Kaskus

Story

natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
I Am (NOT) Your Sister
Dear Warga SFTH.

Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.


I Am (NOT) Your Sister

Big thanks to quatzlcoatlfor cover emoticon-Smilie

Quote:
Diubah oleh natashyaa 20-01-2018 23:32
imamarbaiAvatar border
pulaukapokAvatar border
itkgidAvatar border
itkgid dan 8 lainnya memberi reputasi
9
465.5K
3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.6KAnggota
Tampilkan semua post
natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
#412
F Part 20
Daripada ikut bergabung dengan ibu, Burhan, dan Ani di meja makan. Hampir setiap malam gue lebih memilih makan malam sambil nonton tv. Letak meja makan tidak jauh dengan ruangan gue menonton tv. Mereka yang di meja makan bisa melihat gue yang sedang makan di sofa, sebaliknya gue bisa mendengar obrolan yang ada di meja makan. Burhan terus saja mengoceh tentang keadaan di kantornya, sementara ibu selalu menanggapinya. Ani yang biasana suka ngobrolin hari-harinya di sekolah diam saja kali ini.

Sambil makan, tangan kiri gue sibuk memijit remot memindah-mindah channel di TV. Setidaknya walau gak ada tontonan yang menarik, gue lebih nyaman makan sendiri daripada bersama mereka di meja makan.

“Ayah, ibu aku mau ngomong sesuatu.” Ani mulai bersuara. Ah paling-paling dia mau ngomong kalau hari ini di sekolah dia dapet nilai bagus. Kalau ngak, pasti ngomongin pelajaran yang tadi ia pelajari tadi di kelas terus ibu akan menanggapinya.

“Iya, Ani mau ngomong apa?” Tanya ibu gue.
“Itu.. aduh aku mulainya gimana ya..”
“Emang ada apa Ani?” Tanya Burhan.
“Ayah atau ibu besok bisa ke sekolah gak ? Disuruh ibu BK.”
“Emang kenapa Ani?” Tanya Ibu lagi.
Telinga gue serius mendengar percakapan ini. Kayaknya ada sesuatu, jadi gue fokuskan pendengaran gue ke obrolan mereka, lalu gue kecilin volume suara tv.
“Aku kemarin abis berantem sama kakak kelas. Kakak kelasnya aku dorong terus jatuh dan cedera. Orang tuanya pengen ketemu ayah atau ibu.” Ujar Ani malu-malu.
“HAH!” Teriak gue terperanjat hampir menumpahkan isi makanan yang ada dipiring.
“Orang tua siapa Ani?” Ibu tanya lagi.
“Kamu berantem ama siapa Ani?” Tanya ayahnya.
“Susi…….!” Jawab gue sambil menaruh piring gue di meja makan. Sebelum ada pertanyaan lebih lanjut, gue meninggalkan mereka dan pergi ke kamar gue. Mendengar apa yang dikatakan Ani tadi membuat gue ingin ketawa, lebay banget si Susi. Didorong oleh bocah kayak Ani sampe bilang ke orang tua segala. Asli, si Susi lemah bin lebay!

***


Habis beres kelas gue pergi ke lantai 2 sekolah menemui teman-teman gue. Gue ceritain ke teman-teman gue tentang orang tua si Susi yang ingin ketemu orang tua gue gara-gara kejadian kemarin. Mereka juga heran dan menganggap si Susi lebay. Sumpah gue jadi kebawa kesel juga liat tingkah si Susi kali ini.
“Tuh itu si lebay.” Tunjuk Andrea ke bawah.
“Mana-mana. ” Gue melihat kebawah dan benar si lebay berada dibawah gue. Gue buru-buru mengeluarkan buku dari tas lalu merobek secarik kertas lalu menuliskan sesuatu di kertas tersebut. Setelah itu, gue gulung kertas itu setelah berbentuk bola tidak sempurna gue lempar kertas itu tepat ke arah kepala si Susi. Headshot !tepat mengenai kepalanya. Yes!
Ketika kena, gue dan teman-teman gue langsung jongkok bersembunyi agar tidak ketahuan.

Spoiler for Untuk susi:


***


Gue pulang agak sorean karena gue main dulu ke rumah Andrea.

“Kamu ini malu-maluin Ayah!”

Gue melihat si Burhan sedang berdiri menceramahi Ani. Ani duduk tertunduk lesu sambil menangis. Agak lama gue memandangi si Ani, ada perasaan iba juga tapi gue buru-buru naik ke atas ke kamar. Baru pertama kali gue lihat si Burhan memarahi Ani, biasanya selalu di puja tuh putri kecilnya.

Abis mandi, gue gak ada kerjaan. Melihat Ani yang menangis tadi membuat gue penasaran emang gimana aja tadi di sekolah. Apa yang sebenarnya terjadi diantara orang tua Susi dan si Burhan saat mereka bertemu di ruang BK sehingga membuat Burhan marah banget sama Ani tadi. Gue kemudian pergi ke kamar Ani.

“Ni,,?” Gue mengetuk pintu kamarnya.
itkgid
itkgid memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.