- Beranda
- Stories from the Heart
Cerita Suami Galau & Istri Kepo
...
TS
twinroses
Cerita Suami Galau & Istri Kepo
Assalamualaikum Wr Wb
Penghuni forum SFTH, Sr,, Para Ts, dan tentu saja Momod tercinta, setelah beberapa bulan ikutan galau, termehek mehek, ketawa guling guling akibat baca thread SFTH, saya memutuskan untuk ikutan berbagi kisah hidup saya. Boleh kan? emm boleh donk, kalau gak di bolehin saya tetep nulis kok

WELL,,, Ini adalah kisah nyata yang saya permak sedemikian rupa sehingga menjadi cerita fiksi (bagian saya ganteng, tetep nyata kok
saya berperan sebagai seorang suami (ganteng) yang galau karena belum tuntasnya kisah masa lalu, yang berjuang keras untuk membuktikan keputusan saya menikah bukan lah hal yang salah. Tidak ada peraturan khusus dalam thread ini, Grand rules KASKUS dan SFTH tetep berlaku loh ya.... Kalo kalian mau kepo? kepoin sepuas kalian, karena di sini, di tempat saya tinggal hanya ada dua orang yang mengenal KASKUS ( Saya dan temen saya; orang yang mengenalkan Kaskus pada saya)
Lets Roll.....
Spoiler for Indeks:
Diubah oleh twinroses 21-01-2016 12:57
tien212700 dan anasabila memberi reputasi
2
123K
480
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.3KAnggota
Tampilkan semua post
TS
twinroses
#149
Twinroses
"Papa cepetan!!!! Mama udah di ujung nih!!!" 
"Sabar Ma!!! Harus pelan2 ini!!!"
"Tinggal dorong ajah apa sudahnya sih Pa!!!"
"Mama bisa diem gak sih!!!??"
"Papa cepetan keluar sekarang!!! Mama udah di ujung Pa!!"
"Please Ma, yang sabar! Papa harus selow ini
takutnya lecet"
"Ah Papa tinggal crot juga udah kelar!! Cepetan ih!!!"
"Sabar Ma, Papa abis nelan kunci kemaren.....takutnya lechyet"
Kalian....gak berpikir ngeres kan?
Critanya kami lagi brantem, saya marah besar gara2 di ganggu saat di kamar mandi. Dan dia juga marah karena hampir kebobolan di depan pintu kamar mandi.
Singkat cerita saya sudah berada di alun2 kota Tuban. Duduk di pembatas jalan, sebungkus pentol ditangan kiri dan softdrink di kanan. Yah..sendirian
Terus terang saja saya sudah mulai muak dengan semua ini. Saya bosan. Entahlah apa yang saya rasakan. Bahkan saat ini saya mempunyai pikiran untuk menyudahi semua ini. Saya capek terus2an berlari dan berlari dari masa lalu. Ya, saya ingin bercerai
Sebuah kata sakral bagi kalian para suami. Saya yakin akan keputusan ini, harus yakin. Dengan mantab saya melajukab motor saya ke arah KUA kota Tuban. Sesampainya di depan gerbang perasaan menggelitik muncul di kepala saya. Apa yang menjadi pemicu dari keputusan ini? Saya tertawa terpingkal2 di depan gerbang KUA membayangkan apa yang akan terjadi seandainya kami di ruang sidang, saat Hakim bertanya alasan kami ingin berpisah.
"Emm... kami akan bercerai gara2 rebutan kamar mandi" What the...
Jam 5 sore saya berniat untuk pulang. Entah sudah berapa kali panggilan masuk dari Riska yang tidak saya jawab. Beberapa kali ringtone tanda sms masuk juga saya abaikan. Saya sudah tau isinya; menyuruh saya pulang.
Well, sebenar nya saya sudah berniat pulang dari jam 3 sore. Tapi ah.. saya ingin memberikan sesuatu sebagai permintaan maaf untuk istri. Something like what a women want....
Saya menyusuri ruko di sepanjang jalan PangSud. Dengan kecepatan rendah dan kepala selalu menoleh ke arah kiri (memperhatikan toko yg menjual "something") malangnya setelah hampir setengah jam berjalan tuh toko sialan gak ketemu juga
dan ah... saya lupa jalan pulang.
Tersesat di kota sendiri? Awsem!!
Jam 5 sore saya baru menemukan jalan untuk pulang kemudian memeriksa panggilan masuk dan sms di hape.
Saat di perjalanan pulang tepatnya di daerah Rs Nu saya mendapati toko yang saya cari. Toko sialan, di sini rupanya. Saya langsung masuk dan membeli dua tangkai mawar. Merah dan putih.. sweet right?
Di depan rumah saya sudah di sambut dengan pelukan mesra Riska. Yah.. sambil nangis bombay gak jelas. Mukul2 dada. Indahnya berdamai. Saya kemudian memberikan dua tangkai mawar yang saya bawa, dalam plastik kresek hitam
Twinroses
*****
"Pa, mama masak loh"
"Srius?"
"Iya Pa, spesial kesukaan Papa semua loh"
Saya berjalan ke dapur, memandang meja makan kecil yang penuh dengan masakan yang masih hangat. Saya duduk di kursi plastik di depan meja tersebut mengambil dua piring nasi, satu separuh satu penuh. Emm.... oseng tempe, oseng tahu, oseng kacang, oseng jamur tiram. Something goes wrong here...
"Kok..."
"Knapa Pa?"
"Lauk semua ma?"
Yaelah....
Dulu ketika saya masih duduk di bangku SMA saya pernah berdebat dengan guru Agama saya perihal sah atau tidaknya keputusan seseorang yang di buat ketika dia marah. Dia bilang keputusan seseorang ketika dia marah tidaklah sah karena keputusan tersebut dilakukan berdasarkan dorongan syaiton (saya menirukan gaya Beliau, Syaiton
) . Saya yang masih labil tentu saja menolak mentah2 pendapat ini. Ayolah.. . Bisakah kita menyalahkan diri sendiri ketika membuat kesalahan? Salahkan Jokowow saja eh....
Dan sekarang, 6 tahun kemudian saya di hadapkan dengan pendapat tersebut secara langsung. Dan dengan berat hati saya menerima pendapat itu, kecuali bagian Syaiton nya. Catat.
Beberapa jam yang lalu saya berniat membuat keputusan 'radikal' ingin menceraikan istri saya. Dan kalau kalian cermat keputusan itu di picu oleh ....rebutan kamar mandi? What the...
Saya yakin setiap pasangan mempunyai 'sesuatu' hal sepele tapi penting dalam hubungan mereka. Sesuatu itu meliputi segala hal yang bisa menjernihkan atau paling tidak bisa memaksa otak mereka untuk mengingat hal penting tentang peran sesuatu itu dalam sebuah hubungan. Yang kemudian seenggaknya bisa sedikit memberikan dorongan untuk berfikir lebih jernih.
Saya punya dua tangkai mawar (twin roses) punyamu?
Catatan:
Dua tangkai mawar adalah satu2 nya kado pernikahan yang diminta oleh istri saya. Dia ingin ada dua tangkai mawar di atas ranjang saat kami emm... malam pertama.
And guess what... saya lupa memberikanya saat hari pernikahan..

