Buat Potensi-potensi Sepakbola yang Lagi Galau main di Indonesia, SILAKAN CEK INI.
TS
sancimelekete
Buat Potensi-potensi Sepakbola yang Lagi Galau main di Indonesia, SILAKAN CEK INI.
Ya Ampun...Lagi-Lagi HT.
Ini HT ketiga dalam sebulan terakhir. Gak nyangka aja.
Alhamdulillah
TRIT INI DIKHUSUSKAN BUAT ente-ente yang telah atau akan menyandarkan hidupnya pada SEPAKBOLA
Spoiler for Introduction:
Serba tidak pastiadalah ungkapan tepat menggambarkan Pesepakbolaan Indonesia. Instansi terkait, PSSI maupun Menpora, sudah terlalu lama menyuapi fans sepakbola dinegara ini dengan kondisi carut marut. Fans sudah kenyang (bahkan kembung) dengan hasil minor Timnas segala level (kecuali Timnas U19 yg tahun 2013 juara AFF U19 dan lolos AFC Cup U19 setahun berselang). Timnas level senior yg merupakan Timnas sebenarnya, yang merupakan representasi sepakbola suatu negara, 2 dekade ini tidak pernah lagi menyuguhkan prestasi kepada pecinta sepakbola tanah air.
Spoiler for Kita punya potensi!:
Padahal negara ini punya potensi no.1 dalam merengkuh keberhasilan, yaitu SDM yang melimpah (populasi Warga Negara menembus Angka 240 juta!). Bagaimana mungkin dari jumlah ini, taruhlah hanya 5%(berarti 12 Juta) yang benar2 gila sepakbola sekaligus melakoni aktivitas hariannya dengan bermain sepakbola (baik dianggap sebagai pekerjaan atau hobi), PALING TIDAK 50 orang bisa menjelma menjadi Pesepakbola TOP??! Pesepakbola TOP disini adalah mereka yg sanggup MELANGLANG BUANA ke Negara2 lain yg setingkat diatas Indonesia kemudian menembus tim reguler. TOP dari segi skill, TOP dari segi branding, TOP dari penularan motivasi ke bibit2 sepakbola lain?
Hai, bagaimana mungkin tidak bisa lahir 50 Orang saja dari jumlah yg bejibun ini??!
Spoiler for Tetapi malah ancur2an:
Sistem yang salah.
Federasi Sepakbola yang Salah.
Negara yang salah.
Pelatih yang salah.
PEMAIN juga yg salah.
Lalu apa lagi yg salah? Sepertinya semuanya bisa disalahkan. Berdiskusi tentang hal ini laksana mengurai benang kusut setinggi rumah.
Tak usah dipungkiri lagi berkarir dibawah atmosfer buruk akan berdampak buruk kepada pemain itu sendiri. Lama-lama disini akan membuat mereka RAPUH dalam GALAU berkepanjangan. Buktinya? Ya ini, 2 bulan belakangan sepakbola negara ini TENGAH TAK BERTUAN. Menunggu Sang Tuan berarti kembali berkutat di zona tak pasti. Saking tak pastinya salah satu potensi sepakbola Indonesia, Manahati Lestussen mulai berpikir alih profesi menjadi TNI AD (kebetulan memang ada tawaran untuk itu).
source : http://www.bola.net/indonesia/manaha...ni-7a2403.html
Spoiler for Saran Ane:
Lalu, Masih mau menunggu segalanya beres? Beres masalah ini, bisa jadi muncul manuver2 permasalahan baru. Tanpa mengecilkan arti negara ini, tapi akuilah Indonesia negara penuh masalah bukan? Pemain sepakbola juga manusia yg butuh kepastian masa depan : kepastian masa depan yg baik atau masa depan yg buruk. Tinggal Pilih.
Well, keadaannya sudah begini. Seperti yg ane katakan, kondisi carut marut ini butuh proses yg lama untuk kembali lurus.
Dan setidaknya dari proses perbaikan segala lini, sang pemain itu sendiri ada baiknya berpikir untuk KELUAR DARI NEGARAini untuk sementara. Tentu saja maksud ane bukan berarti beralih kewarganegaraan, tapi ada sebuah jalur yg sangat mulia untuk si pemain pribadi, dan juga mulia untuk bangsa. Apa itu? YAH, bermain sepakbola di luar negeri yang sistemnya sudah lebih baik dari Indonesia.
