- Beranda
- Stories from the Heart
Mawar yang Terlanjur Layu
...
TS
nightmare0907
Mawar yang Terlanjur Layu
cerita ini terinspirasi dari beberapa cerita dan kisah hidup beberapa orang yang ane kenal. ane nyoba nulis seringan mungkin bahasanya biar mudah dicerna.. selamat menikmati.
maaf jika masih berantakan. suwun
Quote:
Spoiler for index:
Spoiler for 1. mahasiswi:
maaf jika masih berantakan. suwun
Diubah oleh nightmare0907 03-07-2015 01:56
anasabila memberi reputasi
1
14.1K
107
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•3Anggota
Tampilkan semua post
TS
nightmare0907
#82
19. New Money
Malam ini gue show kaya biasa. Lagu remix dan kata2 pengantar sang DJ bikin gue semakin menikmati apa yang gue lakukan malam ini. Beberapa private message gue terima dan hanya beberapa yang gue bales. Salah satunya Eza. Eza nulis kalo dia tertarik denganku. Dan membuat janji untuk mojok esoknya. Yang pasti dengan bayaran setara. Gue menyanggupi.
Tak cukup dengan mojok, dia juga menjanjikan ketemuan. Dia nulis kalo dia tidak terlalu memikirkan uang. Selama itu menyenangkan dia, uang tentu tidak masalah. Dengan gajinya yang 10jt/bln tentu uang bukanlah masalah. Ketika gue kekurangan apa dia transfer sejumlah uang supaya gue bisa membeli keperluan gue. Saat gue pulang, dia mengongkosi. Dia juga ngasih gue hadiah.
Ketika ketemuan, dia cukup kikuk. Dan baru gue tahu, I’m his first. Dia juga bilang, kalo gue cewe dunia mayanya yang pertama yang serius, dalam arti tidak hanya meminta uang namun memang memberi imbalan yang telah dijanjikan.
Gue cukup terkesima pas tahu hal itu. Tapi bukan berarti gue ngerasa bersalah. Bagi gue ya itu masalah dia, bukan hak gue untuk ikut campur. Lagipula dia juga gak punya hak untuk ikut campur masalah gue. Gue dan dia pernah berdebat dan hampir bertengkar gara2 masalah sepele. Gue pikir, who is he, ngatur2 gue dengan apa yang gue jalani sekarang. Gue hanya gak mau orang yang baru kenal gue sok2 ngatur gue, karena yang gue tahu kami berhubungan secara bisnis. Gak lebih.
Sejak saat itu, kami membuat kesepakatan. Dia tetap ngasih gue uang saat gue butuh dan ketemu seperti biasanya. Yang dia perlu hanya teman ngobrol. Simple tapi sebenarnya menjengkelkan. Kenapa menjengkelkan? Tak jarang gue keceplosan dan membeberkan beberapa hal yang seharusnya gue tutupi. I hate that.
Karena sejak awal memulai pekerjaan ini, gue punya komitmen. Gue gak boleh bawa perasaan. Gue hanya perlu focus pada uang untuk memenuhi kebutuhan gue. Ya, gue harus melakukan itu. Focus straight to the money.
Tak cukup dengan mojok, dia juga menjanjikan ketemuan. Dia nulis kalo dia tidak terlalu memikirkan uang. Selama itu menyenangkan dia, uang tentu tidak masalah. Dengan gajinya yang 10jt/bln tentu uang bukanlah masalah. Ketika gue kekurangan apa dia transfer sejumlah uang supaya gue bisa membeli keperluan gue. Saat gue pulang, dia mengongkosi. Dia juga ngasih gue hadiah.
Ketika ketemuan, dia cukup kikuk. Dan baru gue tahu, I’m his first. Dia juga bilang, kalo gue cewe dunia mayanya yang pertama yang serius, dalam arti tidak hanya meminta uang namun memang memberi imbalan yang telah dijanjikan.
Gue cukup terkesima pas tahu hal itu. Tapi bukan berarti gue ngerasa bersalah. Bagi gue ya itu masalah dia, bukan hak gue untuk ikut campur. Lagipula dia juga gak punya hak untuk ikut campur masalah gue. Gue dan dia pernah berdebat dan hampir bertengkar gara2 masalah sepele. Gue pikir, who is he, ngatur2 gue dengan apa yang gue jalani sekarang. Gue hanya gak mau orang yang baru kenal gue sok2 ngatur gue, karena yang gue tahu kami berhubungan secara bisnis. Gak lebih.
Sejak saat itu, kami membuat kesepakatan. Dia tetap ngasih gue uang saat gue butuh dan ketemu seperti biasanya. Yang dia perlu hanya teman ngobrol. Simple tapi sebenarnya menjengkelkan. Kenapa menjengkelkan? Tak jarang gue keceplosan dan membeberkan beberapa hal yang seharusnya gue tutupi. I hate that.
Karena sejak awal memulai pekerjaan ini, gue punya komitmen. Gue gak boleh bawa perasaan. Gue hanya perlu focus pada uang untuk memenuhi kebutuhan gue. Ya, gue harus melakukan itu. Focus straight to the money.
0
"semua yang kemaren belum masuk kuota beasiswa hari ini sah diterima. lo beneran gak mau kuliah?"