Kaskus

Story

veronitaAvatar border
TS
veronita
Aku mah gitu orangnya
Quote:


Quote:


Spoiler for penting:


Spoiler for index:
Diubah oleh veronita 23-07-2015 16:44
0
65.3K
469
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
veronitaAvatar border
TS
veronita
#244
Part 24

Banyak canda tawa diruang tamu rumah Reno hari ini. Mamanya Reno ternyata asik juga orangnya. Bisa membaur dengan anak muda. Sore ini yang tersisa hanya tinggal aku, Jessy, Ridho dan Doni. Doni akrab sekali berbicara dengan Arin adik Reno. Ridho masih terus berjuang pedekate dengan Jessy yang sama sekali nggak peka.

“maaf aku nggak pernah bilang sama kamu sebelumnya” kata Reno membuka pembicaraan denganku
“iya gpp” jawabku singkat
“kamu pulang aja gih, besok aku udah masuk kok” kata Reno seraya membelai rambutku

TUIN…!!!

Tetiba ada suara klakson mobil.

“itu papa aku” kata Reno menjelaskan padaku

OMG, aku gugup, aku pun berusaha membaur dengan Jessy dan Ridho. Aku tak mau terlihat berduaan dengan Reno.

“Dek tolong buka gerbangnya gih” kata Reno menyuruh Arin

Setelah mobil masuk kerumah. Keluar sesosok pria dewasa, tinggi besar. Berjalan melintasi kami tanpa senyuman dan tanpa basa basi menyapa atau bertanya.

“maaf, papa aku memang gitu orangnya”

Reno meminta maaf kepada kami semua, sadar sikap papanya kurang wellcome.

“ya udah pamit semua aja deh, udah sore nih” ujar Ridho

Akhirnya sore itu kami semua pamit pulang dengan Reno. Jessy masih tetap bareng Ridho, sedangkan aku dengan Doni.

Sepanjang perjalanan pikiranku kosong. Terlalu banyak pertanyaan dan dugaan yang belum terjawab. Tapi aku yakin, doni itu orang yang baik.

“gw langsung balik ya”

Setelah sampai didepan rumahku, doni tanpa berbasa basi langsung pamit pulang. Sedangkan aku masih menduga-duga mobil siapa yang terparkir didepan rumahku.

“assalamu’alaikum, maa aku puu…”

Ketika aku masuk kerumah aku melihat Rafi dan papanya. Aku reflek lari memeluk Rafi. emoticon-Malu

“ini Tata ya, wah udah besar yaaa”

Aku biasa memanggil papanya Rafi dengan sebutan om david. Orangnya baik, dulu selama masih bertetangga banyak membantu keluargaku. Dirumahku kan nggak ada cowok, jadi terkadang ada beberapa pekerjaan cowok yang butuh pertolongan om david.

“hehehe iya dong om, aku kangen juga dengan om…” kataku seraya menghampiri om david lalu cium tangan
“om nggak bisa lama, titip Rafi, kalo nakal lapor sama om aja, yang akur ya sama Rafi, jangan sering berantem”

Aku nggak tau kenapa, seketika aku merasa sedih. Aku jadi teringat papaku. Setelah om david pamit, mataku mulai berkaca-kaca. Dan akhirnya tumpah juga tangisku.

“maa, aku kangen papa….” Aku merengek lalu memeluk mama

Aku sesenggukan seperti anak kecil. Aku tau tak sepantasnya aku begitu. Aku harus bisa lebih tegar. emoticon-Smilie

“yuk beli es krim” kata Rafi mencoba membujukku
“kamu tau aja hehehe”
“idiiih, tante liat deh, disogok es krim doang udah nyengir gitu, jalan kaki mau? Mobil aku 2-3 hari lagi mungkin baru dateng kesini”
“gpp, ayok jalan”
“ogah, dikira nggak jauh apa”
“ah kamu palsu… emoticon-Nohope

Aku sudah cukup senang Rafi bisa tinggal dirumahku. Aku nggak harus takut kesepian lagi. Aku bisa merasakan rasanya punya seorang kakak.

-----------------

Tak terasa sebentar lagi ujian akhir semester. Aku sebenarnya ingin mengikuti les tambahan diluar sekolah. Tapi aku nggak mau memberatkan mama. emoticon-Sorry

“kamu mau ikut nggak nanti ke stasiun radio? Iya stasiun radio yang biasa kita dengerin”

Seperti biasa jam istirahat aku selalu makan bareng degan Reno dikantin.

“iya mau deh, aku juga penasaran pengen liat orang yang selama ini hanya terdengar suaranya aja”
“kamu itu kan bawel, kalo ngomel sukanya nyerocos, englishnya juga lumayan, nanti aku kenalin dengan temenku, dia itu masih pelajar juga, beneran deh kamu itu cocok jadi penyiar”

Aku mendengarkan penjelasan Reno dengan antusias. Dipikiranku saat itu, jika ada kesempatan, aku ingin mencoba belajar jadi DJ radio. Walaupun bayaran nggak seberapa aku mau.


“kalo ada kesempatan aku mau coba, tapi nanti aku susah bagi waktunya. Sekolah, latihan dance, duh pusing juga”
“nggak usah dipikirin, jalanin aja dulu, nanti rencana aku itu mau nawarin kerja sama, sekolah kita kan sering ada event, lomba, kan lumayan kita dapet sponsor, radio itu juga bisa jadi lebih eksis. Sebenernya sih…”
“cukup… kamu diem…”

Reno itu kebiasaan, kalau udah ngomong serius panjang kali lebar kali tinggi. emoticon-Nohope

“kamu sukanya gitu, aku kan mau menjelaskan detilnya gimana”
“gih ngomong sama mangkok, aku balik kekelas dulu”
Diubah oleh veronita 30-05-2015 08:45
pulaukapok
pulaukapok memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.