Kaskus

Story

ShadowroadAvatar border
TS
Shadowroad
[Action, Special Ability] Erik the Vampire Hunter
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Ane mau share novel buatan ane sendiri gan

Novel ane bergenre action, horror, romance, school-life dan supranatural

Inspirasi dapat dari alur game, film, anime, kehidupan, komik, mitologi, legenda dan novel yang pernah ane amati


Part 62: Erik dan Vela Versus Pengendali Tulang

Spoiler for Begini gan ceritanya::



Gan, setelah baca mohon komennya, ya

Ane sangat menerima kritik dan saran

Pertanyaan juga sangat dianjurkan, supaya agan2 dapat lebih memahami cerita yang rumit ini

emoticon-Malu (S)Kalau terjadi kesalahan seperti tanda baca, kurang jelas, ketidak konsistenan cerita mohon diingatkan ya ganemoticon-Malu (S)

emoticon-Blue Guy PeaceTerima kasih ganemoticon-Blue Guy Peace
Diubah oleh Shadowroad 26-11-2017 06:31
2
87K
544
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
ShadowroadAvatar border
TS
Shadowroad
#132
Part 17: Sungai Kapuas
Sekelompok wanita berjubah hitam berlarian di hutan belantara Kalimantan. Kecepatan mereka berlari terlihat melebihi kecepatan lari manusia normal. Sambil berlarian, beberapa kali mereka menengok ke belakang. Muka mereka tampak ketakutan. Seperti dikejar sesuatu. Kecepatan mereka sedikit melambat. Kaki mereka memang lelah, namun masih lebih baik lelah daripada tertangkap oleh para pengejar. Saat ini, empat wanita beristirahat di pepohonan. Tanah tempat mereka beristirahat cukup tinggi sehingga bisa melihat Sungai Kapuas yang berkelok bagaikan ular raksasa di malam hari.

Quote:


Sungguh momen yang tepat untuk mereka berempat. Dari sungai muncul sesosok benda padat berwarna hitam legam. Benda itu berwujud seperti kadal raksasa. Kepalanya menyemburkan air sehingga terlihat seperti air mancur raksasa. Makhluk itu meraung keras sebelum menceburkan dirinya sendiri ke kedalaman Sungai Kapuas. Apa yang barusan dilakukan makhluk itu membuat sungai bergelombang. Melihat pemandangan barusan, Elena hanya bisa menatap tanpa berkedip dan dengan mulut menganga.

Quote:


Elena mengeluarkan empat kantong plastic tebal berisi darah. Vampire itu lalu membagi-bagikannya ke adik dan dua anak buahnya. Mereka berempat langsung meminum darah itu tanpa banyak pikir lagi.

Quote:


Pertanyaannya anak buah Elena tadi memang ada benarnya. Elena belum bisa menjawabnya. Sebelum melihat naga air tadi, rencana Elena adalah berenang secepat mungkin melewati Sungai Kapuas dan berlari secepat mungkin menuju Malaysia. Awalnya Elena memang belum percaya atau mengetahui keberadaan makhluk air yang sedang dicari oleh Paladin. Meskipun percaya atau tahu sejak awalpun, dia tidak mengira bahwa kelompoknya akan bertemu dengan makhluk sungai seperti barusan. Tentu saja dirinya tidak mau kelompoknya menjadi makanan empuk sang naga air jika tetap memaksakan berenang.

Quote:


Mereka berempat menuruni bukit dan menuju ke tepi sungai. Mata Elena langsung berbinar ketika mereka menemukan perahu kecil mengambang di tepi sungai. Tidak banyak bicara dan berpikir lagi, mereka berempat langsung melesat menuju perahu kecil itu. Tidak lupa Lina mengambil sepasang dayung yang bersandar di batu besar. Mereka berempat bersama-sama mendorong perahu kecil itu hingga ke dalam sungai sebelum menaikinya dan mulai mendayung.

Quote:


Lina mendayung perahu kecil sambil menatap ponselnya. Kemudian, adik Elena itu tertawa sendiri.