Spoiler for Informasi berharga:
Barusan ane dapat informasi, bahwa : Ada kesempatan bagi pemain Indonesia yang ingin merumput di luar negeri. Klub asal Belanda, MVV Maastrichtmemberikan kesempatan untuk bergabung.
Tapi klub Jupiler League (Eerste league), alias divisi dua Eredivisie Belanda, tidak mengsyaratkan secara khusus membuka kesempatan untuk pemain asal Indonesia, tapi siapa pun yang merasa memiliki CV yang bagus.
MVV memang sedang mencari pemain baru untuk musim depan. Bila klub lain lebih memilih menyaring pemain yang akan digaetnya, MVV malah mengajak siapa pun yang bergabung untuk mengirimkan surat lamaran dan CV mereka.
Dalam situs resmi klub, MVV mengungkapkan bahwa pemain yang berminat bergabung bisa mengirimkan lamaran mereka ke scouting@mw.nl. Selain lamaran, mereka juga harus menyertakan resume karir sepakbola mereka.
Walaupun klub ini bukan tim sepakbola raksasa di Belanda, namun mereka pernah juga meramaikan persaingan Eredivisie. Sedikit penampakan profil MVV. Maastricht 15 tahun belakangan :
Note :
Eredivisie = Divisi Utama Liga Belanda.
Eerste Divisie = Divisi Kedua Liga Belanda.
(Mungkin ada yang tau tentang klub ini ketimbang ane?)
Beberapa penampakan suasana klub MVV. Maastricht
Spoiler for MVV. Maastricht:
Walau divisi dua Liga Belanda, tapi cukup impressive juga suasana stadionnya. Keliatan kalau stadionnya kecil tapi mulus gan, selevel si Jalak Harupat Bandung atau Kanjuruhan Malang mungkin.
Spoiler for AYOO MAIN KELUAR NEGERI:
Nah barangkali minat, bagi kalian PEMAIN TIMNAS U-19, U-23, dan Pemain senior lainnya yg sudah jengah dengan keadaan ngaco di Indonesia, silakan coba main di Liga Divisi 2 Belanda bersama MVV. Maastricht.Toh, ini klub lagi membuka peluang juga. (Sori gan, ane gak promoting division klub ini, tapi ini memang atas inisiatif ane aja, barangkali bisa membantu para pemain sepakbola Indonesia yg mulai galau). Bermain diluar negeri macam Belanda bisa memberi banyak sisi positif, seperti nilai kedisiplinan, mengasah skill karena persaingan disana lebih ketat, merasakan sistem tata kelola sepakbola yang baik, dll. Dulu, pemain sekaliber Bambang Pamungkas juga pernah bermain di EHC Norad (Divisi 3 Belanda), dan kita sama tahu bagaimana skillful nya dia saat kembali ke-Indonesia. Menimba ilmu secara maksimal itu perlu gan. :
Dan, sesungguhnya tidak perlu terlalu menspesifikasi arah Keluar Negeri ini, Belanda bukan satu-satunya negara dengan sistem Liga Sepakbola yg lebih baik dari Indonesia. Untuk kawasan Asia Tenggara saja, ada Liga Thailand yg sekarang sudah seperti Liga Inggrisnya- Asia Tenggara (Liga Thailand adalah Liga terbaik di Asia tenggara), ada Liga Vietnam, Ada Liga Malaysia, dan Ada Liga Australia (si tetangga di Selatan). Tidak lebih lama dari 5 jam dengan pesawat (dari Jakarta) untuk bisa menyentuh Vietnam, Thailand (di utara), dan Kota Perth Australia (di Selatan). Jadi usahlah ragu merantau kesana.
Spoiler for Beberapa Pemain WNI di Liga Luar Negeri:
For information, Berikut WNI yang tengah bermain di Luar Negeri : 1. Andik Vermansyah (Selangor, Divisi Utama Liga Malaysia)
2. Sergio Van Dijk (Suphanburi, divisi utama Liga Thailand)
3. Irfan Bachdim (Consadole Sapporo, divisi ke-2 Liga Jepang)
4. Arthur Irawan (Waasland-Beveren, divisi utama Belgia)
5. Greg Nwakolo (BEC Tero Sassana, Divisi Utama Thailand)
6. Dedi Gusmawan, main di Zeyar Shwe Myay FC (ZSM FC) di Liga Utama Myanmar
Spoiler for Dedi Gusmawan:
Spoiler for Who's Next?:
Setelah mereka siapa lagi?
