Kaskus

Story

twinrosesAvatar border
TS
twinroses
Cerita Suami Galau & Istri Kepo
Assalamualaikum Wr Wb


Penghuni forum SFTH, Sr,, Para Ts, dan tentu saja Momod tercinta, setelah beberapa bulan ikutan galau, termehek mehek, ketawa guling guling akibat baca thread SFTH, saya memutuskan untuk ikutan berbagi kisah hidup saya. Boleh kan? emm boleh donk, kalau gak di bolehin saya tetep nulis kok emoticon-Hammer

WELL,,, Ini adalah kisah nyata yang saya permak sedemikian rupa sehingga menjadi cerita fiksi (bagian saya ganteng, tetep nyata kok emoticon-Coolsaya berperan sebagai seorang suami (ganteng) yang galau karena belum tuntasnya kisah masa lalu, yang berjuang keras untuk membuktikan keputusan saya menikah bukan lah hal yang salah.

Tidak ada peraturan khusus dalam thread ini, Grand rules KASKUS dan SFTH tetep berlaku loh ya.... Kalo kalian mau kepo? kepoin sepuas kalian, karena di sini, di tempat saya tinggal hanya ada dua orang yang mengenal KASKUS ( Saya dan temen saya; orang yang mengenalkan Kaskus pada saya)

Lets Roll..... Cerita Suami Galau & Istri Kepo

Spoiler for Indeks:
Diubah oleh twinroses 21-01-2016 12:57
anasabilaAvatar border
tien212700Avatar border
tien212700 dan anasabila memberi reputasi
2
123K
480
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.5KAnggota
Tampilkan semua post
twinrosesAvatar border
TS
twinroses
#192
Codet
Saya terbangun dari tidur karena suara isak tangis di sebelah saya. Pak Tarno sedang duduk di takhiyat akhir, sholat malam. Sayup2 saya mendengar keluh kesahnya."Ya Alloh. Cuma itu yang hamba harap, kabulkanlah....hamba yakin tidak ada yang sulit dengan kuasa-Mu. ......" okeh, saya cuman dengar itu. Gak lebih, jadi saya putuskan buat tidur lagi.

"Nak Iwan bekal nya seperti biasa?" Ucap Bu Legiman kepada saya, saya yakin cuman basa-basi karena saya melihat bekal saya sudah di bungkus rapi di meja warung. Saya mengambilnya kemudian berangkat kerja. Di jalan saya mendapatkan sms dari Ayu, katanya dia tidak bisa berangkat kerja bareng saya.

Saya pulang jam 6.30 seperti biasa. Ayu tidak masuk kerja hari ini. Ah.... males rasanya kalo harus jalan kali menyusuri kompleks pergudangan. Biasanya kan saya pulang naik moge, bonceng cewek cakep, wangi pula! emoticon-Genit

Saya berjalan baru sekitar dua ratus meter. Insting saya mengatakan saya sedang di ikuti. Saya mempercepat langkah saya. Sampai kemudian sebuab mobil suzuki ap* berhenti tepat di depan saya. Menghalangi jalan.

Mampus!!

Lima orang keluar dari mobil tersebut. Saya sedikit keder. Gila! 5 orang!! Keker2 pula!! emoticon-Takut (S) Mereka memakai setelan hitam, emm t-shirt ketat dan jeans. Memakai penutup kepala kayak itu tuh...penjagal emoticon-Takut (S). Saya melangkah mundur, mengambil posisi jongkok kemudian melepas sepatu saya.

"Woy!! Ngapain lo!!?" emoticon-Mad (S)

"Buka baju bang, siap2" emoticon-Malu (S)

"Sikaaat!!!" Salah satu orang mengangkat tanganya sambil mengepal. Saya sudah siap2 kabur. Saya berlari sekencang mungkin, menciptakan jarak. Duh... berasa populer mendadak eikeh emoticon-Malu (S) saya berhenti setelah mempunyai space cukup jauh dari mereka. Saya menarik nafas dalam2, konsentrasi mengepalkan tangan sekuat mungkin. Setelah saya rasa cukup, saya berlari ke arah mereka. Menyabet yang paling depat, tepat di rahang. Aaarrreggghhhtt....

