- Beranda
- Stories from the Heart
Sletingnya Bapi, semuanya berawal dari Sleting
...
TS
rafinotes
Sletingnya Bapi, semuanya berawal dari Sleting

Assalamu'alaikum Wr.wb
Selamat datang gan
Selamat datang gan
Ini Cerita pertama ane di sini
, ane udah baca rulesnya tapi misalkan ane melanggar tolong ingatkan ane
, ane udah baca rulesnya tapi misalkan ane melanggar tolong ingatkan ane
Quote:
Quote:
penulis itu aku
amatir pun itu aku
Menulis aku bisa
Hanya sekedar menyusun kata demi kata...
Aku tak bangga
Karena itu hanya tulisan biasa
Paragraph yang tak mempesona
Terkutip dalam cerita tak bermakna
Penyair itu Aku
Penyihir bukanlah aku
Aku hanya seorang amatir
yang tidak bosan berfikir
amatir pun itu aku
Menulis aku bisa
Hanya sekedar menyusun kata demi kata...
Aku tak bangga
Karena itu hanya tulisan biasa
Paragraph yang tak mempesona
Terkutip dalam cerita tak bermakna
Penyair itu Aku
Penyihir bukanlah aku
Aku hanya seorang amatir
yang tidak bosan berfikir
Quote:
Quote:
INDEXnya gan
01 "Try Out"
02 "Hiperbola Bapi"
03 "Pujangga Di Balik Sarung
04 “Si Susilo dan Si Jangkrik”
05 “Abu-Abu dan Biru”
06 “Paradoks Kembar”
07 “Dua Afgan Satu Sleting”
08 “Welcome To The Family”
09 "Si Bawel"
10 "DBT"
11 “Tugas Mulia”
12 “Mati Gue”
13 “Matahari pagi”
14 “Roti Yang Tergampar”
15.1 “Tulisan Pisang Goreng”
15.2 “Tulisan Pisang Goreng”
15.3 "Tulisan Pisang Goreng"
16.1 "Taman"
16.2 "Taman"
17 "Bro Bro Yoo"
18 "Ijur"
19 "Lebih Dari Bodoh!"
20 "Senja Untukmu"
21 "Kapten Kapal"
22 "Kesempatan"
23 "Tembak Beh!"
24.1 "Generasi Idiot"
24.2 "Generasi Idiot"
25.1 "Ini Bukan Tentang LOVE”
25.2 "Ini Bukan Tentang LOVE”
25.3 "Ini Bukan Tentang LOVE"
26.1 "Surat Untuk Api"
END26.2 "Surat Untuk Api" END
Quote:
Diubah oleh rafinotes 18-05-2015 02:26
kopiko0385 dan anasabila memberi reputasi
2
21.7K
131
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
rafinotes
#120
26.1 "Surat Untuk Api"
Habis mengantar Lili ke rumahnya gue cuma senyum-senyum aja sambil naik Susilo dengan santai, walaupun terjebak lampu merah tetap senyum kawan hehehe. Gue liat di seberang jalan ada pak polisi sedang memperhatikan gue dari tadi, mungkin dia kira gue lagi mabuk kali ya hahaha “Saya lagi di mabuk cinta pak” rasanya pengen menyapa Pak Polisi sambil ngomong kayak gitu, tapi gue balas dengan senyuman aja deh karena senyum itu ibadah hehehe.
Bentar-bentar... Lah kok ada lampu merah?. Waahhh!, rumah gue udah kelewat
. Sekarang gue nggak bisa tetap senyum
mau mutar balik jauh, udah gitu macet, dan udah gitu bakal ketemu Pak Polisi tadi
. “Apa yang harus gue lakukan” lagi searching di otak loading... loading... Please Wait... Error!. Aduuhhh, pasrah aja deh gue.
