TS
Zaxion
[Fanfict] RF Online- The Hero Of Novus
misi semua numpang posting fanfict 
gw bikinnya udh lama sih waktu sma dulu pas rf lagi ngetop
udh ada beberapa chapter gw post di web lain sih cuma sepi sekali
jadi post di sini juga deh
mohon kritikan dan komennya ya
episode 1
episode 2
Episode 3
Episode 4
Episode 5
Episode 6
Episode 7
Episode 8
Episode 9
episode 10
Epiode 11
episode 12
Interlude
Episode 13
part 1
part 2
part 3

gw bikinnya udh lama sih waktu sma dulu pas rf lagi ngetop

udh ada beberapa chapter gw post di web lain sih cuma sepi sekali

jadi post di sini juga deh
mohon kritikan dan komennya ya
Spoiler for Index:
Spoiler for The Beginning Arc:
Prolog
part 1
part 2
Episode 1
part 1
part 2
Episode 2
part 1
part 2
Episode 3
part 1
part 2
Episode 4
part 1
part 2
Episode 5
part 1
part 2
Episode 6
Part 1
Part 2
Episode 7
Part 1
Part 2
Episode 8
part 1
part 2
Episode 9
1 part doang
Episode 10
Part 1
part 2
Episode 11
part 1
part 2
Episode 12
part 1
part 2
episode 13
part 1
part 2
Episode 14
part 1
part 2
Episode 15
part 1
part 2
part 3
Episode 16
part 1
part 2
Episode 17
part 1
part 2
episode 18
part 1
part 2
episode 19
part 1
part 2
part 3
part 4
episode 20
part 1
part 2
episode 21
part 1
part 2
episode 22
part 1
part 2
episode 23
part 1
part 2
episode 24
part 1
part 2
part 3
Epiloge
part 1
part 2
part 3
part 4
part 1
part 2
Episode 1
part 1
part 2
Episode 2
part 1
part 2
Episode 3
part 1
part 2
Episode 4
part 1
part 2
Episode 5
part 1
part 2
Episode 6
Part 1
Part 2
Episode 7
Part 1
Part 2
Episode 8
part 1
part 2
Episode 9
1 part doang
Episode 10
Part 1
part 2
Episode 11
part 1
part 2
Episode 12
part 1
part 2
episode 13
part 1
part 2
Episode 14
part 1
part 2
Episode 15
part 1
part 2
part 3
Episode 16
part 1
part 2
Episode 17
part 1
part 2
episode 18
part 1
part 2
episode 19
part 1
part 2
part 3
part 4
episode 20
part 1
part 2
episode 21
part 1
part 2
episode 22
part 1
part 2
episode 23
part 1
part 2
episode 24
part 1
part 2
part 3
Epiloge
part 1
part 2
part 3
part 4
Spoiler for The Vegeance Arc:
Spoiler for Prologue:
episode 1
Spoiler for :
episode 2
Spoiler for :
Episode 3
Spoiler for :
Episode 4
Spoiler for :
Episode 5
Spoiler for :
Episode 6
Spoiler for :
Episode 7
Spoiler for :
Episode 8
Spoiler for :
Episode 9
Spoiler for :
episode 10
Spoiler for :
Epiode 11
Spoiler for :
episode 12
Spoiler for :
Interlude
Spoiler for :
Episode 13
part 1
part 2
part 3
Spoiler for side story:
Diubah oleh Zaxion 14-01-2016 15:57
0
95.6K
Kutip
521
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•355Anggota
Tampilkan semua post
TS
Zaxion
#376
Episode 10
The Truth is, I am
Kyrie adalah campuran antara Bellato dan Cora, sama sepertiku. Aku sama sekali tak mengira ada orang berdarah campuran lagi selain aku dan Astaria.
