- Beranda
- Stories from the Heart
Aku mah gitu orangnya
...
TS
veronita
Aku mah gitu orangnya
Quote:
Quote:
Spoiler for penting:
Spoiler for index:
Diubah oleh veronita 23-07-2015 16:44
0
65.3K
469
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
veronita
#380
Part 37
Sebelum aku on air untuk yang pertamax, aku diwajibkan mengikuti 3x simulasi. Sebenarnya untuk jadwal, pihak radio sangat memberi kebebasan kepadaku, sekarang kan aku masih menjalani ujian semester, mbak upit tidak mengharuskan aku mengikuti simulasi hingga ujian semester usai. Tapi berhubung aku sudah ngebet ingin mencoba, akhirnya sepulang sekolah hari ini aku memutuskan untuk mengikuti simulasi siaran yang pertama. Seperti biasa, reno selalu ada waktu untuk menemaniku dan mendukungku.
Di simulasi pertama ini aku banyak belajar tentang hal-hal yang harus dikuasai oleh seorang dj radio. Aku harus membiasakan diri berbicara spontan didepan mic. Untuk radio remaja ini khususnya, aku harus up to date tentang lagu-lagu yang sedang hits, sedikit hafal dengan judul lagu, lirik lagu, band beserta nama personelnya. Disamping itu aku juga harus up to date tentang topik yang sedang hangat diperbincangkan masyarakat, sedikit paham tentang trend. Dan ada satu yang pastinya harus dikuasai, topik yang nggak akan pernah ada habisnya untuk dibahas, yups.. topik tentang cinta.
Belum resmi menjadi seorang dj radio aku sudah membayangkan ini itu. Contohnya, suaraku pasti banyak didengar orang, nama siaranku banya dikenal orang. Disekolahku pasti bisa menjadi sebuah kebanggaan. Dan mungkin saja aku nanti mempunyai beberapa orang penggemar setia.
reno : "keren, untuk pemula lumayan lah...
"
aku : "hehehe... makasih yaaah
"
reno : "mau langsung pulang?
"
aku : "heeh aku laper..."
reno : "nggak mau makan dimana gitu?
"
aku : "tumben kamu inisiatif, bukan aku yang minta loh, kamu yang nawarin"
reno : "iya iya, aku juga lagi pengen mie ayam bakso.."
setelah makan bareng reno, sore itu aku pulang kerumah. Sebenarnya aku mau menceritakan pengalaman yang baru saja kudapat tadi siang. tapi entah mama kemana, rafi juga nggak ada dirumah. tak ada kerjaan aku iseng kekamar rafi. Seperti kebanyakan kamar cowok, agak berantakan. Baju kotor tergeletak dimana-mana, sprei, bantal dan guling berhamburan. Bikin geleng-geleng kepala melihatnya.
Berhubung suasana hatiku sedang baik, aku rapihkan kamar rafi, aku bereskan semuanya. Tapi disaat aku sedang membereskan kamar rafi, aku menemukan sesuatu disaku celana jeans rafi. Merk du*ex, sepertinya tidak asing. Iklannya sering muncul di tv jika sudah lewat jam 10 malam. Ya ampun rafi... Sejak kapan rafi jadi penjahat kelamin begini?
Jika rafi ternyata seperti itu, jujur aku kecewa. Walaupun aku nggak berhak melarang apa yang dilakukan oleh rafi, tapi aku peduli dengan rafi. Mana tau nanti nya terjadi hal yang nggak diinginkan, orang tua rafi pasti akan sangat kecewa.
Rafi : "kamu ngapain?
"
Aku kaget tiba-tiba rafi muncul, sepertinya aku nggak mendengar suara mobil rafi.
aku : "beresin kamar kamu, pusing liatnya berantakan, kamu betah banget
"
rafi : "sip, yang rapih ya mbok..."
aku : "sialan, eh mobil kamu kemana?
"
rafi : "dibengkel, tadi dianter temen"
aku ingin mempertanyakan kepada rafi tentang sesuatu yang baru saja kutemukan disaku celana jeansnya. tapi aku ragu, aku takut rafi merasa privasinya diusik.
aku : "kamu lagi deket dengan berapa cewek fi?
