Kaskus

Story

langitsaatsenjaAvatar border
TS
langitsaatsenja
Condom.
"Butuh kondom berapa banyak sih? Lo tuh beli.. kalau gak salah ya, tiga kotak setiap minggu."

"Masalah gitu buat lo?"

"Nggak sih.. cuma-"

"Yaudah bagus, diem dan scan aja belanjaan gua"


****

Fara, 19 Tahun, berbakat, selalu terorganisir, dan sedikit keras kepala. Fara sudah punya rencana untuk hidupnya kedepan sejak dia kelas 1 SMP, ketika konselor bimbingan membuatnya menangis karena dia mendapat B di satu tes, dia memutuskan dia nggak akan pernah membuat B lagi, dia akan menjadi seorang perawat, and she wouldn't take a shit from anyone.

Dia seorang kasir.

Di sisi lain, Haza, 20 tahun, lebih ke 'go with the flow' tipe, selalu positif, unik, dan suka menyenangkan orang lain. Haza menyerahkan hidupnya pada takdir. Dia pengen menjadi seorang fotografer, atau mungkin menyanyi, atau mungkin menjadi ahli biologi. Haza belum tau, benar-benar belum yakin. Satu-satunya hal yang dia yakin adalah soal tattoo terukir di kulitnya, permanen.

Dia.... well, he's a drug dealer.


Hidup fara masih normal dan sesuai rencana, sebelum akhirnya cowok pemborong kondom ditokonya datang merusak semua rencana-rencana fara.


INDEX

1. Yakin Ukurannya?
2. Fancy, Hangover, Navel.
3. I'll See You Later
4. Keep Dreaming, Haz
5. Backseat Serenade
6. Hujan, Kunci, Navel.
Diubah oleh langitsaatsenja 24-05-2015 17:12
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
25.5K
139
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
langitsaatsenjaAvatar border
TS
langitsaatsenja
#61
Backseat Serenade
Fara

Hari ini hari sabtu, dan berarti hari ini Fara punya janji -first date- dengan navel. Fara ragu untuk menyebut itu sebagai kencan karena, pertama, dia hanya menyukai navel sebagai teman, dan kedua, Navel tidak menjalani hubungan yang berkomitmen. He just wanna have fun.

Fara memiliki sekitar lima belas menit lagi sampai shiftnya berakhir, dan kemudian dia harus berlari kembali ke kostannya sehingga dia bisa siap-siap tepat waktu.

Fara menggigit kukunya, ia mengamati ruang kosong tempatnya bekerja setiap hari. Suasana sepi disekitar minimarket membuat dia merinding, kadang-kadang fara membutuhkan teman mengobrol disaat-saat seperti ini.

Fara tersenyum saat ide cemerlang muncul di kepalanya, kemudian mengambil handphone-nya dan membuka folder musik berisi lagu-lagu yang telah ia download secara illegal.

Segera, fara menekan tombol play dilagu Backseat Serenade-nya All Time Low, yang merupakan salah satu lagu favorit fara saat ini. Dengan lembut fara bersenandung, sambil tersenyum lebar saat ia menggoyangkan badannya kesana-kemari.

"Backseat Serenade," fara menyanyi keras, memutar-mutar badannya di belakang meja kasir

" "Dizzy hurricane, oh God I'm sick of sleeping alone."


Tubuhnya bergerak profesional mengikuti irama lagu saat ia bernyanyi, melambaikan tangannya di udara dan menggelengkan kepalanya. Fara memutar-mutar tubuhnya sekali lagi, kali ini menghadap pintu minimarket, di mana ia melihat Haza bersandar di dinding, lengannya disilangkan di dadanya dan senyum bermain di bibirnya.

Fara langsung berhenti berjoget, merasa malu. Dengan canggung fara berdiri di belakang meja, menggigit bibir bawahnya.

