Kaskus

Story

veronitaAvatar border
TS
veronita
Aku mah gitu orangnya
Quote:


Quote:


Spoiler for penting:


Spoiler for index:
Diubah oleh veronita 23-07-2015 16:44
0
65.3K
469
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
veronitaAvatar border
TS
veronita
#212
Part 21

“buruan kedokter gih, masih ada yang buka nggak ya jam segini?”

Mendengar kabar Reno mules dan sering buang air, aku jadi merasa bersalah. Walaupun itu belum tentu karena sirup buatanku tadi sore. Langsung saja kutelpon, jadi pacar harus perhatian, tapi jangan berlebihan dan lebay.

“nggak tau nih, dianterin papa mungkin kedokter, nanti aku kabarin lagi ya, kalo kamu udah ngantuk tidur aja gpp”

Keesokan paginya

Aku nggak bisa masuk sekolah hari ini, ijin dulu. Sehari aja kok.

Mendengar kabar dari Reno lewat SMS pagi ini aku jadi kurang bersemangat pergi sekolah. Terbiasa dijemput berangkat bareng Reno, sekarang harus naik angkot.

Iya deh gpp, kamu cepet sembuh ya… 

Sebelum pamit berangkat, aku mengingat-ingat apakah ada yang terlupa atau tidak. Biasanya aku sering melupakan sesuatu, contohnya buku pelajaran. Aku harus selalu membiasakan diri memeriksa dan mengingat seperti ini.

“ma, aku berangkat ya… assalamu’alaikum..”

Setelah kurasa tak ada yang terlupa, aku pamit dengan mamaku

“tumben nggak bareng Reno? Lagi marahan?” Tanya mamaku sok tau
“ih enggak ma, Reno lagi sakit, hari ini ijin nggak masuk sekolah” kataku menjelaskan kepada mama
“ooo.. kamu jenguk dong nanti pulang sekolah ya…”

Iya juga ya, bener kata mama. Aku juga kan ingin tau rumah Reno, keluarganya.

“iya ma nanti aku pulang agak sore ya ma…”

Kembali seperti dulu sebelum jadian dengan Reno. Ternyata nggak seburuk yang kukira. Dari rumahku menuju tempat biasa aku menunggu angkot banyak pemandangan yang kurindukan. Ada beberapa anak SD yang berangkat sekolah bareng dengan ceria dan penuh canda. Ada tukang bubur ayam yang sejak dulu nggak pernah bosan berjualan bubur ayam. emoticon-Hammer

Beruntung pagi ini aku tak perlu menunggu lama. Belum ada 5 menit aku berdiri, sudah ada angkot yang melintas. Aku pun segera naik. Kuperhatikan didalam angkot ini semuanya anak sekolah, ada yang anak SMP, ada beberapa juga yang anak SMA. Sungguh suasana yang sangat jauh berbeda dengan masa sekarang, pelajar yang naik angkot jumlahnya semakin sedikit. Sepi… lebih banyak yang memilih memakai kendaraan pribadinya.

“eh ketemu ¬¬mbak lagi, sendirian lagi, kayaknya beneran putus deh sama kak Reno emoticon-Thinking

Baru saja sampai didepan gerbang sekolah. Adik kelasku yang satu ini benar-benar menjengkelkan. Membuat mood ku pagi ini menjadi jelek. emoticon-Mad

“trus kalo putus kenapa? Kalo masih pacaran kenapa?” tanyaku berusaha santai
“kalo kak Reno jomblo kan aku bisa godain mbak, hehehe…”

Aku malas meladeni adik kelasku itu. Kutinggalkan saja jalan menuju kelas. Diperjalanan menuju kelas aku melihat pemandangan yang nggak biasa. Ridho jalan berdampingan dengan Jessy dari arah kantin. Hmmm… mencurigakan. Walaupun sudah kenal sejak SMP, aku benar-benar paham mereka berdua.

“abis sarapan bareng? emoticon-Thinking

Aku sengaja tiba-tiba muncul dan bertanya seperti itu. Terlihat mereka berdua agak terkaget.

“iya kebetulan ketemu dikantin, lumayan bisa ngegosipin kamu sedikit” jawab Jessy

Aku menatap Ridho dan Jessy bergantian. Menatap penuh curiga, kupicingkan mataku dan trus menatap mereka bergantian.

“oh kebetulan” kataku singkat, tetapi pandanganku fokus ke Ridho yang mulai keliatan kurang nyaman
“kok nggak bareng Reno?” Tanya Ridho mencoba mengalihkan pembicaraan
“Reno sakit, ijin sehari katanya” jawabku menjelaskan kepada Ridho
“oh, aku sendirian dong duduknya dikelas”

Tanpa kusadari Jessy sudah hilang. Wah siluman juga ini anak, selip sedikit lenyap. emoticon-Nohope

“Dho, jujur.. lagi usaha pedekate ya?” tanyaku to the point
“hmm.. iya” jawab Ridho singkat
“nanti aku bantuin, tenang aja, tapi inget, jangan main-main” kataku sambil melotot
“iya aku serius, aku suka dengan Jessy”

Ok aku percaya dengan kesungguhan hati Ridho. Mungkin perlu usaha ekstra untuk membuat Jessy sedikit peka. Jessy itu cuek, agak jaim, sedikit tertutup. Aku juga cukup kenal dengan Ridho. Setauku Ridho sama sekali nggak pernah pedekate dengan cewek. Aku yakin jika aku nggak berusaha membantu Ridho, hingga lulus sekolah mereka berdua nggak akan pernah jadian.

Tapi keputusan tetap ada di Jessy. Selama ini bersahabat dengan Jessy, sama sekali aku tak pernah mendengar curhatan tentang cowok. Yang suka sih lumayan banyak, tapi cuek dan kurang pekanya itu yang membuat cowok merasa nggak direspon lalu memilih mundur menjauh.

Kalau aku mah gitu orangnya. Jadi cewek itu susah kalau cuma duduk manis, apalagi jual mahal pilih-pilih. Aku merasa beruntung, bisa mendapatkan pacar seperti Reno. Walaupun awalnya sempat membuat harga diriku sedikit jatuh. Tapi semuanya itu terbayar. Mungkin ada faktor keberuntungan juga, iya… aku beruntung ternyata Reno memiliki perasaan yang sama. Rasa berbalas rasa. Kalau Reno nggak membalas perasaanku, bisa dibayangkan sendiri bagaimana rasanya.






insomnia pun harus bermanfaat, contohnya dimanfaatkan buat update cerita emoticon-Hammer
Diubah oleh veronita 30-05-2015 08:43
gijoe.malaw
pulaukapok
pulaukapok dan gijoe.malaw memberi reputasi
2
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.