"
rafi : "cuma 1 kok, kamu kira aku ini tipe playboy?
"
aku : "udah jadi pacar?
"
rafi : "belum sih, aku kan belum nembak, tapi ya deket gitu deh"
aku : "deketnya gimana? kamu..."
sebenarnya aku ingin bertanya "kamu udah pernah ngapain aja dengan itu cewek?". Tapi aku takut rafi tersinggung.
rafi : "ya deket, sering jalan bareng gitu, kamu kayak nggak tau aja orang lagi pedekate gimana
"
aku : "oh... ya udah, pesen aku ati2, kalo mau serius ya diseriusin, jangan pernah main2 dengan cewek"
rafi : "kamu kok gitu ngomongnya?
"
aku : "nih punya kamu, kali aja kamu nyariin, maaf aku nggak sengaja nemu dikantong celana kamu"
aku lempar saja sesuatu yang kutemukan tadi kekasur, lalu aku balik badan dan keluar dari kamar rafi. Jujur perasaanku saat itu sedih dan kecewa. Aku nggak mau mendengar penjelasan dan pembelaan dari rafi.
Ketika aku duduk disofa didepan tv, rafi menghampiriku perlahan. Tapi hanya duduk diam seraya menundukan kepala. Percuma, mau merasa bersalah dan menyesal juga sudah telat. Pikirku dalam hati.
rafi : "kamu marah?
aku : "marah kenapa?
apa aku keliatan lagi marah?
"
rafi : "ta.. "
aku : "kenapa lagi? ya udah, aku nggak berhak ngelarang kamu, terserah kamu"
rafi : "ta..."
aku : "apa? mau bilang sayang? bullshit tau nggak kamu itu fi"
pembicaraanku dengan rafi terpotong ketika mama pulang kerumah. Aku bingung, kenapa aku harus sedih dan kecewa seperti ini dengan rafi? aku tidak membenci rafi, mungkin ini hanya perasaan kesal sesaat. Semuanya sudah terlanjur terjadi, aku juga nggak memvonis rafi bersalah sepenuhnya. Mungkin saja cewek itu memang gatel. Rafi punya sesuatu yang membuat cewek silau dan berpikir pendek. Itu yang ada dibenakku saat itu.
Sebelum aku on air untuk yang pertamax, aku diwajibkan mengikuti 3x simulasi. Sebenarnya untuk jadwal, pihak radio sangat memberi kebebasan kepadaku, sekarang kan aku masih menjalani ujian semester, mbak upit tidak mengharuskan aku mengikuti simulasi hingga ujian semester usai. Tapi berhubung aku sudah ngebet ingin mencoba, akhirnya sepulang sekolah hari ini aku memutuskan untuk mengikuti simulasi siaran yang pertama. Seperti biasa, reno selalu ada waktu untuk menemaniku dan mendukungku.

Di simulasi pertama ini aku banyak belajar tentang hal-hal yang harus dikuasai oleh seorang dj radio. Aku harus membiasakan diri berbicara spontan didepan mic. Untuk radio remaja ini khususnya, aku harus up to date tentang lagu-lagu yang sedang hits, sedikit hafal dengan judul lagu, lirik lagu, band beserta nama personelnya. Disamping itu aku juga harus up to date tentang topik yang sedang hangat diperbincangkan masyarakat, sedikit paham tentang trend. Dan ada satu yang pastinya harus dikuasai, topik yang nggak akan pernah ada habisnya untuk dibahas, yups.. topik tentang cinta.
Belum resmi menjadi seorang dj radio aku sudah membayangkan ini itu. Contohnya, suaraku pasti banyak didengar orang, nama siaranku banya dikenal orang. Disekolahku pasti bisa menjadi sebuah kebanggaan. Dan mungkin saja aku nanti mempunyai beberapa orang penggemar setia.

reno : "keren, untuk pemula lumayan lah...
"aku : "hehehe... makasih yaaah
"reno : "mau langsung pulang?
"aku : "heeh aku laper..."
reno : "nggak mau makan dimana gitu?