Mari kita tunggu. Karena sejatinya ada beberapa pemain potensial yg patut KELUAR DARI NEGARA ini, diantaranya :
1. Evan Dimas. (Pemain Tengah, eks Timnas U19, sekarang main di Timnas U23 dan Senior)
2. Agung Supriyanto (Bek Timnas U23).
3. Ahmad Noviandani (Winger Timnas U23)
4. Manahati Lestussen (Bek Timnas U23)
5. Alfin Tuassalamony (Bek Kanan, Eks timnas U23 dan sekarang main di Timnas Senior)
6. Boas Salossa (Striker, Timnas Senior)
7. Zulham Zamrun (Second Striker / Winger, Timnas Senior)
Semoga Saran dan informasi ini berguna buat pemain sepakbola Indonesia. Selain mensejahterakan masa depan, main kesana juga bisa mengasah skill, kalau bisa bermain reguler : tentu saja mengharumkan nama Negara ini.
Spoiler for Akhir kata:
MARI DUKUNG Pemain2 Berkualitas Indonesia Bermain keluar Negeri. KAMI TUNGGU KABAR KEBERANGKATAN KALIAN HAI ANAK-ANAK BANGSA
Original Posted By alialyazid►selama ada campuran politik PSSI bakal tetep begono. Si tim trisisi juga kalu masih berbau politik gk bakal bagus.
Quote:
Original Posted By outbound.id►Main ke luar negeri adl pilihan rasionalis.
Saya setuju banget itu.
Quote:
Original Posted By doogotmai92►kalo ni ada orang yg berani, pecat semua pengurus PSSI skrg, ganti yang baru. yang ga ada kepentingan lain. yang bukan anggota partai. jadi fokus ni benahin PSSI. dan tentunya yang udah berpengalaman. bukan yang bego2 gatau apa2 tiba2 masuk pssi.satu lagi kalau mau kirim keluar negeri bukan cuma pemain. pelatih juga. suru timba ilmu disana.
Quote:
Original Posted By kuruskering91►Banyak banget potensi sebenernya yg bisa main di luar. Khususnya untuk ex U-19. Paling tidak mereka pernah di genjot dengan sistem kepelatihan profesional layaknya di luar negeri, smpe2 makanan saja di atur porsinya.
Quote:
Original Posted By azizgugub►Pernah baca ada orang NTT yang jadi kiper di u-17 Juventus.
Tapi sayang udh pindah warga negara jd Italy karena gak bakal berkembang main di Indonesia katanya.
Dy bilang pernah ikut seleksi Youth dari Persija dan Persib tapi ga lolos.
Entah siapa yang seleksi ampe ga lolos, sedangkan di Juventus lolos
Curiga KKN udah merajalela
Quote:
Original Posted By gauzkeren►kalo mau maju emang harus berani keluar dr zona nyaman...
maen di luar negeri emang gk gampang, tp itu akan membentuk karakter dan skill utk para pemain muda...
semoga sepakbola Indonesia kelak bisa maju...
Quote:
Original Posted By fastfirecool►Semoga mereka dapet kontrak dari Klub di Luar Negeri dan juga pengalaman tambahan dulu..
Sampai setidaknya pesepakbolaan Indonesia kembali kondusif..
Quote:
Original Posted By Madarasenju►ya kalo ada tawaran main di negara lain ya ambil aja ketimbang nunggu ketidakpastian di dalam negeri gan
Quote:
Original Posted By qurapica►contoh noh Irfan Bachdim.. sekarang main di Jepang.. kemarin ane nonton J-League cukup bagus mainnya..