Maklum lah ya namanya juga anak baik-baik, dan itu pertama kalinya gue di suruh ke pinggir sama Polisi. Pak Polisi itu akhirnya percaya sama gue, terus habis itu gue tanya dong alasan dia kenapa gue di suruh jalan lurus, dan katanya gue dikira lagi mabuk gara-gara dari tadi senyum-senyum sendiri. Hebatnya malam ini ~fiiuhh~ udah gitu gue di lihatin terus lagi sama orang-orang dari jauh “belum pernah lihat orang ganteng di berhentikan sama Polisi ya” muehehe.
~~treeeengggg teeeenggg trrrreeenggggg...~~
“Mas, mas...”
kayaknya ada yang manggilin gue deh, kayaknya Pak Polisi yang tadi nih... Pura-pura nggak dengar ahh
“Mas, tunggu mas”
terpaksa deh gue celingak-celinguk cari asal suara itu
“ehh iya, ada apa ya bang?”
ternyata di samping gue ada orang naik vespa juga pantesan suaranya Susilo jadi terdengar double, ternyata oh ternyata susilo lagi ngobrol sama teman baru
“tadi ada apa mas sama polisi?, padahal kan mas-nya naik sekuteng”
“se-ku-ter bang, di kira mabuk saya bang tadi ehehe”
berani-beraninya ngeledek Susilo -_-
“oh hahaha, kenalin mas saya Aldi”
“kaga usah pake mas manggilnya, saya Bapi bang”
Gue cuma ngobrol sebentar sama si Aldi ini karena jarak yang memisahkan kita
dia belok ke kiri sedangkan gue lurus terus. Sampai rumah gue melakukan aktivitas seperti biasa yaitu membantu orang tua, namanya juga anak (ganteng) yang berbakti hehehe, habis itu habislah sudah aktivitas gue, cuma tiduran di kamar sambil memperhatikan kalung pemberian dari Lili 
~~jejejejengggg jejejejenggg...~~
“Api lagi ngapain?
”
Lili tiba-tiba SMS gue kayak gitu padahal waktu itu dia bilang “kalo rumah kita nggak jauh kamu nggak usah SMS aku” kayak gitu ke gue terus suruh langsung ke rumahnya aja. Bingung gue kenapa ya cewek suka banget bikin cowok bingung?, atau gue-nya aja yang nggak peka sama Lili?. Ahhh bodo amat mendingan langsung tanya aja deh.
“lagi bingung nih Lili :/, tumben kamu sms kayak gitu?”
“ohhh jadi kamu nggak suka ya aku SMS kamu kayak gitu?, oke F-I-N-E”
kayaknya gue deh yang nggak peka ehehe kacau lagi suasananya ini mah, tapi maklum lah ya namanya juga pasangan yang romantis wajar aja kalo ada adegan semacam ini muehehehe
“ihh nggak beibeh, aku suka banget malah, yaaa tapinya aku bingung aja, waktu itu kan kamu bilang tentang “generasi idiot”
“kamu lebih suka aku SMS dari pada ketemu langsung ya sama aku?, oke F-I-N-E”
gue lebih memilih di suruh jalan lurus sama pak polisi sejauh 100 Meter deh dari pada dapat SMS kayak gini
“aku sukanya ketemu langsung soalnya kan aku jarang ada pulsa
“
“ahahaha dasar Api beli pulsa makanya wlee
, waktu itu kan aku di bilangin papah biar nggak jadi idiot katanya”
ohhh jadi ini ulahnya si Om, pantesan aja waktu itu Lili tiba-tiba bisa ceramahin gue “di balik pacar yang cantik terdapat Bokap yang galak ~ehh”
“Lili buku catatanya udah kamu tulis belum?, dasar anak papah wlee
”
“udah dong
, biarin anak papah kan aku mau jadi anak yang berbakti”
“apa kata pertama yang kamu tulis Li?, iya deh jadi anak yang berbakti, tapi harus jadi pacar yang setia ya sama aku hehehe”
“rahasia wlee
, iya dong setia kan cuma aku doang yang mau jadi pacar kamu
”
“cuma aku doang yang mau” aduh rasanya jleb banget
Gue SMSan sama Lili lagi, akhirnya gue beli pulsa untuk sesuatu yang bermanfaat (selain SMS tentang pengumuman ke warga kelas). Lili cerita banyak banget, ternyata bukan cuma mulutnya aja yang bawel, Lili juga bisa bawel dalam bentuk teks, sedangkan tangan gue aja sampai pegal buat balas SMS dari dia ehehehe. Lili bilang katanya mau jadi dokter suatu hari nanti (aamiin), dan gue cocok jadi Presiden katanya (Lili yang bilang lho ya)
.