"Sabar Ma!!! Harus pelan2 ini!!!"
"Tinggal dorong ajah apa sudahnya sih Pa!!!"

"Mama bisa diem gak sih!!!??"

"Papa cepetan keluar sekarang!!! Mama udah di ujung Pa!!"
"Please Ma, yang sabar! Papa harus selow ini
takutnya lecet""Ah Papa tinggal crot juga udah kelar!! Cepetan ih!!!"
"Sabar Ma, Papa abis nelan kunci kemaren.....takutnya lechyet"

Kalian....gak berpikir ngeres kan?
Critanya kami lagi brantem, saya marah besar gara2 di ganggu saat di kamar mandi. Dan dia juga marah karena hampir kebobolan di depan pintu kamar mandi.
Singkat cerita saya sudah berada di alun2 kota Tuban. Duduk di pembatas jalan, sebungkus pentol ditangan kiri dan softdrink di kanan. Yah..sendirian
Terus terang saja saya sudah mulai muak dengan semua ini. Saya bosan. Entahlah apa yang saya rasakan. Bahkan saat ini saya mempunyai pikiran untuk menyudahi semua ini. Saya capek terus2an berlari dan berlari dari masa lalu. Ya, saya ingin bercerai

Sebuah kata sakral bagi kalian para suami. Saya yakin akan keputusan ini, harus yakin. Dengan mantab saya melajukab motor saya ke arah KUA kota Tuban. Sesampainya di depan gerbang perasaan menggelitik muncul di kepala saya. Apa yang menjadi pemicu dari keputusan ini? Saya tertawa terpingkal2 di depan gerbang KUA membayangkan apa yang akan terjadi seandainya kami di ruang sidang, saat Hakim bertanya alasan kami ingin berpisah.
"Emm... kami akan bercerai gara2 rebutan kamar mandi" What the...

