- Beranda
- Stories from the Heart
[Action, Special Ability] Erik the Vampire Hunter
...
TS
Shadowroad
[Action, Special Ability] Erik the Vampire Hunter
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Ane mau share novel buatan ane sendiri gan
Novel ane bergenre action, horror, romance, school-life dan supranatural
Inspirasi dapat dari alur game, film, anime, kehidupan, komik, mitologi, legenda dan novel yang pernah ane amati
Part 62: Erik dan Vela Versus Pengendali Tulang
Spoiler for Begini gan ceritanya::
Gan, setelah baca mohon komennya, ya
Ane sangat menerima kritik dan saran
Pertanyaan juga sangat dianjurkan, supaya agan2 dapat lebih memahami cerita yang rumit ini
Kalau terjadi kesalahan seperti tanda baca, kurang jelas, ketidak konsistenan cerita mohon diingatkan ya gan
Terima kasih gan
Diubah oleh Shadowroad 26-11-2017 06:31
2
87K
544
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Shadowroad
#135
Part 18: Kelompok Elena Versus Taiyou no Kishi
Hati Elena langsung diliputi ketakutan dan kebencian mendengar nama ‘Leon’ disebut. Kebencian karena dia menghancurkan tangannya yang selembut sutra dan seputih susu. Tangan yang sangat dia banggakan sebagai seorang model kelas atas. Tangan yang dirawatnya dengan penuh totalitas. Ketakutan karena meskipun hati Elena ingin membalas dendam, dia tahu bahwa dirinya tidak bisa. Takut jika tangan yang satunya harus rusak oleh pengendali api gila itu. Takut karena dirinya sadar bahwa Leon melebihinya.
Setelah mendengar kalimat Leon, pendengaran vampire Elena hanya mendengar suara Haruna yang sedang berbisik. Tidak terdengar suara Leon, Yoshitsune maupun Shizuka. Hanya suara Haruna. Bisikan Haruna sendiripun tidak terlalu jelas. Elena menunduk dan sempat bertanya-tanya, apakah dirinya dan kelompoknya sudah ketahuan? Jawaban atas pertanyaan itu didapatnya setelah Elena mengangkat kepalanya. Ada bola api besar terbang ke arahnya. Reflek vampirenya segera melompat ke belakang menghindari bola api yang terbang. Bola api yang besar itu kini membakar semak-semak yang digunakan oleh Elena dan kelompoknya untuk bersembunyi. Sekarang kelompok Elena bisa melihat semua lawannya. Begitu pula dengan Leon dan Taiyou no Kishi.
Leon Darkwing berdiri paling depan. Wajahnya putih seperti putihnya orang Asia Timur. Hanya saja wajahnya terlihat mengantuk. Rambutnya masih acak-acakan. Jelas bahwa pengendali api ini baru saja bangun dari tidur. Matanya sedikit sipit dan pandangannya tajam. Jika hanya melihat mukanya yang terlihat santai dan kalem, siapapun tidak akan mengira bahwa Leon adalah anggota The Legion yang sangat kuat. Dia memakai sweater berwarna hitam dan celana pinsil yang berwarna hitam pula.
Yoshitsune yang penampilannya paling aneh untuk jaman sekarang. Dari mukanya memang terlihat bahwa usianya masih tiga puluh limaan. Dia memakai pakaian tradisional khas Jepang yang berwarna biru. Ada dua katana yang bersarang di pingganggnya. Sandalnya juga sandal tradisional khas Jepang. Rambutnya yang panjang diikat di ubun-ubun kepalanya. Untaian rambut dari ikatannya itu cukup panjang hingga ke pinggangnya. Mungkin orang-orang yang melihat penampilannya mengira bahwa ada seorang samurai yang tersesat di masa depan.