– Senin Pagi –
Gue SMSan sampai ketiduran tadi malam, mata gue nggak kuat kali ya baca SMS banyak banget dari Lili, dan pagi ini gue dapat ucapan “Selamat pagi Api, I love you”. Dari siapa?, jelas dong dari bokapnya Lili ~ehh maksudnya dari Lili dong hehehe, tapi SMSnya nggak gue balas gara-gara hp gue tiba-tiba mati, kayaknya hp gue nggak sanggup menerima banyak SMS dari Lili hehehe.
~~ trengg teteng teng tengggg... ~~
adegan saat gue mandi, pakai bedak, lipstick nggak usah gue ceritain kali yak hehe
“Assalamu'alaikum, selamat pagi bel tolong panggilkan Lili, bilang pangerannya sudah datang”
tiba-tiba kok kayak ada yang duduk di belakang gue yak?, ahhh pasti Lili nih langsung jalan aja ah
~~treeeengggg teeeenggg bebebebeb treeenggggg gjegleg treengg trengg~~
“woy, woy! Berhenti”
“lah?, kok Om ada di belakang Saya?
”
“kamu ini, lihat-lihat dulu makanya”
Ternyata yang gue boncengin tadi itu Bokapnya Lili, untung belum sampai keluar komplek gue bawa Bokapnya Lili hehehe, kalo sampai keluar komplek ya harus bayar ke gue “calon mertua sama bisnis itu berbeda bung”. Waktu gue balik lagi ke rumah Lili ternyata yang di nanti-nanti sang bidadari hati sudah menunggu di luar, tapi kok mukanya kelihatan bete ya?, tumben Lili nggak teriak panggil-panggil nama gue.
“cepet langsung jalan”
jutek amat si pacar
“Assalamu'alaikum Om”
“Wa'alaikum salam, awas kamu kalo sampai salah bawa orang lagi”
~~treeeengggg teeeenggg bebebebeb treeenggggg gjegleg treengg trengg~~
“tumben pagi-pagi nggak senyum kamu Li”
di perjalanan gue sama Lili diam-diam doang, ada yang aneh nih, tapi karena gue cerdas langsung aja gue tanyakan
“Kenapa SMS aku nggak di bales tadi malam?, terus kenapa SMS yang tadi pagi juga nggak di bales?, kamu selingkuh ya pi?, sama siapa?, ihhhh dasar sleting jahat”
“aduhh, aduuhhh ,sakit Li... kita lagi jalan lho nanti kalo nabrak gimana?”
Lili bawel bisa gue terima lah ya, tapi kalo bawel di tambah sama cubitan bertubi-tubi?, bukan cuma kuping yang sakit bro
“terus kenapa nggak kamu bales sms aku piii?, ihhh kamu mah bikin aku bete pagi-pagi, turunin aku di sini!”
“itu, anuu... Hp aku mati Li, sekarang aja nggak aku bawa, aku mah setia sama kamu Li”
~~ trengg teteng teng tengggg... ~~
“kenapa berhenti pi?”
“lah tadi katanya kamu mau turun, yaudah aku berhenti”
“ihhhh dasar Api nggak pekkaaaa!”
