- Beranda
- The Lounge
SEJARAH TAKSI BLUEBIRD
...
TS
JuniOurer
SEJARAH TAKSI BLUEBIRD
Dah lama ga bikin thread,
kali ini mau bahas soal armada taksi yang banyak banget bisa ditemuin di bilangan ibu kota
ane ga maksud promosi
tapi memang cukup puas dengan pelayanannya selama ane pake jasa blue bird taxi ini 
sebelumnya, mari kita cek repost
dan, langsung aja ke TKP
Jakarta, KompasOtomotif —Sebagai perusahaan jasa transportasi besar di Indonesia, Blue Bird dibangun dari sejarah. Salah satu serpihan yang kini bisa dinikmati masyarakat, yaitu mobil generasi awal yang mengawali tonggak operasi taksi Blue Bird di Tanah Air, Holden Torana kelahiran 1972. Unit ini sekarang jadi obyek pamer Museum Transportasi Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah.
“Saya memulai usaha ini dengan 25 taksi. Saya masih ingat betapa gembira dan gugupnya saya ketika 25 taksi tiba dari Surabaya dan masuk ke depot pertama saya,” pesan almarhumah Mutiara Fatimah Djokosoetono, pendiri PT Blue Bird Taxi, seperti tertulis dalam situs resmi Blue Bird Group.
Teguh Wijayanto, Head Public Relation Blue Bird Tbk, mengatakan, sedan kompak berseragam biru ini merupakan salah satu dari 25 unit impor Australia yang dimaksud. Holden merupakan merek Australia yang kini dimiliki General Motors asal Amerika Serikat. “Dulu itu merek Jepang belum main, kebanyakan masih merek Amerika dan Eropa. Mungkin ini kenapa Holden dipilih,” kata Teguh, Selasa (10/2/2015).
Beda dengan taksi modern, Holden Torana belum memiliki power steering dan AC. Sistem hitung ongkos berdasarkan kilometer masih menggunakan alat mekanis, pada zamannya pengemudi taksi sering menyebut alat ini “argo jewer”. “Karena kalau mau dinyalakan harus dijewer,” kata Teguh.
Sistem komunikasi masih berbasis radio konvensional. Suara berisik di kabin tidak bisa dihindari, penumpang saat itu pasti bisa mendengar riuhnya komunikasi campur aduk saat perusahaan dan sopir bertukar informasi. Teguh menjelaskan, setelah era ini Blue Bird membenahi sistem komunikasi dengan automated number identification lalu menjadi digital seperti yang bisa kita lihat di taksi modern, tak lagi berbasis audio, tetapi teks.
Sama seperti mobil Amerika, Holden dikenal punya dengan kapasitas mesin besar. Taksi Torana memiliki mesin 6-silinder segaris 2.834cc dengan sistem pengabutan karburator. Salah satu keunggulannya yaitu torsi sebesar 226,8 Nm yang bisa didapat di putaran 2.000 rpm. Mungkin saja kemacetan di Jakarta saat itu tidak seperti sekarang, tetapi spesifikasi ini relatif membantu untuk kondisi stop and go. Kemampuan maksimal Torana mencapai 119 tk pada 4.400 rpm, cukup fungsional di jalan lurus.
Penampilan Torana tampak segar, semua dikembalikan seperti kondisi semula. Logo Blue Bird yang terpampang di bodi samping masih desain lama, komponen asli Torana juga tak luput diperhatikan. Hanya ada satu kekurangannya, spion kiri tak bisa ditemukan. Seluruh rekondisi dilakukan oleh tim bengkel Blue Bird sebelum unit diserahkan ke museum untuk memperingati ulang tahun ke-40 Blue Bird.
SUMBER
kali ini mau bahas soal armada taksi yang banyak banget bisa ditemuin di bilangan ibu kota
ane ga maksud promosi
tapi memang cukup puas dengan pelayanannya selama ane pake jasa blue bird taxi ini 
sebelumnya, mari kita cek repost

Spoiler for Cek Repost ::
dan, langsung aja ke TKP

Quote:
Jakarta, KompasOtomotif —Sebagai perusahaan jasa transportasi besar di Indonesia, Blue Bird dibangun dari sejarah. Salah satu serpihan yang kini bisa dinikmati masyarakat, yaitu mobil generasi awal yang mengawali tonggak operasi taksi Blue Bird di Tanah Air, Holden Torana kelahiran 1972. Unit ini sekarang jadi obyek pamer Museum Transportasi Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah.
“Saya memulai usaha ini dengan 25 taksi. Saya masih ingat betapa gembira dan gugupnya saya ketika 25 taksi tiba dari Surabaya dan masuk ke depot pertama saya,” pesan almarhumah Mutiara Fatimah Djokosoetono, pendiri PT Blue Bird Taxi, seperti tertulis dalam situs resmi Blue Bird Group.