Si gadis yang sedikit childish, yaitu Shizuka, menatap para vampire dengan penuh waspada. Nama lengkapnya adalah Shizuka Fujiwara. Tangannya sudah tergenggam erat dan siap bertarung. Wajahnya yang mirip anak kecil dan selalu ceria dan tertawa kini tampak serius. Rambutnya disemir coklat dan diikat model twintails. Shizuka berdiri di samping Leon. Entah apa maksud gadis itu menempel Leon dengan erat. Shizuka hanya memakai tanktop berwarna merah yang ditutupi oleh blazer jeans. Kakinya ditutupi oleh celana pendek hingga ke bawah lutut. Sepertinya gadis ini tidak begitu peduli dengan suhu malam yang sangat dingin.
Yang berdiri paling belakang adalah Haruna Tsukiyama. Berlawanan dari Shizuka, gadis berambut panjang dan disemir merah ini memakai pakaian yang benar-benar melindungi dirinya dari dingin. Ada seekor burung elang yang bertengger di bahu kiri Haruna. Elang itu menjawab pertanyaan kelompok Elena bagaimana para Taiyou no Kishi mengetahui keberadaan si naga air dan tempat persembunyian mereka. Haruna Tsukiyama adalah seorang Beastmaster.
Kelompok Elena perlahan mundur. Prioritas mereka bukan memenangkan pertempuran. Tapi sampai di Serawak secepat mungkin. Di sana, ketua Seven Diamond sudah menunggu Elena dan Black Orb. Selain itu mereka tahu, bahwa kelompok Taiyou no Kishi yang dikirim oleh Jepang ke Indonesia bukan kelompok sembarangan. Mereka tentunya sudah terlatih untuk menahan gempuran manipulator dari Nazi.
Lina tiba-tiba mengangkat tangannya dan secepat mungkin teman-teman vampirenya bersembunyi di balik pohon. Tidak tahu apa yang terjadi, kelompok Taiyou no Kishi dihantam oleh gumpalan-gumpalan air hingga mereka terhempas. Bahkan tubuh Leon melesat hingga menghantam pohon.
“Kurang ajar!” Elena mendengarkan umpatan Leon.
Ada bola api terbang di atas kelompok Elena. Elena segera mengeluarkan perintah untuk berpencar pada kelompoknya. Bola api besar itu tiba-tiba berhenti di udara dan segera pecah menjadi empat bola api kecil yang mengincar semua anggota kelompok Elena. Pecahan bola api kecil itu tidak ada yang mengenai kelompok Elena. Namun, bola-bola api kecil itu meledak begitu menyentuh tanah. Efek ledakannya membuat mata Elena kemasukan tanah ledakan yang cukup panas. Akibatnya Elena langsung berlutut dan memegangi matanya.
Di saat itu, Elena merasakan ada sesuatu yang melilit kakinya dan menyeretnya. Elena tak bisa melihat apapun. Termasuk melihat benda apa yang menyeretnya. Selama kakinya diseret, Elena mendengar suara tembakan tiga kali. Setelah itu, Elena sudah tidak merasakan ada sesuatu yang melilit kakinya.
Begitu membuka matanya, Elena melihat pertarungan satu lawan satu yang tidak seimbang. Ketika menoleh ke kiri, Elena melihat Lina terdesak oleh Yoshitsune yang mengendalikan api biru. Api biru Yoshitsune yang keluar dari katananya mampu merobek-robek pertahanan air Lina. Menoleh ke kanan, Elena melihat Rita dan Lia terdesak oleh pengendalian listrik Haruna dan gerakan super cepat Shizuka. Bagi mereka, cukup mudah mengatasi kecepatan vampire karena mereka sudah disiapkan untuk mengatasi lawan yang jauh lebih kuat dari vampire. Melihat ke depan, Leon berlari ke arahnya dan dengan kaki apinya dia menendang dada Elena. Elena terhempas dan punggungnya membentur pohon.
Elena melihat bola api yang berkobar-kobar di ujung jari Leon. Elena menggunakan kecepatan vampirenya untuk menghindari tembakan itu. Bola api itu mengenai pohon sebelum meledak dan merobohkan pohon cemara yang besar. Semua pertarungan terhenti gara-gara robohnya pohon cemara. Semuanya terkejut dan pandangan mereka tertuju pada pohon cemara yang roboh. Memanfaatkan momen itu, Elena berlari menghampiri Yoshitsune dengan kecepatan vampirenya dan menendangnya sekuat tenaga. Serangan itu tepat di perut Yoshitsune.
