- Beranda
- Berita dan Politik
Indonesia Bakal Jadi Anggota OPEC Lagi
...
TS
charlies280590
Indonesia Bakal Jadi Anggota OPEC Lagi

Logo OPEC
Spoiler for OPEC itu apaan sih?:
Spoiler for Indonesia keluar dari OPEC tahun 2009:
Spoiler for Seberapa banyak sih produksi petroleum Indonesia???:
Spoiler for Lalu seberapa banyak konsumsi minyak di Indonesia?:
Spoiler for Serba-serbi perminyakan di Indonesia:
Kamis, 7 Mei 2015 − 11:31 WIB
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengungkapkan, Indonesia akan kembali menjadi anggota pengekspor minyak alias Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) dalam waktu dekat. Dia mengatakan, masuknya Indonesia menjadi anggota OPEC agar Indonesia dapat mengikuti perkembangan harga minyak di pasar dunia. Pasalnya, pasca hengkang dari OPEC pada 2008, Indonesia tertinggal informasi mengenai harga minyak dunia.
"Saya juga sedang pertimbangkan ingin kembali aktif dalam OPEC. Karena kita keluar, dinamika pasar kita tidak tanggap dengan cepat," ungkapnya di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (7/5/2015). Kembali masuknya Indonesia dalam jajaran anggota OPEC, juga mampu menahan terjadinya praktik spekulan dalam pengadaan minyak untuk Indonesia. Sebab, Indonesia sebagai pembeli akan semakin dekat dengan penjual (eksportir) minyak.
"Itu bagian dari menutup celah (spekulan minyak). Karena antara pembeli dan penjual semakin dekat," imbuh Sudirman. Menurutnya, kendati produksi minyak dan gas Indonesia sudah semakin menipis, namun Indonesia masih layak menjadi anggota OPEC. Bahkan, Indonesia masih diundang ke pertemuan OPEC meskipun sudah tidak menjadi anggota. "Kita akan mohon supaya jadi peninjau dulu, supaya kita bisa berinteraksi dengan market. Jadi tidak salah amat kalau jadi anggota. Berada di market dan interaksi dengan produsen besar harus dilakukan," pungkasnya.(izz)
Sumber:
http://ekbis.sindonews.com/read/9984...agi-1430972609
Lah, tertinggal gimana?
kan ada internet, di indonesia kan kecepatannya... ehhh, gak mau omong ah

Spoiler for Berita terkait:
Sumber berita lainnya:
Ambisi Menteri Sudirman bawa Indonesia kembali masuk OPEC
Indonesia ditawari untuk aktif lagi di OPEC
President agrees for country rejoins OPECPostingan nomor 37
Indonesia masuk OPEC, saatnya jadi market intelligent
Spoiler for Lalu apa langkah pemerintah dalam urusan minyak terkait suplai???:
Lah, manfaatnya apa dong kalo Indonesia gabung ke OPEC lagi?
Quote:
Ane copas dari website resmi OPEC langsung gan:
In accordance with its Statute, the mission of the Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) is to coordinate and unify the petroleum policies of its Member Countries and ensure the stabilization of oil markets in order to secure an efficient, economic and regular supply of petroleum to consumers, a steady income to producers and a fair return on capital for those investing in the petroleum industry.
Sumber: http://www.opec.org/opec_web/en/about_us/23.htm
Selain itu, coba cek link ini untuk kerugian dan keuntungan keanggotaan Indonesia di OPEC gan...
Spoiler for Apa kata dunia???:
Quote:
BERITA LANJUTAN
Keinginan Indonesia untuk jadi anggota OPEC tertunda-> Juni 2015
Mampir ke trit ane yang lain gan/sis:
Spoiler for Hot trit ane lainnya gan/sis::
Spoiler for Trit ane lainnya gan/sis::
Diubah oleh charlies280590 19-06-2015 09:46
0
20.7K
128
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
692.2KThread•57.3KAnggota
Tampilkan semua post
TS
charlies280590
#37
Indonesia Masuk OPEC, Saatnya Jadi Market Intelijen
http://www.tempo.co/read/news/2015/0...rket-Intelijen
Minggu, 17 Mei 2015 | 21:55 WIB
TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi Energi DPR, Kurtubi mengatakan rencana pemerintah menjadi peninjau organisasi negara-negara pengekspor minyak atau Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) adalah strategi untuk memenuhi kebutuhan BBM. Dengan menjadi obsever, pemerintah dapat mengetahui prediksi harga dan volume produksi negara pengekspor. Meski tidak menjamin mendapatkan harga minyak lebih efisien, informasi tersebut menjadi referensi pemerintah dalam mengambil keputusan.
