- Beranda
- Stories from the Heart
Aku mah gitu orangnya
...
TS
veronita
Aku mah gitu orangnya
Quote:
Quote:
Spoiler for penting:
Spoiler for index:
Diubah oleh veronita 23-07-2015 16:44
0
65.2K
469
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
veronita
#265
Part 26
Dunia ini begitu sempit, banyak kejadian dan peristiwa yang dianggap kebetulan. Dan sebenarnya kebetulan itu tidak ada. Hanya saja beberapa hal yang tak terduga dan tak disengaja sering dianggap sebuah kebetulan. Seperti malam ini disebuah bioskop contohnya, aku dan Rafi bertemu dengan Silva dan seorang temannya.
silva : "eh Tata, Reno mana?
"
mungkin awalnya silva berpikiran aku jalan dengan cowok lain, selingkuh. Dia memandang Rafi dengan tatapan curiga.
aku : "tadinya mau ajak Reno, tapi nggak mau ikut, capek katanya" kataku berusaha menjelaskan
Aku sih santai saja, toh aku dan Rafi kan memang bukan sedang berselingkuh.
silva : "ini siapa?
" tanya silva masih dengan wajah penasaran
aku : "kenalin ini Rafi, jomblo kok, iya kan Fi?" ujarku mengenalkan Rafi
silva : "oh, temen kamu?
"
mungkin Silva masih curiga dengan Aku dan Rafi. Bertanya ini itu tanpa henti.
Rafi : "bawel amat temen kamu, kayak penyiar radio aja" kata Rafi setelah silva dan temannya berlalu
aku :"lah emang penyiar radio
"
rafi : "pantesan, eh tapi lucu juga ya orangnya, asik kayaknya"
aku : " (menyipitkan mata menatap rafi)"
rafi : "biasa aja ngeliatnya, gitu banget..."
aku : "fi, mau cari cewek yang gimana? nanti kalo udah kuliah buruan cari yah, kan asik bisa double date, aku bisa nebeng minta traktir, muehehehe"
rafi : "itu mah maunya kamuuu
"
aku : "sekali2 lah, pelit...
:"
rafi : "iya sekali2, trus nanti jadi berkali2, trus jadi kebiasaan, gitu kan?"
aku : "hehehe, tau aja
Kalau sudah jalan dengan Rafi, aku itu banyak cerita ini itu. Seperti sekarang, rafi sedang asik nonton pun jadi terganggu karena aku nyerocos. Aku menceritakan tentang hubunganku dengan Reno, tentang doni juga yang ternyata sepupu Reno.
rafi : "mau diem sendiri apa aku sumpel pake bibir?"
aku : "apaan sih rafi, filmnya nggak menarik gitu, aku kan mau cerita2, didengerin sukur nggak didengrin anggep aja radio rusak
:"
rafi : "nanti ada waktunya sendiri, jangan sekarang..."
entahlah aku kurang bisa ingat dengan jelas film apa yang ditonton saat itu. Rafi terlihat serius banget. Setelah aku mingkem malah jadi banyak menguap. Membosankan. Mataku pun kriyep-kriyep mengantuk. Aku menyandarkan kepalaku dibahu rafi, mencoba memejamkan mata. Masih sama seperti dulu, tetap terasa damai dan nyaman disamping rafi.
Aku belum sepenuhnya terlelap. Ketika rafi membenarkan posisiku yang bersandar di bahunya aku masih sadar.
aku : "masih lama nggak fi?" tanyaku lemah
rafi : "bentar lagi, tidur aja kalo ngantuk, nanti aku bangunin"
Benar saja setelah rafi bilang begitu aku perlahan tertidur pulas. Aku jadi pengen bisa berduaan gini dengan Reno. Tapi reno selalu sibuk. Aku nggak mau banyak menuntut dengan Reno. Sebisa mungkin aku mengerti.
sms aku : aku udah dirumah, ngantuk pake banget, kamu lagi apa?
setelah sampai dirumah, aku segera sms Reno. sebagai pacar yang baik harus selalu kasih kabar.
sms reno : baru aja mau tidur
sms aku : kamu masih punya utang dengan aku, nanti dulu tidurnya
sms reno : apaan? aku nggak ngerasa punya janji sama kamu deh
sms aku : kamu kok nggak pernah kasih tau aku kalo doni itu sepupu kamu?
banyak sekali pertanyaan yang kuajukan saat itu. Reno menjawab dan menjelaskan dengan jujur. Dari penjelasan reno aku bisa sedikit tau tentang hubungan keluarga reno dan keluarga doni. jujur, dari yang diceritakan reno, aku sedikit simpatik dengan doni. Maaf nggak bisa aku ceritakan disini detailnya. Menyangkut privasi sebuah keluarga.