One down

Saya melewati mereka setelah melepaskan pukulan pertama, mendekati AP* yang masih melintang di tengah jalan. Supirnya masih duduk santai sambil merokok, menatap saya dengan tajam! Begitu mengintimidasi. Buka baju ah... eh... saya berhenti ketika jarak saya sudah cukup jauh. Mengulangi proses yang sama sampai dua kali. Masih ada dua orang yang masih berdiri, tiga lainya sudah gak sadarkan diri. Sayapun kayaknya sudah mencapai batas saya, stamina terkuras habis.

Sabun terkutuk!! emoticon-Mad (S)

"Gak kuat lari lagi?" Damn! Mereka benar, saya sudah mentok.

"Lu mending menjauh sebelum terlambat!!" Saya menggertak mereka

"Masih bacot lo anji*ng!!" Satu tendangan keras mendarat di perut saya. Semetika semua menjadi gelap.

Saya disadarkan oleh percikan air di wajah saya. Saya berdiri menunduk di pinggir jalan dengan bokong menyentuh tiang listrik sebagai tumpuan, tanpa luka berarti. Sementara lawan saya tergeletak tak sadarkan diri dengan bekas luka cakaran di sekujur tubuh mereka. Saya pasti lepas kontrol. Damn it!!

"Lo... Iwan kan?" Ucap seseorang di depan saya. Masih memegang gelas air mineral. Ini orang yang membangunkan saya rupanya. Saya masih terdiam, memperhatikan orang tersebut. Oh.. supir APV tadi. Dia membuka penutup kepalanya. Memperlihatkan bekas luka bakar, emm luka cakaran atau lebih tepatnya luka ckaran yang terbakar (bener gak sih?) di wajahnya. Dari bawah kelopak mata sampai ke bibir bagian atas.

"Codet (nama benar2 saya anagramkan)?" Saya perlahan mengenalinya. Yap. Dia teman seperguruan saya dulu. "loe kok bisa di sini?"

"Kerja lah" dia meneguk habis air mineral yang di bawanya. " Ya ginilah kerjaan gw. Cuman dengan begini gw bisa menyalurkan apa yang kita pelajari dulu" saya berdiri kemudian meninggalkan Codet. Tanpa melanjutkan pembicaraan lebih lanjut.

"Jauhi Ayu." Saya tidak memperdulikan ucapanya. Jujur saya kecewa dengan kerjaan si Codet. Mengingat dia dulu adalah anak yang paling lurus di antara kami. Entah apa yang membuat dia mengambil pekerjaan ini. Saya tidak tau dan ah... peduli setan!!

Sekitar jam 7.30 ketika saya sampai di kost. Saya kaget mendapati Ayu sedang duduk di dalam warung, sambil menangis sesenggukan. Dia berhenti menangis dan membersihkan air matanya dengan jilbab saat melihat saya di depan gerbang

"Mas?" Dia meraba seluruh bagian tubuh saya. Seperti memastikan sesuatu. "Mas kok baik2 saja?" Loh kok...

"Kamu kenapa Dek? Kok keliatanya gak seneng gitu saya pulang dengan utuh?" emoticon-Bingung (S)

Dia memeluk saya kemudian kembali menangis. "Mas Iwan besok gak usah kerja!! Pokoknya Mas Iwan harus meninggalkan kawasan ini!" " Papa udah tau tentang hubungan kita Mas!" Saya makin bingung, sejak kapan kami menjalin hubungan? Well, dia cakep, tajir, emm okeh sexy... yah saya ngaku... saya juga kayaknya naksir dia (Riska taru mana?)

"Emm.. emang hubungan kita apa Ay?" emoticon-EEK!

"Hoh?" emoticon-Kagets

"Hubungan kita apa?" emoticon-EEK!

"Eh anu...nganu Mas..." dia melepaskan pelukanya, memainkan jari telunuknya. "Emmm...." dia masih memainkan jari telunjuknya, mukanya memerah "kita kan.... deket"

"Ah .... Mau bilang pacaran aja susah amat Ay"

"Emang kita pacaran Mas?" emoticon-EEK!

"Serah lu dah Ay.... serah Lu!!"

"Asiik.." gila nih anak. Barusan nangis bombay. Kok jadi ceria mendadak gini?

"Kok tadi kamu mewek Ay, ada apa?" Pertanyaan itu sukses bikin mood nya ancur! Nangis lagi!

"Ayum ikut Mas, ada hal yang perlu Mas ketahui"



Catatan
Tolong sikapi dengan bijak ya... adegan kekerananya abaikan. Ntar eikeh ikutan keras
.. ehh..


Diubah oleh twinroses 23-06-2015 19:13
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.