untung aja ga di Indo, di Indo dia cuma jadi artis.. buat apaan, cuma buang-buang waktu di sini
sekarang dy main di LIGA JEPANG yang BENER-BENER PROFESIONAL ga kaya LIGA INDONESIA
Quote:
Original Posted By omhilmirf►Jadi bingung, ane juga pernah berpikir semua pemain sepakbola indonesia dibina di negara luar, lagian udah ga percaya ama federasi sendiri. Tunggu waktu yang berbicara deh
Btw MVV. Maastricht pernah lawan persib bandung. Entah tahun berapa lupa lagi
FYI nih gan, Park Ji sung saat main di club luar ( termasuk MU) masih ga bisa bahasa inggris. Orang korea itu sulit + nggak terlalu suka sama bahasa inggris ( ada beberapa pembahasan di yutub, dan ane ngalamin sendiri pas di korea susah cari org yang mau ngobrol inggris). Di MU awalnya Park ji sung kalo di kasih arahan sama sir alex ngangguk2 doang, pas pengarahan selesai nanya ke evra dan dijelasin pake bahasa hutan (pernah diceritain sama park ji sung & evra saat jadi tamu di Runningman) mereka temenan deket. tapi akhirnya Park ji sung jago juga bahasa inggrisnya setelah sekian lama. so... jangan takut cuma karena bahasa, di Indonesia enak, alphabetnya sama & kita cukup familiar sama bahasa inggris sederhana (contohnya di elektronik rata rata pake bahasa inggris), jadi kita bisa selangkah lebih maju dari negara yang alphabetnya beda dalam masalah bahasa international.
Quote:
Original Posted By superbandar.com►
betul banget gan... orang indo payah banget inggrisnya kaya ga ada budget khusus buat les inggris aja
still better I , no can talk england but can hear england
Quote:
Original Posted By faizraiser►Emang bagusnya ngga disini sih mending nyoba nyari akademi di luar Indonesia, kali aja di akademi tersebut pemain Indonesia bisa mencapai potensi maksimalnya, kalo disini mereka sering diabaikan malah dipake buat bahan mainan mafia sepakbola
coba liat orang jepang, korea mereka itu bahasa Inggrisnya JELEK banget.. mungkin ama anak sd jaman sekarang di Indo ama orang dewasa Jepang/Korea itu bagusan anak sd indo gan..
Indonesia itu kosakata mirip Ingggris, jadi ga ada alasan kalo bahasa
Quote:
Original Posted By fatafani►Dari dulu pssi gak mau brubah. Itu jg evan dimas kmren udh mau di kontrakj sama club australi tp malah di larang sama persebaya SANGAT DI SAYANGKAN
Quote:
Original Posted By blindwolf►Maen di liga indonesia justru ga berkembang. Absolut
Quote:
Original Posted By bemykrueger►btul gan TS syg kn bibit2 unggul hrus layu sbelm brkembng d krnakan d kmpungnya sndri ga d bina dngn baek, asl jgn lupa aj ma tnah klahiran klo dh sukses d luaran sna..
Quote:
Original Posted By warteg.edan►jangan balik ke indonesia dah yang maen diluar, tar kaya syamsir alam
Quote:
Original Posted By anoman_obong►bener banget, nggak sekedar ngejaga biar tetep main bola.. tapi juga bikin standar pemain2 kita meningkat, dengan terbiasa main di sistem yg bagus.. bahkan liga malaysia aja kayanya udah lebih terjamin daripada di indonesia.. bagusnya lagi, kalo pemain kita banyaj yg main di luar, mainnya bagus, orang2 yg peduli bola bakal kegerak buat ngehidupin lagi federasi yg udah bersih dibandingin PSSI yang ada sekarang
Ane juga ngarep gitu, pemain berbakat Indonesia lebih baik ambil kalau ada kesempatan diluar negeri, cuma kalau dalam waktu dekat ini relatif agak susah.
Pertama, masalah penerbitan ITC ( International Transfer Certificate ). ITC itu kan yg berhak nerbitin adalah Federasi Sepakbola negara tsb ( PSSI ) dan telah disetujui oleh klub lamanya. Nah situasi sekarang PSSInya sedang disanksi, otomatis agak terhambat prosesnya ke FIFA. Jangankan disanksi, dengan pembekuan PSSI aja berarti kewenangan PSSI untuk nerbitin ITC otomatis terhambat.
Kedua, kemauan klub. Rata-rata mereka udah teken kontrak semusim dengan klubnya. Kalau klubnya dibubarkan sih ga masalah, karna otomatis kontrak tsb selesai ( namun tetep hak pemain yg ada di kontrak harus dipenuhi ). Nah kalau klubnya blm bubar namun gasetuju? Otomatis ITCnya tidak terbit karena tidak ada persetujuan dr klub sebelumnya, kecuali nunggu kontraknya habis/diputus terlebih dahulu.
Ketiga, transfer windows. Untuk Liga yg startnya seperti Liga Eropa ( start Juli - Agustus ) sih ok, karna transfer windowsnya sudah dibuka. Nah kalau yg dr awal tahun, ada kemungkinan break liganya sudah selesai sehingga transfer windownya sudah tutul. Otomatis pemain harus nunggu musim depan u/ ikut dengan klub barunya.
