Kaskus

Story

natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
I Am (NOT) Your Sister
Dear Warga SFTH.

Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.


I Am (NOT) Your Sister

Big thanks to quatzlcoatlfor cover emoticon-Smilie

Quote:
Diubah oleh natashyaa 20-01-2018 23:32
imamarbaiAvatar border
pulaukapokAvatar border
itkgidAvatar border
itkgid dan 8 lainnya memberi reputasi
9
465.8K
3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.7KAnggota
Tampilkan semua post
natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
#168
F Part 12
Mereka tau apa sih, dia tau apa sih.

Apa yang mereka ketahui tentang gue dan ibu gue. Ketika Ani berbicara seperti itu. Gue langsung emosi, gue gak terima dibicarakan seperti itu. Seakan-akan dia tau segelanya tentang hubungan gue dan ibu. Bagi gue mereka adalah orang baru dikehidupan gue dan mereka tidak tahu apa-apa. Sampai detik ini pun gue masih menganggap kalau si Burhan itu menikahi ibu gue atas dasar harta.

Saking kesalnya gue memacu mobil gue dengan kecapatan yang cukup tinggi, hampir-hampir gue menabrak trotoar tapi untung saja tuhan masih menyayangi gue dan gue selamat sampai ke rumah.

Gue langsung masuk ke rumah, hal yang pertama kali gue lakukan adalah masuk ke kamar ibu. Gue penasaran sudah berapa lama dia menyembunyikan tentang penyakitnya. Sudah sejak lama gue tidak masuk ke kamar ibu, setahun lebih mungkin gue terakhir masuk kesini. Gue membuka lemari dan laci-laci yang ada di kamar ibu. Alhasil gue temukan beberapa surat dan catatan medis disebuah map biru yang ia simpan di laci kedua di meja riasnya. Gue pun membaca catatan tersebut. Gue syok, tak percaya sudah dari dulu dia mengidap kanker. Gue baca ada catatan medis waktu ketika gue masih SMP. Gue tidak menyangka. Selama ini dia sakit.

Air mata gue tak kerasa mulai keluar dari mata gue. Sudah sejak lama juga gue tidak menangis, gue tidak ingat kapan terakhir kali menangis, tapi gue sekarang jadi ingat kenapa gue menangis lagi, yaitu karena ibu. Selain itu gue menemukan obat-obatan yang sangat banyak di laci meja. Pasti ini obat-obatan ibu. Gue pun diam sejenak, kok bisa-bisanya dia menyembunyikan semua ini.

Tanpa merapihkan apa yang telah gue perbuat, kertas berserakan dilantai dan segala benda yang telah gue keluarkan, gue menutup kembali kamar ibu. Gue menuju meja foto keluarga. Gue mengambil sebuah foto, foto ketika gue masih berusia 7 tahun, foto yang diambil di rumah nenek. Waktu itu sedang ada acara ulang tahun Rima, sepupu gue. Entah kenapa, foto itu menyimpan memori yang amat dalam, bagi gue. Gue pun memandangi foto tersebut, gue mengingat kembali masa kecil gue bersama ibu.

Tiba-tiba lampu menyala, gue kaget dan gue mata gue langsung melihat ke arah yang menyalakan saklar lampu ruang tamu. Sialan ternyata si Anita lagi. Ya ampun gue rupanya gue lupa untuk mengunci kembali pintu. Alhasil si Ani berhasil masuk dan sekarang dia tampak keheranan, dia melihat ke arah gue dan memandangi gue seakan gue ini orang bego yang sedang menangis. Sialan kau Ani. Gue pun langsung menaruh kembali foto gue dan ibu gue. Gue langsung pergi, gue malu dilihat seperti ini. Gue menutup pintu kamar dan menguncinya untuk memastikan si Ani tidak bakal kesini. Gue menyenderkan diri ke tembok dan menarik nafas dalam-dalam, bocah kurang ajar itu memergoki gue. Ah, sudahlah.

~~~~~~~~~~~~~~~*******************************~~~~’’’

Gue tidur 2 jam, gue tidur jam 3 bangun jam 5an. Mata gue agak bengkak, ini gara-gara hasil menangis gue semaleman. Tadinya gue males sekolah dengan kondisi mata seperti ini tapi apa daya di sekolah ada ulangan. Jadinya gue memutuskan untuk pertama kalinya memakai kacamata ke sekolah.

“Kak, sarapan dulu.” Ujar Ani
“Kak, maafin Ani semalem kalau Ani punya salah.” Ujar di lagi.
“Sudahlah..” Gue duduk dimeja makan dan makan apa yang sudah dimasak Ani. Ani pun segera bergabung untuk makan. Ketika gue dan Ani makan, rupanya si Burhan sudah ada di rumah. Si Burhan baru selesai mandi dan akan segera berangkat kerja.
“Lah, om yang jagain ibu siapa?” Tanya gue kepada si Burhan yang hendak bergabung dengan gue dan Ani untuk makan.
“Ada Bibi kamu dan juga anaknya.”
“Rima maksudnya?”
“Iya kali, saya kurang tahu namanya.”
“Oh… Duluan ya.” Gue segera menyelesaikan makanan gue yang masih sisa dan segera berangkat ke sekolah.

~~~~~~~~~~~---------……….****~~~~

“Mata lo kenapa Fe?” Ejek Andrea.
“Hahhaha.. abis putus dengan siapa?” Ejek lagi Dania.
“Sok-sokan lo pake kacamata.” Tambah ejekan dari Rani
“Berisik ah !” Jawaban gue.

.~~~~~~~***************~~~~~~~~~~~~~

Selesai jam pelajaran terakhir gue ke kelas Ani. Rupanya kelas Ani belum berakhir, masih ada guru didalamnya. Gue terpaksa menunggu diluar.

“Ni, mau ke rumah sakit gak?” Ujar gue nyelonong masuk ke kelasnya Ani ketika selesai pelajaran di kelasnya.
“Aku ada kerja kelompok kak, aku sore nyusul kayaknya.”
“Oh yasudah.”
itkgid
itkgid memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.