~Bleetakkk~
“Ke
Pagi-pagi gini sudah terjadi kekerasan dalam hubungan asmara gue sama Lili, helm gue di gampar sama Lili kencang banget, gue sekarang percaya “di balik muka yang lucu terdapat kekuatan yang besar”. Sampai di kelas Lili masih aja bete, bingung gue padahal sebentar lagi mau upacara.
[B]– Di Lapangan waktu upacara –
Harusnya gue memimpin barisan di depan, tapi gue bilang ke Rafi kalo gue lagi nggak enak badan jadi Rafi yang memimpin barisan depan deh, padahal mah gue mau ke barisan belakang mau minta maaf (pacaran juga) sama Lili. Di belakang gue lihat Lili, dan ternyata dia masih cemberut gitu mukanya.
“Lili
”
gue di cuekin
“Li aku mau minta maaf”
masih di cuekin
~cekkreekkk~
Gue di foto sama Lili terus dia malah ketawa-tawa katanya muka gue kayak orang bego! (tapi ganteng), untungnya nggak ada yang sadar kalo gue di foto, ehh gue sama Lili malah asik foto bareng deh hehehe. Ini pertama kalinya gue foto bareng sama Lili walaupun muka gue di bilang aneh sih, habis foto-foto terus gue ngobrol-ngobrol deh sambil ngomongin foto tadi.
Lili pingsan, dan untungnya bisa gue tangkap. Lili langsung gue gendong menuju UKS, gue khawatir sama Lili “apa ini ada hubungannya sama Lili waktu hidungnya berdarah?” banyak pertanyaan di kepala gue, semuanya membuat gue bingung. Upacara selesai gue di suruh kembali ke kelas, ketika gue jalan menuju kelas ternyata ada Bokap sama Nyokapnya Lili lari tergesah-gesah, bahkan gue di cuekin sama mereka.
Di dalam kelas gue nggak tenang, dan tasnya Lili di ambil sama guru katanya Lili mau langsung pulang. Gue pura-pura izin ke toilet sama guru, padahal gue mau ke UKS sumpah hati gue nggak tenang, belum sampai di UKS gue lihat di ujung lorong sekolah Lili lagi di gendong sama Bokapnya. Gue langsung lari mengejar mereka.
“tante”
“Bapi kamu lanjutin belajarnya ya
, Lia udah sama Papahnya tuh”
Dari muka Bokapnya Lili kelihatan cemas, dan panik, sedangkan Nyokapnya Lili menangis sambil memegang sapu tangan. Gue sadar diri kok, saat ini gue belum bisa berbuat apa-apa untuk membantu mereka, gue balik lagi tapi bukan ke kelas, gue nangis di pojok lorong, di tempat waktu Iqbal menonjok gue karena kebodohan gue. Di sini gue terbayang lagi sama kejadian waktu itu.
Gue nggak balik ke kelas, bel pulang sekolah sudah bunyi, tapi gue tetap di sini. Nggak tau kenapa rasanya kayak ada yang menahan gue untuk balik ke kelas, di sini nggak ada yang akan mendengar gue teriak, dan menangis. Gue cuma bersandar di tembok sambil melihat kalung pemberian Lili, dan berharap Lili baik-baik aja.
“nih tas lu, nanti balikin”
bukan cuma tas gue aja yang dia bawa, tapi Rafi meminjamkan jaket dia terus langsung pergi lagi
Gue lihat sudah hampir jam satu siang, gue pulang pakai jaketnya Rafi, kepala gue tutup pakai kupluk biar nggak kelihatan kalo gue habis nangis, dan waktu gue di panggil sama orang yang gue nggak tau siapa namanya, karena gue cuma menunduk sambil angkat tangan kanan. Sampai di parkiran ternyata udah sepi, dan gue langsung pulang padahal biasanya ramai sama DBT dan Lili.
