Kaskus

Story

tentang.cintaAvatar border
TS
tentang.cinta
Tentang Cinta
Selamat Sore Agan/Sista, sepuh di forum SFTH. Membaca kisah-kisah disini, izinkan saya berbagi cerita berjudul :

TENTANG CINTA
(Cinta Adalah sepaket kenyataan perasaan berupa suka, sayang, rindu dan kecewa yang kerap dibumbui drama)

Tentang Cinta

Aturan Main di Thread ini :
1. Dilarang untuk KEPO
2. Update Dua Hari 2 x, dilakukan pada Jam 11:00 -15:00
2. Aturan Lain akan menyesuaikan
Ditunggu komennya dan mohon dibantu rate emoticon-Smilie


Quote:


Bagian 1 : Sedikit Tentang Cinta
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
#11
#12

Bagian 2 : Sepenggal Kenyataan Perasaan
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
#11
#12
#13


Bagian 3 : Lying Is The Most Fun Woman Can Have Without Taking Her Clothes Off
#1 - Segera / Soon -
Diubah oleh tentang.cinta 12-06-2015 11:11
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
11.8K
37
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.7KAnggota
Tampilkan semua post
tentang.cintaAvatar border
TS
tentang.cinta
#36
#12
Adam sendiri mencoba berkenalan dengan rombongan yang terlebih dahulu mendahului mereka mencapai puncak. Terdapat suasana keakraban diantara mereka. Sebagian mereka mengabadikan momen tersebut dengan satu-dua jepretan bunyi kamera. Mawar tersadar Adam tidak ada disampingnya, segera bangkit dan mencari sahabatnya itu. Dia menemukan Adam sedang berbincang dengan beberapa orang kaum hawa.

“Hei Mawar...Guys, kenalkan, ini Mawar.”

Mawar melempar senyum dan menjabat tangan mereka satu persatu.

“Mawar, Adam mengatakan kamu baru pertama kali ikut kegiatan pecinta alam ini. So, bagaimana rasanya?” Tanya seorang wanita

“Luar biasa. Aku sangat menyukainya. Akan sangat menyenangkan bila aku bisa kembali melakukan hal seperti ini di masa yang akan datang.”

Adam tersenyum mendengar pengakuan Mawar. Dia memohon izin untuk undur diri bersama Mawar. Ditariknya Mawar ke sebuah spot yang cukup sepi.

“Pagi ini, aku ingin meminta maaf kepadamu.”

“Maaf?”

“Ya, Mawar. Aku meminta maaf karena tidak bisa memperlihatkan sunrise yang indah dari puncak ini kepadamu dan...” Belum sempat Adam mengatakan kata-katanya.

Mawar tertawa kecil sembari mengarahkan tangannya ke pipi Adam. Dicubitnya.

“Kamu lebay. Aku sudah sangat senang ikut kegiatan pecinta alam ini. Dan aku ingin berterima kasih kepadamu, Dam. Kamu sudah meluangkan waktumu yang berhargamu untuk menemaniku dalam perjalanan yang sangat mengagumkan ini. Benar yang dikatakan oleh Pak Jimmy. Aku akan menyukai hal ini. Ya, aku sangat menyukai perjalanan ini.”

Adam hanya terdiam tanpa kata. Mawar menatap matanya dengan tenang, kemudian melingkarkan tangannya ke pinggang Adam. Dipeluknya sang sahabat dengan teramat sangat erat.

“Jangan pernah berpikir untuk pergi dari kehidupanku.”

Adam tetap diam.

“Adam...”

Adam tetap terdiam. Kali ini, dibiarkannya dirinya hanyut dalam suasana haru, diatas puncak gunung, dengan seorang wanita yang sangat dicintainya, sedang melingkarkan tangannya, memeluknya.

“Dan...aku menyerah. Aku tidak bisa terus-menerus seperti ini.”

Mawar terpana mendengar ucapan Adam yang lembut menggetarkan gendang telinganya. Ucapan yang tidak berbeda seperti di padang bunga. Suasana bahagia tak lagi ada, tersisa hanya sebuah maaf, yang belum tersampaikan.

“Adam...”

“Aku minta maaf untuk itu Mawar.”