Dunia ini begitu sempit, banyak kejadian dan peristiwa yang dianggap kebetulan. Dan sebenarnya kebetulan itu tidak ada. Hanya saja beberapa hal yang tak terduga dan tak disengaja sering dianggap sebuah kebetulan. Seperti malam ini disebuah bioskop contohnya, aku dan Rafi bertemu dengan Silva dan seorang temannya.
silva : "eh Tata, Reno mana?
" mungkin awalnya silva berpikiran aku jalan dengan cowok lain, selingkuh. Dia memandang Rafi dengan tatapan curiga.
aku : "tadinya mau ajak Reno, tapi nggak mau ikut, capek katanya" kataku berusaha menjelaskan
Aku sih santai saja, toh aku dan Rafi kan memang bukan sedang berselingkuh.
silva : "ini siapa?
" tanya silva masih dengan wajah penasaranaku : "kenalin ini Rafi, jomblo kok, iya kan Fi?" ujarku mengenalkan Rafi
silva : "oh, temen kamu?
"mungkin Silva masih curiga dengan Aku dan Rafi. Bertanya ini itu tanpa henti.
Rafi : "bawel amat temen kamu, kayak penyiar radio aja" kata Rafi setelah silva dan temannya berlalu
aku :"lah emang penyiar radio
" rafi : "pantesan, eh tapi lucu juga ya orangnya, asik kayaknya"
aku : " (menyipitkan mata menatap rafi)"
rafi : "biasa aja ngeliatnya, gitu banget..."
aku : "fi, mau cari cewek yang gimana? nanti kalo udah kuliah buruan cari yah, kan asik bisa double date, aku bisa nebeng minta traktir, muehehehe"
rafi : "itu mah maunya kamuuu
"aku : "sekali2 lah, pelit...
:"rafi : "iya sekali2, trus nanti jadi berkali2, trus jadi kebiasaan, gitu kan?"
aku : "hehehe, tau aja

Kalau sudah jalan dengan Rafi, aku itu banyak cerita ini itu. Seperti sekarang, rafi sedang asik nonton pun jadi terganggu karena aku nyerocos. Aku menceritakan tentang hubunganku dengan Reno, tentang doni juga yang ternyata sepupu Reno.
rafi : "mau diem sendiri apa aku sumpel pake bibir?"
aku : "apaan sih rafi, filmnya nggak menarik gitu, aku kan mau cerita2, didengerin sukur nggak didengrin anggep aja radio rusak
:"rafi : "nanti ada waktunya sendiri, jangan sekarang..."
entahlah aku kurang bisa ingat dengan jelas film apa yang ditonton saat itu. Rafi terlihat serius banget. Setelah aku mingkem malah jadi banyak menguap. Membosankan. Mataku pun kriyep-kriyep mengantuk. Aku menyandarkan kepalaku dibahu rafi, mencoba memejamkan mata. Masih sama seperti dulu, tetap terasa damai dan nyaman disamping rafi.
Aku belum sepenuhnya terlelap. Ketika rafi membenarkan posisiku yang bersandar di bahunya aku masih sadar. aku : "masih lama nggak fi?" tanyaku lemah
rafi : "bentar lagi, tidur aja kalo ngantuk, nanti aku bangunin"
Benar saja setelah rafi bilang begitu aku perlahan tertidur pulas. Aku jadi pengen bisa berduaan gini dengan Reno. Tapi reno selalu sibuk. Aku nggak mau banyak menuntut dengan Reno. Sebisa mungkin aku mengerti.
sms aku : aku udah dirumah, ngantuk pake banget, kamu lagi apa?
setelah sampai dirumah, aku segera sms Reno. sebagai pacar yang baik harus selalu kasih kabar.
sms reno : baru aja mau tidur
sms aku : kamu masih punya utang dengan aku, nanti dulu tidurnya
sms reno : apaan? aku nggak ngerasa punya janji sama kamu deh
sms aku : kamu kok nggak pernah kasih tau aku kalo doni itu sepupu kamu?
banyak sekali pertanyaan yang kuajukan saat itu. Reno menjawab dan menjelaskan dengan jujur. Dari penjelasan reno aku bisa sedikit tau tentang hubungan keluarga reno dan keluarga doni. jujur, dari yang diceritakan reno, aku sedikit simpatik dengan doni. Maaf nggak bisa aku ceritakan disini detailnya. Menyangkut privasi sebuah keluarga.

Diubah oleh veronita 30-05-2015 08:46
pulaukapok memberi reputasi
1