Hari ini gue nggak pergi ke taman, padahal hampir setiap hari gue pergi ke taman sama Lili. Gue pergi ke rumah Lili, tapi cuma melihat dari jauh aja, dan ternyata rumahnya sepi seperti biasa. Gue harap seseorang yang berada di rumah itu bisa ceria lagi, dan cita-citanya tercapai suatu hari nanti, aamiin.
Sampai rumah gue ikut nongkrong bareng DBT, mereka meyakinkan gue kalo Lili cuma kepanasan aja, gue juga berharap kayak gitu, tapi saat gue melihat muka khawatir orang tuanya Lili, gue jadi tambah khawatir. Gue nggak bisa kayak gini, gue harus tenang biar bisa tetap berfikir jernih. Gue ikut tertawa bareng DBT karena gue nggak mau mereka khawatir sama gue.
Setelah adzan Isya DBT pamit pulang, dan gue langsung ke kamar. Kunci pintu, matikan lampu, suasananya tenang, dan gue cuma berbaring aja di kasur. “kenapa lu nggak SMS Lili pi?” rasanya kayak ada yang memanggil gue ketika gue berbaring sambil menutup mata, gue hidupkan hp, dan langsung SMS ke Lili.
“Lili gimana keadaan kamu sekarang?”
10 menit, 20 menit, 30 menit... Nggak ada balasan dari Lili, gue coba berfikir positif “Lili pasti lagi istirahat”
~~jejejejengggg jejejejenggg...~~
Lili balas SMS gue sekitar jam sembilan malam, gue baca SMSnya...
“Api kayaknya kita nggak bisa bersama lagi, maafin aku ya pi
kita harus putus”
“aha... hahaha... Li... apa lagi ini...”
~praakkk~
Bentar-bentar... Lah kok ada lampu merah?. Waahhh!, rumah gue udah kelewat
. Sekarang gue nggak bisa tetap senyum
mau mutar balik jauh, udah gitu macet, dan udah gitu bakal ketemu Pak Polisi tadi
. “Apa yang harus gue lakukan” lagi searching di otak loading... loading... Please Wait... Error!. Aduuhhh, pasrah aja deh gue.Quote:
Maklum lah ya namanya juga anak baik-baik, dan itu pertama kalinya gue di suruh ke pinggir sama Polisi. Pak Polisi itu akhirnya percaya sama gue, terus habis itu gue tanya dong alasan dia kenapa gue di suruh jalan lurus, dan katanya gue dikira lagi mabuk gara-gara dari tadi senyum-senyum sendiri. Hebatnya malam ini ~fiiuhh~ udah gitu gue di lihatin terus lagi sama orang-orang dari jauh “belum pernah lihat orang ganteng di berhentikan sama Polisi ya” muehehe.
“Jangan senyum-senyum sendirian”
~~treeeengggg teeeenggg trrrreeenggggg...~~
“Mas, mas...”
kayaknya ada yang manggilin gue deh, kayaknya Pak Polisi yang tadi nih... Pura-pura nggak dengar ahh
“Mas, tunggu mas”
terpaksa deh gue celingak-celinguk cari asal suara itu
“ehh iya, ada apa ya bang?”
ternyata di samping gue ada orang naik vespa juga pantesan suaranya Susilo jadi terdengar double, ternyata oh ternyata susilo lagi ngobrol sama teman baru
“tadi ada apa mas sama polisi?, padahal kan mas-nya naik sekuteng”
“se-ku-ter bang, di kira mabuk saya bang tadi ehehe”
berani-beraninya ngeledek Susilo -_-
“oh hahaha, kenalin mas saya Aldi”
“kaga usah pake mas manggilnya, saya Bapi bang”
Gue cuma ngobrol sebentar sama si Aldi ini karena jarak yang memisahkan kita
dia belok ke kiri sedangkan gue lurus terus. Sampai rumah gue melakukan aktivitas seperti biasa yaitu membantu orang tua, namanya juga anak (ganteng) yang berbakti hehehe, habis itu habislah sudah aktivitas gue, cuma tiduran di kamar sambil memperhatikan kalung pemberian dari Lili 
~~jejejejengggg jejejejenggg...~~
“Api lagi ngapain?
