukan yang kuat untuk melawan Muhammad."[1]
Dalam rapat ini, mereka bersepakat bersumpah untuk membalas; kali ini, tidak ada satu pun yang tertinggal. Ekspedisi ini akan disiapkan secara khusus di mana tidak pernah sebelumnya Makkah mempersiapkan ekspedisi seserius ini. Suku-suku lain pun diundang untuk bergabung dalam pemusnahan Muslim. Semua keuntungan dari kafilah dagang sebanyak 50.000 dinar dipakai untuk mempersiapkan ekspedisi ini. Abu Sufyan dipilih sebagai komandan pasukan Quraisy ini.
Abu Sufyan kemudian mengajukan dua keputusan, yang pertama diterima oleh semua. Keputusannya yang pertama adalah tidak ada lagi yang boleh meratapi dan berduka bagi mereka yang tewas di Badr. Air mata akan menghapus kepahitan dalam hati mereka dan Abu Sufyan hendak menahan agar kepahitan ini tidak pergi sampai mereka membalas dendam mereka kepada Muslim. Namun bagi mereka yang beban kesedihannya terlalu berat, mereka menyimpannya untuk diri mereka sendiri.
Keputusan kedua berkaitan dengan mereka yang ditawan oleh Muslim. Abu Sufyan melarang semua upaya untuk membebaskan mereka dalam waktu dekat. Pertimbangannya, Muslim akan meminta uang tebusan yang besar. Keputusan ini tidak dipatuhi oleh sebagian orang. Dalam dua hari, seorang laki-laki meninggalkan Makkah diam-diam pada malam hari untuk menebus ayahnya; dan ketika berita ini diketahui oleh orang lain, mereka juga melakukan yang sama, menebus anggota keluarga mereka. Abu Sufyan pun tidak punya pilihan lain dan mencabut keputusan keduanya ini.
Besaran uang tebusan beragam. Tarif tertinggi adalah 4.000 dirham (sekitar Rp 244 juta berdasarkan harga perak saat tulisan ini diterjemahkan–pent) dan tawaran terendah adalah 1.000 dirham bagi mereka yang tidak bisa membayar lebih. Sebagian kecil tawanan yang terlalu miskin, tetapi bisa membaca-menulis, memperoleh kebebasan mereka dengan mengajarkan sejumlah anak-anak Muslim untuk membaca dan menulis. Sebagian lagi yang miskin dan tidak memiliki bakat apa-apa dibebaskan dengan syarat, mereka tidak akan lagi mengangkat senjata melawan Muslim.
Di antara mereka yang pergi bernegosiasi untuk membebaskan tawanan adalah Ikrimah, Khalid (yang tidak ikut bertempur di Badr karena sedang tidak berada di Hijaz saat kejadian), dan saudara Khalid yang bernama Hisyam. Khalid dan Hisyam menebus saudara mereka, Walid. Ketika mendengar harga tebusannya sebesar 4.000 dirham, ia mulai menawar agar harganya lebih rendah, tetapi Khalid menghentikannya. Harga 4.000 dirham dibayar tunai untuk membebaskan Walid. Ketiga bersaudara ini meninggalkan Madinah dan mendirikan kemah untuk bermalam di lokasi yang bernama Dzul Hulayfah, beberapa kilometer dari pusat Madinah. Di malam itu, Walid diam-diam meninggalkan kemah dan kembali ke Madinah, menghadap sang nabi dan menyatakan ke-Islam-annya. Sejak itu, ia terkenal sebagai seorang Muslim taat dan sangat dekat dengan sang nabi; dan meskipun demikian, hubungannya dengan Khalid tetap hangat seperti sebelumnya.
Meskipun dalam rapat petinggi Quraysy, agenda diskusi adalah masalah pembalasan, satu faktor lainnya yang mendorong Quraysy untuk berperang dengan Muslim adalah keberlanjutan kehidupan ekonomi mereka. Jalur utama kafilah Quraysy ke Syams dan Palestina terbentang di jalan menyusur pantai yang sejak Pertempuran Badr tidak bisa lagi mereka akses. Bulan November, Shafwan bin Umayyah hendak berdagang dan memberangkatkan sebuah kafilah ke Syams melalui jalur yang ia pikir aman. Kafilah ini meninggalkan Makkah melalui jalan menuju Iraq dan setelah mencapai jarak tertentu, mereka memutar ke arah barat laut menuju Syams, melangkahi Madinah di jarak yang aman menurut Shafwan. Namun sang nabi mengetahui keberangkatan ini dan mengirim Zayd bin Haritsah dengan 100 orang pasukan untuk merebut kafilah dan berhasil.
Shafwan kemudian menemui Abu Sufyan dan kedua pemimpin sepakat bahwa karena keberlangsungan perekonomian Makkah bergantung pada keuntungan perdagangan di Syams, semakin cepat Muslim dihancurkan, akan semakin baik. Ikrimah juga tidak sabar dan terus menekan agar hal ini segera dilakukan. Namun Abu Sufyan adalah seorang tua yang bijak. Ia paham bahwa perlu waktu untuk mempersiapkan ekspedisi dan membeli unta, kuda, dan senjata. Ia berjanji akan melakukan yang terbaik.
Persiapan ekspedisi berjalan dengan serius. Ketika persiapan sedang berlangsung, seorang kafir dengan karakter yang kurang meyakinkan menemui Abu Sufyan untuk mengajukan sesuatu. Lelaki ini ini bernama Abu Amir dari Madinah. Ia menentang kedatangan sang nabi agung di Madinah dan menentang bagaimana cepat klannya sendiri, yaitu Bani Aws, memeluk Islam. Sebagai konsekuensinya, ia meninggalkan Madinah dan bersumpah tidak akan pernah kembali selama Muhammad masih memiliki kekuatan. Di Makkah, ia menghasut kaum Quraysy untuk melawan Muslim. Di masa lalunya, Abu Amir dikenal sebagai rahib, tetapi sang nabi memberinya gelar Si Licik! Maka Muslim mengenal orang ini dengan nama Abu Amir Si Licik.[2]
Catatan Kaki Halaman 2
[1] Waqidi: Maghazi, hlm.156-157.
[2] Ibnu Hisyam: Vol. 2, hlm. 67.
Diubah oleh plonard 14-06-2016 07:27
0