- Beranda
- Stories from the Heart
[TRUE STORY] Bully Dan Realita
...
TS
dili000
[TRUE STORY] Bully Dan Realita
Salam kenal Agan-agan dan Sista
Ijinkan gw sekedar berbagai cerita tentang pengalaman hidup gw
Rencana cerita hanya sampai season 1, tapi karena pekerjaan ke luar kota ditunda sampai lebaran, jadi cerita akan dilanjutkan
Thanks untuk cendolnya gan, ditunggu cendol lainnya biar semangat update hehe
Thx to agan Lushen02 udah bikinin index
Season 1 ( My Family & Kezia )
Part 1 (Tentang Mereka)
Part 2 (Kerjaan iKi)
Part 3 & 4 (Nada & Motor Baru)
Part 5 (Kezia)
Part 6 (Kezia Menangis)
Part 7 (Ketahuan)
Part 8 (Menangis Lagi)
Part 9 Ending (Penyesalan)
Season 2 (Aku Dan Mereka Semua)
Prologue
Part 10 (Pertemuan dengan Erlin)
Part 11 (Mbak Ara & Erlin)
Part 12 (Erlin Patah Hati)
Part 13 (iKi Dan Erlin) 1
Part 14 (iKi Dan Erlin) 2
Part 15 (iKi & Erlin) 3
Part 16 (Tamparan Kezia)
Part 17 (Patah Hati)
Part 18 (Foto Topless Nada tersebar ??)
Part 19 (Dilema)
Part 20 (Halo Jakarta)
Part 21 (Maaf ke Kezia)
Part 22 (Perang)
Dan lain-lain....
Ijinkan gw sekedar berbagai cerita tentang pengalaman hidup gw
Rencana cerita hanya sampai season 1, tapi karena pekerjaan ke luar kota ditunda sampai lebaran, jadi cerita akan dilanjutkan
Thanks untuk cendolnya gan, ditunggu cendol lainnya biar semangat update hehe
Spoiler for Cendols:
Thx to agan Lushen02 udah bikinin index
Season 1 ( My Family & Kezia )
Part 1 (Tentang Mereka)
Part 2 (Kerjaan iKi)
Part 3 & 4 (Nada & Motor Baru)
Part 5 (Kezia)
Part 6 (Kezia Menangis)
Part 7 (Ketahuan)
Part 8 (Menangis Lagi)
Part 9 Ending (Penyesalan)
Season 2 (Aku Dan Mereka Semua)
Prologue
Part 10 (Pertemuan dengan Erlin)
Part 11 (Mbak Ara & Erlin)
Part 12 (Erlin Patah Hati)
Part 13 (iKi Dan Erlin) 1
Part 14 (iKi Dan Erlin) 2
Part 15 (iKi & Erlin) 3
Part 16 (Tamparan Kezia)
Part 17 (Patah Hati)
Part 18 (Foto Topless Nada tersebar ??)
Part 19 (Dilema)
Part 20 (Halo Jakarta)
Part 21 (Maaf ke Kezia)
Part 22 (Perang)
Dan lain-lain....
Diubah oleh dili000 19-07-2015 23:17
anasabila memberi reputasi
1
42.6K
224
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.1KAnggota
Tampilkan semua post
TS
dili000
#56
PART 8
Setelah kejadian itu gw milih menghindar dari Zia dan mendekam dikamar meratapi nasib. Malam hari papih, dan mamih datang bersama Nada ke apartemen. Mereka bawa cemilan. Saat tau mereka dating gw langsung keluar kamar.
“ADEKKUUUU” Teriak gw sambil memeluk Nada
“Nada mau nginap sini, kasihan kesepian ditinggal kakak2nya” Kata mamih ke kita bertiga
“OH Oke mih nanti tidur bareng aku” Potong gw
Setelah gw peluk Nada, dia lari menuju mbak Ara dan memeluk. Ngak lama mbak Ara memperkenalkan Kezia ke ortu gw.
“Mih, Pih ini lho Kezia yang aku ceritain itu” Kata mbak Ara memperkenalkan
“Halo om, tante” Kata Zia mengulurkan tangan ke ortu gw
“Halo sayang, gimana kabarnya ?” Kata mamih membalas salam dari Zia
“Maap ya om, tante saya ngerepotin tinggal disini sebentar” Kata Zia
“Gpp sayang, lagian kan enak jadi rame” Kata papih
“Rumah sekarang yang sepi ngak ada mereka” Lanjut mamih
Obrolan pun berlanjut lumayan lama, Zia cepet banget akrab sama ortu gw. Dan yang penting Zia udah ngak ketawa kalau lihat gw ha..ha..ha... Setelah ortu pamit mbak Ara minta duit, gw juga minta duit, dan Zia dikasih duit tanpa meminta. Zia udah nolak tapi tetap dipaksa papih gw.
