Kaskus

Story

natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
I Am (NOT) Your Sister
Dear Warga SFTH.

Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.


I Am (NOT) Your Sister

Big thanks to quatzlcoatlfor cover emoticon-Smilie

Quote:
Diubah oleh natashyaa 20-01-2018 23:32
imamarbaiAvatar border
pulaukapokAvatar border
itkgidAvatar border
itkgid dan 8 lainnya memberi reputasi
9
465K
3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
#632
F Part 27
Hari Senin tanggal merah, gue sudah janji mengantar Stella ke makam Ayu, teman sekelas gue dan Stella pas SMP, dia sudah meninggal tiga tahun yang lalu. Ayu meninggal karena kecelakaan, lalu hubungannya dengan Stella? Ayu adalah sahabat baik Stella dan Stella adalah orang yang menyuruh Ayu untuk pergi ke rumahnya. Dalam perjalanan ke rumah Stella terjadi kecelakaan yang mengakibatkan Ayu meninggal. Padahal saat itu Ayu sudah janji mau main ke rumah gue, tetapi Stella memaksa Ayu untuk pergi ke rumahnya dulu karena Stella mau pinjem buku catatan Ayu. Semenjak kejadian itu Stella sempat trauma dan merasa sangat bersalah, sehingga dia memutuskan untuk pindah ke Jakarta, untuk melupakan kejadian itu.

Gue dan Stella sekarang sudah berdiri di depan batu nisan Ayu, malang sekali nasib Ayu, anak manis ini harus mati muda. Terisak tangisan Stella, sementara gue hanya berdiri memandanginya. Yah mau bagaimana lagi, inilah alur kehidupan. Seperti halnya papan catur, semua yang berjalan dan dilewati serta kita tinggalkan hanya untuk kematian. Gue pun disini sebenarnya melihat kematian, orang-orang pasti akan mati, kupu-kupu yang hinggap di bunga itu pun akan mati, tanaman akan mati, Stella dan gue sendiri pun akan mati. Itulah cara gue melihat kematian.

Setelah menaruh bunga dan memanjatkan doa, Stella dan gue langsung pergi. Daripada terlarut dalam kesedihan dan perasaan bersalah yang gue lihat dari mata Stella, gue mengajak Stella untuk pergi mencari hiburan dan mencoba menyadarkannya bahwa semua itu bukan salah dia.

“Stell, sudah lah. Semuanya bukan salah lo kok,. Ayu sudah bersama Tuhan di Surga sana. Dia pasti sedih melihat lo sedih terus begini.”
“Fe sebenarnya waktu itu aku cemburu kepadamu, Ayu malah mau pergi ke rumahmu, makanya aku paksa dia datang ke rumahku.”
“Sudahlah Stell, gue udah lupa, gue kira juga lu udah ngelupain hal ini, tapi kok masih ingat juga?”
“Gak semudah itu kali Fe.”
“Sudahlah ayo kita pergi main aja, refreshingg…”

Stella hanya mengangguk saja.

Gue putuskan untuk mengajak Stella nonton saja, kebetulan ada film baru yang pengen banget gue tonton lagian gue udah lama gak pergi ke bioskop. Ditengah pemutaran film gue sebenarnya jadi tidak fokus ke film, gue hanya memperhatikan Stella yang menatap layar dengan tatapan yang kosong, pikirannya sepertinya melayang entah kemana. Tapi, ada satu hal lagi yang bikin gue gak fokus nonton. Yaitu, suara yang begitu familiar di telinga gue. Suara cewek dan cowok yang berada di belakang tempat duduk gue. Omelan, komentar, dsb nya dan bikin gue tambah gak fokus ke film. Suara ini khas dan membuat gue penasaran. Untuk memastikanya gue sedikit mencari-cari celah untuk menengok ke belakang.

Itu kan Ani dan Reza? Pikir gue dalam hati setelah berhasil melihat dua sosok manusia tersebut dalam ruangan yang redup ini.
Untuk memastikannya gue harus menunggu film ini selesai agar cahaya lampu bisa segera menyala dan gue bisa melihat dengan jelas dua sosok manusia berisik tersebut yang mengalihkan fokus gue dari film.

Dan tepat sekaliiii, setelah film selesai dan lampu mulai menyala, gue melihat Ani dan Reza sedang nonton juga berduaan.
Gue menunggu mereka turun duluan. Sementara itu, Stella masih bengong dan melamun, kayaknya nih anak emang gak beres dan gue ragu dia tadi nonton film apa nggak.

“Stell, ayoo..” Gue membangunkan Stella dari lamunannya. Dia pun tampak kaget dan segera sadar karena film sudah selesai.

Gue dan Stella pun langsung turun ke bawah, gue berjalan agak cepat karena ingin menyusul Ani dan Reza.

“CIYEEEEEEEE!!!!!” kata gue dari belakang mereka.

Mereka terus berjalan dan sepertinya tidak mendengar suara gue.

“Ekhem…Ekhemmm..”

Buset gue dikacangin. Mereka berdua ini kompak tuli ya.

“Woiiii Aniii ! Reza!” Terika gue setengah kesal..

Akhrinya mereka membalikan badan dan melihat ke arah gue dan mereka sepertinya terkejut melihat gue ada di belakang mereka.

“Loh ada kak Fe?” Ani nanya.

“Selamat yakkk.” Kata gue sambil tersenyum.
itkgid
itkgid memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.