Jika tidak mengalaminya sendiri secara langsung aku tidak mungkin akan percaya dengan ucapannya sedikitpun, karena itulah aku berencana memanfaatkan status kami sebagai “sesama darah campuran” mungkin dia akan terbujuk
Tapi sekarang pertanyaannya adalah “bagaimana meyakinkannya”
Tidak mungkinkan aku langsung berkata “hei kau darah campuran juga ya ? sama dong mari kita berkerja sama”
Yang terjadi nanti malah semua rencanaku akan gagal total nantinya
Karena itu, sekarang aku tengah mendiskusikannya dengan wanita yang paling mengerikan di Union yang aku kenal
Alice
Yah karena yang kami diskusikan ini hal yang sangat “rawan” maka kami melakukannya di kamarku
Sementara aku duduk di pinggiran tempat tidurku Alice berdiri sambil memandang keluar jendela
Ekpresi mukanya tampak tengah berpikir dengan keras, dia tampak ragu mendengar penjelasanku
kalau saja dia tidak mendengar kisah hidupku dan kenyataan bahwa aku berdarah campuran dia juga pasti akan menyangkalnya
Sekarang sih mau tidak mau dia terpaksa harus menerimanya
“kau yakin dengan ucapan Cora itu, Max ? “
Aku mengangkukan kepalaku sebagai balasannya
“ dan alasannya ?”
Yah jika di pikir-pikir aku memang perlu alasan kuat untuk mempercayai ucapan wanita itu, karena bisa saja dia berbohong atau semacamnya sih. Baiklah coba kuingat-ingat lagi apa yang telah aku pelajari setelah menghabiskan waktu sekitar 1 minggu lebih mengintrogasinya
“ pertama logatnya, dia sangat fasih dalam berbicara dalam bahasa Bellato dan tidak mengalami kesulitan dalam berbicara ataupun mengucapkan kata-kata sulit, aku rasa dengan kemampuan berbicara sefasih itu dia sudah terbiasa bicara dengan bahasa bellato sejak kecil “
Ya benar, dia sangat santai dalam berbicara dan tanggapannya sangat cepat, bagaimanapun lihainya kau menguasai sebuah bahasa pasti akan ada kesulitan di perkataan tertentu karena otak perlu bekerja dua kali untuk mengubah apa yang ingin kita ucapkan ke bahasa lain.
Dengan kelancaran seperti itu aku yakin dia sudah terbiasa sejak kecil.
Jika di ingat-ingat lagi ibu terkadang suka kesulitan bicara jika kalimat atau ucapannya terlalu panjang atau rumit. Ah !!!! sekarang aku baru mengerti alasannya, aku pikir dulu itu karena kondisi badan ibu yang memang lemah, mungkin ini alasan yang lebih masuk akal, karena ibu belajar bahasa Bellato di usia dewasa dia tidak terlalu mahir menguasainya.
“ alasan kedua, karena aku tidak bisa menemukan alasan logis atau keuntungan yang bisa dia dapatkan dengan mengakui dirinya adalah darah campuran, dia berkata seperti itu karena terteka dan depresi jadi memang ada kemungkinan dia bicara ngelantur, tapi ekspresi wajahnya saat berbicara berkata sebaliknya.
Dia terlihat sangat kesakitan saat menceritakan kenapa dia bisa bergabung dengan Cora, jadi aku tidak yakin dia berbohong “
“kau terlalu naif, hanya karena alasan konyol seperti itu kau langsung percaya padanya “
Dingin dan tegas seperti biasa
Dia segera membantah argumen yang ku sampaikan dengan susah payah dengan 1 kalimat yang sangat menusuk
Tapi walau begitu perkataan Alice ada benarnya juga sih, aku terlalu gampang percaya dengan perkataan Kyrie.
