- Beranda
- Stories from the Heart
Bagaimana Gue Memandang CINTA sbg sebuah PERMAINAN
...
TS
MainiChi
Bagaimana Gue Memandang CINTA sbg sebuah PERMAINAN

Ane cuman mau berbagi kisah CINTAane. Kadang ada hal yang lebih baik untuk diutarakan melalui kata-kata maupun tulisan. Ane berpikir untuk taro di blog, tapi blog ane gajelas isinya. Intinya ane cuman mau cerita, syukur-syukur ada yang bisa mengambil hikmah dari pengalaman yang ane alamin ini.
ENJOY!
Spoiler for INDEX CERITA:
1 - The Beginning of The Story
2 - SUMPAHKU
3 - TRAGIC (?)
4 - Tri Purnomo Aji
5 - 12 Juli 2014
6 - Diajak Nikah
2 - SUMPAHKU
3 - TRAGIC (?)
4 - Tri Purnomo Aji
5 - 12 Juli 2014
6 - Diajak Nikah
Oh iya, kalo mau baca cerita ane yang up to date bisa ke blog ane DISINIboleh juga yang mau follow twitter ane @elsayunitaa
Warm Regards,
MainiChi





Diubah oleh MainiChi 22-06-2015 18:11
anasabila memberi reputasi
1
6.5K
Kutip
39
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
MainiChi
#18
Tri Purnomo Aji
Spoiler for Tri Purnomo Aji:
Mari kita lupakan sejenak tentang peletitu, karena gue akan membawa kalian kembali ke beberapa tahun yang lalu.
2011
Merupakan tahun yang cukup berkesan bagi gue. I used to be a gamer haha. Sebenarnya gue uda jadi gamer sejak kecil, semua karena racun dari abang gue. Sejak SMP gue mulai kenal sama game online, warnet, dan lain-lain yang ada di dalamnya. Gue menekuni dunia itu selama hampir 7 tahun, sampai sekarang masih jadi gamer tapi beda device hehe.
Sejak SMP itu gue main game yang namanya AyoDance, sebenarnya main game yang lain juga tapi game itu adalah game yang paling lama gue mainkan dan juga meninggalkan cukup banyak kesan. Tahun 2011, mungkin sekitar gue baru masuk SMA, gue masuk ke sebuah club yang bernama Aramaic. Mungkin uda takdir atau mungkin saja sebuah kebetulan. Hey! Di dunia ini ga ada yang namanya kebetulan, uda pasti ini takdir!
Di Aramaic itulah gue bertemu dengan seseorang yang hmmmm, gue gatau cara mengekspresikan orang itu dengan kata-kata haha. Dia bernama Aji. Harus gue akui, sebenarnya gue emang "deket" dulu sama dia. Dekat dalam arti karena kami sering main bareng 1 room, sampai memunculkan gosip di antara teman-teman kami di game itu. Mereka menduga bahwa kami lagi pdkt, padahal engga. Engga karena gue ga merasakan ada tujuan pdkt dari dia.
Pernah seorang teman gue, Bebe, bilang begini pas dulu 1 room,
"Jangan mau ji sama Eca. Dia kan Tukang PHP"
WHAT? Gue tukang PHP?! ?!@!!&!(*^$?!?!?!!!!!!
Gue gatau alasan apa Bebe bilang kaya gitu, mungkin cuman bercandaan dan gue memilih untuk ga mikirin lebih dalam kata-kata dia.
Tidak terasa, telah berbulan-bulan gue ada di dalam club itu, Aramaic. Ga biasanya gue bisa berada lama di dalam sebuah club, mungkin karena gue nyaman sama orang-orang di sana. Ditambah juga, setiap gue main game itu gue gapernah merasakan kesendirian, kesepian. Bisa dibilang, dulu hampir tiap hari gue main game itu. Pulang sekolah, mau cepat-cepat sampai rumah supaya bisa langsung main game itu. Gue mulai merasakan keakraban dari mereka, mungkin karena mereka umurnya sama dengan gue jadi gue merasa lebih nyambung.
Kedekatan gue sama Aji pun makin bertambah. Beberapa teman gue di game itu pun sampai ada yang bertanya tentang kedekatan kami. Salah satunya adalah Bowok,
"Beb, lo jadian sama ?" Gue sama Bowok emg saling manggil Beb, cuman buat bercandaan aja.