Tiba-tiba saja Elena dan ketiga temannya terjatuh. Hidung mereka sampai mimisan karena terbentur tanah dengan cukup keras. Tapi mimisan mereka segera sembuh dengan regenerasi vampire. Elena dan teman-temannya tidak terlalu mempedulikan mimisan mereka. Karena para Taiyou no Kishisudah mulai menyerang lagi, Elena dan teman-temannya mencoba bangkit untuk melawan para penyerang. Sambil mencoba bangkit, masing-masing dari mereka mengamati sekeliling dan bertanya-tanya, benda apa yang baru saja membuat mereka terjatuh? Mereka memang merasakan ada benda padat yang menyentuh kaki. Namun, benda itu tiba-tiba hilang.
Dua pihak itu kembali bertempur satu lawan satu. Masih dengan formasi yang sama dengan sebelumnya. Kelompok Taiyou no Kishi terus menyerang dengan gencar. Sementara kelompok Seven Diamond memiliki pertahanan yang cukup bagus walaupun digempur oleh kelompok yang lebih kuat dari mereka. Memang Taiyou no Kishi lebih kuat daripada kelompoknya, namun Elena tahu bahwa penglihatan Taiyou no Kishi lemah di malam hari karena mereka manusia.
“Bertahanlah, teman-teman!” perintah Elena, “Terus mundur!”
Melihat lawan mereka mundur, Haruna semakin menggila. Dengan pengendalian listriknya, Haruna terus menyerang. Listriknya begitu kuat sehingga berkali-kali menghanguskan kulit Rita. Sementara, listrik yang meleset menimbulkan kerusakan di tanah dan pepohonan. Serangan dan pertahanannya seimbang. Meskipun terus menyerang, dia tidak membiarkan pertahanan tubuhnya terbuka. Berkali-kali Rita menyerang Haruna, gadis pengendali listrik dan beastmaster itu tidak bergeming. Justru makin ganas.
Sementara itu, Lia menghadapi gadis childish berkemampuan aneh. Kecepatan Shizuka menyamai kecepatan vampire Lia. Tak terbiasa menghadapi manusia dengan kecepatan seperti itu, pukulan dan tendangan berkali-kali mendarat di tubuh Lia. Bahkan, Shizuka sudah mencabut pisaunya dan berkali-kali mencoba menikam jantung Lia. Dengan susah payah Lia menangkis tikaman Shizuka sehingga pisau Shizuka hanya bersarang di tangan kanan Lia. Mereka berdua segera melompat saling menjauhi. Sambil menjerit kesakitan, Lia mencabut pisau yang berada di tangannya. Sehingga kulitnya yang robek segera meregenerasi. Lia berhasil menyelamatkan dirinya sendiri dari serangan Shizuka yang ganas. Melihat Shizuka yang terengah-rengah, Lia melihat kesempatan untuknya. Dia meraih pistolnya dan membidik kepala Shizuka. Lagi-lagi keanehan terjadi. Ada yang menarik tangan Lia ke bawah sehingga peluru-pelurunya hanya melubangi tanah. Di saat keterkejutannya, lutut kanan Shizuka mendarat di muka Lia. Membuat dirinya terhempas dan membentur pohon. Di saat Lia mencoba bangkit, tinju Shizuka memukul muka Lia.
Lina tiba-tiba meninggalkan pertarungannya dengan Yoshitsune. Dia langsung berlari dengan kecepatan vampirenya dan mencoba menikamkan pisaunya ke tubuh Shizuka. Shizuka yang sudah menyadarinya, melompat menjauhi Lia dan Lina. Sehingga tusukan Lina hanya menikam udara. Lina yang tidak perlu menggunakan pistol, dia menembakkan peluru air ke tubuh Shizuka yang masih di udara. Akibatnya, Shizuka kehilangan control pada tubuhnya sehingga jatuhnya tidak begitu baik. Kakinya terkilir ketika mendarat.
