- Beranda
- Stories from the Heart
Aku mah gitu orangnya
...
TS
veronita
Aku mah gitu orangnya
Quote:
Quote:
Spoiler for penting:
Spoiler for index:
Diubah oleh veronita 23-07-2015 16:44
0
65.4K
469
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
veronita
#156
Part 15
Pagi hari ini aku dijemput oleh Reno. Sebenarnya aku nggak mau merepotkan seperti ini, toh aku masih bisa naik angkot sendiri. Tapi Aku nggak bisa menolak ketika Reno memaksa.
"sayang ini ada Reno..." seru mama dari arah teras depan
aku bergegas keluar dari kamar agak terburu-buru. Ketika melewati cermin aku memperhatikan penampilanku. Poni sudah ok, seragam sudah rapi. Hmm semprot dikit lagi deh parfumnya.
"ma aku berangkat ya..." kata ku seperti biasa seraya mencium punggung tangan mama
"ada yang ketinggalan nggak nih?" tanya mama mencoba mengingatkanku
"nggak ada kok ma, udah semua" jawabku langsung menyeret tangan Reno
"kamu sekolah nggak bawa tas apa?" tanya mama menggelengkan kepalanya
"astaga maa... Aku lupa..." kataku seraya menepuk dahiku
aku masuk kedalam mengambil tas ku yang terlupakan. Aku benar-benar gugup. Ini pertama kalinya Reno menjemputku.
"maa berangkat ya..."
"tante pamit ya..."
setelah yakin nggak ada yang tertinggal. Aku dan Reno pamit dengan mama lalu meluncur kesekolah.
Sesampainya di gerbang sekolah aku turun dari motor, sedangkan Reno menuju parkiran. Mataku tertuju ke seseorang. Doni, sang ketua PA yang paling disegani disekolahku.
Sebenarnya dari yang kulihat, Doni itu badboy charming. Mungkin karena sikapnya yang dingin dan angkuh, jadi nggak ada satu pun cewek yang berminat. Atau lebih tepatnya sungkan.
"ayok kekelas..." kata Reno dari arah belakangku
dengan cepat aku mengalihkan pandanganku ke arah Doni. Berbalik badan kearah Reno.
Sekarang aku boleh berbangga hati jalan berdampingan Reno dengan status pacar resmi. Aku yakin, banyak yang merasa iri kepadaku. Tapi bukan berarti aku nggak serasi dengan Reno, aku juga kan cute.
"ciyee dijemput, berangkat bareng, dianterin ke kelas sama pacar baru..." kata Jessy meledekku
"iya dong, daripada kamu jomblo..." balasku menjulurkan lidah kearah Jessy
"sombong yang baru jadian..."
"eh Jes, kamu kenal Doni kan?"
"Doni ketua PA? Siapa yang nggak kenal?"
"iya Jes, kamu deketin aja, Doni itu cool tau Jes.. Nih ya kalau kamu jadi pacar dia, pastinya aman terkendali..."
"trus aku ngejer Doni sama seperti kamu ngejer Reno? Nggak deh makasih..."
"ya udah kalau nggak mau, aku kan cuma kasih saran. Eh tapi jes ada lho yang jadi secret admirer kamu, hehehe..."
"hah? Siapa? Seriusan?"
"hahaha... Ada deh, nanti juga kamu tau sendiri. Itu juga kalau dia punya nyali bilang ke kamu..."
ya beginilah cewek-cewek kalau udah ngobrol. Nggak jauh-jauh seputar cowok. Tapi tetap ada waktunya bahas tentang sekolah, PR, tugas dan lainnya.
Aku merasa waktu sepulang sekolah hingga sore masih bisa diisi dengan kegiatan positif. Ekskul ku kurang aktif. Mau main-main jalan pusat perbelanjaan hanya buang-buang waktu.
Saat itu aku mempertanyakan teman sekelasku yang mengikuti ekskul modern dance. Namanya windi. Dari yang kulihat selama ini, aku merasa tertarik. Membuat koreo, melatih kekompakan.
"jadi aku pulang sekolah nanti udah boleh ikut latihan?" tanyaku kepada windi
"iya ikut aja, gpp kok"
ok deh, aku coba dulu. Mumpung masih muda, nggak ada salahnya mencoba berbagai hal, selama itu positif tentunya.
