- Beranda
- Stories from the Heart
Cerita Suami Galau & Istri Kepo
...
TS
twinroses
Cerita Suami Galau & Istri Kepo
Assalamualaikum Wr Wb
Penghuni forum SFTH, Sr,, Para Ts, dan tentu saja Momod tercinta, setelah beberapa bulan ikutan galau, termehek mehek, ketawa guling guling akibat baca thread SFTH, saya memutuskan untuk ikutan berbagi kisah hidup saya. Boleh kan? emm boleh donk, kalau gak di bolehin saya tetep nulis kok

WELL,,, Ini adalah kisah nyata yang saya permak sedemikian rupa sehingga menjadi cerita fiksi (bagian saya ganteng, tetep nyata kok
saya berperan sebagai seorang suami (ganteng) yang galau karena belum tuntasnya kisah masa lalu, yang berjuang keras untuk membuktikan keputusan saya menikah bukan lah hal yang salah. Tidak ada peraturan khusus dalam thread ini, Grand rules KASKUS dan SFTH tetep berlaku loh ya.... Kalo kalian mau kepo? kepoin sepuas kalian, karena di sini, di tempat saya tinggal hanya ada dua orang yang mengenal KASKUS ( Saya dan temen saya; orang yang mengenalkan Kaskus pada saya)
Lets Roll.....
Spoiler for Indeks:
Diubah oleh twinroses 21-01-2016 12:57
tien212700 dan anasabila memberi reputasi
2
123K
480
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
twinroses
#119
Dota, Bejo dan Walrus Punch
"Destroy dat fckin rax you noob!!!" 
"Putang ina mo!!"
"Damn it, another fckin pig*y p*gnoy"
"Shut up you noob!!"
"Anjir, p*noy otak pant*t"
"Ngomong apa loe barusan J*ng??"
"Janc*ok ngerti tibake" (bangs*at ngerti ternyata)
"Ngomong maneh tak gas raimu su!!" (Ngomong lagi gue gas muke lo j*ng)
"Lah, jawa juga"
saya kaget kemudian meralat ucapan saya "Sorry Gan. Duh itu barrak ancurin dolo, malah asik bully depan ponten" 
"Oke Gan" :beer
"Salken Gan"
Lupakan percakapan di atas, itu cuman kebiasaan saya ketika main game di warnet sembari nunggu istri lembur. Menghabiskan duit jatah bensin yang di kasih istri :shutup
Jam 4 sore, saya keluar dari warnet. Berniat segera ke kantor istri. Jemput. Ketika saya menaikan standar samping ada seseorang yang menepuk pundak saya. Kemudian menginstruksikan untuk mengikuti dia. Saya menjalankan motor saya dengan pelan. Mengimbangi orang tadi berjalan. Sekitar 50m dari warnet. Pria tadi menununjuk ke emm.. satu..err empat orang lain yang sedang menunggu saya (kayaknya) di depan sebuah kios kopi giras dadakan (itu loh, warkop yang bikin tenda di trotoar) . Wasyu!!
Adalah si Bejo. Yah.... kawan sekaligus musuh lama. Menatap saya dengan tatapan super duper tajam
(sorry salah ekspresi) . Ini anak pasti niat ngroyok saya nih
. Saya mendekati Bejo dkk.
"Lima orang? Lu yakin?"
: "lu pikir gue bakalan takut??" Saya menaikan suara saya beberapa oktaf. Dua temenya yang tadi duduk di atas motor kini sudah turun. Siaga satu kayaknya.
Ketika saya cukup dekat denganya (posisi motor saya masih nyala) saya menyabet kunci kontak yang berada di atas motor dua anak tadi. Slap!!
"Lu bener"
Saya segera melaju dengan cepat, meninggalkan mereka yang masih mlongo. Saya menoleh ke arah mereka, melambai2 kayak filem india dengan kunci kontak di mulut saya
Wanjrit, mreka ngejar tiga di antara mereka, bejo dan dua temenya. Saya segera menoleh dan langsung tancap gas... macem pilem eksen ini
Tin tin..... (bunyi klakson trek) .
Saya kaget bukan main, hampir saja nabrak truk tanki. Saya menelan ludah, jantung saya hampir copot. Ya, kunci kontak yang saya gigit patah, bagian ujungnya ikut ketelan bersama ludah tadi
"Woy anj*ng!!! Pengecut lo!!" Teriak Bejo dkk dari belakang saya. Saya dengan reflek kemudian tancap gas lagi. Kabur sejauh yang saya bisa. Tapi ah.... saya lupa isi bensin. Indikator bensin saya sudah nyampek titik merah, gak bakalan jauh ini critanya.
"Gluguk gluguk" motor saya kehabisan bensin tepat di dekat area pasar sapi. Saya sedang di kejar tiga cowok gila di belakang. Area ini sepi pula!
Awsem!!
Saya memasang standar samping. Turun, kemudian melepas sandal, kancing baju paling atas trus gulung lengan baju.
Mereka bertiga mengelilingi saya. Pasang kuda2, sedang menunggu siapa yang aka membuat serangan pertama.
Satu menit....
Dua menit....
Tiga menit...... kita disini....tanpa suara...
"Pinjemin gue duit 8rb donk, bensin gue abis nie"
"Ow buangsat" teriak si Bejo
@&!&;$^^$?(!^$7#,&!!'';;,
Saya berdiri sedikit membungkuk, ngos2an. Di depan saya tergeletak dua temen Bejo, gak sadar kayaknya. Se Bejo sendiri tergeletak agak jauh dari saya. Sekitar 5meter dari tempat saya berdiri, gak sadar juga.
Saya mendekati tubuh Bejo. Menendangnya sedikit di bagian slangkangan. dia sadar, agak gemetar. "Mana dompet sama hape lo jing!!?" Saya mengambil hape dan dompetnya secara paksa. Mengambil uang sepuluh ribu dari dompet. Kemudian menggunakan hapenya buat misscall nomer saya. Kemudian meninggalkan mereka bertiga.
Tendang satu2
"Gue juga punya trisula dan pedang!! Lo tau itu!!" Saya berbicara seperti itu sambil nendang kepala si .... ah sudahlah. "Lo gak mikir kenapa si Rico dengan suka rela menyudahi hubunganya dengan Riska?? Lo gak mikir kenapa dia diem2 saja ketika Riska sialan itu selingkuh dengan gue kemudian ninggalin dia??? Dia takut Jing!!" Saya menendangnya sekali lagi. "Lu bahkan gak bisa ngalahin si Rico saat latih tanding dan sekarang lu nantang gue!! Main kroyok?? Shame on you fcker!!"
Saya mendekati motor saya, kemudian menstarternya. Sekali, dua kali gak nyala juga.
"Bensin lo abis tolol!!" Teriak si Bejo setengah sadar
"Wanjrit, gue lupa"
Dengan berat hati saya dorong motor sialan ini ke POM bensin terdekat. Yeah... 1km
*****
Catatan:
Pedang dan trisula itu adalah lambang senjata dalam organisasi yang dulu saya ikuti (Rico dan Bejo juga satu aliran dengan saya) lambang itu berarti setiap mahluk, bahkan yang terkecil sekalipun mempunyai 'senjata' sebagai alat pelindung saat di serang.
Si Bejo adalah temen dekat si Rico, temen saya juga. Kami saling bermusuhan karena memperebutkan si Riska. Rico adalah pacarnya, saya sebagai selingkuhan dan si Bejo ini adalah ttm nya.
Okeh silahkan tertawa, kami memperebutkan tukang kentut ini