Dia menyaksikan Haza perlahan-lahan maju ke arahnya, mengulurkan tangannya, menawarkan untuk digenggam. Anehnya, Fara menyambut tangan haza, dengan lembut haza menariknya dari belakang meja, memegang kedua tangannya dengan ringan.

"You take me over," haza menyanyi, bergoyang di ruangan kecil dengan fara, tersenyum sedikit saat fara hanya bisa menatapnya bingung.

"I throw you up against the wall," Mereka berdua mulai bernyanyi bersama. Dan tertawa bersama. Sambil menggerakkan badan mereka.
"We've seen it all before, but this one's different."


Reff lagunya terulang sekali lagi, Haza mulai bergerak free-styling dan fara hanya tertawa melihat betapa konyolnya dia.

Haza mulai bergerak menari ala robot dan twerking. Tapi sebelum lagu selesai, handphone fara mati, low-battery.

Fara kembali ke belakang meja kasir, dan mereka saling menatap satu sama lain dengan canggung.

"Gue masih gak suka ya sama lo," Fara angkat bicara, sedikit tersenyum.

Haza mengangguk dan tertawa, membetulkan beanie yang dipakai dikepalanya.

"apaan?" tanya fara, sekarang menyadari bahwa dia baru saja menari dengan Haza; anak laki-laki yang dia tidak kenal, "Dateng buat beli lebih banyak kondom lagi?"

"Surprise surprise!!, nggak, tadinya sih gue mampir buat nyapa lo aja," Haza tersenyum. "Tapi malah jadi ngeliat pertunjukan seru,"dia tersenyum, mengangkat alisnya.

"Iya iya haha," fara setuju, mengangguk. "Ada apaan sih, antara lo sama kondom?" Tanya fara, memiringkan kepala.

"Rahasia dong" jawab haza, dia menyengir menatap fara.

"Kenapa rahasia?" ucap fara, menyilangkan tangannya didadanya.

"Hmm..Itu urusan pribadi.." jawab Haza.

"Udah ngaku aja kalo lo tuh suka ngoleksi kondom"

"Gue nggak bisa dong, ngakuin sesuatu yang nggak gue lakuin," Haza tersenyum.


Fara memutar matanya, mengalihkan perhatiannya dari Haza ke jam, menyadari kalau shiftnya telah selesai sekitar dua menit yang lalu.

"Fuck," gumam fara, dengan cepat memasukkan semua barangnya kedalam tasnya.

"Ada apa?" Haza bertanya, terdengar cukup khawatir.

"Gpp, gue mau ngedate," Ucap fara "Dan gue telat"

"Ngedate?" Tanya haza, jelas nampak kegelian diekspresinya.

"Iya haz, gue juga punya kehidupan kali selain jadi kasir disini," canda fara, memutar matanya.

"Ngedate sama siapa?" Tanya Haza.

"Temen gue navel," jawab Fara, akhirnya sudah merapihkan semua barang-barangnya. Mata haza melebar, "Navel Andriansyah?"


Fara berhenti, mengalihkan perhatiannya dengan tatapan bingung kearah haza.

"Lo kenal sama navel?" tanyanya, bingung.

"Nggak," Haza menggeleng,"Temen gue yang kenal sama dia."

Fara tersentak, "lo punya teman?"

"Iya fara, gue juga punya kehidupan kali selain beli kondom," Ucap haza mengikuti omongan fara.

"Terserah looo," fara tersenyum canggung ke haza sebelum keluar meninggalkan supermarket, berjalan cepat ke arah kostan-nya.


Hari sudah benar-benar gelap, dia terlambat. Ketakutan konstan menghantui Fara, tidak enak kalau navel harus menunggu terlalu lama.

Oke, fara berbohong, Fara benar-benar menyukai Navel, tapi dia tidak mau punya perasaan seperti itu. Seperti yang fara tau, Navel bukan tipe yang suka berkomitmen. Dia memiliki masalah dalam mempercayai hubungan.

****
Diubah oleh langitsaatsenja 23-05-2015 20:57
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.