"Engga lah jing, gosip darimana tuh?"
"Gue cuman nanya aja, anak-anak juga pada ngira lo jadian sama Aji."
OH MY GOD!!! Begini nih yang kadang gue ga suka, gue sering main sama satu orang aja dianggep deket bahkan jadian huft
Tapi entah kenapa, kenyamanan itu membuat gue makin lama makin........, ah sudahlah. Gue harus tetap pada pendirian gue, gue gamau selingkuh! Titik!
Dengan Aji, gue merasakan ada kenyaman yang dia berikan. Kenyamanan yang bahkan pacar gue sendiri ga kasih ke gue, Rhesa. Ya, saat itu gue telah dan masih menjalin hubungan dengan Rhesa. Rhesa sangat tidak suka gue main game, dia mencaci-maki, mengolok-olok gue dan teman-teman gue yang suka main game itu. Saat masa SMA itu, gue masih suka main di warnet tapi ga sesering saat masa SMP. Padahal di rumah gue bisa main game itu, tapi gue mau main di warnet karena gue merasakan feel yang berbeda saat gue memainkannya di warnet daripada di rumah. Sampai gue sering bohong ke Rhesa, kalau dia nanya gue lagi dimana atau lagi apa, gue jawab semampunya gue. Maksudnya, gue gabakal bilang kalo gue lagi di warnet atau lagi main game. Karena gue pernah disamperin sama dia ke warnet dan ditabok di situ juga.
Dengan Aji, gue mendapatkan hal-hal baru. Gatau kenapa, gue malah lebih sering cerita ke Aji daripada Rhesa. Mungkin karena kenyamanan yang gue terima dari dia. Saat gue ribut sama Rhesa, gue selalu lari ke Aji. Gue cerita, curhat segala macam. Kalau uda ngobrol sama Aji, kekesalan dan kebetean gue sebelumnya tiba-tiba hilang. Sempat gue berpikir, "apa gue uda selingkuh secara perasaan?". Saat itu juga, gue merasa bersalah. Di satu sisi, gue merasa mengkhianati perasaan gue ke Rhesa. Di sisi lain, gue merasa bahwa mungkinkah Aji merasa tersakiti karena sebagai dianggap tempat pelampiasan? Sama sekali gue ga berniat untuk melakukan hal itu. Gue mencoba untuk selalu mengingatkan diri gue sendiri, untuk ga memberikan harapan apapun sama Aji.
Sampai gue punya panggilan sendiri ke dia. Yang biasanya cuma "Ji", entah kenap berubah menjadi "Yang" singkatan dari sayang. Berubah begitu saja, gue juga gatau kenapa gue kaya gitu ke dia. Oke, cukup. Gue akui kalo gue cukup suka sama apa yang Aji perbuat ke gue. Cara dia membalas chat gue, cara dia menghadapi gue, cara dia menemani gue. Gue suka semua cara yang dia lakukan saat dia berhadapan sama gue. Tapi gue membuat rasa suka itu hanya sebatas teman dan gue harus benar-benar komitmen pada keputusan gue itu. Sejak gue menyadari hal itu, gue mulai menjaga jarak sama Aji. Tapi hal yang gue lakukan itu malah buat gue merasa aneh, berat buat gue melakukan hal itu.
Dulu gue pernah berpikir, gimana bisa orang saling jatuh cinta dengan orang lain yang belum pernah ditemunya? Dan lalu gue teringat apa yang gue rasain saat ini, gimana bisa gue nyaman dengan orang yang belum pernah gue temui? Kami hanya bertemu melalui sebuah layar yang di dalamnya terdapat kata-kata yang menggambarkan apa yang kami pikirkan. Bagaimana bisa tiba-tiba gue menjadi salah satu bagian dari orang-orang yang pernah gue perolok dulu? Ah, mungkin ini namanya karma atau apalah itu.
Ada hal yang paling gue kangenin dari Aji. Ada kenangan yang benar-benar ga gue lupakan sampai saat ini. Adalah saat tahun 2013 lalu, tepatnya pertengahan tahun 2013. Saat dimana gue telah menjalani UN (Ujian Nasional), libur panjang berbulan-bulan gue habiskan untuk bermain game. Kebetulan, masa liburan gue itu bertepatan dengan bulan puasa Ramadhan. Setiap hari gue bermain game, dari siang sampai begadang menunggu waktu sahur tiba. Gue melewati hari-hari bersama teman-teman game gue, terutama dengan Aji dan Bebe. Karena kami bertiga seumuran dan seangkatan, jadi kami sering bermain bersama pada saat itu. AH, INDAH SEKALI. Gatau kenapa, gue sangat menikmati saat-saat itu dan mau mengulanginya lagi.