Bukannya karena aku ini naif ya, tapi begitu mendengar bahwa ada orang berdarah campuran lain selain aku, entah kenapa aku merasa bahagia
“ada orang yang sama sepertiku”
Pemikiran itu muncul di benakku dan terus-menerus bergema di dalam pikiranku ini
Selama 20 tahun ini aku hidup dalam ketakutan karena merasa bahwa hanya aku satu-satunya makhluk hidup berdarah campuran di dunia ini
Aku takut
Sangat ketakutan
Setiap hari saat keluar rumah dan melihat orang-orang lain aku tidak bisa membuang pikiran menjijikan itu
“mereka spesies yang berbeda dariku”
“aku makhluk yang berbeda dari mereka “
Awalnya aku masih bisa bertaha karena Astaria ada di sampingku
Tapi begitu Astaria tewas perasaan busuk itu semakin kuat dan menguasai hatik
Karena itulah aku semakin menjauh dari orang-orang
Menjauhi teman-temanku dan hidup menyendiri tanpa berinteraksi dengan orang lain jika tidak di perlukan
Karena aku takut
Aku takut jika kebenaran jati diriku terungkap aku akan di musuhi dan di jauhi oleh mereka semua
Tak di terima di masyarakt dan di kucilkan
Karena itu aku berpikir lebih baik aku menjauhi mereka, dengan begitu jati diriku yang sebenarnya tak akan pernah terbongkar
Tapi di balik itu semua
Aku sangat kesepian
Dan kemudian aku bertemu mereka, ke empat anak-anak bodoh itu
Karena aku di tugaskan sebagai pengawas mereka mau tidak mau aku harus berinteraksi dengan mereka
Dan berkat mereka aku mampu bangkit hingga sekarang
“ aku percaya padanya “ jawabku dengan memandang Alice
Dia membalas tatapan ku dengan wajah yang sangat serius dan menakutkan
Setelah beberapa saat dia menghelakan nafasnya
“ aku mengerti kau merasa senang karena bertemu orang yang sama sepertimu Max, tapi kau tidak boleh gegabah seperti ini, kita tidak
tahu apa dia punya maksud tertentu atau tidak “
Ugggg, seperti dia bisa menebak jalan pikiranku
Apa dia ini punya kekuatan untuk membaca pikiran orang lain, dia memang wanita yang sangat mengerikan
“maafkan aku “
Dan entah kenapa aku merasa terintimidasi olehnya hingga meminta maaf dengan membungkukan badanku
“ kenapa kau harus minta maaf seperti itu ? “ jawab Alice dengan kebinggungan melihatku
“ karena aku selalu merepotkanmu dengan semua tindakan dan keputusanku yang konyol, tapi apapun yang aku lakukan, dan tidak pedulu
sebodoh apapun itu kau selalu membantuku. Karena itu maafkan aku “
Ekspresi wajah Alice segera berubah seketika mendengar ucapanku dan tampak sedikit memucat
Apa-apaan ekspresinya itu seolah baru saja mendengarkan sesuatu yang sangat aneh
“ kau sedang sakit ya?” tanya Alice sambil menjauhiku dan menjaga jarak seolah aku adalah sesuatu yang menjijikan
“apa-apaan kau!!” jawabku dengan kesal
“aduh jangan marah dong “ balas sambil menggodaku dan menusuk-nusuh pipiku
Dia memang wanita yang sangat menyebalkan
Dia memandangku dengan senyumannya yang menyebalkan itu lagi, tapi sangat manis hingga membuatku tak berkutik di hadapannya
Dia memang mengerikan
“kita ini keluarga kan ? sudah seharusnya kita saling membantu dan mendukung satu sama lain dalam kesulitan apapun “ dia berkata
seperti itu sambil memberikan sebuah senyuman yang sangat hangat
Aku tidak menyangka dia akan berkata seperti itu
Aku merasa sangat bahagia mendengarnya
Dan juga, hatiku terasa sangat nyaman mendengar perkataan yang menyejukan hati itu darinya
“ kau bisa bersikap manis juga ya “ jawabku sambil tertawa
“ kau punya masalah dengan itu ? “
“ tidak, maafkan aku kakak “ jawabku lagi sambil bercanda
Wajah Alice memerah seketika dan dia memalingkan wajahnya mengelak dari pandanganku
Tampaknya dia sangat senang mendengarku menyebutnya kakak, entah kenapa dia harus semalu itu
“ baiklah kau ingin membuat perempuan itu percaya kau adalah darah campuran sepertinyakan ?”
