Kaskus

Story

veronitaAvatar border
TS
veronita
Aku mah gitu orangnya
Quote:


Quote:


Spoiler for penting:


Spoiler for index:
Diubah oleh veronita 23-07-2015 16:44
0
65.3K
469
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.7KAnggota
Tampilkan semua post
veronitaAvatar border
TS
veronita
#199
Part 20

Dikepalaku masih banyak pertanyaan yang belum terjawab. Pertanyaan tentang perkataan doni setelah mengantarku pulang kerumah tadi siang. Aku mau tanyakan dengan Reno tapi sepertinya Reno masih sibuk. Biar aja deh aku tunggu Reno yang sms aku lebih dulu.

Menjelang sore kegiatanku didalam kamar hanya mendengarkan radio sembari sedikit membaca buku catatanku. Aku ini rajin belajar kok, iya seriusan. Sama mama nggak pernah ngelawan, nggak pernah ngebantah. Rajin menabung pula. emoticon-Cool

1 pesan masuk dari Reno myPrince

Kamu dirumah? Lagi apa? Aku main kerumah boleh? aku baru selesai. Capek ngantuk laper. Kali aja ketemu trus ngobrol sama kamu bias ilang semua capek ngantuk lapernya.

Tumben Reno agak gombal. Biasanya Reno itu nggak pernah gombal. Lebih mengarah ke so sweet. Beda tipis memang so sweet dengan gombal. Gombal itu lebih kepada kata-kata, so sweet itu tindakan.

Aku melihat jam di dinding kamarku. Ehmm… jam 5 sore kurang. Boleh deh Reno main kerumah.

Alah gombal. Ya udah kerumah aja, aku lagi baca-baca aja sambil denger radio. Aku tunggu ya…

Mengingat Reno tadi bilang capek ngantuk laper. Aku jadi berpikir membuatkan sesuatu untuk Reno. Nggak usah buat deh, nanti malah berantakan dapurnya. Aku siapkan beberapa toples cemilan dan kue aja. Tak lupa sirup dingin yang segar.

“ma, ini sirup udah kadaluarsa belum sih? Udah lama banget kayaknya yah? emoticon-Thinking” kataku kepada mama yang masih asik menonton tv
“nggak tau juga, nggak ada tanggalnya disitu?” Tanya mama mengambil botol sirup dari tanganku
“ah gpp, masih bagus kok ini, aromanya masih enak, warnanya juga masih bagus” lanjut mama setelah beberapa saat mengamati sirup itu

Tak lama kemudian terdengar suara motor berhenti didepan rumahku. Itu pasti Reno, nggak salah lagi. Aku langsung saja menuju kedepan rumah untuk menyambut Reno.

“assalamu’alaikum”

Reno mengucapkan salam lalu berjalan keteras depan rumahku. Ya ampun mukanya lesu banget. Pasti kecapekan banyak urusan ini itu.

“kamu tau aja aku laper + haus” kata Reno melihat beberapa toples cemilan dan minuman dingin dimeja teras depan rumahku
“iya dong, aku kan perhatian… hehehe emoticon-Malu “ ujarku sambil tersenyum bangga
“capeknya ya begini nih banyak tanggung jawab itu, lupa makan, lupa istirahat” kata Reno lalu meneguk sirup buatanku, sesekali dia merogoh isi toples lalu memakan beberapa cemilan
“sabar ya, sibuk begini kan nggak setiap hari, katanya kalo ketemu aku bisa ilang laper capek ngantuknya” kataku berusaha membuat Reno semangat
“iya juga sih, apalagi kamu perhatian gini” ujar Reno tersenyum manis

Reno nampaknya benar-benar capek otak, bukan capek badan. Wajahnya layu. Nggak berseri seperti biasanya. Beberapa kali terlihat Reno agak menyandarkan badan dan memejamkan matanya.

“kamu nanti balik langsung istirahat aja gih” kataku mencoba memberikan perhatian kepada Reno
“iya, abis mandi sholat aku istirahat ya. Maaf nggak bisa sms’an sambil denger radio bareng”

Oh iya, seketika aku teringat ucapan doni tadi. Aku juga belum sempat menceritakan kejadian tadi siang kepada Reno.

