Kaskus

Story

jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
You Are My Happiness
You Are My Happiness


Sebelumnya gue permisi dulu kepada Moderator dan Penghuni forum Stories From The Heart Kaskus emoticon-Smilie
Gue akhir-akhir ini banyak membaca cerita-cerita penghuni SFTH dan gue merasa sangat terinspirasi dari tulisan sesepuh-sesepuh sekalian emoticon-Smilie
Karena itu gue memberanikan diri untuk berbagi kisah nyata gue, yang sampe detik ini masih menjadi kisah terbesar di hidup gue.
Mohon maaf kalo tulisan gue ini masih amburadul dan kaku, karena gue baru pertama kali join kaskus dan menulis sebuah cerita.

Dan demi kenyamanan dan privasi, nama tokoh-tokoh di cerita ini gue samarkan emoticon-Smilie




Orang bilang, kebahagiaan paling tulus adalah saat melihat orang lain bahagia karena kita. Tapi terkadang, kebahagiaan orang itu juga menyakitkan bagi kita.
Gue egois? Mungkin.
Nama gue Baskoro, dan ini kisah gue.



Quote:


Quote:
Diubah oleh jayanagari 11-08-2015 11:18
rukawa.erikAvatar border
devanpancaAvatar border
gebby2412210Avatar border
gebby2412210 dan 49 lainnya memberi reputasi
48
2.2M
5.1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.5KAnggota
Tampilkan semua post
jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
#4605
PART 140

Gue memarkirkan mobil di bawah pohon di tepi jalan, dan mematikan mesin. Gue menoleh ke Anin, dan gue liat dia memandang jendela di sampingnya sambil tersenyum. Gue kemudian mengajak dia keluar, dan kami berdua berdiri diatas trotoar di siang hari yang panas itu. Kami berdua memandangi beberapa penjaja makanan kecil yang menunggu pembeli. Gue menggandeng tangan Anin dan mengajaknya ke salah satu titik gak jauh dari kami berdua.

Quote:


Anin memandangi sebuah blok semen yang bisa dijadikan tempat duduk. Sambil tersenyum dia mengangguk pelan.

Quote:


Gue merangkul Anin dengan satu tangan, sementara tangan yang lain gue masukkan ke kantong jeans. Kami berdua masih terbius, memandangi blok semen yang jadi monumen pertemuan pertama kami berdua. Gue berkata pelan.

Quote:


Setelah itu, seharian kami berdua melakukan perjalanan napak tilas, segala jejak-jejak pertemuan kami dulu. Gue dan Anin sepakat melakukan ini, meskipun terdengar konyol, karena gue menyadari kedepannya mungkin kami akan susah menemukan momen untuk seperti ini. Gue dan Anin berjalan ke mall tempat dimana kami berdua dulu sering menghabiskan waktu. Dan terutama, kami menuju ke kampus tempat kami berdua bertahun-tahun berjuang bersama.

Gue dan Anin berjalan berdampingan melewati lorong selasar kampus Anin yang hari itu sangat sepi. Dia sering berhenti dan tersenyum melihat beberapa sudut kampus, tempat kenangannya tersimpan.

Quote:


Anin tertawa lembut dan memeluk pinggang gue. Waktu itu kami berdua menyadari, bahwa segala hal yang udah pernah terjadi di masa lalu kami, adalah hal terbaik yang udah digariskan oleh-Nya. Hingga kapanpun, gue akan selalu bersyukur karenanya. Terutama, karena seorang wanita menakjubkan disamping gue ini.

Di rumah Anin, gue duduk di bangku taman belakang sambil melamun. Gue hanya tersenyum ketika Anin datang dan duduk disamping gue sambil membawa secangkir teh panas. Anin memandangi gue.

Quote:


Gue tersenyum dan menunduk, sambil menggeleng pelan.

Quote:


Gue tersenyum, dan bersandar ke belakang, sambil menyilangkan kaki gue. Jari-jemari gue silangkan diatas perut. Gue tersenyum sambil memandangi hijaunya rumput dihadapan gue. Sesaat kemudian, gue menggeleng pelan.

Quote:


Anin tersenyum, kemudian bersandar ke belakang dan menyandarkan kepalanya ke bahu gue, sambil sedikit mendongak memandangi wajah gue melalui sudut matanya.

Quote:

jenggalasunyi
pulaukapok
pulaukapok dan jenggalasunyi memberi reputasi
2
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.