”Lili tiba-tiba SMS gue kayak gitu padahal waktu itu dia bilang “kalo rumah kita nggak jauh kamu nggak usah SMS aku” kayak gitu ke gue terus suruh langsung ke rumahnya aja. Bingung gue kenapa ya cewek suka banget bikin cowok bingung?, atau gue-nya aja yang nggak peka sama Lili?. Ahhh bodo amat mendingan langsung tanya aja deh.
“lagi bingung nih Lili :/, tumben kamu sms kayak gitu?”
“ohhh jadi kamu nggak suka ya aku SMS kamu kayak gitu?, oke F-I-N-E”
kayaknya gue deh yang nggak peka ehehe kacau lagi suasananya ini mah, tapi maklum lah ya namanya juga pasangan yang romantis wajar aja kalo ada adegan semacam ini muehehehe
“ihh nggak beibeh, aku suka banget malah, yaaa tapinya aku bingung aja, waktu itu kan kamu bilang tentang “generasi idiot”
“kamu lebih suka aku SMS dari pada ketemu langsung ya sama aku?, oke F-I-N-E”
gue lebih memilih di suruh jalan lurus sama pak polisi sejauh 100 Meter deh dari pada dapat SMS kayak gini
“aku sukanya ketemu langsung soalnya kan aku jarang ada pulsa
““ahahaha dasar Api beli pulsa makanya wlee
, waktu itu kan aku di bilangin papah biar nggak jadi idiot katanya”ohhh jadi ini ulahnya si Om, pantesan aja waktu itu Lili tiba-tiba bisa ceramahin gue “di balik pacar yang cantik terdapat Bokap yang galak ~ehh”
“Lili buku catatanya udah kamu tulis belum?, dasar anak papah wlee
”“udah dong
, biarin anak papah kan aku mau jadi anak yang berbakti”“apa kata pertama yang kamu tulis Li?, iya deh jadi anak yang berbakti, tapi harus jadi pacar yang setia ya sama aku hehehe”
“rahasia wlee
, iya dong setia kan cuma aku doang yang mau jadi pacar kamu
”“cuma aku doang yang mau” aduh rasanya jleb banget

Gue SMSan sama Lili lagi, akhirnya gue beli pulsa untuk sesuatu yang bermanfaat (selain SMS tentang pengumuman ke warga kelas). Lili cerita banyak banget, ternyata bukan cuma mulutnya aja yang bawel, Lili juga bisa bawel dalam bentuk teks, sedangkan tangan gue aja sampai pegal buat balas SMS dari dia ehehehe. Lili bilang katanya mau jadi dokter suatu hari nanti (aamiin), dan gue cocok jadi Presiden katanya (Lili yang bilang lho ya)
.– Senin Pagi –
Gue SMSan sampai ketiduran tadi malam, mata gue nggak kuat kali ya baca SMS banyak banget dari Lili, dan pagi ini gue dapat ucapan “Selamat pagi Api, I love you”. Dari siapa?, jelas dong dari bokapnya Lili ~ehh maksudnya dari Lili dong hehehe, tapi SMSnya nggak gue balas gara-gara hp gue tiba-tiba mati, kayaknya hp gue nggak sanggup menerima banyak SMS dari Lili hehehe.
~~ trengg teteng teng tengggg... ~~
adegan saat gue mandi, pakai bedak, lipstick nggak usah gue ceritain kali yak hehe
“Assalamu'alaikum, selamat pagi bel tolong panggilkan Lili, bilang pangerannya sudah datang”
tiba-tiba kok kayak ada yang duduk di belakang gue yak?, ahhh pasti Lili nih langsung jalan aja ah
~~treeeengggg teeeenggg bebebebeb treeenggggg gjegleg treengg trengg~~

“woy, woy! Berhenti”
“lah?, kok Om ada di belakang Saya?
