Kaskus

Story

natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
I Am (NOT) Your Sister
Dear Warga SFTH.

Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.


I Am (NOT) Your Sister

Big thanks to quatzlcoatlfor cover emoticon-Smilie

Quote:
Diubah oleh natashyaa 20-01-2018 23:32
imamarbaiAvatar border
pulaukapokAvatar border
itkgidAvatar border
itkgid dan 8 lainnya memberi reputasi
9
465K
3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
#211
A Part 13
“Emang ada tugas apa?” Kata Reza selepas kak Fe pergi dari kelas. Rupanya dia mendengar obrolanku dengan kak Fe. “Siapa yang sakit ni?” Ujarnya lagi. “Ada tugas kok, MTK.” Jawabku, padahal mah gak ada. Aku bohong aja toh walaupun Reza dikasih tau ada tugas pastinya dia gak bakal ngerjain. “Ibu za yang sakit.” Jawabku lagi, tapi ini jawaban jujur.

Setelah keluar ruangan, Reza berjalan bareng denganku. Dia terus saja melemparkan pertanyaan-pertanyaan tentang aku dan kak Fe serta penyakit ibu. Jika dia memberikan julukan “Tulat” kepadaku, seharusnya juga aku memberikan julukan “Rapo” kepada dia, sang raja kepo.
“Hey…!!” Seseorang memanggil. Entah itu ditujukan kepadaku atau Reza. Yang jelas kami berdua sama-sama menoleh kebelakang dan melihat sosok cowok yang sedang berlari ke arah kita berdua, dan cowok tersebut adalah kak Bram.
“Adiknya, Fe?”
“Ya.”
“Gue Bram, temen sekelas Fe. Liat Fe ngak? Tadi dia tidak masuk pas jam pelajaran terakhir. Ini tas nya ketinggalan di kelas.”
“Kak Fe pergi ke rumah sakit.”
“Duluan ya Ni!” Reza pamitan duluan. Sejak kedatangan kak Bram Reza jadi terdiam dan tidak ngoceh seperti sebelumnya.
“Siapa yang sakit?”
“Ibu.”
“Sekarang kamu mau kemana?”
“Ke rumah sakit.”
“Yasudah gue anterin deh sekalian gue mau ngasih tas nya Fe.”
“Gak usah kak. Gak usah repot-repot.”
“Gpp, gue juga mau ketemu sama Fe.”
“Yasudah, baiklah.”
“Ohya, nama kamu siapa?”
“Ani.”
“Oke, Ani. Tunggu depan gerbang ya, nanti gue bawa motor gue kesana.”

~~~~~~~~~*****…”””~~~~

Sesampainya di rumah sakit bersama kak Bram aku masuk ke kamar ibu. Disana sudah beberapa orang yang menjenguk dan tidak ada seorang pun yang aku kenal diantara mereka.

“Hai… Ani.” Sapa ibu ketika aku pertama kali masuk ke ruangannya.
“Oh.. ini Ani ya Tante?” Seorang perempuan datang menghampiriku.
“Ani.. aku Rima.” Oh jadi ini kak Rima yang selalu diobrolin ibu ketika di rumah. Aku baru pertama kali bertemu dengannya dan sekali lagi aku heran dengan keluarga kak Fe, orangnya cantik-cantik dan posturnya tinggi. Aku bingung leluhurnya suka makan apa sehingga menghasilkan keturunan yang cantik seperti kak Fe, ibu, dan juga kak Rima ini. Kak Rima tingginya hampir sama dengan kak Fe, tapi mukanya ke arab-araban. Dia tampak baik dan ramah.

“Mirip ya Mon..”
“Iya .. mirip.. ya mirip.” Ujar beberapa ibu-ibu disana, aku tebak itu pasti temanya ibu.
“Yang ini tampaknya baik dan jinak ya Mon?”
“Hehehehe”
“Halo, Tante.. Saya Bram masih ingat? Gimana kondisinya Tante?” Tampaknya kak Bram tidak mau ketinggalan untuk memasuki obrolan.
“Lumayan baik. Oh.. tante ingat, dulu sering ke rumah kan? Kenapa sekarang jarang?”
“Gpp Tante, Tante Fe nya dimana?”
“Dia sudah pulang barusan.”
“Oh kalau begitu, saya titip tas dia ke Ani aja ya.”
“Eh, mau kemana buru-buru?”
“Ada perlu Tante, saya nganterin Ani kesini dan tadinya mau balikin tas Fe yang ketinggalan di kelas.”
“Oh.. yasudah, makasih ya.”

-----------------------.

Selepas kak Bram pergi, aku menghabiskan waktu mengobrol dengan ibu, teman-teman ibu dan Rima serta ibunya. Mereka banyak bertanya tentang diriku dan mereka juga tampak baik dan ramah kepadaku. Aku senang dengan kebaikan dan keramahan mereka. Beruntung sekali aku berkenalan dengan mereka.

Menjelang sore hari ketiga teman ibu pamitan pulang dan aku juga berencana untuk pulang ke rumah dulu baru nanti ke rumah sakit lagi. Aku juga belum memberikan tas kak Fe kepadanya. Aku pulang ke rumah bersama kak Rima, kak Rima ke rumah sekalian membantuku untuk membawa keperluan yang dibutuhkan ibu, seperti pakaian, dsb.

“Ciyeee, yang abis di bonceng Bram.” Sambut kak Fe yang sedang tiduran santai di sofa sambil membaca buku.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.