- Beranda
- Sejarah & Xenology
Diadokhoi dan Kerajaan-kerajaan Penerus Alexander
...
TS
stanin
Diadokhoi dan Kerajaan-kerajaan Penerus Alexander

Diadokhoi(latin: Diadochus, Yunani : Διάδοχοι, Diadokhoi, "para penerus") adalah seorang jenderal, keluarga dan teman-teman Alexander yang mendampinginya selama penaklukannya. Setelah Alexander meninggal ditahun 323 SM, para Diadokhoi ini saling berperang satu sama lain selama periode keemasan Helenistik. Yang paling termashur ialah dinasti Ptolemik di Mesir dimana salah satu firaun-nya yang bernama Cleopatra, ia diadokhoi terakhir dan dinasti Ptolemik merupakan dinasti terakhir Helenistik yang di kuasai Romawi.
Agan pada tahu kisah three kingdoms dari china kan, nah diadokhoi kisahnya ga jauh beda kaya three kingdoms dimana sang kaisar terlalu lemah meminpin kekaisaran sehingga kerajaan yang sudah susah payah dibuat oleh leluhurnya jatuh oleh masalah internal karena ego masing2.
INDEX:
Quote:
Diubah oleh stanin 15-05-2015 05:16
0
7.2K
19
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sejarah & Xenology
6.5KThread•11.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
stanin
#16
First Rank: Perdiccass

Perdiccasmenjabat sebagai komandan phalanx Macedonia selama kampanye Alexander melawan Kekaisaran Persia. Ketika Hephaestion tiba-tiba meninggal pada 324 SM, Alexander menunjuknya sebagai penggantinya sebagai komandan kavaleri Elite Companion dan Chiliarch, posisi mirip sama dengan perdana menteri. Dengan Partisi Babilonia setelah kematian Alexander di 323 SM, Perdiccas terpilih untuk melayani sebagai Wali Kekaisaran dan panglima tertinggi tentara kekaisaran. Sementara Craterus secara resmi dinyatakan pelindung keluarga kerajaan Perdiccas efektif memegang posisi ini sebagai raja bersama Philip III dari Makedonia (Saudara Alexander, tapi beda ibu ) dan anak Alexander yang belum lahir ( Alexander IV dari Makedonia ) dari istrinya Alexander Roxana dengan Perdiccas di Babilonia.
Otoritas Perdiccas sebagai Wali dan kekuasaannya atas keluarga kerajaan segera dipertanyakan. Perdiccas menunjuk Leonnatus salah satu dari Jenderal Alexander, sebagai penguasa Hellespontine Frigia di pantai barat Asia Kecil. Namun, bukannya ke posisi itu Leonnatus malah berlayar ke Makedonia ketika adik Alexander yang bernama Cleopatra janda dari Raja Alexander I dari Epirus menawarkan tangannya kepadanya. Setelah mengetahui hal ini pada musim semi 322 SM Perdiccas menggerakan tentaranya menuju Asia Kecil untuk menegaskan kembali dominasinya sebagai Wali. Perdiccas memerintahkan Leonnatus untuk menghadap untuk diadili karena ketidaktaatan tetapi Leonnatus meninggal selama Perang Lamian sebelum perintah sampai kepadanya. Pada saat yang sama Cynane, adik tiri Alexander mengatur agar putrinya Eurydice II untuk menikah dengan Philip III saudara tiri Alexander dan raja dari Makedonia. Takut pengaruh Cynane itu Perdiccas memerintahkan saudaranya Alcetas untuk membunuhnya. Ketidakpuasan diungkapkan oleh tentara pada pembunuhan dan rasa hormat mereka untuk Eurydice sebagai anggota keluarga kerajaan diinduksi Perdiccas untuk tidak hanya untuk menyelamatkan nyawa tapi untuk menyetujui pernikahan Philip III. Meskipun pernikahan Perdiccas terus memegang kontrol yang kuat atas urusan keluarga kerajaan.
Untuk memperkuat kekuasaannya atas kekaisaran Perdiccas setuju untuk menikah Nicea putri dari penguasa Yunani yaitu Antipater. Namun, ia memutuskan pertunangan ketika Olympias ibu Alexander menawarinya tangan adik Alexander Cleopatra. Mengingat cacat intelektual dari Philip III dan penerimaan terbatas anak Alexander IV karena ibunya menjadi ratu Persia pernikahan akan memberikan Perdiccas klaim sebagai penerus sejati Alexander tidak hanya sebagai Wali. Namun, Antigonus I Monophthalmus penguasa dari Pamfilia dan Lycia di bagian utara Asia Kecil mengetahui rencana rahasia ini dan melarikan diri ke Antipater di Yunani.
Diubah oleh stanin 14-05-2015 19:51
0