Teguh Wijayanto, Head Public Relation Blue Bird Tbk, mengatakan, sedan kompak berseragam biru ini merupakan salah satu dari 25 unit impor Australia yang dimaksud. Holden merupakan merek Australia yang kini dimiliki General Motors asal Amerika Serikat. “Dulu itu merek Jepang belum main, kebanyakan masih merek Amerika dan Eropa. Mungkin ini kenapa Holden dipilih,” kata Teguh, Selasa (10/2/2015).
Quote:
Beda dengan taksi modern, Holden Torana belum memiliki power steering dan AC. Sistem hitung ongkos berdasarkan kilometer masih menggunakan alat mekanis, pada zamannya pengemudi taksi sering menyebut alat ini “argo jewer”. “Karena kalau mau dinyalakan harus dijewer,” kata Teguh.
Quote:
Sistem komunikasi masih berbasis radio konvensional. Suara berisik di kabin tidak bisa dihindari, penumpang saat itu pasti bisa mendengar riuhnya komunikasi campur aduk saat perusahaan dan sopir bertukar informasi. Teguh menjelaskan, setelah era ini Blue Bird membenahi sistem komunikasi dengan automated number identification lalu menjadi digital seperti yang bisa kita lihat di taksi modern, tak lagi berbasis audio, tetapi teks.
Sama seperti mobil Amerika, Holden dikenal punya dengan kapasitas mesin besar. Taksi Torana memiliki mesin 6-silinder segaris 2.834cc dengan sistem pengabutan karburator. Salah satu keunggulannya yaitu torsi sebesar 226,8 Nm yang bisa didapat di putaran 2.000 rpm. Mungkin saja kemacetan di Jakarta saat itu tidak seperti sekarang, tetapi spesifikasi ini relatif membantu untuk kondisi stop and go. Kemampuan maksimal Torana mencapai 119 tk pada 4.400 rpm, cukup fungsional di jalan lurus.
Penampilan Torana tampak segar, semua dikembalikan seperti kondisi semula. Logo Blue Bird yang terpampang di bodi samping masih desain lama, komponen asli Torana juga tak luput diperhatikan. Hanya ada satu kekurangannya, spion kiri tak bisa ditemukan. Seluruh rekondisi dilakukan oleh tim bengkel Blue Bird sebelum unit diserahkan ke museum untuk memperingati ulang tahun ke-40 Blue Bird.
SUMBER
0
8.1K
24
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•104.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
JuniOurer
#1
SEJARAH DARI WIKIPEDIA

Terinspirasi dari dongeng di Eropa tentang harapan dan doa seorang gadis untuk mendapatkan kebahagiaan yang akhirnya terkabul berkat kebaikan seekor burung biru, Blue Bird pun lahir lebih dari sekadar jawaban sebuah doa dan harapan. Ia kini telah berkembang menjadi sebuah perusahaan transportasi terdepan, memenuhi harapan dan cita-cita bukan hanya bagi pendiri, almarhumah Ny. Mutiara Djokosoetono dan anaknya,Chandra Suharto dan Purnomo Prawiro, tapi juga bagi ribuan karyawan.
Pada tahun 1972, jauh sebelum Jakarta berkembang menjadi kota metropolis yang berpenduduk sekitar 12 juta orang, Blue Bird telah hadir. Cikal bakal perusahaan ini yaitu layanan "Golden Bird", yang kemudian dikenal sebagai "Chandra Taksi", sebagai sebuah perusahaan penyedia jasa sewa mobil yang khusus melayani para jurnalis asing serta pelanggan lain yang berkunjung ke Jakarta. Berdasarkan pengalaman tersebut, maka tak perlu waktu lama bagi perusahaan untuk mendapatkan izin usaha mengelola perusahaan taksi.
Awalnya, "Blue bird" muda didirikan untuk menyediakan alternatif jasa transportasi berkualitas yang memang belum ada pada waktu itu. Blue bird menjadi pelopor pengenaan tarif taksi berdasarkan sistem argo, serta melengkapi seluruh armadanya yang ber-AC dengan radio komunikasi. Untuk mempertahankan kualitas pelayanan, perusahaan pun membangun sejumlah bengkel khusus untuk merawat armadanya.
Setelah sukses berbisnis di layanan taksi reguler, Blue Bird, dan taksi limousine, "Golden Bird", serta usaha sewa mobil, perusahaan kemudian mengembangkan usaha bus carter, "Big Bird", pada tahun 1979. Pada tahun 1993 Blue bird pun menghadirkan layanan taksi eksekutif "Silver Bird". Setelah lebih dari satu dekade, Blue Bird Group kini memiliki empat divisi utama.