“aku tadi pulang sekolah kesel banget” gerutuku
“kenapa? emoticon-Bingung (S)
“yang pertama, adik kelas yang fans-fans kamu itu omongannya bikin emosi jiwa, yang kedua aku tadi siang dianterin doni pulang kerumah, trus kata doni tolong bilang makasih sama kamu”

Mendengar ceritaku itu Reno malah hanya mengangguk saja. Tapi aku nggak butuh anggukan kepala atau bahasa tubuh lainnya. Yang aku butuh penjelasan.

“ok ok aku jelasin…”

Mungkin karena tatapan tajamku yang seakan mengancam meminta penjelasan, Reno akhirnya angkat bicara.

“dari beberapa anggota OSIS banyak yang nggak setuju dengan proposal kegiatan yang diajukan dari ekskul PA. mungkin mereka beranggapan anak PA hanya bisa membuat masalah. Tapi setelah aku membaca proposalnya, semua detil kegiatan dan lainnya. Bagus kok, rincian anggaran juga menurutku wajar dan nggak dilebih-lebihkan.”

Aku mendengar dengan seksama penjelasan dari Reno. Duh Reno itu kalau sudah bicara serius gitu, keliatan banget smartnya.

“lalu kamu setuju?”
“kenapa harus nggak setuju? Mereka punya hak yang sama sebagai siswa sekolah. Kebetulan aku tadi siang itu pas-pasan dengan Doni didepan ruang BK, aku ajak ngobrol sebentar, aku jelasin proposal kegiatan ekskul dia bisa tembus, aku malah tertarik buat cari sponsor, rencananya aku juga mau mempromosikan di radio”

Aku agak ternganga mendengarkan Reno berbicara seperti itu.

“mingkem” kata Reno seraya memasukkan cemilan kemulutku
“hehehe… pacar aku selain smart, baik, ternyata punya pemikiran yang nggak dangkal”
“kalo untuk membawa nama baik sekolah, kenapa enggak, gitu aja mikirnya, kamu berlebihan. Kita semua kan satu sekolah, aku Cuma pengen nggak ada yang namanya kecemburuan sosial, aku nggak mau ada diskriminasi ekskul. Aku mau…”

Belum sempat meneruskan kata-katanya aku bekap saja mulut Reno dengan telapak tanganku. Lama-lama kepalaku pusing juga diajak ngobrol topik yang berat begitu. emoticon-Nohope

“udah nggak usah dibahas lagi, aku udah paham. Nggak butuh penjelasan lebih panjang lagi, sekarang kamu pulang, mandi shotal trus istirahat.”
“kamu kok gitu? Aku kan belum selesai, aku…”
“mau pulang pamit sendiri apa mau diusir? Udah mau magrib, kamu udah kasih kabar orang rumah?”

Sebenarnya aku nggak berniat jutek gitu dengan Reno. Tapi Reno terlihat masih antusias berbicara lebih panjaaaaang lagi.

“astaga… iya, untung kamu ingetin, ya udah aku pulang ya… mama kamu mana? emoticon-Thinking
“udah nggak usah pake pamit, mama kalo udah nonton tv mau banjir, gempa bumi juga nggak bakal kerasa”
“hahaha kamu sama mama sendiri gitu”

Aku mengantar Reno sampai depan pagar rumahku. Satu usapan dikepalaku dan satu sentuhan lembut dibahuku. Lalu Reno pamit pulang.

Malam hari sekitar jam 9 Reno sms aku. Perutnya mules, bolak balik ketoilet buang air. Aduh aku jadi teringat sirup yang tadi sore aku buatkan untuk Reno. Jangan-jangan sudah kadaluarsa. Aku pura-pura nggak tau aja deh. emoticon-Shutup emoticon-Ngacir
Diubah oleh veronita 30-05-2015 08:42
pulaukapok
pulaukapok memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.