Aku sudah menggiring mereka ke tempat yang tak terjangkau cahaya bulan, pikir Elena, Sekaranglah saatnya.
Secara bersamaan, keempat vampire itu melemparkan granat ke lawan-lawannya. Di antara granat-granat itu ada granat asap. Granat itu meledak dan merobohkan beberapa pohon. Asap granat itu juga menyebabkan penglihatan para Taiyou no Kishiterhalang. Elena melihat Haruna yang berlari menghampiri Shizuka. Sepertinya mereka lebih memprioritaskan Shizuka daripada mengejar para vampire. Elena dan kelompoknya menggunakan kesempatan itu untuk kabur.
Quote:
Setelah mendengar kalimat Leon, pendengaran vampire Elena hanya mendengar suara Haruna yang sedang berbisik. Tidak terdengar suara Leon, Yoshitsune maupun Shizuka. Hanya suara Haruna. Bisikan Haruna sendiripun tidak terlalu jelas. Elena menunduk dan sempat bertanya-tanya, apakah dirinya dan kelompoknya sudah ketahuan? Jawaban atas pertanyaan itu didapatnya setelah Elena mengangkat kepalanya. Ada bola api besar terbang ke arahnya. Reflek vampirenya segera melompat ke belakang menghindari bola api yang terbang. Bola api yang besar itu kini membakar semak-semak yang digunakan oleh Elena dan kelompoknya untuk bersembunyi. Sekarang kelompok Elena bisa melihat semua lawannya. Begitu pula dengan Leon dan Taiyou no Kishi.
Quote:
Leon Darkwing berdiri paling depan. Wajahnya putih seperti putihnya orang Asia Timur. Hanya saja wajahnya terlihat mengantuk. Rambutnya masih acak-acakan. Jelas bahwa pengendali api ini baru saja bangun dari tidur. Matanya sedikit sipit dan pandangannya tajam. Jika hanya melihat mukanya yang terlihat santai dan kalem, siapapun tidak akan mengira bahwa Leon adalah anggota The Legion yang sangat kuat. Dia memakai sweater berwarna hitam dan celana pinsil yang berwarna hitam pula.
Yoshitsune yang penampilannya paling aneh untuk jaman sekarang. Dari mukanya memang terlihat bahwa usianya masih tiga puluh limaan. Dia memakai pakaian tradisional khas Jepang yang berwarna biru. Ada dua katana yang bersarang di pingganggnya. Sandalnya juga sandal tradisional khas Jepang. Rambutnya yang panjang diikat di ubun-ubun kepalanya. Untaian rambut dari ikatannya itu cukup panjang hingga ke pinggangnya. Mungkin orang-orang yang melihat penampilannya mengira bahwa ada seorang samurai yang tersesat di masa depan.
Si gadis yang sedikit childish, yaitu Shizuka, menatap para vampire dengan penuh waspada. Nama lengkapnya adalah Shizuka Fujiwara. Tangannya sudah tergenggam erat dan siap bertarung. Wajahnya yang mirip anak kecil dan selalu ceria dan tertawa kini tampak serius. Rambutnya disemir coklat dan diikat model twintails. Shizuka berdiri di samping Leon. Entah apa maksud gadis itu menempel Leon dengan erat. Shizuka hanya memakai tanktop berwarna merah yang ditutupi oleh blazer jeans. Kakinya ditutupi oleh celana pendek hingga ke bawah lutut. Sepertinya gadis ini tidak begitu peduli dengan suhu malam yang sangat dingin.
Yang berdiri paling belakang adalah Haruna Tsukiyama. Berlawanan dari Shizuka, gadis berambut panjang dan disemir merah ini memakai pakaian yang benar-benar melindungi dirinya dari dingin. Ada seekor burung elang yang bertengger di bahu kiri Haruna. Elang itu menjawab pertanyaan kelompok Elena bagaimana para Taiyou no Kishi mengetahui keberadaan si naga air dan tempat persembunyian mereka. Haruna Tsukiyama adalah seorang Beastmaster.
