- Beranda
- Stories from the Heart
Cerita Suami Galau & Istri Kepo
...
TS
twinroses
Cerita Suami Galau & Istri Kepo
Assalamualaikum Wr Wb
Penghuni forum SFTH, Sr,, Para Ts, dan tentu saja Momod tercinta, setelah beberapa bulan ikutan galau, termehek mehek, ketawa guling guling akibat baca thread SFTH, saya memutuskan untuk ikutan berbagi kisah hidup saya. Boleh kan? emm boleh donk, kalau gak di bolehin saya tetep nulis kok

WELL,,, Ini adalah kisah nyata yang saya permak sedemikian rupa sehingga menjadi cerita fiksi (bagian saya ganteng, tetep nyata kok
saya berperan sebagai seorang suami (ganteng) yang galau karena belum tuntasnya kisah masa lalu, yang berjuang keras untuk membuktikan keputusan saya menikah bukan lah hal yang salah. Tidak ada peraturan khusus dalam thread ini, Grand rules KASKUS dan SFTH tetep berlaku loh ya.... Kalo kalian mau kepo? kepoin sepuas kalian, karena di sini, di tempat saya tinggal hanya ada dua orang yang mengenal KASKUS ( Saya dan temen saya; orang yang mengenalkan Kaskus pada saya)
Lets Roll.....
Spoiler for Indeks:
Diubah oleh twinroses 21-01-2016 12:57
tien212700 dan anasabila memberi reputasi
2
123K
480
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.3KAnggota
Tampilkan semua post
TS
twinroses
#81
Iya, Accept sama Enter itu Sepupu
"Bad choice make a good story", itu adalah kutipan dari depe temen saya yang entah ngutip dari mana yang kemudian saya kutip di sini.
Adalah sebuah kesalahan ketika seorang bocah berumur belasan tahun bisa menginjakan kakinya di sudut gang laknat bernama Dolly. Kemudian dengan kesalahan yang lain anak labil tersebut mengalami kecelakaan dan selanjutnya dengan skenario indah Tuhan, mereka di pertemukan lagi dengan keadaan yang berbeda dan ya, mereka kemudian jatuh hati satu sama lain. Selanjutnya karena suatu alasan mereka kemudian berpisah lagi. Apakah sebuah kesalahan lagi?
Poin saya adalah; dalam setiap kejadian yang terjadi cobalah untuk memahami sesuatu tersebut lebih lama dan lihat lah dari sudut pandang yang berbeda. Semua akan indah pada waktunya. Pasti!!!
Kalau seandainya kisah saya dan Rossy berhenti di sana, dalam sudut pandang manapun pasti berakhir buruk. Tapi lihatlah, ketika saya melanjutkan untuk terus maju dan dengan tanpa malu menjilat lidah saya sendiri dengan kembali bersama Riska (nista banget) , seperti yang kalian lihat, saya bahagia. Ya, meskipun Riska gak se bohai Rossy, emm gak secantik Rossy okeh, tukang kentut pula. Saya nyaman dengan ini.
Bagaimana dengan Rossy? Dia juga bahagia, dalam sudut pandang saya tentunya. Well, saya tidak begitu paham dengan apa yang terjadi kenapa dia bisa dengan si Hendro sialan itu, tapi dari apa yang saya lihat (kemesraanya di pantai
) mereka bahagia bukan?
Apa alasan Rossy meninggalkan saya?
Saya masih gelap tentang hal ini, saya benar2 gagal paham dengan keputusan itu. Saya hancur, hilang arah, tanpa pegangan, okeh ini lebay. Tapi dengan berat hati saya ucapkan rasa syukur atas keputusan pahit (banget) itu. Thanks Rossy, karena keputusan sialanmu saya berakhir dengan tukang kentut di sebelahku ini.
Dengan ini chapter tentang Rossy telah mencapai 99%. Yang satu persen mewakili alasan Rossy yang masih belum terjawab.
Life must go on right?
******
Phew.....
Saya sedang berada di depan ATM pasar Rengel, menunggu istri saya di depan ATM. Niat ngambil duit buat belanja bahan sop buntut; syarat berdamai setelah -seperti yang kalian tahu, Rossy.
"ATM sialan!!!" Istri saya keluar, mendengus kesal dan menendang pintu ATM beberapa kali
"Apaan ma?" Jaga jarak, agak menjauh. Pasang kuda2
"Ini ATM nya rusak Pa" nendang lagi
"Ma?" Saya berusaha menenangkan
"Apa? Papa juga mau di tendang?!"