Segitu aja tambahan dr Ane, maap banget kalau kepanjangan da niatnya cuma sharing doang kok hehe. Btw kalau ada kesalahan tolong dikoreksi aja, tq.
Quote:
Original Posted By Ziyau►Kasihan yang macam Gwan Adsit, lama nimba ilmu di luar giliran balik ke indonesa malah ancur sepakbolanya.
Saran yg bagus dari TS. Apalagi Belanda ini kan "dekat" dg indonesia. Bisa lah dicoba disana.
Quote:
Original Posted By restrish.►Nah setuju nih.
Pemain sepakbola jangan terjebak di zona nyaman lah, cuma pengen main di klub daerahnya. Okelah main di klub daerah bisa jadi local pride, tapi kalo kalian keluar negeri dan sukses disana bakal lebih membanggakan, kaya Andik.
Gausah muluk muluk, liga malaysia atay thailand dulu aja yg lebih profesional, ane yakin pemain Indonesia bisa tembus.
Quote:
Original Posted By Daines►
Yang paling bermasalah adalah Indonesia.
Republik Federal India punya beberapa pemain yang berlaga di liga yang terhitung lebih kompetitif dibanding liga dalam negrinya, seperti :
Indonesia?
Berarti bisa disimpulkan, walaupun ketiga negara ini masih sarat dengan korupsi, kolusi, nepotisme, dan pengaturan pertandingan, Indonesia adalah yang paling parah.
Quote:
Original Posted By mahfud32►ayo main main ke eropa .. disana dunianya sepak bola .... siapa tau bisa jadi bintang salah satu club favorit ...
Quote:
Original Posted By botenbinojo►
klub luar negri itu lebih bagus lah mereka itu makanan, suplemen ada dokter yg ngatur porsinya, kalo disini jgn kan suplemen. makanan aja asal asalan, temen ane di klub bola (sekelas tarkam), dia itu lolos seleksi di U20nya Persisam dia itu cerita waktu di asrama kalo makan itu masing2 ke warung gan gimana mau bagus fisik kalo makannya asal. ane aja kadang kalo mau ada tarkam ane jaga tu pola makan sama komposisinya. mau deh ane main di luar kalo ada yg nampung
Quote:
Original Posted By HandiStrife►Krluar negeri buat bljr lebih bagus emang even division 2 or 3.. mau do divisi 1 liga indo juga ttp aja beda tipikal permainanya.. di luar indo byk ilmu yg bisa di dpt.. mau bukti dl sblm bachdim jd bintang iklan yg baru pulang dr belanda..pas uji di timnas true pas sih bachdim tuh kaga ada yg bisa ngikutin pdhl itu emg tipikal maen di luar..pemain indonya aja jrg ada yg bisa ikutin..
Diubah oleh sancimelekete 20-06-2015 09:48
0
40.6K
Kutip
349
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
sebenernya bisa niru cara thailand aja untuk sekarang udah bagus bro...hehe
Iya bener sekali tp sayangnya... sepak bola kita ini TERLALU AROGAN Bro
Buru2 niru Thai or Malay or Sgp gimana sukses juara AFF or SEAG... sepak bola kita termasuk pengurus dan fansnya mah udah keblinger sok Eropa Eropa an sih... makanya rajin ngirim pemain2 kita belajar jauh2 mahal2 repot2 susah2 ribet2 ke Eropa... tp infrastruktur + sistem + pendanaan + pembinaan + staff + pelatih + disiplin + mentalitas masih belum dibangun selaras serasi dan mendukung upaya2 peningkatan skill dan kemampuan teknis pemain kita...