Saat gue menulis cerita ini, tanpa sadar gue merasakan sakit di dada. Gue kangen akan masa-masa itu, berharap bahwa waktu dapat diulang dan gue bisa mengulanginya lagi. Jika waktu benar-benar dapat diputar kembali, gue mau menikmati sekali lagi kenangan di masa itu. Kalau bisa, gue memiliki kemampuan dimana gue dapat mengulang waktu dan dapat memperbaikinya
2011
Merupakan tahun yang cukup berkesan bagi gue. I used to be a gamer haha. Sebenarnya gue uda jadi gamer sejak kecil, semua karena racun dari abang gue. Sejak SMP gue mulai kenal sama game online, warnet, dan lain-lain yang ada di dalamnya. Gue menekuni dunia itu selama hampir 7 tahun, sampai sekarang masih jadi gamer tapi beda device hehe.
Sejak SMP itu gue main game yang namanya AyoDance, sebenarnya main game yang lain juga tapi game itu adalah game yang paling lama gue mainkan dan juga meninggalkan cukup banyak kesan. Tahun 2011, mungkin sekitar gue baru masuk SMA, gue masuk ke sebuah club yang bernama Aramaic. Mungkin uda takdir atau mungkin saja sebuah kebetulan. Hey! Di dunia ini ga ada yang namanya kebetulan, uda pasti ini takdir!
Di Aramaic itulah gue bertemu dengan seseorang yang hmmmm, gue gatau cara mengekspresikan orang itu dengan kata-kata haha. Dia bernama Aji. Harus gue akui, sebenarnya gue emang "deket" dulu sama dia. Dekat dalam arti karena kami sering main bareng 1 room, sampai memunculkan gosip di antara teman-teman kami di game itu. Mereka menduga bahwa kami lagi pdkt, padahal engga. Engga karena gue ga merasakan ada tujuan pdkt dari dia.
Pernah seorang teman gue, Bebe, bilang begini pas dulu 1 room,
"Jangan mau ji sama Eca. Dia kan Tukang PHP"
WHAT? Gue tukang PHP?! ?!@!!&!(*^$?!?!?!!!!!!
Gue gatau alasan apa Bebe bilang kaya gitu, mungkin cuman bercandaan dan gue memilih untuk ga mikirin lebih dalam kata-kata dia.
Tidak terasa, telah berbulan-bulan gue ada di dalam club itu, Aramaic. Ga biasanya gue bisa berada lama di dalam sebuah club, mungkin karena gue nyaman sama orang-orang di sana. Ditambah juga, setiap gue main game itu gue gapernah merasakan kesendirian, kesepian. Bisa dibilang, dulu hampir tiap hari gue main game itu. Pulang sekolah, mau cepat-cepat sampai rumah supaya bisa langsung main game itu. Gue mulai merasakan keakraban dari mereka, mungkin karena mereka umurnya sama dengan gue jadi gue merasa lebih nyambung.
Kedekatan gue sama Aji pun makin bertambah. Beberapa teman gue di game itu pun sampai ada yang bertanya tentang kedekatan kami. Salah satunya adalah Bowok,
"Beb, lo jadian sama ?" Gue sama Bowok emg saling manggil Beb, cuman buat bercandaan aja.
"Engga lah jing, gosip darimana tuh?"
"Gue cuman nanya aja, anak-anak juga pada ngira lo jadian sama Aji."
OH MY GOD!!! Begini nih yang kadang gue ga suka, gue sering main sama satu orang aja dianggep deket bahkan jadian huft

Tapi entah kenapa, kenyamanan itu membuat gue makin lama makin........, ah sudahlah. Gue harus tetap pada pendirian gue, gue gamau selingkuh! Titik!
