Kaskus

Story

natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
I Am (NOT) Your Sister
Dear Warga SFTH.

Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.


I Am (NOT) Your Sister

Big thanks to quatzlcoatlfor cover emoticon-Smilie

Quote:
Diubah oleh natashyaa 20-01-2018 23:32
imamarbaiAvatar border
pulaukapokAvatar border
itkgidAvatar border
itkgid dan 8 lainnya memberi reputasi
9
465K
3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread1Anggota
Tampilkan semua post
natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
#324
F Part 17
Tubuh gue masih terlentang di kasur, gue melihat ke langit-langit tapi langitnya muter. gue agak pusing ketika bangun tidur, butuh beberapa menit agar pusing ini hilang. Gue mencoba untuk berdiri tapi sekali lagi tubuh gue gak seimbang, rasa pusing itu datang kembali tapi gue tetap bertahan.

Kayaknya gue sakit, badan gue lemah dan demam. Gue lihat jam sudah menunjukan pukul 06.30. Gue kemudian menyobek secarik kertas di buku, gue bikin surat sakit buatan tangan gue sendiri dan ditandatangi sendiri menyatakan kalau gue sakit dan tidak akan masuk sekolah hari ini. Setelah dimasukan ke amplop gue bergegas ke bawah, berharap si Ani belum berangkat.
Udah kebiasaan sepertinya buat si Ani untuk terlambat, jam setengah tujuh masih asik makan sambil menonton tv, sponge bob lagi yang dilihatnya, dasar bocah. Gue kemudian memberikan surat itu ke Ani.

Setelah Ani pergi ke sekolah, gue kembali ke kamar untuk tiduran lagi. Kepala gue pusing sangat. Gue rebahkan diri di kasur, sakit apa ini? Kepala gue kok muter. Gue takut vertigo tapi semoga bukan. Gue terus memegangi kepala gue yang pusing.
Gue memikirkan hari kemarin, apa yang telah gue perbuat kemarin, apa yang telah gue makan dan minum kemarin, dan gue pastikan, gue tidak melakukan hal yang aneh-aneh pas kemarin.

Tapi gue baru teringat kalau gue tidur sekitar jam satuan setelah sebelumnya gue menelepon Bram. Ya, gue menelepon Bram. Kemarin ketika di mobil gue melihat ponsel Ani, gue melihat nama “Kak Bram” memanggil ke ponselnya. Selama ini gue biarkan Ani dengan Bram, gue sudah tahu perihal Bram yang selalu datang ke kelas Ani, terlebih lagi Dania menceritakan kalau dia melihat Bram dan Ani jalan bareng di sekolah. Gue sengaja membiarkan Ani supaya dia tahu sendiri sifat asli Bram.

“Bram, kenapa lu sekarang ngedeketin Ani?” Tanya gue kemarin malam di telepon.
“Emangnya gak boleh Fe?”
“Bodoh! Bukan begitu.”
“Terus apa?”
“Ahh.. mau lu apa sih?”
“Gue cuma pengen balikan lagi ama elu?”
“Najis!”
“Kenapa lu benci ama gue Fe?”
“Gak perlu alasan bagi gue buat benci lu.”
“Oyah?” Nada Bram sedikit menantang.
“Awas ya kalau lu macem-macem.!” Gue mematikan telepon.

****


Gue turun kembali ke bawah, gue mencari kotak obat, untung saja ada paracetamol, mungkin paracetamol bisa mengobati pusing dan demam gue. Setelah makan sedikit dan meminum paracetamol, gue tiduran di sofa sampai pusing di kepala gue udah mulai berkurang.
Setelah agak mendingan gue kembali ke kamar untuk mengecek hp gue. Ada beberapa pesan masuk. Gue membuka pesan masuk.

“Lagi heboh Fe di sekolah.”
“Fe dimana lu? Si Ani berantem ama Susi. Haha.”
“Fe di sekolah seru, Ani berantem ama Susi.”
“Kasian si Ani, nangis berantem ama Susi.”

Begitulah kira-kira isi sms dari teman-teman gue yang masuk. Gue agak sedikit kaget membacanya juga, lah si Ani kenapa dengan si Susi. Gue jadi penasaran. Kondisi badan gue udah baikan dan pusingnya udah mulai hilang. Sekitar jam sepuluhan gue putuskan untuk pergi ke sekolah.
itkgid
itkgid memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.