Udah terlalu banyak contoh2 sukses di ASEAN sebenarnya, tp semua selalu gurem kelindas pencitraan dan keblinger dikit2 mau belajarnya dari Eropa... emang disana bisa upgrade skill + mental + wawasan lebih tinggi lebih baik lebih cepat lebih mutu... TP KALA SDM KITA BELUM MEMADAI YAH SAMA AJA GOMBAL BS kan gitu toh Bro
Analoginya kaya anak SD dusun di puncak Kelud disuruh belajar teknik fusi nuklir jauh2 ke UCLA... tp nanti abis selesai belajar terus balik ke dusun di puncak Kelud... la apa gunanya coba kan ? kala dia harusnya cukup dikirim belajar ke ITB or IPB saja dan belajar ilmu yg sesuai ama sikon yg ada
Susah dah mau belajar dari Thai kala kita belajar dari tetangga dekat kaya Sgp or Malay aja gagal terus.... yg kita pelajarin cuma gimana caranya adu ego dengan rajin mengirim pemain2 ktia belajar kemahalan ke Eropa dan mengundang berjibun tim2 mahal buat promosi dan jualan tiket gala dinner + jamuan bersama + coaching clinic dengan tiket harga edan2an yg cuma bisa dinikmati anak2 orang borju buat hepi2an doank... dah gitu doank
Gak bisa belajar meniru mencontek gimana mereka bisa mengejar sepak bola kita dan gimana mereka bisa sukses dalam waktu terbatas... hal2 spt itu aja sudah susah apalagi mau belajar dari Thai kan jelas tambah susah
Ironis sekali kala negara Thai kan sebetulnya jg banyak konflik dibuktikan sbg salah satu negara dengan fase kudeta terbanyak di Asia tuh... nyatanya sepak bola mereka bisa maju dan sukses, at least lebih dibandingkan negara kita misalnya
Betul om Klinsi, kalau saya pribadi sih lebih suka pemain Indonesia tampil di liga2 Eropa.
Pemain dari negara miskin Afrika macem Pantai Gading, Togo, atau Ghana saja bisa menghasilkan pemain world class macem Drogba, Adebayor, atau Essien, padahal situasi negaranya Kacau Dan liga lokalnya bisa dibilang liga kelas 2.
Tapi, mereka bisa muncul jadi world class player.
Kalau Ada 1 atau 2 pemain Kita yang bisa jadi world class player di Eropa, mungkin Kita bisa bersaing di regional Asia.
Mengingat timnas2 kyk Jepang atau Korsel juga beberapa pemain nya tampil di Liga Eropa, sebut saja Kagawa atau dulu Ada Park Ji Sung.
Lah Tim Afrika macem Ghana atau Senegal saja lawan Timnas Jepang atau Korsel saja kadang kalahnya beda2 tipis kok
Kalau negara2 Afrika biasanya tampil di negara bekas jajahan kayak Liga Perancis gitu. Saya belum pernah tahu Ada pemain Indonesia yang bisa tampil di Klub Divisi Utama Liga Belanda? Ga perlu Ajax atau PSV, mungkin SC Heerenveen atau Utrecht saja sudah bagus kalau bisa tampil di sana, untuk merintis karir. Nama kyk Drogba dulu merintis di Klub kecil juga kyk Le Mans, Yaya toure juga main di Klub kecil liga Belgia kyk Beveren, kalau memang pemain Kita bertalenta pasti bakal dilirik sama talent hunt sana kok.
Kalau urusin sepak bola lokal Dan berharap world class player Dari ISL sih, sampai Indonesia jadi negara maju juga gak bakal bisa, lah wong Jepang yang jelas2 negara maju saja masih sulit buat menghasilkan yang bener2 world class player.
Pengecualian mungkin buat negara2 Amerika Latin, yang saya sendiri bingung gimana sepakbola negara mereka bisa maju banget, padahal diliat dari negaranya Dan kompetisi liga lokalnya juga masih banyak masalah
Wah klo dari Afrika sih sebenarnya terbantu karena sikon fisik mereka emang sudah dikenal unggul buat produksi atlet2 top dunia nih... ditambah pembinaan sepak bola disana emang lagi maju akibat bantuan FIFA dari 90an dan kebetulan penguasa2 di sana rata2 jg menggemari sepak bola makanya cabang tsb banyak medapatkan porsi focus dan pendanaan jg paling besar
Waduh Bro, kayanya kita terlalu muluk buat membicarakan PEMAIN WORLD CLASS dari Indo dulu sih Bro... kita punya stok pemain level ASIA CLASS aja udah nihil eh sekarang... pemain2 level ASEAN kita aja jg banyak yg modelnya kaya Messi sekarang, cuma jagoan di lokal tp begitu membela timnas langsung mendem melempem...