"Putang ina mo!!"
"Damn it, another fckin pig*y p*gnoy"

"Shut up you noob!!"
"Anjir, p*noy otak pant*t"
"Ngomong apa loe barusan J*ng??"
"Janc*ok ngerti tibake" (bangs*at ngerti ternyata)

"Ngomong maneh tak gas raimu su!!" (Ngomong lagi gue gas muke lo j*ng)
"Lah, jawa juga"
saya kaget kemudian meralat ucapan saya "Sorry Gan. Duh itu barrak ancurin dolo, malah asik bully depan ponten" 
"Oke Gan" :beer
"Salken Gan"

Lupakan percakapan di atas, itu cuman kebiasaan saya ketika main game di warnet sembari nunggu istri lembur. Menghabiskan duit jatah bensin yang di kasih istri :shutup
Jam 4 sore, saya keluar dari warnet. Berniat segera ke kantor istri. Jemput. Ketika saya menaikan standar samping ada seseorang yang menepuk pundak saya. Kemudian menginstruksikan untuk mengikuti dia. Saya menjalankan motor saya dengan pelan. Mengimbangi orang tadi berjalan. Sekitar 50m dari warnet. Pria tadi menununjuk ke emm.. satu..err empat orang lain yang sedang menunggu saya (kayaknya) di depan sebuah kios kopi giras dadakan (itu loh, warkop yang bikin tenda di trotoar) . Wasyu!!
Adalah si Bejo. Yah.... kawan sekaligus musuh lama. Menatap saya dengan tatapan super duper tajam
(sorry salah ekspresi) . Ini anak pasti niat ngroyok saya nih
. Saya mendekati Bejo dkk."Lima orang? Lu yakin?"
: "lu pikir gue bakalan takut??" Saya menaikan suara saya beberapa oktaf. Dua temenya yang tadi duduk di atas motor kini sudah turun. Siaga satu kayaknya.Ketika saya cukup dekat denganya (posisi motor saya masih nyala) saya menyabet kunci kontak yang berada di atas motor dua anak tadi. Slap!!
"Lu bener"