Nada akhirnya nginap diapartemen. Sebelum tidur mereka becanda2 bareng, Nada dibantu Zia ngerjain PR matematikanya, kok masih ingat sih kalau Nada diajari matematika ?. JELAS, karena itu pelajaran yang gw benci. Gw liat Nada cepet banget akrab sama Nada, bahkan udah saling cubit2an. Setelah mau tidur, dikamar Nada curhat masalah cowoknya kalau Nada udah dicium pipinya sama cowoknya…
“Kasih tahu mas iKi ahk” Kata gw becanda
“AAHHKKK MAS ATA JANGAN GITU” Kata Nada memelas sambil guling2 dikasur
“Lha terus gimana?” Kata gw becanda lagi
“Ya diem aja to mas” Kata Nada
“Mas Ata dicium dulu kalau gitu” Kata gw melirik tersenyum
Dan akhirnya gw dicium Nada, Itulah kedekatan gw dengan adik cewek gw, meski bukan kandung tapi udah gw anggap seperti adik kandung gw sendiri. Sehari gw dizolimi terbalas dengan kehadiran Nada. Kita pun ngobrol hingga malam berlanjut…
Pagi harinya gw bangun dan langsung ke kamar mandi cuci muka. Setelah selesai gw melihat Zia udah duduk di sofa termenung sambil megang HP-nya. Gw berjalan ke kulkas untuk ambil minuman seperti biasa…
“Tha…” Panggil Zia ke gw
“Hmm….” Jawab gw apa adanya
“Bisa minta tolong?” Tanya Zia tanpa menatap gw
“Ngak” Jawab gw simpel
“……….” Minum jus gw
“……….” Zia menatap Hp-nya
“Kalau gitu aku minta tolong mbak Ara biar suruh kamu antar aku” Kata Zia santai tanpa menatap gw
“Ya terserah kamu sana, mana aku peduli” Kata gw ketus meninggalkan dia untuk mandi
2 jam kemudian gw diatas motor bareng Zia buat antar dia. Mantaaap kan ???. Dengan berbagai rayuan, dan iming2 mbak Ara dan setelah rayuan dan iming2 gagal BELIAU menggunakan ancaman dan dengan sedikit perdebatan akhirnya gw berangkat. Sebenarnya gw bukan takut ya, tapi sebagai pria kita harus menghargai wanita, apalagi dia udah gw anggap kakak kandung gw.
Dijalan Zia minta keliling dulu, gw turuti kata dia untuk keliling dan berujung mencari sarapan gudeg. Dengan sensasi manis gurih yang bercampur dilidah, gw santap gudeg dengan nikmat (promosi). Dan setelah kira2 jam 11 dia minta antar ke sebuah kos.
“Tunggu disini ya Tha” Kata Zia
“Kalau aku ngak ada artinya aku pulang” Kata gw
Saat itu gw ngak tahu apa yang Zia lakukan di kos tersebut, tapi yang gw tau itu kos cowok, karena ngak sedikit cowok mondar mandir keluar masuk kos tersebut. Setelah kira2 20menit gw nunggu didepan kos seperti ada keributan, karena banyak yang berkumpul di satu tempat. Dan ngak lama Zia diantar cowok keluar dari kos itu untuk menghampiri gw. Gw lihat Zia megang pipinya dengan rambut agak berantakan
“Thaa….. sakit banget pipiku” Kata Zia terisak
“Mas ini ngak usah diperpanjang lagi ya” Kata cowok itu
“Emang si ***** orangnya kayak gitu lah” Lanjut cowok itu
“Nanti biar aku yang ngurus *****, jadi ngak usah dipikir lagi”
“Maap banget ya mas sampai harus kayak gini” Kata Cowok itu
Gw saat itu hanya bisa heran dan mengiyakan aja, karena emang gw ngak tahu apa yang terjadi, mungkin cowok itu ngira gw cowoknya Zia.