Jangankan jadi pemain world class di liga Eropa, pemain2 kita jadi ASEAN class player di liga2 ASEAN aja masih terlalu jarang kok Bro... makanya pemain2 kita pada gak laku di liga2 Thai or A-League misalnya... liga2 ASEAN terbaik pada umumnya gitu
Apalagi di level ASIA... pemain terbaik kita salah satunya si Bachdim aja cuma laku di tim semenjana di J-League Bro dan legenda Puttiray aja cuma laku di tim HK saja... makanya kita harus bertahap membangun sepak bola kita
Gak bisa dan bakal terlalu banyak gagal dan tambah mahal aja bila kita belum apa apa udah terlalu jumawa mau membangu pemain world class di liga Eropa... karena kita gak punya pendanaan sebesar Qatar jg belum memiliki sistem2 dan kualitas fisik sebaik Afrika juga sih
Semakin besar dan muluk visi mimpi dan cita2 kita maka itu jg harus diimbangi ama kerja keras cerdas yg menuntut pengorbanan dana waktu tenaga focus support dan kesempatan yg semakin besar brutal mahal... yg tentu sudah jelas gak mampu disupport pemerintah maupun PSSI kita sayangnya
Sudah ada beberapa pemain kita yg pernah tampil di Eropa kaya Kurniawan, Bepe, Syamsir, Tristan, Jeffrey, Bachdim, Dijk, dll... tp yah sayangnya walau ada yg bagus kaya Kurniawan dulu tp sayangnya level disana masih terlalu berat Bro buat pemain2 kita... dan namanya jg manusia, maka gak ada satu pun pemain2 kita yg bermain di Eropa nanti sudi mengorbankan gaji dan kesempatan hidup lebih baik demi karir sepak bolanya dan jg biasa mudah keserang penyakit kangen berlebihan... jadinya mudah fail dan mudah stagnan
Sasaran lebih tepat itu klo muter2 di Asia dulu saja... selain kedekatan faktor geografis jg level yg dibutuhkan buat menembus tim2 top di Asia masih belum segila di Eropa... karena realitanya level klub2 cupu di Eropa sudah hampir sama kaya level klub2 top Asia sekarang sih jadi harusnya meniru model2 kaya Bachdim dulu Bro
Klo level kita udah mampu survive dan kompetitif di Asia, maka jalan menuju Eropa akan jauh lebih mulus dan murah dikareakan kesiapan level dan exp pemain kita buat lebih matang dan solid bermain ke Eropa, sementara klo langsung mau memanjat dari Indo ke Eropa jelas cuma akan semakin menambah berat tantangan dan hambatan yg harus dihadapi pemain2 kita
Klo Amerika Selatan banjir pemain2 world class karena disana soccer udah jadi olah raga no 1 yg banyak dimanfaatkan sbg jalan pintas keluar dari kemiskinan luar biasa disana dan terbantu oleh bakat2 mereka yg emang dikenal sangat baik sih Bro
Walau liga2nya kacau dan banjir masalah KKN tp orang2 Amerika Latin dikenal sangat memiliki bakat2 individual yg luar biasa dalam mengolah bola, mungkin terbantu karena olah raga mengolah bola sepak bola kuno kabarnya udah ada lama dalam budaya nenek moyang mereka dulu sbg salah satu bentuk ritual disana... ditambah banyak bakat2 mereka yg banyak dipoles di Eropa bikin stok pemain2 world clas selalu banyak ada di sana jg
Nah klo di Indo jelas susah karena bakat2 kita tidak sebaik bakat2 pemain Amerika + fisik2 kita jg tidak sekuat fisik2 pemain2 Afrika + infrastruktur dan sistem kita jg tidak sebaik yg di Eropa + pendanaan kita tidak sekuat yg di Asia + PSSI kita tidak sesolid kaya yg di Thai, Malay, Sgp... SEMENTARA SEMUA STOK KKN ALA AMERIKA + AFRIKA + ASIA + ASEAN semua ada dan banyak hadir di Indo jadi yah sepak bola kita jadi gurem begini akhirnya
Butuh waktu... yg semakin lama mahal kala terus aja pengurus PSSI tidak serius mengelola bola kita dan cuma mau berkuasa semaunya
Klo Brazil or Uruguay aja bisa terpuruk, apalagi sepak bola Indo... kan gitu realitanya kala PSSI kebanjiran oknum, kualitas bakat sebaik apapun aja tidak akan bisa mengimbangi kehancuran sistem apalagi kala udah bakat2nya masih kasar raw belum terpoles dan sistemnya ancur, keban FIFA lah salah satu hasilnya Bro