"Baca apaan sih ma?"
"Ini Pah, brita tentang penutupan lokalisasi dolly"
"Lah bukanya udah tutup setahun lalu ma? "
"Ini kok masih ada beritanya Pa?" Sambil menunjukan koran yang dia baca
"Lah itu kan koran tahun lalu Ma!!"
"Masak sie?" Kemudian dia melihat tanggal yang tertulis di pojok kanan atas koran tsb, lalu tertawa.
"Papa pernah ke Dolly?" Dia meletakkan koranya kemudian berbaring di ranjang
"Dolly?" Bentar Ma, saya mengambil tikar, selimut dan bantal. Istri saya mengamati apa yang saya lakukan, seolah bertanya, "Ngapain Pa?"
"Siap-siap Ma"
*****
Tiga anak remaja turun dari taksi di sebuah gang sempit kota Surabaya. Dolly namanya. Adalah saya, Alex dan Edo tiga remaja labil yang dipenuhi dengan rasa penasaran yang akhirnya mengenantarkan kami mengunjungi kawasan laknat yang disebut Dolly.
Keluar dari taksi saya langsung di gandeng oleh bapak2 yang kemudian saya ketahui adalah seorang calo. Dia menggandeng tangan saya kemudian mulai mempromosikan daganganya. Iklan yang membuat saya ketawa maksimal saat mengingatnya. Bahkan saat menulis part ini.
"Sini Dek, ikut om saja. Nanti Adek tinggal pilih"
"....." saya masih melongo melihat mbak2 cantik yang duduk berjajar rapi di dalam ruangan kaca
"Pilih yang mana Dek?" Om Calo masih melanjutkan presentasi. " yang nomer satu itu saja ya? Goyanganya joss, sedotanya manstab dan dia belum pernah punya anak low!"
"......."
"Atau yang nomer tiga itu Dek, suaranya halus, body mulus dan dia sabar banget orangnya, jadi Adek nanti bisa minta di ajarin" presentasi berlanjut " delapan puluh lima ribu saja Dek, full control, dua kali main. Adek mau?"
Akhirnya kami memutuskan untuk masuk ke wisma tersebut. Di dalam wisma kami di sambut oleh bartender yang kemudian menanyai perihal minuman yang kami pesan
"Bir, dua" Alex
"Vodka aje Om" Edo
"Kopi Susu ada gak Om?"
Bartender berhenti mencatat, kemudian bertanya lagi memastikan, "kopi susu?"
Malangnya di tempat laknat tersebut tidak menyediakan pesanan saya. "Kopi susunya gak ada Bvroh, Bir aja mau gak? Kalo loe mau minum susu nanti minta saja sama mbak nya" sambil nunjuk ke arah ruang kaca. Saya bengong, menoleh ke ruangan tersebut. Semangka, melon emm pepaya?
Jam 12 malam kami putuskan buat balik.Alex dan Edo sudah loyo, tau dah apa yang mereka pikirin; mereka pesen mbak2 yang paling sangar tampangnya, ada tato di lengan tanganya
Saya pulang tanpa memesan satu wanita pun. Bukanya sok suci tapi terus terang saja saya gak mau kalo keperjakaan saya, saya berikan kepada (maaf) pramuria. "Nanti minta diajarin sama mbak nya" atau, "mbak nya yang itu tuh yang tetek nya paling gedhe, katanya tadi mau minum susu?" Begitulah bartender tersebut merayu saya.
Di jalan, sekitar lima piluh meter dari wisma yang barusan saya kunjugi. Saya berdiri di pinggir jalan, mencari taksi untuk pulang. Mungkin karena posisi saya yang terlalu masuk ke badan jalan atau pengendara moyor itu yang terlalu mepet ke pinggir, akhirnya saya kesrempet motor, jatuh guling2, lechyyet.
"Maaf Mas, saya buru2 tadi" Ucap seorang wanita yang menyrempet saya, sambil ngelap luka lecet saya dengan sapu tangan.
"Rossy ayuk cepetan" panggil temenya dari atas motor
"Udah Mbak, saya gpp kok, ini cuman lechyet dikit" padahal linu semua nih badan
Kemudian dia pergi saya cuman mlongo melihatnya. Memegang sapu tangan yang mungkin dia lupa. Rossy........
****
"Rossy siapa Pa?"
"....."
"Papa kok matanya merah?"
"Eh anu... emm kelilipan ma" saya menjawab sekenanya kemudian beranjak pergi ke kamar mandi, cuci muka.
Saat kembali kekamar istri saya masih menunggu, kemudian bertanya lagi tentang Rossy. "Rossy? Kapan2 ajah Ma, jujur papa belum siap kalo harus tidur di kamar mandi atau bahkan tidur di luar rumah" kemudian saya berbaring di tikar, kemudian mematikan lampu kamar.
"Ayolah Pa, mama bisa mati penasaran ini" dia merengek dari kasur
Saya kemudian berdiri, mengambil sesuatu dari lemari dan memberikanya kepada istri saya. Sebuah sapu tangan lusuh dengan bekas noda darah yang sudah mengering.
"Pa, papa tidur di atas saja" membangunkan saya yang mau tiduran di tikar.
"Lah kok?"
"Nabung Pa"
"Heh?"
"Besok setelah cerita tentang Rossy kan Papa tidur di luar"
Ampun Maaaak