“Ayo tha pulang…” Ajak Zia sambil terisak
“Ya udah mas, kita pamit aja ya” Kata gw ke cowok itu
“Oh iya mas, sorry lho ya sekali lagi sampai harus kayak gini” Kata cowok
“Iya gpp mas” Kata gw
Dan akhirnya kita berdua pamit. Diperjalanan kita berdua tetap diam, Zia memegang baju di pinggang gw. Karena lagi nangis dia sudah pasti nutup helm. Hampir deket rumah Zia dapat telfon, dan Zia mengangkatnya. Kebetulan gw didepannya jelas gw bisa nguping
[“Iya *****, aku tahu, tapi aku pingin pisah”]
[“Aku udah ngak tahan sama kamu”]
[“Kamu selingkuh terus, apalagi kamu suka kasar”]
[“Hanya masalah sepele kamu selalu pake tangan ke aku”]
[“Tolong, Tolong banget tinggalin aku”]
[“aku yakin kamu pasti bisa dapat yang lebih baik”]
Kira2 seperti itu lah, sebenarnya banyak banget, tapi intinya kayak gitulah. Saat itu gw heran juga, Kezia ini ceweknya mas iKi apa bukan sih. Kalau iya kenapa dia punya cowok lain. Pikiran gw lari kemana2 mikirin itu.
Dan sesuatu pun tak terduga terjadi, saat itu lampu merah, Zia tetap telfon2an sama cowoknya. Gw heran saat itu, orang2 disekitar gw menatap gw agak gimana gitu. Mungkin mereka belum pernah lihat motor tiger, pikir gw dengan sombong. Sambil menunggu lampu hijau gw agak risih juga diliatin kayak gitu. Paling mereka risih liat Zia nangis, itu lah pikiran ke 2 kalinya. Gw saat itu menghadap belakang buat kasih tahu pelan2 ke Zia kalau telfonnya udahan dulu. Tapi saat itu gw kaget. Ternyata HP-nya diselipin ke Helm agar bisa ngobrol. Tangan Zia tetap meremas baju gw. OH GW TAHU. Mereka pikir gw yang bikin Zia nangis, karena mereka lihat Zia seperti lagi memelas sama gw. Dengan agak malu dan emosi gw tancap gas kembali ke apartemen.
Sesampai di kos Zia baru beneran nangis, gw ngak tahu harus ngapain, karena saat itu Zia dan Nada pergi jalan2.
“Tha..ambilin ES tha” Kata zia sambil menangis
“Pipiku sakit banget tha” Lanjut Zia tetap menangis
“……….” Gw ambil es dan gw tutupin kain buat kompres
Saat itu gw lihat pipi Zia ada luka kayak bekas kuku, gw jadi tahu kalau Zia ditampar. Sebagai cowok pengertian gw ambilin betadin kapas dan hansaplas dan menutup luka Zia
“Mbak Ara lama ya Tha…” Zia Ara tetap menangis
“……….” Gw telpon mbak Ara didepan Zia biar ngak banyak protes
“Mbak Ara bentar lagi pulang” Kata gw menenangkan
Saat itu gw lihat Zia mengikat rambutnya, dengan giginya yang gingsul dia kelihatan manis banget meski lagi menangis. Nangisnya ngak banter, tapi pelan, jadi kelihatan agak elegan lah. Sebagai cowok, sedikit timbul rasa suka gw kayak jaman SMA. Dia menangis apa adanya karena memang kesakitan.
10 menit berselang dengan banyak diemnya dan Zia tetap menangis, gw milih masuk kamar ambil cas HP…
“Tha… Pintunya jangan dikunci” Kata Zia tersenyum tapi tetap menangis
“Napa?” Kata gw simpel
“Aku pingin lihat kayak kemaren tha” Kata Zia mulai tertawa tapi tetap menangis
“Pas kamu didepan laptop berdiri dan bilang come on come on” Lanjut Zia dan TERTAWA sambil menangis
“Pantes kamu hebat bahasa inggris Tha” Lanjut Zia lagi mulai terpingkal dan menangis
Emosi gw naik seketika saat itu, gw pergi kekamar, gw gigit bantal. Coba ngak nangis mungkin udah gw habisi, kata gw dalam hati. Sebelum keluar kamar gw tarik nafas dalam2 buat nenangin diri dan mulai menunjukan senyum palsu ke Zia.
Pernah liat orang kayak gitu ?. Nangis sambil tertawa buat ngehibur diri ?. kalau belum bayangin aja. Cewek lagi nangis, dia tertawa sambil menangis. Gimana jelasinnya ya?. Susah. Lanjut….
“Lagi ngehibur diri?” Tanya gw
“IYAAA” Teriak Zia menghentikan tawanya dan lanjut menangis
“Kenapa sih kamu, sampai kayak gitu” Tanya gw agak gondok
“Aku Cuma takut……” Kata Zia tanpa melanjutkan omongannya
Gw pun diam aja, dan akhirnya mbak Ara datang sama Nada. Zia langsung meluk mbak Ara, Nada heran dan takut liat Zia nangis. Saat itu juga gw disuruh ajak Nada jalan2 dulu. Dan akhirnya gw jalan2 sama tanpa tahu apa yang mereka berdua omongin
pulaukapok memberi reputasi
1