”“kamu ini, lihat-lihat dulu makanya”
Ternyata yang gue boncengin tadi itu Bokapnya Lili, untung belum sampai keluar komplek gue bawa Bokapnya Lili hehehe, kalo sampai keluar komplek ya harus bayar ke gue “calon mertua sama bisnis itu berbeda bung”. Waktu gue balik lagi ke rumah Lili ternyata yang di nanti-nanti sang bidadari hati sudah menunggu di luar, tapi kok mukanya kelihatan bete ya?, tumben Lili nggak teriak panggil-panggil nama gue.
“cepet langsung jalan”
jutek amat si pacar
“Assalamu'alaikum Om”
“Wa'alaikum salam, awas kamu kalo sampai salah bawa orang lagi”
~~treeeengggg teeeenggg bebebebeb treeenggggg gjegleg treengg trengg~~
“tumben pagi-pagi nggak senyum kamu Li”
di perjalanan gue sama Lili diam-diam doang, ada yang aneh nih, tapi karena gue cerdas langsung aja gue tanyakan
“Kenapa SMS aku nggak di bales tadi malam?, terus kenapa SMS yang tadi pagi juga nggak di bales?, kamu selingkuh ya pi?, sama siapa?, ihhhh dasar sleting jahat”
“aduhh, aduuhhh ,sakit Li... kita lagi jalan lho nanti kalo nabrak gimana?”
Lili bawel bisa gue terima lah ya, tapi kalo bawel di tambah sama cubitan bertubi-tubi?, bukan cuma kuping yang sakit bro
“terus kenapa nggak kamu bales sms aku piii?, ihhh kamu mah bikin aku bete pagi-pagi, turunin aku di sini!”
“itu, anuu... Hp aku mati Li, sekarang aja nggak aku bawa, aku mah setia sama kamu Li”
~~ trengg teteng teng tengggg... ~~
“kenapa berhenti pi?”
“lah tadi katanya kamu mau turun, yaudah aku berhenti”
“ihhhh dasar Api nggak pekkaaaa!”
~Bleetakkk~
“Ke
salahan kecil berakibat besar, WANITA”[/B
]Pagi-pagi gini sudah terjadi kekerasan dalam hubungan asmara gue sama Lili, helm gue di gampar sama Lili kencang banget, gue sekarang percaya “di balik muka yang lucu terdapat kekuatan yang besar”. Sampai di kelas Lili masih aja bete, bingung gue padahal sebentar lagi mau upacara.
[B]– Di Lapangan waktu upacara –
Harusnya gue memimpin barisan di depan, tapi gue bilang ke Rafi kalo gue lagi nggak enak badan jadi Rafi yang memimpin barisan depan deh, padahal mah gue mau ke barisan belakang mau minta maaf (pacaran juga) sama Lili. Di belakang gue lihat Lili, dan ternyata dia masih cemberut gitu mukanya.
“Lili
”gue di cuekin
“Li aku mau minta maaf”
masih di cuekin
~cekkreekkk~
Gue di foto sama Lili terus dia malah ketawa-tawa katanya muka gue kayak orang bego! (tapi ganteng), untungnya nggak ada yang sadar kalo gue di foto, ehh gue sama Lili malah asik foto bareng deh hehehe. Ini pertama kalinya gue foto bareng sama Lili walaupun muka gue di bilang aneh sih, habis foto-foto terus gue ngobrol-ngobrol deh sambil ngomongin foto tadi.
Quote:
Lili pingsan, dan untungnya bisa gue tangkap. Lili langsung gue gendong menuju UKS, gue khawatir sama Lili “apa ini ada hubungannya sama Lili waktu hidungnya berdarah?” banyak pertanyaan di kepala gue, semuanya membuat gue bingung. Upacara selesai gue di suruh kembali ke kelas, ketika gue jalan menuju kelas ternyata ada Bokap sama Nyokapnya Lili lari tergesah-gesah, bahkan gue di cuekin sama mereka.