Jam 5 sore saya berniat untuk pulang. Entah sudah berapa kali panggilan masuk dari Riska yang tidak saya jawab. Beberapa kali ringtone tanda sms masuk juga saya abaikan. Saya sudah tau isinya; menyuruh saya pulang.
Well, sebenar nya saya sudah berniat pulang dari jam 3 sore. Tapi ah.. saya ingin memberikan sesuatu sebagai permintaan maaf untuk istri. Something like what a women want....
Saya menyusuri ruko di sepanjang jalan PangSud. Dengan kecepatan rendah dan kepala selalu menoleh ke arah kiri (memperhatikan toko yg menjual "something") malangnya setelah hampir setengah jam berjalan tuh toko sialan gak ketemu juga
dan ah... saya lupa jalan pulang.Tersesat di kota sendiri? Awsem!!
Jam 5 sore saya baru menemukan jalan untuk pulang kemudian memeriksa panggilan masuk dan sms di hape.
Saat di perjalanan pulang tepatnya di daerah Rs Nu saya mendapati toko yang saya cari. Toko sialan, di sini rupanya. Saya langsung masuk dan membeli dua tangkai mawar. Merah dan putih.. sweet right?
Di depan rumah saya sudah di sambut dengan pelukan mesra Riska. Yah.. sambil nangis bombay gak jelas. Mukul2 dada. Indahnya berdamai. Saya kemudian memberikan dua tangkai mawar yang saya bawa, dalam plastik kresek hitam

Twinroses
*****
"Pa, mama masak loh"

"Srius?"
"Iya Pa, spesial kesukaan Papa semua loh"

Saya berjalan ke dapur, memandang meja makan kecil yang penuh dengan masakan yang masih hangat. Saya duduk di kursi plastik di depan meja tersebut mengambil dua piring nasi, satu separuh satu penuh. Emm.... oseng tempe, oseng tahu, oseng kacang, oseng jamur tiram. Something goes wrong here...
"Kok..."
"Knapa Pa?"

"Lauk semua ma?"

Yaelah....
Dulu ketika saya masih duduk di bangku SMA saya pernah berdebat dengan guru Agama saya perihal sah atau tidaknya keputusan seseorang yang di buat ketika dia marah. Dia bilang keputusan seseorang ketika dia marah tidaklah sah karena keputusan tersebut dilakukan berdasarkan dorongan syaiton (saya menirukan gaya Beliau, Syaiton
) . Saya yang masih labil tentu saja menolak mentah2 pendapat ini. Ayolah.. . Bisakah kita menyalahkan diri sendiri ketika membuat kesalahan? Salahkan Jokowow saja eh....Dan sekarang, 6 tahun kemudian saya di hadapkan dengan pendapat tersebut secara langsung. Dan dengan berat hati saya menerima pendapat itu, kecuali bagian Syaiton nya. Catat.
Beberapa jam yang lalu saya berniat membuat keputusan 'radikal' ingin menceraikan istri saya. Dan kalau kalian cermat keputusan itu di picu oleh ....rebutan kamar mandi? What the...
Saya yakin setiap pasangan mempunyai 'sesuatu' hal sepele tapi penting dalam hubungan mereka. Sesuatu itu meliputi segala hal yang bisa menjernihkan atau paling tidak bisa memaksa otak mereka untuk mengingat hal penting tentang peran sesuatu itu dalam sebuah hubungan. Yang kemudian seenggaknya bisa sedikit memberikan dorongan untuk berfikir lebih jernih.
Saya punya dua tangkai mawar (twin roses) punyamu?
Catatan:
Dua tangkai mawar adalah satu2 nya kado pernikahan yang diminta oleh istri saya. Dia ingin ada dua tangkai mawar di atas ranjang saat kami emm... malam pertama.

And guess what... saya lupa memberikanya saat hari pernikahan..

Diubah oleh twinroses 18-06-2015 21:55
0