Saya segera melaju dengan cepat, meninggalkan mereka yang masih mlongo. Saya menoleh ke arah mereka, melambai2 kayak filem india dengan kunci kontak di mulut saya

Wanjrit, mreka ngejar tiga di antara mereka, bejo dan dua temenya. Saya segera menoleh dan langsung tancap gas... macem pilem eksen ini

Tin tin..... (bunyi klakson trek) .
Saya kaget bukan main, hampir saja nabrak truk tanki. Saya menelan ludah, jantung saya hampir copot. Ya, kunci kontak yang saya gigit patah, bagian ujungnya ikut ketelan bersama ludah tadi

"Woy anj*ng!!! Pengecut lo!!" Teriak Bejo dkk dari belakang saya. Saya dengan reflek kemudian tancap gas lagi. Kabur sejauh yang saya bisa. Tapi ah.... saya lupa isi bensin. Indikator bensin saya sudah nyampek titik merah, gak bakalan jauh ini critanya.
"Gluguk gluguk" motor saya kehabisan bensin tepat di dekat area pasar sapi. Saya sedang di kejar tiga cowok gila di belakang. Area ini sepi pula!
Awsem!!
Saya memasang standar samping. Turun, kemudian melepas sandal, kancing baju paling atas trus gulung lengan baju.
Mereka bertiga mengelilingi saya. Pasang kuda2, sedang menunggu siapa yang aka membuat serangan pertama.
Satu menit....
Dua menit....
Tiga menit...... kita disini....tanpa suara...

"Pinjemin gue duit 8rb donk, bensin gue abis nie"

"Ow buangsat" teriak si Bejo
@&!&;$^^$?(!^$7#,&!!'';;,
Saya berdiri sedikit membungkuk, ngos2an. Di depan saya tergeletak dua temen Bejo, gak sadar kayaknya. Se Bejo sendiri tergeletak agak jauh dari saya. Sekitar 5meter dari tempat saya berdiri, gak sadar juga.
Saya mendekati tubuh Bejo. Menendangnya sedikit di bagian slangkangan. dia sadar, agak gemetar. "Mana dompet sama hape lo jing!!?" Saya mengambil hape dan dompetnya secara paksa. Mengambil uang sepuluh ribu dari dompet. Kemudian menggunakan hapenya buat misscall nomer saya. Kemudian meninggalkan mereka bertiga.
Tendang satu2

"Gue juga punya trisula dan pedang!! Lo tau itu!!" Saya berbicara seperti itu sambil nendang kepala si .... ah sudahlah. "Lo gak mikir kenapa si Rico dengan suka rela menyudahi hubunganya dengan Riska?? Lo gak mikir kenapa dia diem2 saja ketika Riska sialan itu selingkuh dengan gue kemudian ninggalin dia??? Dia takut Jing!!" Saya menendangnya sekali lagi. "Lu bahkan gak bisa ngalahin si Rico saat latih tanding dan sekarang lu nantang gue!! Main kroyok?? Shame on you fcker!!"
Saya mendekati motor saya, kemudian menstarternya. Sekali, dua kali gak nyala juga.
"Bensin lo abis tolol!!" Teriak si Bejo setengah sadar
"Wanjrit, gue lupa"

Dengan berat hati saya dorong motor sialan ini ke POM bensin terdekat. Yeah... 1km
*****
Catatan:
Pedang dan trisula itu adalah lambang senjata dalam organisasi yang dulu saya ikuti (Rico dan Bejo juga satu aliran dengan saya) lambang itu berarti setiap mahluk, bahkan yang terkecil sekalipun mempunyai 'senjata' sebagai alat pelindung saat di serang.
Si Bejo adalah temen dekat si Rico, temen saya juga. Kami saling bermusuhan karena memperebutkan si Riska. Rico adalah pacarnya, saya sebagai selingkuhan dan si Bejo ini adalah ttm nya.
Okeh silahkan tertawa, kami memperebutkan tukang kentut ini

0