"aku : "tumben kamu inisiatif, bukan aku yang minta loh, kamu yang nawarin"
reno : "iya iya, aku juga lagi pengen mie ayam bakso.."
setelah makan bareng reno, sore itu aku pulang kerumah. Sebenarnya aku mau menceritakan pengalaman yang baru saja kudapat tadi siang. tapi entah mama kemana, rafi juga nggak ada dirumah. tak ada kerjaan aku iseng kekamar rafi. Seperti kebanyakan kamar cowok, agak berantakan. Baju kotor tergeletak dimana-mana, sprei, bantal dan guling berhamburan. Bikin geleng-geleng kepala melihatnya.
Berhubung suasana hatiku sedang baik, aku rapihkan kamar rafi, aku bereskan semuanya. Tapi disaat aku sedang membereskan kamar rafi, aku menemukan sesuatu disaku celana jeans rafi. Merk du*ex, sepertinya tidak asing. Iklannya sering muncul di tv jika sudah lewat jam 10 malam. Ya ampun rafi... Sejak kapan rafi jadi penjahat kelamin begini?

Jika rafi ternyata seperti itu, jujur aku kecewa. Walaupun aku nggak berhak melarang apa yang dilakukan oleh rafi, tapi aku peduli dengan rafi. Mana tau nanti nya terjadi hal yang nggak diinginkan, orang tua rafi pasti akan sangat kecewa.
Rafi : "kamu ngapain?
"Aku kaget tiba-tiba rafi muncul, sepertinya aku nggak mendengar suara mobil rafi.
aku : "beresin kamar kamu, pusing liatnya berantakan, kamu betah banget
"rafi : "sip, yang rapih ya mbok..."
aku : "sialan, eh mobil kamu kemana?
"rafi : "dibengkel, tadi dianter temen"
aku ingin mempertanyakan kepada rafi tentang sesuatu yang baru saja kutemukan disaku celana jeansnya. tapi aku ragu, aku takut rafi merasa privasinya diusik.
aku : "kamu lagi deket dengan berapa cewek fi?
"rafi : "cuma 1 kok, kamu kira aku ini tipe playboy?
"aku : "udah jadi pacar?
"rafi : "belum sih, aku kan belum nembak, tapi ya deket gitu deh"
aku : "deketnya gimana? kamu..."
sebenarnya aku ingin bertanya "kamu udah pernah ngapain aja dengan itu cewek?". Tapi aku takut rafi tersinggung.
rafi : "ya deket, sering jalan bareng gitu, kamu kayak nggak tau aja orang lagi pedekate gimana
"aku : "oh... ya udah, pesen aku ati2, kalo mau serius ya diseriusin, jangan pernah main2 dengan cewek"
rafi : "kamu kok gitu ngomongnya?
"aku : "nih punya kamu, kali aja kamu nyariin, maaf aku nggak sengaja nemu dikantong celana kamu"
aku lempar saja sesuatu yang kutemukan tadi kekasur, lalu aku balik badan dan keluar dari kamar rafi. Jujur perasaanku saat itu sedih dan kecewa. Aku nggak mau mendengar penjelasan dan pembelaan dari rafi.
Ketika aku duduk disofa didepan tv, rafi menghampiriku perlahan. Tapi hanya duduk diam seraya menundukan kepala. Percuma, mau merasa bersalah dan menyesal juga sudah telat. Pikirku dalam hati.
rafi : "kamu marah?

aku : "marah kenapa?
apa aku keliatan lagi marah?
"rafi : "ta.. "
aku : "kenapa lagi? ya udah, aku nggak berhak ngelarang kamu, terserah kamu"
rafi : "ta..."
aku : "apa? mau bilang sayang? bullshit tau nggak kamu itu fi"
pembicaraanku dengan rafi terpotong ketika mama pulang kerumah. Aku bingung, kenapa aku harus sedih dan kecewa seperti ini dengan rafi? aku tidak membenci rafi, mungkin ini hanya perasaan kesal sesaat. Semuanya sudah terlanjur terjadi, aku juga nggak memvonis rafi bersalah sepenuhnya. Mungkin saja cewek itu memang gatel. Rafi punya sesuatu yang membuat cewek silau dan berpikir pendek. Itu yang ada dibenakku saat itu.
gijoe.malaw memberi reputasi
1