Quote:
Kelompok Elena perlahan mundur. Prioritas mereka bukan memenangkan pertempuran. Tapi sampai di Serawak secepat mungkin. Di sana, ketua Seven Diamond sudah menunggu Elena dan Black Orb. Selain itu mereka tahu, bahwa kelompok Taiyou no Kishi yang dikirim oleh Jepang ke Indonesia bukan kelompok sembarangan. Mereka tentunya sudah terlatih untuk menahan gempuran manipulator dari Nazi.
Lina tiba-tiba mengangkat tangannya dan secepat mungkin teman-teman vampirenya bersembunyi di balik pohon. Tidak tahu apa yang terjadi, kelompok Taiyou no Kishi dihantam oleh gumpalan-gumpalan air hingga mereka terhempas. Bahkan tubuh Leon melesat hingga menghantam pohon.
“Kurang ajar!” Elena mendengarkan umpatan Leon.
Ada bola api terbang di atas kelompok Elena. Elena segera mengeluarkan perintah untuk berpencar pada kelompoknya. Bola api besar itu tiba-tiba berhenti di udara dan segera pecah menjadi empat bola api kecil yang mengincar semua anggota kelompok Elena. Pecahan bola api kecil itu tidak ada yang mengenai kelompok Elena. Namun, bola-bola api kecil itu meledak begitu menyentuh tanah. Efek ledakannya membuat mata Elena kemasukan tanah ledakan yang cukup panas. Akibatnya Elena langsung berlutut dan memegangi matanya.
Di saat itu, Elena merasakan ada sesuatu yang melilit kakinya dan menyeretnya. Elena tak bisa melihat apapun. Termasuk melihat benda apa yang menyeretnya. Selama kakinya diseret, Elena mendengar suara tembakan tiga kali. Setelah itu, Elena sudah tidak merasakan ada sesuatu yang melilit kakinya.
Begitu membuka matanya, Elena melihat pertarungan satu lawan satu yang tidak seimbang. Ketika menoleh ke kiri, Elena melihat Lina terdesak oleh Yoshitsune yang mengendalikan api biru. Api biru Yoshitsune yang keluar dari katananya mampu merobek-robek pertahanan air Lina. Menoleh ke kanan, Elena melihat Rita dan Lia terdesak oleh pengendalian listrik Haruna dan gerakan super cepat Shizuka. Bagi mereka, cukup mudah mengatasi kecepatan vampire karena mereka sudah disiapkan untuk mengatasi lawan yang jauh lebih kuat dari vampire. Melihat ke depan, Leon berlari ke arahnya dan dengan kaki apinya dia menendang dada Elena. Elena terhempas dan punggungnya membentur pohon.
Elena melihat bola api yang berkobar-kobar di ujung jari Leon. Elena menggunakan kecepatan vampirenya untuk menghindari tembakan itu. Bola api itu mengenai pohon sebelum meledak dan merobohkan pohon cemara yang besar. Semua pertarungan terhenti gara-gara robohnya pohon cemara. Semuanya terkejut dan pandangan mereka tertuju pada pohon cemara yang roboh. Memanfaatkan momen itu, Elena berlari menghampiri Yoshitsune dengan kecepatan vampirenya dan menendangnya sekuat tenaga. Serangan itu tepat di perut Yoshitsune.
Quote:
Tiba-tiba saja Elena dan ketiga temannya terjatuh. Hidung mereka sampai mimisan karena terbentur tanah dengan cukup keras. Tapi mimisan mereka segera sembuh dengan regenerasi vampire. Elena dan teman-temannya tidak terlalu mempedulikan mimisan mereka. Karena para Taiyou no Kishisudah mulai menyerang lagi, Elena dan teman-temannya mencoba bangkit untuk melawan para penyerang. Sambil mencoba bangkit, masing-masing dari mereka mengamati sekeliling dan bertanya-tanya, benda apa yang baru saja membuat mereka terjatuh? Mereka memang merasakan ada benda padat yang menyentuh kaki. Namun, benda itu tiba-tiba hilang.