"Ke ATM lain kan bisa Ma?"
"Kemana?"
"Noh, di sebelah timur bank Jatim kan ada ATM bersama. Kesana yuk?"
Dia diam, kemudian nggloyor ke pinggir jalan, "Mau ke mana Ma?"
"Papa TELMI banget sih!!! Kita ke ATM bersama pa. Ber-Sa-Ma Pa"
ebuset, okeh Ndoro!!
Dia masuk ke ATM bersama, saya menunggu di luar, nyalain rokok. Wush
Sepuluh menit, rokik tinggal separuh. Dia blom keluar
Rokok sudah habis. Dia masih blon keluar
Nyalain rokok lagi. dia masih belum keluar juga
Brang!!!
Saya reflek lompat dari atas motor. Rokok saya patah. Kenapa lagi sih?
Istri saya nggloyor ke jalan, 'ayuk pulang lagi Pa!"
"Lah, gak jadi belanja bahan sop buntut?"
"Apa!!!!? Buntut Papa ajah yang di jadiin sup!"
Heh?
"Kenapa sih memangnya Ma?"
"Itu tuh, ATM nya rusak lagi!" Manyun
"Apa nya yang rusak Ma?"
"Tombol enternya macet Pa!"
"Masak sih? Sini Papa cek" saya menarik istri saya ke dalam ATM
"Dibilang rusak juga!"
"Hayuk cek dulu ah!"
Dia memasukan kartu, menekan perintah, oke. Selanjutnya, oke dan munculan jendela
"Tekan 'ENTER' untuk melanjutkan!"
Kemudian dia menekan tombol enter, tek tek tek "tuh liat Pa!! Di bilangin gak percaya!"
Saya penasaran kemudian memeriksa sekali lagi "mana sih yang Mama pencet?"
"Itu tuh! Tombol yang ke tiga, yang gambarnya udah agak ilang" menunjuk tombol urutan ke tiga
"Mama sini deh" saya menarik nya masuk lagi dan memintanya mengulang langkahnya, dia masih cemberut dan dengan berat hati menuruti. Seolah bilang "masih gak percaya?"
Sampai di step yang ke tiga dia kembali memencet tombol tadi, berulang ulang, keras banget "bangke! Liat nih!
"Ma, jangan tekan yang itu. Yang bawahnya. Yang Tulisanya 'ACCEPT' !" Saya meralat
"Wong printahnya Enter kok!" Masih kekeuh mencet tombol yang tadi
"Pencet ACCEPT aja kenapa sih!"
Kemudian dia memencet tombol ACCEPT sambil bilang "liat nih!"
"Liat tuh, bisa gak?" Saya menyeringai ke arah monitor ATM.
"Loh kok bisa?" Dia bingung. "Kan mama tekan ACCEPT Pa, bukan ENTER"
Gagal paham dia.
Adalah sebuah kesalahan ketika seorang bocah berumur belasan tahun bisa menginjakan kakinya di sudut gang laknat bernama Dolly. Kemudian dengan kesalahan yang lain anak labil tersebut mengalami kecelakaan dan selanjutnya dengan skenario indah Tuhan, mereka di pertemukan lagi dengan keadaan yang berbeda dan ya, mereka kemudian jatuh hati satu sama lain. Selanjutnya karena suatu alasan mereka kemudian berpisah lagi. Apakah sebuah kesalahan lagi?
Poin saya adalah; dalam setiap kejadian yang terjadi cobalah untuk memahami sesuatu tersebut lebih lama dan lihat lah dari sudut pandang yang berbeda. Semua akan indah pada waktunya. Pasti!!!
Kalau seandainya kisah saya dan Rossy berhenti di sana, dalam sudut pandang manapun pasti berakhir buruk. Tapi lihatlah, ketika saya melanjutkan untuk terus maju dan dengan tanpa malu menjilat lidah saya sendiri dengan kembali bersama Riska (nista banget) , seperti yang kalian lihat, saya bahagia. Ya, meskipun Riska gak se bohai Rossy, emm gak secantik Rossy okeh, tukang kentut pula. Saya nyaman dengan ini.
Bagaimana dengan Rossy? Dia juga bahagia, dalam sudut pandang saya tentunya. Well, saya tidak begitu paham dengan apa yang terjadi kenapa dia bisa dengan si Hendro sialan itu, tapi dari apa yang saya lihat (kemesraanya di pantai
) mereka bahagia bukan?Apa alasan Rossy meninggalkan saya?
Saya masih gelap tentang hal ini, saya benar2 gagal paham dengan keputusan itu. Saya hancur, hilang arah, tanpa pegangan, okeh ini lebay. Tapi dengan berat hati saya ucapkan rasa syukur atas keputusan pahit (banget) itu. Thanks Rossy, karena keputusan sialanmu saya berakhir dengan tukang kentut di sebelahku ini.