Mawar terpana. Matanya yang berkaca-kaca menatap sang sahabat yang telah lama menemaninya dalam segala kisah suka duka percintaannya. Sekali lagi, dibiarkannya, matanya yang bercerita betapa sedih hatinya mendengar perkataan Adam.

“Aku akan selalu mencintaimu.”

“Adam...kamu tidak mencintaiku lagi. Kamu tidak...” Mawar terdiam. Adam menempatkan jari telunjuknya di bibir Mawar. Memberi isyarat, biarkan kali ini dirinya yang berbicara.

“Aku akan selalu mencintaimu...dengan caraku sendiri. Aku memilih mundur, karena tidak ada lagi yang bisa kulakukan untukmu. Aku bukan lagi sahabatmu yang dulu. Aku hanya seorang pria yang mencintaimu dengan teramat sangat, yang tidak dapat membiarkanmu terluka...”

“So, bertahanlah, Adam. Bertahanlah untukku...” Pinta Mawar.

“Aku tidak bisa melakukannya, Mawar. Aku telah melakukan apa yang paling hebat yang bisa kulakukan untukmu. Menemanimu ke puncak tertinggi gunung ini. Membiarkanmu merasakan betapa indahnya berada di sini, dan sayangnya tidak bisa kamu lakukan setiap hari. Hari ini, kamu akan belajar betapa sesuatu hal yang berharga tidak selalu datang dan bertahan setiap saat.”

“Adam...”

“Mawar, aku telah melakukan hal yang terbaik dari seorang sahabat, menemanimu ke sebuah tempat yang mungkin tidak pernah terbesit dalam pikiranmu. Hari ini, aku memilih untuk mengakhiri semuanya ini. Aku sadar, aku tidak pernah menginginkanmu menjadi sahabatku. Yang aku tahu, aku sangat mempedulikan dirimu seperti halnya diriku sendiri. Aku tahu, tidak akan mudah bagiku untuk menemukan pengganti dirimu, di dalam hatiku. Tapi, aku percaya, aku tidak akan pernah bisa membuka hatiku kepada wanita lain, bila aku masih menjadi sahabatmu, menjadi seseorang yang akan mendengar semua kisah cinta, dan tempatmu bersandar saat lelah bercerita. Aku akan baik-baik saja. Percayalah. Ini hanya...”

“Adam...”

“Ini hanya...”

“Adam...” Pinta Mawar menangis.

Adam terdiam.

“Kenapa kamu begitu egois? Tak bisakah kamu memberikanku kesempatan untuk berbicara sejenak?” Ucapnya tetap terisak-isak.

Adam terdiam.

“Aku tahu aku salah. Salah. Aku sadar, kamu adalah pria terbaik yang pernah kukenal. Dan kamu tahu, setiap pria yang datang kepadaku, datang untuk membuatku terluka, menangis, dan terbata untuk berbicara. Aku sangat sangat mencintaimu. Aku sangat menginginkanmu terus bersamamu. Tetapi aku takut, kamu akan sama seperti mereka. Kamu akan melukaiku kelak, dan pergi berlalu dari hadapanku. Cinta memang indah, namun tak selamanya indah.”

Mawar mengambil nafas sejenak, mengusap air mata yang membasahi pipinya.

“Aku egois, aku memiliki fantasi bersama atasanku. Aku tetap menjalin hubungan dengan pacarku. Dan aku memaksamu untuk bertahan dalam ketidakpastian cinta dalam wujud sebuah persahabatan. Hari ini aku mengerti, pria yang memahamiku adalah seorang yang tidak pernah meninggalkanku dalam keadaan apapun. Kamu. Dan sekarang kamu ingin meninggalkanku? Apa yang bisa kukatakan? Selamat tinggal? Sampai ketemu lagi?”

Adam terdiam.

Mawar berlalu dari hadapan Adam. Ditinggalkannya Adam mematung terdiam tanpa kata, dan bergabung dengan bersama rombongan. Diusap air matanya, agar tidak terlihat baru saja menangis, dan mulai mengakrabkan diri bersama yang lain. Adam memilih bergabung dengan seklompok pria dan berkenalan. Rombongan pecinta alam bersantap sejenak sebelum kembali turun menuruni pegungungan, mengejar waktu menghindari sang mentari yang mulai bangun dan memperlihatkan keperkasaannya.
Diubah oleh tentang.cinta 12-06-2015 11:01
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.