Dengan Aji, gue merasakan ada kenyaman yang dia berikan. Kenyamanan yang bahkan pacar gue sendiri ga kasih ke gue, Rhesa. Ya, saat itu gue telah dan masih menjalin hubungan dengan Rhesa. Rhesa sangat tidak suka gue main game, dia mencaci-maki, mengolok-olok gue dan teman-teman gue yang suka main game itu. Saat masa SMA itu, gue masih suka main di warnet tapi ga sesering saat masa SMP. Padahal di rumah gue bisa main game itu, tapi gue mau main di warnet karena gue merasakan feel yang berbeda saat gue memainkannya di warnet daripada di rumah. Sampai gue sering bohong ke Rhesa, kalau dia nanya gue lagi dimana atau lagi apa, gue jawab semampunya gue. Maksudnya, gue gabakal bilang kalo gue lagi di warnet atau lagi main game. Karena gue pernah disamperin sama dia ke warnet dan ditabok di situ juga.
Dengan Aji, gue mendapatkan hal-hal baru. Gatau kenapa, gue malah lebih sering cerita ke Aji daripada Rhesa. Mungkin karena kenyamanan yang gue terima dari dia. Saat gue ribut sama Rhesa, gue selalu lari ke Aji. Gue cerita, curhat segala macam. Kalau uda ngobrol sama Aji, kekesalan dan kebetean gue sebelumnya tiba-tiba hilang. Sempat gue berpikir, "apa gue uda selingkuh secara perasaan?". Saat itu juga, gue merasa bersalah. Di satu sisi, gue merasa mengkhianati perasaan gue ke Rhesa. Di sisi lain, gue merasa bahwa mungkinkah Aji merasa tersakiti karena sebagai dianggap tempat pelampiasan? Sama sekali gue ga berniat untuk melakukan hal itu. Gue mencoba untuk selalu mengingatkan diri gue sendiri, untuk ga memberikan harapan apapun sama Aji.
Sampai gue punya panggilan sendiri ke dia. Yang biasanya cuma "Ji", entah kenap berubah menjadi "Yang" singkatan dari sayang. Berubah begitu saja, gue juga gatau kenapa gue kaya gitu ke dia. Oke, cukup. Gue akui kalo gue cukup suka sama apa yang Aji perbuat ke gue. Cara dia membalas chat gue, cara dia menghadapi gue, cara dia menemani gue. Gue suka semua cara yang dia lakukan saat dia berhadapan sama gue. Tapi gue membuat rasa suka itu hanya sebatas teman dan gue harus benar-benar komitmen pada keputusan gue itu. Sejak gue menyadari hal itu, gue mulai menjaga jarak sama Aji. Tapi hal yang gue lakukan itu malah buat gue merasa aneh, berat buat gue melakukan hal itu.
Dulu gue pernah berpikir, gimana bisa orang saling jatuh cinta dengan orang lain yang belum pernah ditemunya? Dan lalu gue teringat apa yang gue rasain saat ini, gimana bisa gue nyaman dengan orang yang belum pernah gue temui? Kami hanya bertemu melalui sebuah layar yang di dalamnya terdapat kata-kata yang menggambarkan apa yang kami pikirkan. Bagaimana bisa tiba-tiba gue menjadi salah satu bagian dari orang-orang yang pernah gue perolok dulu? Ah, mungkin ini namanya karma atau apalah itu.
Ada hal yang paling gue kangenin dari Aji. Ada kenangan yang benar-benar ga gue lupakan sampai saat ini. Adalah saat tahun 2013 lalu, tepatnya pertengahan tahun 2013. Saat dimana gue telah menjalani UN (Ujian Nasional), libur panjang berbulan-bulan gue habiskan untuk bermain game. Kebetulan, masa liburan gue itu bertepatan dengan bulan puasa Ramadhan. Setiap hari gue bermain game, dari siang sampai begadang menunggu waktu sahur tiba. Gue melewati hari-hari bersama teman-teman game gue, terutama dengan Aji dan Bebe. Karena kami bertiga seumuran dan seangkatan, jadi kami sering bermain bersama pada saat itu. AH, INDAH SEKALI. Gatau kenapa, gue sangat menikmati saat-saat itu dan mau mengulanginya lagi.
Saat gue menulis cerita ini, tanpa sadar gue merasakan sakit di dada. Gue kangen akan masa-masa itu, berharap bahwa waktu dapat diulang dan gue bisa mengulanginya lagi. Jika waktu benar-benar dapat diputar kembali, gue mau menikmati sekali lagi kenangan di masa itu. Kalau bisa, gue memiliki kemampuan dimana gue dapat mengulang waktu dan dapat memperbaikinya
0
Kutip
Balas