Dengan segera topik pembicaraan segera berubah dan Alice tampak berusaha keras mencari ide
“jujur saja sebenarnya cukup sulit kau bisa meyakinkannya, karena dia menceritakan kisah hidupnya lebih dulu dari padamu, jadi jika kau mengatakannya sekarang dia pasti berpikir kau mengarang untuk mengelabui dan mendapatkan simpatinya “
Ya aku juga berpikiran sama
Karena itu ini menjadi dilema
Apa yang harus aku lakukan sekarang agar dia bisa mempercayaiku dan mau setuju dengan rencanaku
“tunggu dulu aku ada rencana “
Dengan wajah di selimuti aura kegembiraan dan senyuman yang sangat menawan Alice berkata
Manis sekali dia
“ mungkin kita bisa memanfaatkan benda-benda yang di miliki ibumu dulu, di antara mereka mungkin saja ada benda khusus yang menjadi
ciri khas Cora “
Benar juga, hal itu tak terpikirkan olehku, mungkin ada baiknya aku coba lakukan seperti sarannya
Singkatnya aku di bantu dengan Alice membongkar kamar kedua orang tuaku
Kami memeriksa semuanya
Lemari pakaian, tempat penyimpanan barang dan sebagainya
Ada banyak benda yang kutemukan
Tapi aku tidak yakin ada sesuatu yang merupakan ciri khas Cora atau semacamnya
Aku hanya menemukan tongkat Force milik ibuku dan beberapa perhiasannya
Dan aku rasa ini sama sekali tidak ada hubunganya dengan cora
Maksudku bahkan di Bellato sekalipun tongkat Force dan perhiasaan seperti ini adalah hal yang bisa di jumpai dimanapun
Tampaknya ibu memang tidak membawa apapun saat kemari
Tapi ngomong-ngomong aku jadi penasaran
Bagaimana ayah dan ibu bisa bertemu ya ?
“ kalung yang indah “ perkataan Alice
Aku melihat benda yang di pegang Alice dengan penuh kekaguman
Dia tampak terpesona oleh keindahan kalung itu
Ya semua perempuan jika melihat perhiasaan mahal pasti begitu sih
“ ini punya ibumu ? “
Ya aku sangat benda itu
Sebuah kalung dengan desain yang sangat simpel
Sebuah permata berwarna merah tua dan jika terkena cahaya akan mengeluarkan kilauan-kilauan yang sangat indah terikat erat padanya
Pada permata itu terdapat sebuah simbol yang tak bisa kumengerti di bagian dalamnya
Sebuah lingkaran dengan panah-panah kecil di sekelilingnya
Seolah menyimbolkan matahari yang mengeluarkan cahaya
Aku tidak mengerti bagaimana bisa simbol itu ada di dalam permata tersebut, entah bagaimana pembuatnya bisa melakukan hal itu
“ya itu punya ibuku, dia sangat menyayanginya dan selalu merawatnya dengan penuh kasih sayang “
“ jadi ini benda yang sangat berharga bagi ibumu ya, jangan bilang ini hadiah dari ayahmu padanya “
Ekspresi wajah Alice berubah lagi dan tampak sangat ingin tahu
Cih perempuan memang sangat rakus kalo soal percintaan seperti ini ya
“ seingatku sih tidak, dia bilang ini di berikan oleh......”
Astaga
Kenapa aku bisa lupa hal sepeting ini
Tubuhku sampai merinding mengingat hal itu
Perkataan ibu saat itu, bagaimana mungkin aku bisa melupakannya samapai saat ini
Aku menelan air liur di tenggorokanku dengan sangat berat
Kemudian aku mengambil kalung itu dari Alice
Dia tampak khawatir melihat kegugupanku namun enggan menanyakannya
“ ini di berikan oleh orang tua ibuku “
The Truth is, I am
Spoiler for part 1:
Kyrie adalah campuran antara Bellato dan Cora, sama sepertiku. Aku sama sekali tak mengira ada orang berdarah campuran lagi selain aku dan Astaria.
