"Mama suka cinesse food gak ma?"
"Suka kok Pa, Papa bisa emangnya?"
"Eeasy"
"Benera Pa?" Bangkit dari kasur, "Mama pengen itu tuh...emmm fuyunghay atau apalah itu" sambil gelendotan.
"Hayuk berangkat Ma" nyalain motor
"Kemana Pa? Katanya mau masak?"
"Mau beli ayam bahan laaah... ini ayam kita di rumah kan udah mati semua di makan si cempluk (nama anjing peliharaanya)
"Eh enak ajah, bukan si cempluk Pa tapi si Benny tuh yang makan ayam (Benny, ayahnya cempluk anjing ibu mertua

)
"Heh....bukan si Benny tapi Si Dongos (emaknya cempluk) tuh kemaren yang ngejar2 ayam!" Ibu mertua ikutan nimbrung.
Akhirnya saya sudahi pembicaraan gak jelas tadi dengan mengajak istri saya berangkat beli bahan masakan, ke Rengel. Di atas motor di sepanjang perjalanan saya memulai pembicaraan baru.
"Ma, kayaknya gak adil deh kalo gini trus"
"Gak adil gmana Pa?"
"Ya dari kemaren kok papa mulu yang apes ketemu mantan"
"Haha...., pasti kapok ya tidur di sofa?"
"Asem... eh bentar Ma, liat deh" menunjuk dua sejoli yang sedang duduk mesra di Watu Rongko, Rengel. "Itu bukanya si Rico, si semut sariawan itu?"
"Apaan sih Pa??" Mukanya agak memerah, agak salting
"Pfffttt.... semut sariawan...."
******
Penghujung tahun 2010, sore hari. Di kios Bakso Pos, Rengel, kami merayakan sebulan jadian. Di tengah obrolan tentang mantan, kebijakan baru yang harus di tetapkan dalam pacaran, seputar itu lah.
Dia minta ijin sebentar buat beli buah,oleh2 untuk orang rumah. Saat dia pergi tiba2 saja hapenya bergetar, sms masuk. Saya liat hapenya. Razia!!
"Pulangnya jangan..." dari Bapak
Bukan sms itu yang membuat saya melongo, tapi sms di bawahnya. Dari Abi
"Makasih yah Umi buat tadi malem"
"Iya, tapi lain kali jangan ninggalin bekas donk!! Ih"
"Hehe, abis nya Umi lucu sih, Abi kasih cupang ajah deh di leher"
"Lucu si lucu, tapi gara2 ini umi di interogasi sama Emak!!"
"Haha.. trus umi jawab Apa?"
"Yah Umi bilang aja digigit semut"
"Lah... kreativ amat, Trus emak percaya?"
"Awalnya sih enggak, masak semut gigitnya lebar gitu. Trus Umi bilang ajah 'semutnya lagi sariawan Mak' ..."
Saat dia balik saya langsung bertanya, "semut sariawan modelnya yang kek gimana sih Ma?" Dia kaget, memegang lehernya.
*****
"Papa apaan sih.... ih... masa lalu itu Pa, masa lalu!!" Sambil nyubit2 pinggang saya.
Sesampainya Amanah, semacam retail gitu. Saya langsung mengajak istri saya masuk. "Kok ke sini Pa? Bukanya di sini gak jualan Ayam?"
"Papa beli bumbu pelengkapnya dulu, sama beli makanan anjing"
Di depan rak saos, deretan bumbu dapur. Saya berpapasan dengan Najib, temen SMA dulu. Di sebelahnya ada seorang wanita cantik, saya yakin istrinya. Kalian tau, moment seperti ini; temen lama yang sudah sama2 menikah kemudian bertemu adalah momment saling pamer pasangan masing2. Najib menatap saya dengan senyum penuh kemenangan, istrinya lebih cantik. Saya cuma menunduk, mengakui kekalahan.
Saya melirik ke istri saya yang sedang menatap istrinya si Najib. Dengan tatapan yang sama seperti tatapan Najib kepada saya, istrinya Najib juga menunduk

. Saya dan istri Najib saling pandang, seperti ada chemistry
"Kita senasib" dalam hati