Quote:


Elena membuka retsleting tasnya dan mengambil sebuah bola. Bola itu berwarna hitam legam. Ukurannya segenggaman tangan Elena. Ada lambang swastika berwarna putih dan ada lambang aksara Rune khas Skandinavia kuno. Si vampire mengamati benda itu baik-baik dalam diam. Benda inilah yang disebut Black Orb.

Quote:


Elena melirik Rita yang dari tadi cemas. Bibirnya komat-kamit berdoa. Dua telapak tangannya sangat menggenggam. Matanya terpejam begitu erat.

Quote:


Elena langsung memerintahkan kelompoknya untuk tiarap. Mereka berempat mengawasi keadaan di hutan belantara di seberang sungai. Tidak ada siapapun. Hanya terlihat lampu-lampu yang menyala dari kejauhan.

Quote:


Kelompok Elena terdiam selama beberapa detik. Mereka menelan ludah begitu mendengar Rita mengatakan hal menakutkan semacam itu. Tentu saja, dengan mudahnya si monster air membalik perahu kecil mereka dan memakan mereka satu per satu.

Quote:


Lina memberikan dayung pada kakaknya. Karena Elena menyuruh dirinya yang merupakan vampire manipulator itu untuk mengendalikan air. Dengan pengendalian airnya, dia mendorong kapal kecil itu hingga sampai ke seberang. Setelah perahu menyentuh tanah, Lina dan yang lainnya segera turun dari perahu kecilnya dan berlari ke hutan.

Quote:


Mereka segera berjalan di antara pepohonan lebat hutan tropis Kalimantan. Mereka berjalan dengan yang secepat mungkin. Setelah rasa lelah sudah hilang, mereka mulai berlari lagi dengan kecepatan vampire. Baru beberapa menit berlari, Elena dan kelompoknya harus berhenti mendadak karena mendengar suara erangan marah seseorang yang berjalan ke arah mereka.

Quote:


Telinga vampire sangatlah sensitif. Jika Elena mendengar suara saat ini, berarti jarak sumber suara masih cukup jauh.

Elena mengajak kelompoknya untuk mencari tempat persembunyian yang aman. Sampai akhirnya mereka menemukan semak-semak berwarna hijau tua. Mereka berempat bersembunyi di balik semak itu. Mengawasi dan mendengarkan siapapun yang datang ke arah mereka. Jantung Elena dan kelompoknya berdegup kencang. Mereka mulai berpikir negative bahwa yang mendatangi mereka adalah Silver Swords. Dari suara pembicaraannya orang-orang itu mulai mendekat dan terdengar cukup ramai.

Quote:


Lalu terdengar suara yang tampak berat. Suara itu mentertawakan temannya yang mengantuk.

Quote:


Dari pembicaraan yang tertangkap telinga vampirenya, Elena menyimpulkan bahwa rombongan manipulator yang bernama Yoshitsune, Haruna dan Shizuka berasal dari Taiyou no Kishi. Taiyou no Kishi atau yang biasa disebut Ksatria Matahari adalah Paladinnya Jepang. Elena tidak tahu reputasi cewek bernama Haruna dan Shizuka itu. Soal pernyataan dari Haruna sendiri juga membuat Elena bertanya-tanya. Indra-indra vampire Elena tidak menangkap ada seseorang di sekitar Sungai Kapuas. Lalu, bagaimana Haruna tahu dengan detail aktivitas naga air di Sungai Kapuas? Lalu soal Yoshitsune, Elena sebelumnya pernah mendengar dari anggota Seven Diamond yang mengingatkan pada dirinya agar berhati-hati dengan pria dari Taiyou no Kishi yang bernama Yoshitsune. Lalu untuk orang ketiga yang di awal kemunculannya sudah mengantuk, Elena seperti mengenali suaranya. Selain itu, tentunya si pengantuk ini adalah anggota Paladin yang bertugas untuk menangani naga air. Jelas bahwa saat ini ketiga orang itu semakin mendekati Elena dan kelompoknya sehingga suara yang didengar Elena lebih jelas.

Quote:
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.