Jika tidak mengalaminya sendiri secara langsung aku tidak mungkin akan percaya dengan ucapannya sedikitpun, karena itulah aku berencana memanfaatkan status kami sebagai “sesama darah campuran” mungkin dia akan terbujuk
Tapi sekarang pertanyaannya adalah “bagaimana meyakinkannya”
Tidak mungkinkan aku langsung berkata “hei kau darah campuran juga ya ? sama dong mari kita berkerja sama”
Yang terjadi nanti malah semua rencanaku akan gagal total nantinya
Karena itu, sekarang aku tengah mendiskusikannya dengan wanita yang paling mengerikan di Union yang aku kenal
Alice
Yah karena yang kami diskusikan ini hal yang sangat “rawan” maka kami melakukannya di kamarku
Sementara aku duduk di pinggiran tempat tidurku Alice berdiri sambil memandang keluar jendela
Ekpresi mukanya tampak tengah berpikir dengan keras, dia tampak ragu mendengar penjelasanku
kalau saja dia tidak mendengar kisah hidupku dan kenyataan bahwa aku berdarah campuran dia juga pasti akan menyangkalnya
Sekarang sih mau tidak mau dia terpaksa harus menerimanya
“kau yakin dengan ucapan Cora itu, Max ? “
Aku mengangkukan kepalaku sebagai balasannya
“ dan alasannya ?”
Yah jika di pikir-pikir aku memang perlu alasan kuat untuk mempercayai ucapan wanita itu, karena bisa saja dia berbohong atau semacamnya sih. Baiklah coba kuingat-ingat lagi apa yang telah aku pelajari setelah menghabiskan waktu sekitar 1 minggu lebih mengintrogasinya
“ pertama logatnya, dia sangat fasih dalam berbicara dalam bahasa Bellato dan tidak mengalami kesulitan dalam berbicara ataupun mengucapkan kata-kata sulit, aku rasa dengan kemampuan berbicara sefasih itu dia sudah terbiasa bicara dengan bahasa bellato sejak kecil “
Ya benar, dia sangat santai dalam berbicara dan tanggapannya sangat cepat, bagaimanapun lihainya kau menguasai sebuah bahasa pasti akan ada kesulitan di perkataan tertentu karena otak perlu bekerja dua kali untuk mengubah apa yang ingin kita ucapkan ke bahasa lain.
Dengan kelancaran seperti itu aku yakin dia sudah terbiasa sejak kecil.
Jika di ingat-ingat lagi ibu terkadang suka kesulitan bicara jika kalimat atau ucapannya terlalu panjang atau rumit. Ah !!!! sekarang aku baru mengerti alasannya, aku pikir dulu itu karena kondisi badan ibu yang memang lemah, mungkin ini alasan yang lebih masuk akal, karena ibu belajar bahasa Bellato di usia dewasa dia tidak terlalu mahir menguasainya.
“ alasan kedua, karena aku tidak bisa menemukan alasan logis atau keuntungan yang bisa dia dapatkan dengan mengakui dirinya adalah darah campuran, dia berkata seperti itu karena terteka dan depresi jadi memang ada kemungkinan dia bicara ngelantur, tapi ekspresi wajahnya saat berbicara berkata sebaliknya.
Dia terlihat sangat kesakitan saat menceritakan kenapa dia bisa bergabung dengan Cora, jadi aku tidak yakin dia berbohong “
“kau terlalu naif, hanya karena alasan konyol seperti itu kau langsung percaya padanya “
Dingin dan tegas seperti biasa
Dia segera membantah argumen yang ku sampaikan dengan susah payah dengan 1 kalimat yang sangat menusuk
Tapi walau begitu perkataan Alice ada benarnya juga sih, aku terlalu gampang percaya dengan perkataan Kyrie.