Pengalaman panjang mengelola bisnis transportasi mendukung upaya perusahaan mengembangkan teknologi baru dan mengelola sumber daya manusia, agar tetap unggul. Dari kantor pusatnya di Jakarta, perusahaan telah berkembang pesat merambah bisnis lainnya dengan tetap memperhatikan layanan pelanggan sebagai pedoman.[1]
JARINGAN
Blue Bird Pusaka
Mulai melayani tahun 1972, Blue Bird merupakan mitra transportasi terpercaya. Selama beberapa tahun nama Blue Bird sinonim dengan standar tinggi layanan taksi penumpang, mengangkut lebih dari 8,5 juta orang di seluruh Indonesia per-bulan. Agar bisa mengikuti pertumbuhan keinginan pasar dalam transportasi yang dapat diandalkan, dalam dekade-dekade silam Blue Bird Group telah melebarkan sayapnya dengan mendirikan anak anak perusahaan termasuk Morante Jaya, Cendrawasih, dan Pusaka Group. Kini, dengan sebuah armada terpadu 21.000 unit di Jakarta, Bali, Bandung, Banten, Manado, Medan, Lombok, Semarang, Surabaya, dan Palembang, Blue Bird terus berekspansi secara geografis. Memanfaatkan teknologi dan know-how termasuk sistem pemesanan terkomputerisasi sepanjang hari, perusahaan berhasrat memberi layanan terbaik dan menyamankan setiap penumpang. Di sisi operasi, strategi penempatan outlet taksi di sejumlah kota besar Indonesia telah memudahkan akses taksi ini di dalam dan di luar kawasan bisnis utama. Ini termasuk pusat turis serta bandara nasional dan internasional di seluruh negeri.[2]
Silver Bird
Rangkaian Taksi Silver Bird
Untuk memenuhi kebutuhan pasar akan taksi yang lebih ekslusif, Blue Bird Group menghadirkan Silver Bird. Jenis taksi eksekutif ini, terkenal dengan warna hitamnya dengan kelas tersendiri, mulai beroperasi pada 1993. Sebuah makna baru dalam transportasi eksekutif. Armada Silver Bird saat ini berjumlah 900 unit (Mercedes Benz C dan E class, Toyota Vellfire, Toyota Alphard dan Toyota Camry). Tersedia sejumlah kenyamanan yang didambakan penumpang, termasuk interior yang luas dan ruang kabin yang mewah. Setiap mobil dilengkapi perangkat GPS dan EDC yang memungkinkan Anda membayar dengan Flazz, debit BCA, kartu kredit BCA, Citibank, Visa dan MasterCard. Penumpang diuntungkan dengan tersedianya pengemudi andal berbahasa Inggris maupun Indonesia yang selalu siap membantu. Layanan Silver Bird bertujuan terutama untuk mengakomodasi seluruh kebutuhan eksekutif, mulai dari mengantar ke atau dari bandara hingga membawa tamu-tamu VIP dan pejabat. Taksi Silver Bird bisa didapat di hotel-hotel bintang empat dan lima di Jakarta dan Surabaya termasuk di bandara internasional Soekarno-Hatta dan Juanda.[3]
Golden Bird
Golden Bird menawarkan sebuah kepraktisan. Kita dapat menikmati kenyamanan berkendara pribadi tanpa harus repot memikirkan perawatan berkala serta biaya asuransi. Golden Bird memiliki sejumlah pilihan kendaraan standar dan mewah dengan sistem sewa jangka pendek dan panjang untuk berbagai keperluan dengan atau tanpa pengemudi. Golden Bird siap melayani setiap kebutuhan pelanggan di Indonesia. Outlet kami tersebar di sebagian besar hotel dan terminal kedatangan bandara di Indonesia. Di antara keistimewaan yang ditawarkan adalah pengemudi yang dilatih untuk memberi keamanan, kenyamanan, kemudahan, dan layanan personal. Kendaraan berasuransi penuh dan tersedia armada pengganti setiap saat. Blue Bird Group juga telah mendirikan Pusaka Prima Transport untuk melayani pelanggan korporat dengan kontrak jangka panjang. Pusaka Prima Transport menawarkan layanan Total Fleet Management untuk menjamin setiap kendaraan digunakan seefektif mungkin sesuai kebutuhan Anda. Sementara itu layanan Blue Bird Group di Bali hadir dengan pilihan limousine dan mobil van untuk disewa mengelilingi pulau Bali. Blue Bird kini bekerjasama dengan perusahaan sewa mobil Thrifty untuk menyediakan layanan self-driving di Bali.[4]
SUMBER
ARMADA
Quote:
Diubah oleh JuniOurer 22-05-2015 16:27
0



