Kaskus

Story

ShadowroadAvatar border
TS
Shadowroad
[Action, Special Ability] Erik the Vampire Hunter
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Ane mau share novel buatan ane sendiri gan

Novel ane bergenre action, horror, romance, school-life dan supranatural

Inspirasi dapat dari alur game, film, anime, kehidupan, komik, mitologi, legenda dan novel yang pernah ane amati


Part 62: Erik dan Vela Versus Pengendali Tulang

Spoiler for Begini gan ceritanya::



Gan, setelah baca mohon komennya, ya

Ane sangat menerima kritik dan saran

Pertanyaan juga sangat dianjurkan, supaya agan2 dapat lebih memahami cerita yang rumit ini

emoticon-Malu (S)Kalau terjadi kesalahan seperti tanda baca, kurang jelas, ketidak konsistenan cerita mohon diingatkan ya ganemoticon-Malu (S)

emoticon-Blue Guy PeaceTerima kasih ganemoticon-Blue Guy Peace
Diubah oleh Shadowroad 26-11-2017 06:31
2
87K
544
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.5KAnggota
Tampilkan semua post
ShadowroadAvatar border
TS
Shadowroad
#113
Part 15: Cerita di Malam Hari
Arthur sudah keluar dari kamar. Sebelumnya Maya dan Arthur sempat mengobrol beberapa detik sebelum Arthur benar-benar pergi.

Quote:


Sistem sirkulasi darah bersih dimulai dari bilik kiri yang dipompa oleh jantung ke seluruh tubuh. Darah bersih ini mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh. Lama-lama, darah akhirnya menjadi kotor karena karbon dioksida yang juga berada di tubuh manusia. Akhirnya darah masuk melalui serambi kanan dan diteruskan ke paru-paru untuk diberi oksigen. Setelah melewati paru-paru, darah akan masuk ke serambi kiri dan diteruskan ke seluruh tubuh oleh bilik kiri. Arteri membawa oksigen sedangkan vena membawa karbon dioksida. Begitulah sistem sirkulasi yang normal.

Jika tiba-tiba arah aliran darah dibalik seperti itu, sistem sirkulasi darah akan menjadi kacau. Aliran darah yang membawa karbon dioksida dan karbon monoksida malah mencemari arteri. Perlu diketahui bahwa karbon dioksida dan karbon monoksida lebih mudah terikat dengan darah daripada oksigen. Akibatnya, gas sampah itu mencemari seluruh tubuh.

Quote:


Erik memang tak begitu paham soal fisika. Mempelajari kemampuan para Nazi yang kelewat kuat itu mungkin membantunya mempelajari mata pelajaran fisika di sekolahnya. Rasa penasaran Erik terpuaskan sedikit setelah mengetahui gambaran kekuatan para Nazi. Salah satu alasan kenapa para Nazi kuat adalah mereka memahami dan mampu mengendalikan hukum-hukum fisika.

Quote:


Kemeja yang dikenakan Maya tampak tidak asing untuk Erik. Kemeja itu berlatar belakang kuning cerah dengan motif bintang-bintang dengan berbagai warna. Erik tidak asing dengan kemeja itu, karena kemeja itu adalah pilihan Erik. Satu bulan lalu dirinya menemani Bryan mencarikan kado ulang tahun untuk Maya. Hanya saja, ketika Bryan menyerahkan kado, Erik tidak bisa datang.

Quote:


Awalnya Maya mengerutkan keningnya dan berpikir. Menebak-nebak siapa yang menemani Bryan. Sesaat dia berpikir ada wanita lain yang menemani Bryan. Melihat muka Erik yang menantang, Maya langsung menghela nafas dan menggelengkan kepalanya. Tentu saja mudah bagi Maya untuk menebaknya.

Quote:


Di genggaman Erik, pengisian energy ponsel langsung dimulai. Temannya yang mampu mengendalikan logam itu memang lebih senang menggunakan dirinya sebagai charger daripada menggunakan charger yang sebenarnya. Biasanya, ponsel Mario membutuhkan dua jam untuk mengisi energy dari kosong hingga penuh. Jika menggunakan energi listrik Erik, ponsel Mario hanya perlu satu jam.

Mario sekarang mengambil sebuah pisau dari tasnya. Tidak perlu berdiri, cukup menggunakan pengendalian logamnya. Pisau itu terbang di udara dan menghampiri sebuah apel yang diletakkan oleh Mario di dekat laptop. Pisau itu mengiris apel dengan sendirinya. Menari-nari di udara. Mario sendiri sedang sibuk menyiapkan laptop dan controller yang dibawanya. Bagi orang yang tak mengetahui pengendalian logam, maka orang itu akan mengira bahwa pisau otomatis sudah ditemukan.

Quote:


Erik mengubah energi listriknya menjadi biru. Tujuan Mario, sih, agar lebih cepat pengisiannya. Siapa tahu dari satu jam bisa menjadi tiga puluh menit atau bahkan lima belas menit. Tiba-tiba ponsel Mario mengeluarkan suara korsleting. Tidak lama setelah suara korsleting, ponsel Mario mengeluarkan api. Erik cepat-cepat melemparkannya ke lantai. Cukup lima belas menit untuk membuat ponsel Mario mengeluarkan asap hitam. Beberapa detik setelah kejadian itu, Mario menutupi muka dengan tangannya, menghela nafas dan langsung menangis.