Bukannya karena aku ini naif ya, tapi begitu mendengar bahwa ada orang berdarah campuran lain selain aku, entah kenapa aku merasa bahagia
“ada orang yang sama sepertiku”
Pemikiran itu muncul di benakku dan terus-menerus bergema di dalam pikiranku ini
Selama 20 tahun ini aku hidup dalam ketakutan karena merasa bahwa hanya aku satu-satunya makhluk hidup berdarah campuran di dunia ini
Aku takut
Sangat ketakutan
Setiap hari saat keluar rumah dan melihat orang-orang lain aku tidak bisa membuang pikiran menjijikan itu
“mereka spesies yang berbeda dariku”
“aku makhluk yang berbeda dari mereka “
Awalnya aku masih bisa bertaha karena Astaria ada di sampingku
Tapi begitu Astaria tewas perasaan busuk itu semakin kuat dan menguasai hatik
Karena itulah aku semakin menjauh dari orang-orang
Menjauhi teman-temanku dan hidup menyendiri tanpa berinteraksi dengan orang lain jika tidak di perlukan
Karena aku takut
Aku takut jika kebenaran jati diriku terungkap aku akan di musuhi dan di jauhi oleh mereka semua
Tak di terima di masyarakt dan di kucilkan
Karena itu aku berpikir lebih baik aku menjauhi mereka, dengan begitu jati diriku yang sebenarnya tak akan pernah terbongkar
Tapi di balik itu semua
Aku sangat kesepian
Dan kemudian aku bertemu mereka, ke empat anak-anak bodoh itu
Karena aku di tugaskan sebagai pengawas mereka mau tidak mau aku harus berinteraksi dengan mereka
Dan berkat mereka aku mampu bangkit hingga sekarang
“ aku percaya padanya “ jawabku dengan memandang Alice
Dia membalas tatapan ku dengan wajah yang sangat serius dan menakutkan
Setelah beberapa saat dia menghelakan nafasnya
“ aku mengerti kau merasa senang karena bertemu orang yang sama sepertimu Max, tapi kau tidak boleh gegabah seperti ini, kita tidak
tahu apa dia punya maksud tertentu atau tidak “
Ugggg, seperti dia bisa menebak jalan pikiranku
Apa dia ini punya kekuatan untuk membaca pikiran orang lain, dia memang wanita yang sangat mengerikan
“maafkan aku “
Dan entah kenapa aku merasa terintimidasi olehnya hingga meminta maaf dengan membungkukan badanku
“ kenapa kau harus minta maaf seperti itu ? “ jawab Alice dengan kebinggungan melihatku
“ karena aku selalu merepotkanmu dengan semua tindakan dan keputusanku yang konyol, tapi apapun yang aku lakukan, dan tidak pedulu
sebodoh apapun itu kau selalu membantuku. Karena itu maafkan aku “
Ekspresi wajah Alice segera berubah seketika mendengar ucapanku dan tampak sedikit memucat
Apa-apaan ekspresinya itu seolah baru saja mendengarkan sesuatu yang sangat aneh
“ kau sedang sakit ya?” tanya Alice sambil menjauhiku dan menjaga jarak seolah aku adalah sesuatu yang menjijikan
“apa-apaan kau!!” jawabku dengan kesal
“aduh jangan marah dong “ balas sambil menggodaku dan menusuk-nusuh pipiku
Dia memang wanita yang sangat menyebalkan
Dia memandangku dengan senyumannya yang menyebalkan itu lagi, tapi sangat manis hingga membuatku tak berkutik di hadapannya
Dia memang mengerikan
“kita ini keluarga kan ? sudah seharusnya kita saling membantu dan mendukung satu sama lain dalam kesulitan apapun “ dia berkata
seperti itu sambil memberikan sebuah senyuman yang sangat hangat
Aku tidak menyangka dia akan berkata seperti itu
Aku merasa sangat bahagia mendengarnya
Dan juga, hatiku terasa sangat nyaman mendengar perkataan yang menyejukan hati itu darinya
“ kau bisa bersikap manis juga ya “ jawabku sambil tertawa
“ kau punya masalah dengan itu ? “
“ tidak, maafkan aku kakak “ jawabku lagi sambil bercanda
Wajah Alice memerah seketika dan dia memalingkan wajahnya mengelak dari pandanganku
Tampaknya dia sangat senang mendengarku menyebutnya kakak, entah kenapa dia harus semalu itu
“ baiklah kau ingin membuat perempuan itu percaya kau adalah darah campuran sepertinyakan ?”