Di dalam kelas gue nggak tenang, dan tasnya Lili di ambil sama guru katanya Lili mau langsung pulang. Gue pura-pura izin ke toilet sama guru, padahal gue mau ke UKS sumpah hati gue nggak tenang, belum sampai di UKS gue lihat di ujung lorong sekolah Lili lagi di gendong sama Bokapnya. Gue langsung lari mengejar mereka.
“tante”
“Bapi kamu lanjutin belajarnya ya
, Lia udah sama Papahnya tuh”Dari muka Bokapnya Lili kelihatan cemas, dan panik, sedangkan Nyokapnya Lili menangis sambil memegang sapu tangan. Gue sadar diri kok, saat ini gue belum bisa berbuat apa-apa untuk membantu mereka, gue balik lagi tapi bukan ke kelas, gue nangis di pojok lorong, di tempat waktu Iqbal menonjok gue karena kebodohan gue. Di sini gue terbayang lagi sama kejadian waktu itu.
Gue nggak balik ke kelas, bel pulang sekolah sudah bunyi, tapi gue tetap di sini. Nggak tau kenapa rasanya kayak ada yang menahan gue untuk balik ke kelas, di sini nggak ada yang akan mendengar gue teriak, dan menangis. Gue cuma bersandar di tembok sambil melihat kalung pemberian Lili, dan berharap Lili baik-baik aja.
“nih tas lu, nanti balikin”
bukan cuma tas gue aja yang dia bawa, tapi Rafi meminjamkan jaket dia terus langsung pergi lagi
Gue lihat sudah hampir jam satu siang, gue pulang pakai jaketnya Rafi, kepala gue tutup pakai kupluk biar nggak kelihatan kalo gue habis nangis, dan waktu gue di panggil sama orang yang gue nggak tau siapa namanya, karena gue cuma menunduk sambil angkat tangan kanan. Sampai di parkiran ternyata udah sepi, dan gue langsung pulang padahal biasanya ramai sama DBT dan Lili.
Hari ini gue nggak pergi ke taman, padahal hampir setiap hari gue pergi ke taman sama Lili. Gue pergi ke rumah Lili, tapi cuma melihat dari jauh aja, dan ternyata rumahnya sepi seperti biasa. Gue harap seseorang yang berada di rumah itu bisa ceria lagi, dan cita-citanya tercapai suatu hari nanti, aamiin.
Sampai rumah gue ikut nongkrong bareng DBT, mereka meyakinkan gue kalo Lili cuma kepanasan aja, gue juga berharap kayak gitu, tapi saat gue melihat muka khawatir orang tuanya Lili, gue jadi tambah khawatir. Gue nggak bisa kayak gini, gue harus tenang biar bisa tetap berfikir jernih. Gue ikut tertawa bareng DBT karena gue nggak mau mereka khawatir sama gue.
Setelah adzan Isya DBT pamit pulang, dan gue langsung ke kamar. Kunci pintu, matikan lampu, suasananya tenang, dan gue cuma berbaring aja di kasur. “kenapa lu nggak SMS Lili pi?” rasanya kayak ada yang memanggil gue ketika gue berbaring sambil menutup mata, gue hidupkan hp, dan langsung SMS ke Lili.
“Lili gimana keadaan kamu sekarang?”
10 menit, 20 menit, 30 menit... Nggak ada balasan dari Lili, gue coba berfikir positif “Lili pasti lagi istirahat”
~~jejejejengggg jejejejenggg...~~
Lili balas SMS gue sekitar jam sembilan malam, gue baca SMSnya...
“Api kayaknya kita nggak bisa bersama lagi, maafin aku ya pi
kita harus putus”“aha... hahaha... Li... apa lagi ini...”
~praakkk~
Quote:
Diubah oleh rafinotes 18-05-2015 02:12
0

”