Well YOU built up the world of MAGIC
Because you're REAL LIFE is TRAGIC
Kata-kata di atas merupakan penggalan dari lirik lagu
Paramoreyang berjudul
Brick By Boring Brick, menggambarkan apa yang gue rasa setelah gue tau kalo gue di pelet. Sejujurnya, gue juga ga benar-benar tau apa gue benar di pelet sama mantan gue atau engga. Karena gue selalu memegang teguh sebuah prinsip,
"yang namanya hal ghaib itu tidak dapat dibuktikan dengan nyata". Tapi gue cukup tertekan saat gue mengetahui kalo gue di pelet.
Bayangin aja, gue yang sebelumnya ga pernah sama sekali bersentuhan dengan dunia seperti itu sekarang mengalami hal yang benar-benar di luar nalar gue. Gue mencoba untuk bersikap apatis tentang dunia itu. Saat itu, gue gatau kalo gue ternyata menyimpan suatu
bakat. Gue ga pernah ngebayangin kalo gue bakal jadi korban atas suatu ilmu ghaib. Gue denial, gue ga bisa terima, gue gamau tau!
Sebelum kejadian
pelet itu terjadi, gue selalu memandang cinta sebagai sebuah anugerah yang indah. Cinta di luar cinta antara orang tua ke anak. Lalu tiba-tiba, pemikiran gue tentang cinta berubah
seratus delapan puluh derajat! I used to think that LOVE was a loveliest grace of GOD gave to humans, but now i thought that LOVE could be manipulated as easy as Rhesa have done to me! Gue merasa putus asa, kaya ga punya tujuan hidup lagi. Gue mencoba jalanin kehidupan normal gue seperti biasa, tapi ga bisa! Selalu aja teringat akan
pelet itu.
Sampai membuat gue kaya orang yang benar-benar TOLOL, suka ngomong ga jelas, tatapan mata kosong. Cerita ke orang-orang terdekat kalo gue terkena
pelet, bodohnya gue! Gue gatau kenapa dulu gue kaya gitu. Mungkin karena tekanan dalam diri gue yang buat gue jadi kaya gitu. Gue gapunya orang-orang terdekat yang benar-benar memotivasi gue buat MOVE ON. To kept my life go on. I just felt that I was really lonely, didn't have anyone even anything on by my side. Betapa terpuruknya diri gue saat itu. Dan gue harus berpura-pura bahwa I was okay, there was something wrong to my life. But deep down inside of my heart, I really knew that I wasn't fine!!! Trauma yang gue alami semakin bertambah berkali-kali lipat.
Ya Allah, apa yang harus gue lakukan pada hidup gue? Apa yang harus gue lakukan agar hidup gue kembali seperti semula?
Berbulan-bulan gue tersesat dalam perasaan seperti itu. Perasaan menyalahkan diri sendiri, menyesal karena pernah mengenal dia. Tapi apapun yang gue lakukan tidak akan bisa mengembalikan waktu yang telah berjalan. Sampai suatu saat, gue menyadari kalau gue gabisa seperti ini terus. Gue harus bangkit, mau gimana pun caranya. Meski tidak ada satupun orang yang dapat gue andalkan untuk memotivasi gue, gue pun memikirkan banyak cara. Saat seperti itu gue ngerasa kalo
ternyata di dalam hidup ini tidak ada yang bisa gue andalkan selain diri gue sendiri.
Di sisi lain, gue merasa beruntung karena ga harus 1 kampus sama mantan gue. Seengganya gue bisa sedikit-sedikit melupakan masalah gue itu. Salah gue juga yang terlalu memikirkan hal itu. Gue orang emang gini gan, hal-hal yang ga penting malah kepikiran mulu, aneh ga? Maafin ya kalo gue aneh

Gue nyoba nyari kegiatan di kampus, tapi gaada yang asik menurut gue. Jadilah gue memilih buat nongkrong bareng teman-teman gue. Namanya juga maba alias mahasiswa baru, masih kagok pergaulan anak kampus.
Semester pertama kuliah, gue main terus sama teman-teman kampus gue. Tiap hari pulang jam 9 atau 10 malem, padahal kuliahnya cuman sampe jam 11 atau 1 siang. Sisanya main ke kosan teman. Mungkin orang tua gue juga kesel kali ya liat gue tiap hari pulang malem gitu, jadinya gue kena omelan hahaha. Sampailah gue kenal sama yang namanya dugem alias dunia gemerlap. Kagok pergaulan? Ga juga gan. Sebelumnya gue pernah dugem, tapi cuman sekali dua kali saat masih SMA. Tapi di masa baru masuk kuliah ini yang makin jadi.
Jangan menjudge gue sebagai clubber, karena gue ga ketagihan! Gue dugem cuma sampai akhir semester 1 aja, karena gue merasa dugem itu bukan gue banget. Dateng ke club, minum-minum, joget-joget, buang-buang duit, dan ga guna. Kalau cuman sekedar minum, gue bisa datang ke bar lounge. Gue dulu berpikir, dengan gue dugem kaya gitu, gue bisa melupakan masalah hidup gue, kenyataannya GA SAMA SEKALI!!! Tapi seengganya bisa melupakan sedikit sih. Setelah selesai dugem, ya kadang keinget lagi pas basian hahaha ironis gan. Sempat beberapa kali ketemu cowo di club kaya gitu. But i didn't take him all seriously, istilahnya gue anggap kalo mereka hanya sekedar selingan aja yang bisa buat gue sedikit lupa dengan masalah yang gue hadapi. Gue ga jahat kan gan? Tolong bilang kalo gue ini cukup jahat sampai disini.