Dengan segera topik pembicaraan segera berubah dan Alice tampak berusaha keras mencari ide
“jujur saja sebenarnya cukup sulit kau bisa meyakinkannya, karena dia menceritakan kisah hidupnya lebih dulu dari padamu, jadi jika kau mengatakannya sekarang dia pasti berpikir kau mengarang untuk mengelabui dan mendapatkan simpatinya “
Ya aku juga berpikiran sama
Karena itu ini menjadi dilema
Apa yang harus aku lakukan sekarang agar dia bisa mempercayaiku dan mau setuju dengan rencanaku
“tunggu dulu aku ada rencana “
Dengan wajah di selimuti aura kegembiraan dan senyuman yang sangat menawan Alice berkata
Manis sekali dia
“ mungkin kita bisa memanfaatkan benda-benda yang di miliki ibumu dulu, di antara mereka mungkin saja ada benda khusus yang menjadi
ciri khas Cora “
Benar juga, hal itu tak terpikirkan olehku, mungkin ada baiknya aku coba lakukan seperti sarannya
Singkatnya aku di bantu dengan Alice membongkar kamar kedua orang tuaku
Kami memeriksa semuanya
Lemari pakaian, tempat penyimpanan barang dan sebagainya
Ada banyak benda yang kutemukan
Tapi aku tidak yakin ada sesuatu yang merupakan ciri khas Cora atau semacamnya
Aku hanya menemukan tongkat Force milik ibuku dan beberapa perhiasannya
Dan aku rasa ini sama sekali tidak ada hubunganya dengan cora
Maksudku bahkan di Bellato sekalipun tongkat Force dan perhiasaan seperti ini adalah hal yang bisa di jumpai dimanapun
Tampaknya ibu memang tidak membawa apapun saat kemari
Tapi ngomong-ngomong aku jadi penasaran
Bagaimana ayah dan ibu bisa bertemu ya ?
“ kalung yang indah “ perkataan Alice
Aku melihat benda yang di pegang Alice dengan penuh kekaguman
Dia tampak terpesona oleh keindahan kalung itu
Ya semua perempuan jika melihat perhiasaan mahal pasti begitu sih
“ ini punya ibumu ? “
Ya aku sangat benda itu
Sebuah kalung dengan desain yang sangat simpel
Sebuah permata berwarna merah tua dan jika terkena cahaya akan mengeluarkan kilauan-kilauan yang sangat indah terikat erat padanya
Pada permata itu terdapat sebuah simbol yang tak bisa kumengerti di bagian dalamnya
Sebuah lingkaran dengan panah-panah kecil di sekelilingnya
Seolah menyimbolkan matahari yang mengeluarkan cahaya
Aku tidak mengerti bagaimana bisa simbol itu ada di dalam permata tersebut, entah bagaimana pembuatnya bisa melakukan hal itu
“ya itu punya ibuku, dia sangat menyayanginya dan selalu merawatnya dengan penuh kasih sayang “
“ jadi ini benda yang sangat berharga bagi ibumu ya, jangan bilang ini hadiah dari ayahmu padanya “
Ekspresi wajah Alice berubah lagi dan tampak sangat ingin tahu
Cih perempuan memang sangat rakus kalo soal percintaan seperti ini ya
“ seingatku sih tidak, dia bilang ini di berikan oleh......”
Astaga
Kenapa aku bisa lupa hal sepeting ini
Tubuhku sampai merinding mengingat hal itu
Perkataan ibu saat itu, bagaimana mungkin aku bisa melupakannya samapai saat ini
Aku menelan air liur di tenggorokanku dengan sangat berat
Kemudian aku mengambil kalung itu dari Alice
Dia tampak khawatir melihat kegugupanku namun enggan menanyakannya
“ ini di berikan oleh orang tua ibuku “
0
Kutip
Balas