Quote:


Tangisan Mario benar-benar memilukan dan terdengar penuh penyesalan. Sesekali dia melirik ponselnya yang masih mengeluarkan asap hitam. Tak kuasa melihat ponselnya seperti itu, dia kembali menutup matanya rapat-rapat dan melanjutkan tangisnya.

Quote:


Tangis Mario terus terdengar selama lima belas menit. Sebanding dengan waktu yang dibutuhkan ponsel Mario untuk meledak dan rusak. Dia masih saja menutupi mukanya dan bersandar di tembok. Akhirnya, karena Erik tidak tega dengan nasib Mario, dia memberikan sebuah solusi.

Quote:


Mario mengangguk. Suara tangisan Mario mereda setengahnya.

Quote:


Akhirnya suara tangisan Mario benar-benar mereda. Pengendali logam itu membuka mukanya yang selama dua puluh menit ditutupi dengan telapak tangannya. Matanya masih sembab. Bibirnya dipaksakan tersenyum. Si playboy berterima kasih pada Erik dan Maya.

Quote:


Mario tiba-tiba melompat ke kiri karena dia benar-benar terkejut. Dia merasakan ada sengatan listrik tepat di tangan kanannya. Mario akhirnya mendapati bahwa telunjuk Erik menunjuk ke arahnya.

Quote:


Mata Erik terbelalak mendengar jawaban Mario. Kemudian, Erik tertawa lepas.

Quote:


Mereka bertiga mulai memainkan FIFA setelah Mario menghentikan tangisnya. Permainan itu benar-benar seru. Saking serunya, Erik melupakan rasa sakit di tubuhnya dan Mario melupakan rasa sedih karena ponselnya yang rusak. Berkali-kali Mario kalah dari Erik. Motivasinya untuk mengalahkan Erik terus berkobar. Hingga ketika pukul sembilan, giliran Erik yang berkali-kali kalah dari Mario. Tak berapa lama setelah kemenangan Mario yang kesekian kalinya, Mario keluar dari kamar Erik. Entah apa keperluannya. Sekarang, giliran Maya yang menemani Erik memainkan FIFA. Cukup lima menit bagi Maya untuk mencuri tiga poin dari Erik. Cukup lama Erik dan Maya bermain. Hampir satu jam. Di saat itulah Mario datang dan membuka pintu kamar.

Quote:


Sambil bertumpu pada ranjang besi dan dibantu oleh Maya, Erik mencoba berdiri dan kembali ke ranjangnya. Ada sedikit rasa perih di beberapa bagian tubuh Erik yang muncul tiba-tiba. Begitu merebahkan tubuhnya di ranjang, Erik langsung meraih sebungkus kripik jagung dan memakannya.

Quote:


Mendengar kata ‘rumah sakit jiwa’ disebut, Erik bisa merasakan jantungnya langsung berdegup kencang. Tak hanya jantung, dia bisa merasakan bulu kuduknya berdiri. Nafasnya pun tertahan selama beberapa detik.

Quote:


Betapa terkejutnya mereka ketika mendengar ketukan di kaca luar. Mereka bertiga. menelan ludah dan saling melirik. Rasanya ingin bicara namun leher mereka tertahan oleh ketakutan mereka sendiri. Saat ini mereka hanya diam dian menahan nafas. Ketukan di kaca luar terdengar untuk yang kedua kalinya. Mario memberi isyarat pada Maya untuk membuka jendelanya. Erik yang suaranya masih tertahan melarang mereka berdua untuk membuka jendela itu. Ketukan ketiga terdengar. Mario dan Maya hanya diam dan menyandarkan tubuhnya ke tembok.

Tiba-tiba jendela itu pecah dan mendarat sesosok orang berjubah hitam. Dengan gerakan yang sangat cepat, si penyusup mendaratkan tendangannya ke perut Mario dan Maya. Mereka berdua terhempas dan membentur tembok.

Melihat penyerangan yang dilakukan penyusup itu, tangan Erik sudah diselimuti listrik kuning. Dia segera melemparkan listriknya ke tubuh si penyusup. Lemparan pertama gagal karena penyusup itu dengan kecepatan yang menakjubkan mengelak mundur. Lemparan kedua juga gagal. Baru ketika penyusup itu melompat di udara, listrik Erik mendarat di tubuhnya. Penyusup itu langsung lumpuh.

Quote:


Listrik Erik mendarat di tangan si penyusup. Ketika Maya bangkit muncul hembusan angin yang merobek punggungnya. Sebuah pisau terbang meluncur cepat dan menusuk punggung si penyusup. Penyusup itu menerima serangan bertubi-tubi dan tersungkur jatuh.

Kulit-kulit si penyusup yang tadinya robek mulai beregenerasi. Pendarahannya pun berhenti. Pisau yang menancap di punggungnya langsung terjatuh karena kulitnya yang terluka menutup kembali. Kemampuan regenerasi menakjubkan ini, tak salah lagi …

Quote:
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.