- Beranda
- Stories from the Heart
I Am (NOT) Your Sister
...
TS
natashyaa
I Am (NOT) Your Sister
Dear Warga SFTH.
Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.
Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.
Quote:
Diubah oleh natashyaa 20-01-2018 23:32
itkgid dan 8 lainnya memberi reputasi
9
465.5K
3K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
natashyaa
#183
F Part 13
“Hai, Fe…” Sapa Rima ketika gue masuk ke kamar ibu di rumah sakit. Ada Rima dan Tante Meily yang menemani ibu.
“Eh.. Hai Rim..”
Gue menaruh buah-buahan yang gue beli tadi di jalan. Ibu sudah sadar akan tetapi dia masih terbaring lemas di tempat tidur.
“Ani mana sayang?” Tanya ibu.
“Masih di sekolah.”
“Rim, Tante, aku mau bicara berdua saja dengan ibu. Boleh ?” Tanya gue ke Rima dan tantenya. Mereka pun segera keluar ruangan. Gue kemudian menarik kursi mendekatkanya dengan tempat tidur ibu. Gue duduk dan memegang tangan ibu yang sedang diinfus. Ibu menatap gue, gue juga sebaliknya.
“Bu.. kenapa kau merahasiakanya? Kenapa, Bu?”
“Hehe.. ibu hanya tidak ingin membuatmu khawatir.”
“Tapi aku perlu tahu !”
Tangan ibu kemudian membelai rambut gue.
“Sayang, Ibu tidak ingin membebanimu dan mencemaskan kondisi ibu, sayangku. Ibu hanya ingin kamu fokus terhadap kehidupanmu dan ibu hanya ingin kamu selalu bahagia dan tidak takut atau khawatir dengan ibu.”
“Tapi aku harus tahu juga dong, Bu!”
“Sekarang kan sudah tahu?” Senyum ibu ke gue.
Gue menyingkirkan tangan ibu yang sedang memainkan rambut gue, gue beridiri dan berbalik arah dan berjalan menuju pintu keluar. Gue kesal dengan jawaban ibu yang seperti itu.
“Fe.. mau kemana?” Tanya Rima yang sedang berdiri di dekat pintu kamar.
“Pulang!”
Gue berjalan cepat dan tergesa-gesa saking emosinya. Ketika gue sampai di lobi rumah sakit di pintu masuk rumah sakit gue melihat dan berpapasan dengan teman-teman ibu, yah gue mengenali mereka karena mereka sering ke rumah dulu, gue mengenali para bitches ini, gue pun menghampiri mereka. Ada 3 orang bitches.
“Eh.. Felisha, ibumu dimana, sayang?” Tanya salah seorang dari mereka.
“Jangan sok-sok perhatian gitu deh.! Gara2 kalian semua ibu gue begini.” Teriak gue. Mereka tampak kaget begitu juga orang lain yang berada disana, mereka memperhatikan gue. Setelah itu gue bergegas untuk pergi keluar daripada mencari keributan di rumah sakit. Gue pulang.
“Eh.. Hai Rim..”
Gue menaruh buah-buahan yang gue beli tadi di jalan. Ibu sudah sadar akan tetapi dia masih terbaring lemas di tempat tidur.
“Ani mana sayang?” Tanya ibu.
“Masih di sekolah.”
“Rim, Tante, aku mau bicara berdua saja dengan ibu. Boleh ?” Tanya gue ke Rima dan tantenya. Mereka pun segera keluar ruangan. Gue kemudian menarik kursi mendekatkanya dengan tempat tidur ibu. Gue duduk dan memegang tangan ibu yang sedang diinfus. Ibu menatap gue, gue juga sebaliknya.
“Bu.. kenapa kau merahasiakanya? Kenapa, Bu?”
“Hehe.. ibu hanya tidak ingin membuatmu khawatir.”
“Tapi aku perlu tahu !”
Tangan ibu kemudian membelai rambut gue.
“Sayang, Ibu tidak ingin membebanimu dan mencemaskan kondisi ibu, sayangku. Ibu hanya ingin kamu fokus terhadap kehidupanmu dan ibu hanya ingin kamu selalu bahagia dan tidak takut atau khawatir dengan ibu.”
“Tapi aku harus tahu juga dong, Bu!”
“Sekarang kan sudah tahu?” Senyum ibu ke gue.
Gue menyingkirkan tangan ibu yang sedang memainkan rambut gue, gue beridiri dan berbalik arah dan berjalan menuju pintu keluar. Gue kesal dengan jawaban ibu yang seperti itu.
“Fe.. mau kemana?” Tanya Rima yang sedang berdiri di dekat pintu kamar.
“Pulang!”
Gue berjalan cepat dan tergesa-gesa saking emosinya. Ketika gue sampai di lobi rumah sakit di pintu masuk rumah sakit gue melihat dan berpapasan dengan teman-teman ibu, yah gue mengenali mereka karena mereka sering ke rumah dulu, gue mengenali para bitches ini, gue pun menghampiri mereka. Ada 3 orang bitches.
“Eh.. Felisha, ibumu dimana, sayang?” Tanya salah seorang dari mereka.
“Jangan sok-sok perhatian gitu deh.! Gara2 kalian semua ibu gue begini.” Teriak gue. Mereka tampak kaget begitu juga orang lain yang berada disana, mereka memperhatikan gue. Setelah itu gue bergegas untuk pergi keluar daripada mencari keributan di rumah sakit. Gue pulang.
itkgid memberi reputasi
1