Nanti sepulang sekolah aku akan bilang dengan Reno tentang niatku ingin gabung di ekskul modern dance.
Pagi hari ini aku dijemput oleh Reno. Sebenarnya aku nggak mau merepotkan seperti ini, toh aku masih bisa naik angkot sendiri. Tapi Aku nggak bisa menolak ketika Reno memaksa.
"sayang ini ada Reno..." seru mama dari arah teras depan
aku bergegas keluar dari kamar agak terburu-buru. Ketika melewati cermin aku memperhatikan penampilanku. Poni sudah ok, seragam sudah rapi. Hmm semprot dikit lagi deh parfumnya.

"ma aku berangkat ya..." kata ku seperti biasa seraya mencium punggung tangan mama
"ada yang ketinggalan nggak nih?" tanya mama mencoba mengingatkanku
"nggak ada kok ma, udah semua" jawabku langsung menyeret tangan Reno
"kamu sekolah nggak bawa tas apa?" tanya mama menggelengkan kepalanya
"astaga maa... Aku lupa..." kataku seraya menepuk dahiku
aku masuk kedalam mengambil tas ku yang terlupakan. Aku benar-benar gugup. Ini pertama kalinya Reno menjemputku.
"maa berangkat ya..."
"tante pamit ya..."
setelah yakin nggak ada yang tertinggal. Aku dan Reno pamit dengan mama lalu meluncur kesekolah.
Sesampainya di gerbang sekolah aku turun dari motor, sedangkan Reno menuju parkiran. Mataku tertuju ke seseorang. Doni, sang ketua PA yang paling disegani disekolahku.
Sebenarnya dari yang kulihat, Doni itu badboy charming. Mungkin karena sikapnya yang dingin dan angkuh, jadi nggak ada satu pun cewek yang berminat. Atau lebih tepatnya sungkan.
"ayok kekelas..." kata Reno dari arah belakangku
dengan cepat aku mengalihkan pandanganku ke arah Doni. Berbalik badan kearah Reno.
Sekarang aku boleh berbangga hati jalan berdampingan Reno dengan status pacar resmi. Aku yakin, banyak yang merasa iri kepadaku. Tapi bukan berarti aku nggak serasi dengan Reno, aku juga kan cute.

"ciyee dijemput, berangkat bareng, dianterin ke kelas sama pacar baru..." kata Jessy meledekku
"iya dong, daripada kamu jomblo..." balasku menjulurkan lidah kearah Jessy
"sombong yang baru jadian..."
"eh Jes, kamu kenal Doni kan?"
"Doni ketua PA? Siapa yang nggak kenal?"
"iya Jes, kamu deketin aja, Doni itu cool tau Jes.. Nih ya kalau kamu jadi pacar dia, pastinya aman terkendali..."
"trus aku ngejer Doni sama seperti kamu ngejer Reno? Nggak deh makasih..."
"ya udah kalau nggak mau, aku kan cuma kasih saran. Eh tapi jes ada lho yang jadi secret admirer kamu, hehehe..."
"hah? Siapa? Seriusan?"
"hahaha... Ada deh, nanti juga kamu tau sendiri. Itu juga kalau dia punya nyali bilang ke kamu..."
ya beginilah cewek-cewek kalau udah ngobrol. Nggak jauh-jauh seputar cowok. Tapi tetap ada waktunya bahas tentang sekolah, PR, tugas dan lainnya.
Aku merasa waktu sepulang sekolah hingga sore masih bisa diisi dengan kegiatan positif. Ekskul ku kurang aktif. Mau main-main jalan pusat perbelanjaan hanya buang-buang waktu.
Saat itu aku mempertanyakan teman sekelasku yang mengikuti ekskul modern dance. Namanya windi. Dari yang kulihat selama ini, aku merasa tertarik. Membuat koreo, melatih kekompakan.
"jadi aku pulang sekolah nanti udah boleh ikut latihan?" tanyaku kepada windi
"iya ikut aja, gpp kok"
ok deh, aku coba dulu. Mumpung masih muda, nggak ada salahnya mencoba berbagai hal, selama itu positif tentunya.
Nanti sepulang sekolah aku akan bilang dengan Reno tentang niatku ingin gabung di ekskul modern dance.
Diubah oleh veronita 30-05-2015 08:39
pulaukapok memberi reputasi
1