Dengan ini chapter tentang Rossy telah mencapai 99%. Yang satu persen mewakili alasan Rossy yang masih belum terjawab.
Life must go on right?
******
Phew.....
Saya sedang berada di depan ATM pasar Rengel, menunggu istri saya di depan ATM. Niat ngambil duit buat belanja bahan sop buntut; syarat berdamai setelah -seperti yang kalian tahu, Rossy.
"ATM sialan!!!" Istri saya keluar, mendengus kesal dan menendang pintu ATM beberapa kali

"Apaan ma?" Jaga jarak, agak menjauh. Pasang kuda2
"Ini ATM nya rusak Pa" nendang lagi

"Ma?" Saya berusaha menenangkan
"Apa? Papa juga mau di tendang?!"


"Ke ATM lain kan bisa Ma?"
"Kemana?"
"Noh, di sebelah timur bank Jatim kan ada ATM bersama. Kesana yuk?"
Dia diam, kemudian nggloyor ke pinggir jalan, "Mau ke mana Ma?"
"Papa TELMI banget sih!!! Kita ke ATM bersama pa. Ber-Sa-Ma Pa"
ebuset, okeh Ndoro!!

Dia masuk ke ATM bersama, saya menunggu di luar, nyalain rokok. Wush
Sepuluh menit, rokik tinggal separuh. Dia blom keluar
Rokok sudah habis. Dia masih blon keluar
Nyalain rokok lagi. dia masih belum keluar juga
Brang!!!
Saya reflek lompat dari atas motor. Rokok saya patah. Kenapa lagi sih?
Istri saya nggloyor ke jalan, 'ayuk pulang lagi Pa!"
"Lah, gak jadi belanja bahan sop buntut?"
"Apa!!!!? Buntut Papa ajah yang di jadiin sup!"
Heh?

"Kenapa sih memangnya Ma?"
"Itu tuh, ATM nya rusak lagi!" Manyun
"Apa nya yang rusak Ma?"
"Tombol enternya macet Pa!"
"Masak sih? Sini Papa cek" saya menarik istri saya ke dalam ATM
"Dibilang rusak juga!"
"Hayuk cek dulu ah!"
Dia memasukan kartu, menekan perintah, oke. Selanjutnya, oke dan munculan jendela
"Tekan 'ENTER' untuk melanjutkan!"
Kemudian dia menekan tombol enter, tek tek tek "tuh liat Pa!! Di bilangin gak percaya!"
Saya penasaran kemudian memeriksa sekali lagi "mana sih yang Mama pencet?"
"Itu tuh! Tombol yang ke tiga, yang gambarnya udah agak ilang" menunjuk tombol urutan ke tiga
"Mama sini deh" saya menarik nya masuk lagi dan memintanya mengulang langkahnya, dia masih cemberut dan dengan berat hati menuruti. Seolah bilang "masih gak percaya?"
Sampai di step yang ke tiga dia kembali memencet tombol tadi, berulang ulang, keras banget "bangke! Liat nih!
"Ma, jangan tekan yang itu. Yang bawahnya. Yang Tulisanya 'ACCEPT' !" Saya meralat
"Wong printahnya Enter kok!" Masih kekeuh mencet tombol yang tadi
"Pencet ACCEPT aja kenapa sih!"
Kemudian dia memencet tombol ACCEPT sambil bilang "liat nih!"
"Liat tuh, bisa gak?" Saya menyeringai ke arah monitor ATM.
"Loh kok bisa?" Dia bingung. "Kan mama tekan ACCEPT Pa, bukan ENTER"

Gagal paham dia.

Diubah oleh twinroses 16-06-2015 18:25
0