Dua pihak itu kembali bertempur satu lawan satu. Masih dengan formasi yang sama dengan sebelumnya. Kelompok Taiyou no Kishi terus menyerang dengan gencar. Sementara kelompok Seven Diamond memiliki pertahanan yang cukup bagus walaupun digempur oleh kelompok yang lebih kuat dari mereka. Memang Taiyou no Kishi lebih kuat daripada kelompoknya, namun Elena tahu bahwa penglihatan Taiyou no Kishi lemah di malam hari karena mereka manusia.
“Bertahanlah, teman-teman!” perintah Elena, “Terus mundur!”
Melihat lawan mereka mundur, Haruna semakin menggila. Dengan pengendalian listriknya, Haruna terus menyerang. Listriknya begitu kuat sehingga berkali-kali menghanguskan kulit Rita. Sementara, listrik yang meleset menimbulkan kerusakan di tanah dan pepohonan. Serangan dan pertahanannya seimbang. Meskipun terus menyerang, dia tidak membiarkan pertahanan tubuhnya terbuka. Berkali-kali Rita menyerang Haruna, gadis pengendali listrik dan beastmaster itu tidak bergeming. Justru makin ganas.
Sementara itu, Lia menghadapi gadis childish berkemampuan aneh. Kecepatan Shizuka menyamai kecepatan vampire Lia. Tak terbiasa menghadapi manusia dengan kecepatan seperti itu, pukulan dan tendangan berkali-kali mendarat di tubuh Lia. Bahkan, Shizuka sudah mencabut pisaunya dan berkali-kali mencoba menikam jantung Lia. Dengan susah payah Lia menangkis tikaman Shizuka sehingga pisau Shizuka hanya bersarang di tangan kanan Lia. Mereka berdua segera melompat saling menjauhi. Sambil menjerit kesakitan, Lia mencabut pisau yang berada di tangannya. Sehingga kulitnya yang robek segera meregenerasi. Lia berhasil menyelamatkan dirinya sendiri dari serangan Shizuka yang ganas. Melihat Shizuka yang terengah-rengah, Lia melihat kesempatan untuknya. Dia meraih pistolnya dan membidik kepala Shizuka. Lagi-lagi keanehan terjadi. Ada yang menarik tangan Lia ke bawah sehingga peluru-pelurunya hanya melubangi tanah. Di saat keterkejutannya, lutut kanan Shizuka mendarat di muka Lia. Membuat dirinya terhempas dan membentur pohon. Di saat Lia mencoba bangkit, tinju Shizuka memukul muka Lia.
Lina tiba-tiba meninggalkan pertarungannya dengan Yoshitsune. Dia langsung berlari dengan kecepatan vampirenya dan mencoba menikamkan pisaunya ke tubuh Shizuka. Shizuka yang sudah menyadarinya, melompat menjauhi Lia dan Lina. Sehingga tusukan Lina hanya menikam udara. Lina yang tidak perlu menggunakan pistol, dia menembakkan peluru air ke tubuh Shizuka yang masih di udara. Akibatnya, Shizuka kehilangan control pada tubuhnya sehingga jatuhnya tidak begitu baik. Kakinya terkilir ketika mendarat.
Aku sudah menggiring mereka ke tempat yang tak terjangkau cahaya bulan, pikir Elena, Sekaranglah saatnya.
Quote:
Secara bersamaan, keempat vampire itu melemparkan granat ke lawan-lawannya. Di antara granat-granat itu ada granat asap. Granat itu meledak dan merobohkan beberapa pohon. Asap granat itu juga menyebabkan penglihatan para Taiyou no Kishiterhalang. Elena melihat Haruna yang berlari menghampiri Shizuka. Sepertinya mereka lebih memprioritaskan Shizuka daripada mengejar para vampire. Elena dan kelompoknya menggunakan kesempatan itu untuk kabur.
0