"Apakah kita mendapat harga terbaik? bisa ya, bisa tidak. Karena soal itu tergantung momentum pasar dan bagaimana kita meyakinkan produsen," kata Kurtubi saat dihubungi, Sabtu 16 Mei 2015. Dia menuturkan, masuknya Indonesia ke OPEC adalah bagian dari market intelijen yang pernah dijalankan Petral untuk pengadaan minyak. Jika ingin mendapatkan harga minyak lebih efisien, Kurtubi menyarankan pemerintah memperbaiki strategi pengadaan BBM dan memperbanyak saluran pembelian.
Selain itu, pemerintah harus mengevaluasi semua strategi pengadaan minyak. Dia mengatakan kerja sama antar pemerintah (G to G) juga tidak menjamin sebagai mekanisme pengadaan yang baik. "Seperti kasus Sonangol, kita dapat murah tetapi harus ambil sendiri ke sana," katanya. OPEC, menurut dia, sangat menentukan perekonomian dunia karena menggunakan mekanisme kuota untuk menentukan harga minyak. Untuk itu, Kurtubi mendesak pemerintah punya langkah konkrit untuk meningkatkan produksi minyak nasional.
Lagipula, Kurtubi melanjutkan, dengan menjadi anggota OPEC, mau tak mau pemerintah harus memperbaiki tata kelola migas dan menyederhanakan sistem birokrasi, sehingga meningkatkan investasi ekplorasi. Kurtubi mengatakan, saat ini investor harus membayar banyak pajak dan pungutan meskipun belum menemukan cadangan minyak. "Proses investasi yang dilalui juga sangat panjang dan birokratis sehingga sampai sekarang tidak ada penemuan cadangan minyak yang signifikan," ujarnya.
Kurtubi memperkirakan Indonesia baru dapat menjadi eksportir minyak 10 tahun mendatang. Itu pun, kata dia, jika pemerintah memperbaiki regulasi investasi dan tata kelola migas.
ALI HIDAYAT
Jadi penasaran siapa yah presiden Indonesia berikutnya yang berkuasa saat Indonesia 'kembali ekspor' minyak...
Minggu, 17 Mei 2015 | 21:55 WIB
TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi Energi DPR, Kurtubi mengatakan rencana pemerintah menjadi peninjau organisasi negara-negara pengekspor minyak atau Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) adalah strategi untuk memenuhi kebutuhan BBM. Dengan menjadi obsever, pemerintah dapat mengetahui prediksi harga dan volume produksi negara pengekspor. Meski tidak menjamin mendapatkan harga minyak lebih efisien, informasi tersebut menjadi referensi pemerintah dalam mengambil keputusan.
"Apakah kita mendapat harga terbaik? bisa ya, bisa tidak. Karena soal itu tergantung momentum pasar dan bagaimana kita meyakinkan produsen," kata Kurtubi saat dihubungi, Sabtu 16 Mei 2015. Dia menuturkan, masuknya Indonesia ke OPEC adalah bagian dari market intelijen yang pernah dijalankan Petral untuk pengadaan minyak. Jika ingin mendapatkan harga minyak lebih efisien, Kurtubi menyarankan pemerintah memperbaiki strategi pengadaan BBM dan memperbanyak saluran pembelian.
Selain itu, pemerintah harus mengevaluasi semua strategi pengadaan minyak. Dia mengatakan kerja sama antar pemerintah (G to G) juga tidak menjamin sebagai mekanisme pengadaan yang baik. "Seperti kasus Sonangol, kita dapat murah tetapi harus ambil sendiri ke sana," katanya. OPEC, menurut dia, sangat menentukan perekonomian dunia karena menggunakan mekanisme kuota untuk menentukan harga minyak. Untuk itu, Kurtubi mendesak pemerintah punya langkah konkrit untuk meningkatkan produksi minyak nasional.
Lagipula, Kurtubi melanjutkan, dengan menjadi anggota OPEC, mau tak mau pemerintah harus memperbaiki tata kelola migas dan menyederhanakan sistem birokrasi, sehingga meningkatkan investasi ekplorasi. Kurtubi mengatakan, saat ini investor harus membayar banyak pajak dan pungutan meskipun belum menemukan cadangan minyak. "Proses investasi yang dilalui juga sangat panjang dan birokratis sehingga sampai sekarang tidak ada penemuan cadangan minyak yang signifikan," ujarnya.
Kurtubi memperkirakan Indonesia baru dapat menjadi eksportir minyak 10 tahun mendatang. Itu pun, kata dia, jika pemerintah memperbaiki regulasi investasi dan tata kelola migas.
ALI HIDAYAT
Jadi penasaran siapa yah presiden Indonesia berikutnya yang berkuasa saat Indonesia 'kembali ekspor' minyak...
0



